
Ketika suasana dalam guild mereda, pertugas counter menghampiri Fei dan teman2 nya yang sedang duduk
semeja. “Maaf Tuan Matt, Tuan Fei dan
lain nya kalian di panggil naik ke atas oleh guild master, kepala ksatria,
Kapten Rude juga ada di sana. Mari ikuti saya…” Sapa petugas counter sopan.
Mereka pun beranjak dari duduk nya dan pergi mengikuti petugas counter naik ke
lantai 2, ke ruangan Guildmaster. “Permisi…saya membawa Tuan Matt dan teman2
nya” Petugas counter mengetuk pintu yg paling besar di lantai 2. “Silakan
masuk.” Terdengar suara dari dalam ruangan. Mereka ber enam pun masuk kedalam.
Di dalam terlihat seorang yg sedang duduk dan kapten rude berdiri di sebelah
nya.”Diakah Guildmaster ?” Bisik Cecil kepada Philia, “Aku ga tau juga, kalau
di lihat dari auranya mungkin.” Jawab Philia. “Selamat datang dan salam kenal,
aku adalah Guildmaster dari guild petualang kota ini. Namaku Sabertooth
pangiilan ku Sab.” Guildmaster Sab memberikan salam. Dia adalah seorang paruh
baya, ras leopard, mengenakan kaus kutang dan celana tentara. Badan nya kekar
dan terkesan garang. “Apa kabar Matt.” Guildmaster Sab menyapa Matt. “Gu..Guru,
apa yang anda lakukan di sini.” Jawab Matt kaget. Sontak semua menoleh ke Matt.
“Hah guru ?” semua serentak bertanya. “Hahaha, jangan kaku Matt, sudah 5 tahun
kita tidak bertemu ya.” Guildmaster Sab tertawa kencang. “Baik basa basi nya
cukup. Silakan duduk, ada yang ingin ku bicarakan dengan kalian.” Guildmaster
Sab mempersilahkan mereka duduk dengan wajah yang serius. Terlihat kapten Rude
pun memasang wajah yg tidak kalah serius dari Sab, “Ada apa ya ini ?” Pikir Fei
dalam hati. “Bisa kalian ceritakan kembali apa yg kalian laporkan dan apa
kejadian kemarin ?” Tanya Sab dengan wajah yg serius. “Baik Guru…” Matt
menjawab dan menceritakan seluruh kejadian kemarin dan isi laporan nya. “Hmm
ini masalah serius, tidak di sangka sekte itu mulai bergerak, bagaimana
pendapat mu Rude.” Tanya Sab ke Rude.”Ya, begitu aku mendengar cerita mereka
kemarin dan setelah menginterogasi petualang yg terlibat aku jadi yakin, kalau
sekte itu sudah mulai mencapai wilayah kita.” Tambah Rude. Fei dan teman2 nya
yg tidak mengeri menjadi bingung, kecuali Lori. “Maksud nya apa guru dan sekte
apa yang di maksud ?” Tanya Matt. “Di ibukota ada desas desus tentang
pemberontak dari sekte terlarang, yaitu Sekte Black God. Sekte ini menyembah
dan pengikut setia dari evil god. Mereka bertujuan untuk membangkitkan Evil God
agar berkuasa kembali di dunia ini. Kabarnya sekte ini sudah musnah sejak 1000
tahun yang lalu dan di jadikan sekte yang terlarang. Desas desus di ibukota
saat ini menyebutkan nama sekte ini, tapi apakah sekte ini adalah sekte yg dulu
ternyata masih ada atau hanya peniru yang bertujuan sama. Detail nya belum
jelas karena belum ada bukti yg nyata dan hanya berdasarkan rumor. Tapi dengan
kejadian kemarin, aku jadi merasa rumor itu benar, dan tujuan mereka mengarah
seperti yg legenda katakan.” Sab menjelaskan. “Kejadian seperti ini pernah
terjadi 10 tahun lalu, hanya saja waktu itu berhasil di atasi, aku dan Sab
adalah saksi kejadian dahulu. Kita memang berurusan dengan hal ini sebab kami
berdua bekas party orang tua kalian, yaitu ayah dan ibu mu Fei dan juga ayah
dan ibu mu Cecil.” Rude menambahkan. Fei dan Cecil kaget mendengarnya. “Apa oji
san kenal dengan orang tua ku ?” Tanya Fei . “Kamu anak Weina dan Vans kan,
sedangkan Cecil anak Ronan dan Rosa,” Tegas Rude. “Berarti, oji san tachi, tau
dong kalau kita half…” Cecil bertanya takut2. “Hahaha dari awal aku sudah tau,
dan makanya kemarin aku mengijinkan kalian masuk karena kalian berbeda dari yg
lain, kalian pasti bisa mengatasi nya. Philia km anak Elrond ya ?” Rude
bertanya kepada Philia. “Oji san kenal papa ku ? Apa oji san kenal ibu ku ?”
