
Bella masih belum sadarkan diri, walaupun lukanya sudah sembuh. “Bella….” Cezka berkata dalam hati sambil memegang tangan Bella. Cezka pun duduk di sebelah Bella.
“Km boleh pergi Lorianne, aku akan menjaga dia di sini.” Kata Cezka.
“…..tidak mau, aku di sini saja.” Jawab Lori.
“Heee mau menemani one chan rupanya…..” Kata Cezka meledek Lori.
“Tidak…..tadi Matthew sempat berbisik kepadaku
untuk menemani km.” Kata Lori sambil memalingkan wajah nya. “Hoho malu2 ya……km
ternyata imut juga. Satu hal lagi, lebih baik pengawal mu di suruh masuk saja,
aku bisa mencium mereka.” Kata Cezka sambil melihat ke arah pintu.
“Hah….sebentar.” Lori pun membuka pintu, ternyata Weny dan Sasa berada di balik
pintu. “Aneki……kami di sini.” Kata keduanya. “Kenapa kalian mengikuti aku ?”
Tanya Lori kesal. “Tadi….Philiandra sama minta tolong sama kita supaya
mengawasi aneki dan putri Cezka. Dia khawatir soalnya.” Kata Weny. “Iya aneki,
Matthew aniki juga minta tolong ke kita membantu merawat ksatria yang terluka
di sini. Sekaligus nemani aneki.” Kata Sasa menambahkan. “Ughhhhh adik ku yang
satu itu………Pasti dia takut aku kenapa2” Pikir Lori dalam hati. “Tapi Aneki, baru
kali ini aku melihat tenaga aneki sebegitu besar nya dan segitu marahnya.” Kata
Weny. “……Maaf.” Kata Lori dengan wajah merah. “Haha, km punya teman2 yang baik
ya Lorianne, dan adikmu siapa tadi namanya Philiandra ya ? Sayang sekali sama
km. Matthew juga sepertinya sangat mencintaimu, bersyukurlah Lorianne.” Kata
Cezka sambil menepuk2 punggung Lori. “……..ya” Jawab Lori singkat dengan wajah
merah. “Ayolah, jangan begitu sama one chan, aku memang kelewatan tadi, minta
maaf ya. Kita pasti bisa berteman haha.” Kata Cezka riang. “Unggg….aku dimana
?” Bella mulai tersadar. “Ojo sama….” Bella langsung terduduk. “Hey Bella,
sudah sadar.” Sapa Cezka. “Ojo sama….ojo sama…..ojo sama…huaaaa” Bella langsung
menangis melihat Cezka dan memeluk nya. “Iya2, aku di sini….” Kata Cezka sambil
memeluk Bella. Setelah Bella mulai tenang, Cezka menceritakan semuanya.
“Lorianne, aku rada penasaran, Matthew kok penampilan nya masih muda ya ? Semestinya dia hanya berbeda dua tahun dariku…” Kata Cezka yang baru menyadarinya.
“Matthew sekarang sembilas belas tahun, sama sepertiku.” Kata Lorianne,
“Hah, mana mungkin, aku saja sudah tiga puluh tahun kok. Masa dia masih Sembilan belas tahun.” Kata
Cezka sambil berdiri kaget. “Oh iya, Matthew belum cerita ya, aku, Matthew dan
adik2 ku terjebak di desa tempat kita tinggal selama sepuluh tahun, dan waktu
tidak berjalan di desa itu karena ada Barrier yang mengurung nya.” Kata Lori
menjelaskan. “Oh pantes….wah sekarang aku sudah tua jauh dong ya…..tapi tetap
badan dia lebih besar jauh dari ku haha. Tapi ini berarti km sudah sepuluh
tahun lebih bersama Matthew ya, wah lebih lama dari aku hahah” Kata Cezka
sambil tertawa. “Iya…..Cezka san.” Kata Lori kaku.”Haah Cezka one sama yang
benar….ayo panggil.” Ledek Cezka melihat lori yang kaku. “One…sama.” Kata Lori
perlahan. “Nah gitu dong hahaha.” Kata Cezka sambil tertawa. “Bagaimana kalau
kita lihat2 keliling kota…km sudah baikan kan Bella ?” Ajak Cezka lagi. “Sudah,
ojo sama.” Jawab Bella. “Ayo Lorianne, bisa kan km antar kita…” Tanya Cezka.