Tanya Philia penuh harap. “Aku kenal papa mu, kita beberapa kali bertemu, tapi
maaf aku tidak tau ibu mu.” Jawab Rude. “Oh begitu ya…” Philia tertunduk lemas.
Fei segera menggenggam tangan Philia dan
mengangguk. “Terima kasih Fei .” Philia berbisik sambil menunduk. “Aku kenal
Matt sejak dia kecil dan aku mengajarkan bela diri padanya.” Sab menambahkan.
“Iya guru, aku sendiri kaget bertemu guru di sini.” Jawab Matt. “Tapi aku
bangga Matt, aku tau bagaimana penderitaan mu, Hebat km bisa bertahan dan
menjadi seperti sekarang.” Sab memuji Matt. Lori yang berdiri di belakang Matt
memegang pundak Matt. “Lori berarti sekarang km sudah tenang ya.” Rude bertanya
kepada Lori. “Iya papa, awal nya aku ga
percaya sama cerita papa dulu, tapi sekarang aku lega, aku ga sendiri, dan
sekarang aku jadi percaya cerita papa tentang petualang yg dulu di ceritakan.”
Jawab Lori sambil memeluk Matt. “Kok Oji san ga bilang apa2 waktu ketemu kita
di jalan waktu itu?” Tanya Fei ke Rude. “Waktu itu aku belum pasti, tapi waktu
di depan dungeon aku melihat senjata kalian, aku langsung yakin. Itu juga sebab
nya aku ijin kan Lori ikut sama kalian.” Jawab Rude. “Baiklah, sudah cukup
nostalgia nya, ini hadiah atas jasa kalian kemarin dan sebagai guildmaster aku
punya permintaan kepada kalian.” Potong Sab sambil menyodorkan sekantung koin
emas. “Total hadiah nya 100 gold silahkan di terima.” Tambah nya. “Wah banyak
sekali. Apa ini ga salah Guru ?” Tanya Matt. “Ini sebetul nya masih belum apa2,
rank kalian secara individu sudah di naikkan menjadi rank B. Alasannya adalah
manticore adalah monster rank C tapi Manticore undead adalah monster rank A dan
kalian berhasil mengalahkan nya. Karena semua sudah rank B maka otomatis party
kalian menjadi party Rank B.” Tambah Sab. “Sekarang aku minta kalian masuk
dungeon lagi dan ke lantai lima puluh. Tujuan nya untuk mengecek apakah
segel yang ada di dalam masih utuh atau
tidak. Kita harus memastikan itu, sebab feeling ku sangat tidak enak.” Sab
memberikan the outcast tugas baru. “Bagaimana apa kalian bersedia ?” Tanya Sab
lagi. “Umm Cuma ngecek kan ? aku ga terlalu suka di dalam dungeon, pengap dan
bau, badan juga jadi bau.” Cecil bertanya kepada Sab. “Iya, kalian tidak perlu
melakukan hal lain, cukup memastikan, apakah segel nya terbuka atau tidak dan
kembali kesini. Bagaimana ?” Jawab Sab. “Tuh Cecil, gpp kan, oni chan di sini.”
Kata Fei menggoda Cecil. “Huh Dasar…tapi aku senang hehe.” Jawab Cecil riang.
“Ok kalau begitu kita terima guru, kita berangkat sekarang juga.” Jawab Matt.
“Eh tunggu, hari ini kalian belum bisa masuk dungeon karena masih di awasi,
besok pagi baru bisa, hari ini silahkan kalian beristirahat dulu atau kalau mau
latihan silakan memakai ruang pelatihan di bawah.” Sab menjelaskan. “Baiklah
guru, kalau begitu kita semua pamit untuk beristirahat. Besok pagi2 kita
langsung menuju dungeon. Terima kasih atas kerja kerasnya guru. Kita pamit
dulu.” Mereka semua menunduk ke arah sab dan rude, lalu keluar ruangan. “Rude,
takdir mulai berputar, apakah sekarang waktu nya ? ramalan 10 tahun lalu
terjadi ?” Sab berkata kepada rude dengan nada serius. “Aku berdoa supaya
ramalan itu tidak terjadi.” Jawab Rude serius. “Kamu benar, kita Cuma bisa berdoa,
biar anak2 itu yg memutuskan.” Sab menegaskan kembali. “Iya kita yang tua
berdoa saja untuk yg terbaik.” Jawab Rude tersenyum. Sementara itu, “Oni, kita mau kemana
sekarang…” tanya Cecil sambil menggandeng tangan Fei . “Kita beli makanan di
pasar yuk.” Ajak philia yg juga menggandeng tangan Fei . “Ngg aku mau berlatih
sebenarnya bersama Matt, tapi matt kayak nya lagi sibuk ya…” Fei menoleh ke
belakang. Dia melihat matt sedang menggendong Rona dan bergandengan tangan
dengan Lori sambil berbincang2 riang. “Haaah, capek nya….” Fei mengeluh,
sebenarnya dia mau latihan soalnya. “Ih malah mengeluh, kalau capek sini aku
pijat.” Kata Philia melihat wajah Fei yg di tekuk. “Iya oni, apa kita ke
penginapan aja ya, tidur seharian.” Tambah Cecil sambil melihat wajah Fei yang
di tekuk. “Oi Fei , kita mau ketempat latihan, mau ikut ?” Matt berteriak
mengajak Fei . “Mau mau, ayo berangkat.” Fei langsung semangat. “Kita juga
ikut” Cecil dan Philia menjawab kompak karena senang melihat Fei semangat lagi.
Akhirnya mereka ber enam menuju arena latihan. Fei langsung mengajak Matt latih
tanding. Lori, Philia, Rona dan Cecil duduk berderet menonton para laki2
berlatih tanding. “Oi oi dua gadis itu cantik dan imut ya, yang berambut merah
(Cecil) walaupun kecil tapi sexy ya. Sedangkan yg elf (Philia) ramping dan
anggun, seandainya mereka jadi istriku ” gumam para petualang dan ksatria yang
ikut menonton. “Itu kan Lori, kembang nya ksatria, dia skrg bersama dengan yg
berbadan besar itu. Itu yang kecil anak mereka bukan ya ? Uuh bikin iri.” Para
ksatria bergosip melihat Lori yang memangku Rona. “Oi matt, kenapa banyak
penonton nih, perasaan kok semakin ramai ya.” Tanya Fei yang sedang bersiap2.