“Iya bisa, ayo kita jalan, Cezka one….sama.” Kata Lori kaku. “Aneki benar2
memaksakan diri….” Pikir Weny dan Sasa dalam hati sambil memperhatikan Lori.
Kemudian Lori mengajak Cezka berkeliling kota, pertama mereka mengunjugi gedung
militer, lalu ke armory, ke ladang dan peternakan, baru terakhir lori mengajak
mereka ke convenient store. Lori juga membawa Cezka untuk memilih rumah yang mau di tempatinya.
“Km tinggal di istana ya Lorianne ?” Tanya Cezka. “Tidak, aku dan Matthew
tinggal di rumah biasa, kami tidak betah di istana. Adik2 ku juga sama.” Kata
Lori. “Kalau begitu ayo ke rumah mu.” Kata Cezka sambil menarik tangan Lori.
Mereka pun langsung ke rumah Lori dan Matt. “Hooo di sini ya…dan katamu adik2
mu di sebelah ?” Tanya Cezka. “Iya…mereka di sebelah, Ronanta chan ikut bersama
ku di sini tapi dia kebanyakan tidur di singgasana.” Kata Lori. “Oh begitu,
tunggu apa lagi…ayuk masuk.” Kata Cezka sambil membuka pintu rumah. Di dalam
Matt baru selesai mandi dan masih memakai handuk sambil minum coffee kaleng
yang dia beli di toko. “Loh, Cezka ? Kenapa ke sini.” Kata Matt melihat Cezka
membuka pintu. “Wooow mantap sekali pemandangan nya.” Kata Cezka sambil menatap
tubuh kekar Matt yang setengah telanjang. “Ah, aku baru selesai mandi….” Kata
Matt cuek. Lori langsung masuk dan mendorong Matt masuk ke kamar. “Tolong pakai
baju dulu, km tidak sopan.” Bisiknya di depan pintu. “Iya…maaf.” Kata Matt di
dalam kamar. “Hahaha tenang aja Lorianne, aku sudah melihat Matt dari dulu,
bahkan kita pernah juga kok mandi bersama haha.” Kata Cezka. “Ojo sama…..tidak sopan begitu.
Maaf ya Lorianne ojo sama.” Bella langsung menunduk minta maaf. “Iya tidak
apa2……Bella san. One….sama aku ga apa2.” Kata Lori sambil menahan emosi. Wajah
nya mulai merah. “Km gampang cemburu ya, aku tau Matthew memang tampan tapi
tenang saja, dia orang nya tidak macam2.” Kata Cezka lagi. “Iya..one….sama.”
Kata Lori perlahan. Weny dan Sasa yang melihat segera keluar dari rumah Lori,
mereka menahan tertawa di luar melihat lori. “Baru kali ini kita lihat aneki
terjepit seperti itu….hehe.” Kata Weny. “Iya, dia padahal selalu tampil
sempurna, aku senang melihat sisi dia yang seperti ini, bukan maksud jelek loh
ya…..hehe.” Tambah Sasa. “Weny san, Sasa san, kalian kenapa di sini ? Bagaimana
Lorianne ne san ?” Tanya Philia yang datang bersama Fei . “Oh….Philiandra sama
dan Feiruss sama, sekarang aneki ada di dalam bersama aniki dan Putri Cezka.”
Kata Weny. “Iya, kasihan aneki di ledek terus sama Putri Cezka.” Tambah Sasa.
“Hadeh, tapi Lorianne ne san ga apa2 kan ?” Tanya Fei . “Ga apa apa
sih…..belum.” Kata Weny. “Bagaimana kalau kita temani Philiandra, ne san juga
jadi lebih lega mungkin.” Kata Fei . “Ya sudah ayo, kebetulan kita bawa camilan
__ADS_1
juga, sekalian deh di nikmati bareng. Ayo Weny san dan Sasa san, sekalian.”
Ajak Philia. “Kami ga usah Philiandra sama, aku masih mau masak buat Ronanta
chan di istana.” Kata Weny. “Iya benar, aku mau mengawasi Ronanta chan dan
Jones chan di istana juga.” Tambah Sasa. “Kalau begitu kami permisi dulu yaaa.”
Kata Weny dan Sasa yang kemudian langsung pergi. “Mereka kabur…..” Kata Fei .
“Iya….” Jawab Philia. “Matthew ni san, Lorianne ne san, ini Feiruss, boleh kita
masuk ?” Tanya Fei di depan pintu sambil mengetuk pintu rumah Matt dan Lori.
Pintu pun di buka oleh Lori. “Silahkan……temani aku…..” Kata Lori sambil memelas
ke Philia dan Fei . “Iya ne san makanya kita kesini.” Kata Philia. Mereka pun
masuk kedalam, Matt yang sudah berpakaian sedang berbincang2 dengan Cezka. “Hei
Feiruss dan Philiandra ya…..yang satunya siapa, oh ya Cecilia…mana dia ?” Tanya
Cezka kepada Fei dan Philia. “Oh Cecilia masih di gedung militer, nanti dia
sebentar lagi kembali.” Jawab Fei sopan. “Nah Cezka, ini adik ku Fei dan
istrinya Philiandra, Cecilia juga istrinya Feiruss yang kedua.” Matt
memperkenalkan lagi Fei dan Philia. “Oh wow, istrinya Feiruss dua ya, wah wah,
berarti….aku boleh dong jadi istri Matthew yang kedua…..” Kata Cezka bercanda
sambil melirik Lori. “Ng……one….sama.” Kata Lori perlahan karena seluruh badannya bergetar. “Cezka, jangan
meledek Lorianne terus. Km ga berubah ya, masih seperti dulu, putri yang manja.”
Kata Matt. “Habisnya….istrimu terlalu imut….aku suka ledekin nya hahaha.” Kata
Cezka. “Ojo samaaa…….” Gumam Bella sambil geleng2 kepala. “Philiandra, baru
kali ini ada yang bilang Lorianne ne san imut, biasanya perkasa, cool beauty.”
Kata Fei berbisik kepada Philia dengan suara yang sangat pelan. “Iya….aku juga
kaget. Kasihan Lorianne ne san, dia menahan emosi tuh, aku ajak keluar aja yah,
ke rumah kita.” Balas Philia sambil berbisik. “Iya, ajak dia keluar dulu deh.”
Balas Fei berbisik. “Lorianne ne san, bisa bantu aku ga di rumah, kita ambil makanan dan cemilan
nanti kita bawa lagi ke sini.” Ajak Philia. “Iya ayo Philiandra……” Kata Lori
yang langsung berdiri. “Ok aku juga bantu yaaa.” Kata Cezka. “Eh Cezka ne san,
di sini aja, aku ada banyak mau bertanya tentang Matthew ni san, karena aku kalau
latih tanding seimbang mulu.” Kata Fei sambil memberi kode kepada Matt dan
menyuruh Philia segera pergi. “Oh maksudmu mau tanya kelemahan dia apa ya ?