“Tuh lihat ke kanan, yg duduk di atas podium. Mereka bertiga bener2 menarik
perhatian orang.” Jawab Matt menujuk Lori dan teman2 nya sekaligus melakukan
pemanasan. “Haha iya, mereka sendiri padahal ga sadar tuh.” Kata Fei . “Makanya
kita beruntung Fei , kamu dapat 2 aku dapat 1 hehe.” Canda Matt. “Eehhh dasar,
makanya kita jadi musuh utama kaum adam di sini. Liat aja tuh, semua melirik
kita tajam begitu.” Jawab Fei . “Haha biar aja mereka iri.” Tambah Matt. “Heeey
cepat mulai nya.” Lori berteriak ke Matt dan Fei . “Baiklah matt. Aku mulai.” Fei
memasang kuda2 nya sambil nyengir. “Sini, maju.” Matt juga nyengir. Fei dan Matt
maju bersamaan. Tinju cakar Fei beradu dengan Perisai Matt. “Boom” terdengar
bunyi keras dan angina kencang akibat beradunya kekuatan mereka. Penonton kaget dan bersorak. “Waduh kalau seperti itu, pantes wanitanya cantik2, keduanya hebat, kita mengaku kalah.”
Para ksatria yg mencibir mereka tertunduk malu, dan merasa kalah.
Fei terusmelakukan serangan beruntun kepada Matt yang juga melakukan serangan dan
tangkisan. Pertarungan Semakin memanas, ketika sudah selesai adu pukul mereka
menjauh. “Matt terima serangan ku ini. Blood Magic Fire Ball X.” Fei mengeluarkan
bola api berwana darah yang besar dan menembakkan nya ke arah Matt. “Akan ku
sambut, Golden Shield Magic. Reflect.” Matt menangkis dan mengembalikan
serangan Fei ke arah nya. “Hooo, nice
matt.” Fei menangkap bola api nya dan melemparkan nya kembali ke Matt. “Axe
Slash, Absolute Defence” Matt mengayunkan kapak nya dan membelah bola api nya
menjadi dua, kedua pecahan bola api itu menghantam langit2 arena latihan dan
arena itu pun rusak parah. Orang2 berlarian keluar. “Lori, Rona, Cecil, Philia”
Matt dan Fei berteriak dan menoleh ke arah tempat duduk gadis2 itu. Terlihat,
Lori menggunakan magic water wall dan Cecil menggunakan magic wind wall untuk
membuat pertahanan, sedangkan Philia memeluk Rona di dalam pertahanan tersebut
dengan tenang. Matt dan Fei segera melompat ke tempat gadis2 itu. “Kalian ga
apa2 ?” Fei bertanya kepada semua nya. “Tenang kita tidak lemah” Jawab lori dan
Cecil. “Silahkan kalau mau melanjutkan.” Tambah Philia. “CUKUP” Kapten Rude
yang baru datang teriak kepada mereka. “Aduh kalian ini, memang boleh memakai
tempat ini untuk latihan tapi kira2, jangan sampai mencelakai masyarakat. Di
luar terjadi kehebohan karena suara ledakan dan api yg berkobar. Sekarang
kalian semua ikut aku.” Katanya Marah. “Maaf kan kami.” Matt dan Fei menunduk
minta maaf. Mereka semua di bawa oleh Rude ke ruangan Sab di Guild. Fei dan
Matt kemudian berlutut di hadapan Sab. “Kami minta maaf” Mereka menunduk.
“Hmmmmmm, mulai hari ini kalian tidak boleh menggunakan ruangan latihan,
sebagai gantinya aku akan memberikan kalian rumah di pinggir danau sebelah
kota, di sana kalian bisa latihan sepuasnya. Mengerti kalian ?” Kata Sab
tegas. “Kami mengerti” ucap Fei dan Matt
penuh penyesalan. Mendengar Rumah di pinggir danau, mata ke tiga gadis itu
berbinar2, mereka malah senang karena di kasih rumah yang nyaman di pinggir
danau. “Terima kasih Fei dan Matt” kata mereka dalam hari sambil senyum2.