Hahaha boleh matt ? aku kasih tau.” Kata Cezka dengan riang. “Ahhh asal jangan
yang memalukan.” Matt yang mengerti kode Fei menjawab Cezka. “Sini duduk, aku
ceritakan.” Kata Cezka sambil duduk. Fei pun ikut duduk. Philia dan Lori
langsung keluar rumah dan masuk ke rumah Fei . “Huuuuu terima kasih philia, sebenarnya aku
sudah tidak tahan.” Kata Lori melepas emosi. “Ya aku ngerti, makanya Fei tadi
mencegah Cezka sama ikut ke sini.” Kata Philia. “Kalian memang pengertian, aku
sayang sama kalian hiks.” Kata Lori sambil memeluk Philia. “Hehe jangan gini ah
Lori ne san, malu tau.” Kata Philia. “Knock” Pintu rumah Fei tiba2 di ketuk.
depan. “Philiandra ojo sama, Lorianne ojo sama, maafkan Cezka ojo sama. Aku
benar benar merasa tidak enak kepada Lorianne ojo sama, aku benar benar minta
maaf.” Kata Bella sambil bersujud di depan Philia dan Lori. “Eh, masuk dulu
sini, jangan di depan pintu.” Kata Philia sambil menarik Bella masuk dan
menutup pintu. “Aku pulaaaaang…….” Cecil langsung membuka pintu dan melihat di
dalam ramai. “Cecilia ojo sama, aku minta maaaf.” Kata Bella kepada Cecl yang
baru datang sambil menunduk. “Haah ada apa sih ini.” Kata Cecil bingung. “Tutup
dulu pintunya.” Kata Philia. Cecil pun menutup pintu lalu mereka pun duduk. “Aku sudah dengar semua nya
dari Weny san, tadi Cezka ojo sama memancing amarah Lorianne ojo sama dan
membuat Philiandra ojo sama dan Cecilia ojo sama terpental. Lalu, dia terus meledek Lorianne ojo sama
sampai di tarik oleh Philiandra ojo sama. Aku benar2 minta maaf atas kelakuan
Cezka ojo sama, karena terlalu senang bertemu dengan teman masa kecil nya yang
ternyata selamat dia jadi berlebihan.” Kata Bella menerangkan .”Oh maksudnya
selama ini dia khawatir sama Matthew gitu ?” Tanya Lori. “Bukan, dia hanya
senang Karena bertemu lagi setelah sekian lama pada saat kerajaan sudah
hancur.” Kata Bella menjawab Lori. “Aku dengar dari pelayan yang mengurus ojo
sama dari kecil, katanya ojo sama, Matthew oji dan William oji selalu main
bersama sewaktu kecil.” Tambah Bella. “Oh jadi begitu…..aku mengerti.” Kata
Lori. “Aku sih ga apa2, tenang saja Bella san.” Kata Cecil. “Iya aku juga ga
masalah, jangan terlalu di pikirkan Bella san.” Tambah Philia. “Terima kasih
Lorianne ojo, Philiandra ojo dan Cecilia ojo. Aku sangat bersyukur.” Kata Bella
sambil menunduk. “Iya iya, angkat kepalanya.” Kata Lori. “Ojo sama selalu dalam
kondisi tegang dan stress ketika kerajaan nya hancur lima tahun lalu, dia dan
William oji membentuk pasukan sendiri untuk terus mengadakan perlawanan dan
melindungi Leonard oji. Jadi mohon di maklumi kalau dia bertingkah agak aneh
karena senang, sebab aku sendiri baru melihat dia tersenyum dan tertawa lagi sekarang.” Kata Bella. “Iya,
kami mengerti. Tapi jujur aku pikir benar jadi aku tersulut emosi.” Kata Lori.
“Tapi kalau Lorianne ne marah, mengerikan ya…istana saja getar. Kalau aku dan
Philiandra ne mah ga masalah.” Kata Cecil. “Iya ya, kita mental ya tadi haha.”
Kata Philia mencairkan suasana. “Kalian ini, sudah ah,aku jadi malu tau.” Kata
Lori. “Lorianne ojo, Philiandra ojo, Cecilia ojo, semua benar2 kuat ya, menurut
cerita Weny san, semua orang panic, kecuali ke lima Demon Lord katanya. Dan
yang bisa menghentikan demon lord juga sesama demon lord katanya.” Kata Bella.
“Ah kalau kita sudah biasa soalnya, apalagi kalau kita melerai Matthew oni dan Feiruss
oni, lebih dari yang tadi, jangan kan bergetar, sudah hancur lebur pun masih
lanjut hehe.” Jawab Cecil santai. “Bella san, km mau kan makan malam sama kita ?” Tanya Philia.
“Iya Bella, ayo kita makan malam dulu, nanti baru kita mengantar makanan ke rumah ku.” Kata Lori.
__ADS_1
“Oh aku tidak……growwwlll.” Belum selesai Bella menjawab perutnya sudah
berbunyi. “Aduh….maaf ojo sama gata.” Kata Bella dengan wajah malu. “Nah kan,
benar lapar, ayo makan dulu, jangan kaku2 sama kami.” Ajak Cecil sambil menarik
Bella ke meja makan.”Iya, ga usah malu2.” Kata Philia. “Baiklah Lorianne ojo,
Philiandra ojo, Cecilia ojo. Benar benar terima kasih” Kata Bella menunduk lagi
sampai kepalanya terbentur meja. “Hahaha” Lori, Philia dan Cecil pun tertawa
melihat nya. Kemudian mereka pun makan dengan cepat dan kembali ke rumah Lori
sambil membawa makanan dan cemilan. Malam itu mereka semua
berbincang2 penuh keceriaan. Keesokan harinya, Cezka bersama dengan Bella
memilih rumah untuk mereka tempati. Leonard dan Prima pun tinggal bersama
mereka. Siang hari, pintu gerbang ibukota mulai terlihat, istana pun berhenti
sesaat. Ke enam Demon Lord bersama dengan Valia, Cezka, Rude dan Bella
berkumpul di ruang rapat istana, di ruang rapat ada monitor yang memperlihatkan
situasi di luar, yang di pasang oleh Jones. “Pintu Gerbang sudah kelihatan dan
tertutup rapat, terlalu banyak zombie yang berkeliaran di depan nya. Kita tidak
tau apa yang terjadi di dalam. Cezka bisa km kasih gambaran sebelum km lari
dari ibukota ?” Kata Matt. “Seperti waktu itu yang aku ceritakan, semua penduduk di dalam di jadikan budak dan sebagian di buang keluar untuk di mangsa oleh zombie dan menjadi zombie itu sendiri.
Pasukan Pangeran Edgar, ksatria hitam menduduki ibu kota, di pimpin oleh Count
Dietrich dan beberapa noble di ibukota yang bekerja sama dengan nya. Begitulah
situasi terakhir di ibukota sampai terakhir aku dan Leonard di sana. Karena
saat mereka tau Leonard masih hidup, mereka langsung mencari dan mengacak2
ibukota. Dan setelah lari, aku tidak tau apa2 lagi.” Kata Cezka.
“Count Dietrich ya, kita pernah menangkap dia sewaktu menyerang kota labirin. Waktu
itu seharusnya kita habisi dia.” Kata Fei . “Betul, dia jadi ancaman masa depan
seperti sekarang, bahkan menguasai Bestmen kingdom.” Kata Lori. “Tidak, saat
itu kalian bertindak benar, hanya saja sewaktu kota labirin jatuh dia di
bebaskan oleh Pangeran Edgar.” Kata Sab. “Jadi Sab ojisan, yang menghancurkan
dan menguasai kota labirin adalah Pengeran Edgar sendiri ?” Tanya Matt. “Benar,
waktu itu dengan pasukan yang besar, Pangeran Edgar memimpin sendiri
penyerangan dan penaklukan kota labirin, Valia, Rude dan aku yang terluka parah
berhasil melarikan diri ke ibukota saat itu karena di bantu Drax dan pasukan
akademi yang menahan pasukan ksatria hitam. Sebulan kemudian Drax bersama
beberapa orang siswa akademi datang ke ibukota dalam keadaan terluka parah.”
Sab menegaskan. “Yang di katakana Sab ojisan benar, aku pun lari bersama Rude
menuju ibukota.” Valia lebih mempertegas. “Eh, kok ada hover bike menuju pintu
ibukota Beasmen Kingdom ?” Cecil menunjuk ke arah monitor. “Loh siapa yang
menyuruh keluar sekarang ? Coba cek sama Evan di pelabuhan.” Kata Matt. “Aku ke
pelabuhan sekarang. Philiandra ikut aku, perasaan ku tidak enak.” Kata Fei .
“Baik, ayo Feirus.” Kata Philia. Mereka berdua pun langsung lompat dari balkon
singgasana dan lari menuju pelabuhan. Begitu sampai ke pelabuhan, mereka
melihat ada dua ksatria terbunuh dan Evan yang terduduk dengan luka sabetan
yang parah. “Evan, apa yang terjadi ? Philiandra tolong sembuhkan dia dulu.”
Kata Fei sambil menahan pendarahan Evan. “Holy Magic, Healing light.” Philia
langsung menggunakan healing magic tingkat dua dan luka Evan perlahan sembuh. “Feiruss…kun.
Drax berkhianat…..dia membunuh dua orang ksatria, aku melihat nya dan melawan
dia, tapi dia lebih kuat dan aku terluka parah, untung saja lukanya tidak
dalam.” Kata Evan. “Sudah ku duga, semenjak naik ke istana ini, drax tidak
pernah banyak bicara dan hanya mengamati.” Kata Fei . “Feiruss kun, laporkan
ini ke istana, kita tidak boleh lengah lagi.” Kata Evan. “Philiandra, aku minta
tolong km ke istana dan laporkan hal ini, aku akan mencoba mengejar Drax.” Kata
Fei sambil berdiri dan menuju hover bike yang sudah di keluarkan. “Jangan Feiruss,
kita pulang bersama ke istana, sudah terlambat, saat ini pasti Drax sudah sampai
ke sana, malah beresiko. Aku tau kamu marah, tolong, jangan gegabah, demi aku,
demi Cecilia, demi semua. ” Kata Philia memeluk Fei dari belakang. “Benar Feiruss
kun, Philiandra san benar, sebaiknya kita kembali dulu ke istana.” Kata Evan
sambil berusaha berdiri. “……Baiklah, kita bicarakan sama Matthew ni san dan
yang lainnya.” Kata Fei . Mereka bertiga pun kembali ke istana dan langsung
menceritakan semua kejadian nya bersama saksi mata. “Kurang ajar, Drax,
ternyata selama ini dia mata2. Aku sudah menduga ini sejak kota labirin bisa
kalah dulu dan kenapa Count Dietrich terbebas. Sekarang kita harus pikirkan
untuk mengantisipasi serangan mereka, Drax pasti melaporkan lokasi kita.” Kata
Rude sambill memukul meja. “Betul papa, kita harus siap saat ini, Evan, aku
minta personel mu menyiagakan seribu unit doll yang di perlengkapi dengan
senjata produksi terakhir dan tiga golem besar. Konfirmasikan dengan Pak Lenton
di gedung militer. Kita masuk ke siaga satu. Sekarang ya Evan, segera
kerjakan.,” Matt berkata kepada Evan. “Baik, Matthew ni san. Serahkan padaku.”
Evan pun segera keluar ruangan dan menuju ke gedung militer. “Sementara kita
lihat dulu gerakan mereka, Feiruss, Lorianne, Philiandra, Cecilia dan Ronanta,
bersiap2 kita keluar begitu ada pergerakan.” Kata Matt. “Matt, maaf ini semua
gara2 aku yang meminta kita menyelamatkan pasukan pemberontak.” Kata Cezka
murung. “Tidak apa2 Cezka one sama, kita juga memang menuju ibukota untuk
membebaskan kerajaan ini.” Kata Lori yang merangkul Cezka. “Hehe aku menyedihkan
ya Lorianne, terima kasih.” Kata Cezka. “Sama2 one sama.” Jawab Lori tersenyum. Tiba2
terlihat sebuah sinar hitam menuju arah istana dari monitor yang di tembakkan
dari ibukota. Terdengar bunyi ledakan karena sinar menghantam barrier istana.
__ADS_1