Melihat para one chan senyum2, Rona juga ikutan tersenyum senyum. “Oya, untuk biaya kerusakan tolong bayar 70
gold ya.” Tambah Sab. Wajah ketiga gadis itu mendadak marah dan melihat tajam
ke arah Fei dan Matt. “Hiii” Fei dan Matt gemetar. “Kita buang uang sia2” pikir
para gadis dalam hati. Setelah itu mereka di lepaskan, Fei dan Matt kembali ke
penginapan untuk mengurus check out dan memindahkan barang2 mereka. Lori,
Philia, Cecil dan Rona langsung menuju rumah di pinggir danau di antar oleh
kereta kuda dan di kawal oleh seorang ksatria. “Hore kita punya rumah, asik.” Cecil
bernyanyi2 riang di dalam kereta kuda bersama Rona. Sedangkan Philia dan Lori
masih cemberut karena habis membayar 70 gold. “Huh bisa beli makanan banyak tuh
uang nya” Pikir Lori dalam hati. “Huh bisa beli baju bagus dan keperluan
sehari2 tuh uang nya” pikir Philia dalam hati. “Asiknya, menemani gadis2 cantik
dan bu Lori yang cantik dalam perjalanan” pikir Ksatria yang mengantar mereka.
“Hoi mikir apa, cepet kebut” Lori menendang batas kereta tempat duduk ksatria
itu dengan kesal. “Iya bu, maaf….hiyah” Kereta pun melaju dengan kencang.
Akhirnya mereka sampai. Mereka kagum melihat rumah tersebut, Rumah tersebut
merupakan kabin yang cukup luas, terdiri dari 2 lantai dan 1 basement. Bentuk
nya kotak, di pinggir bukit dan memiliki
teras menghadap danau. “Indah nya” Kata ketiga gadis itu dalam hati. Philia dan
Lori lupa sama marah nya melihat rumah itu. “Ini sebenarnya rumah siapa ?”
Tanya Philia kepada Lori. “Ini dulu nya rumah seorang penyihir Negara. Ketika
dia meninggal, rumah ini terlantar begitu saja sampai kita datang kesini.”
Jawab Lori. “Aku sendiri baru pernah kesini” Tambah nya. “Ayo kita masuk,
philia ne dan lori ne.” Ajak Cecil sambil menuntun Rona. Mereka pun masuk.
Mereka kagum melihat dalam rumah itu masih dalam keadaan rapi hanya saja debu
nya tebal sekali. Lantai 1 terdiri dari ruang makan, dapur, ruang keluarga, dan
di teras ada pemandian luar air panas, di basement ada gudang berisi macam2
barang. Lantai 2 ada 2 kamar besar bersebelahan. Melihat kamar itu, para gadis
mulai berpikir. “Aku sama philia nechan dan Oni, sekamar ah.” Pikir Cecil. “Aku
akan sekamar dengan Cecil dan Fei ” Pikir Philia. “Hmm aku mau sama rona, matt
juga boleh bareng hihi, bakal sibuk nih” Lori berpikir dalam hati. Akhirnya
mereka bertiga senyum2 sendiri. “Ayo semua, kita mulai membersihkan rumah ini,
kerja kerja” Teriak Lori. “Ayoooo” Cecil dan philia semangat. “Rona bisa bantu
apa one chan” Rona bertanya kepada Lori. “Rona chan duduk di kursi di depan
saja ya. Tunggu oni chan tachi kembali.” Lori menerangkan. “Baik, one chan.”
Rona pun duduk diam di kursi. Kemudian 3 gadis itu langsung berberes rumah, ada
yang menyapu, mengepel dan merapikan perapian dan meja. Rona yang duduk diam
akhirnya ga betah, dia turun dan mendekati Philia yang sedang menyapu. “Awas
Rona chan, debunya banyak.” Kata Philia melihat Rona mendekat. “Ha ha hacih.”
Rona pun bersin dengan kencang. Debu yang sudah di kumpulkan berhamburan
kembali. “Aaa Maaf Philia one chan” Rona langsung lari ke lantai 2. Di sana dia
melihat Cecil yang sedang mengepel kamar, kemudian rona mendekati Cecil yang
lagi maju mundur mengepel. “Awaas Rona Chan.” Rona pun terpental tersenggol Cecil
dan jatuh di ember tempat air yg di siapkan Cecil. Air pun tumpah menggenangi
seisi kamar. “Aduh rona chan….kamu gpp” Tegur Cecil. “Aaaaa… Maaf Cecil one
chan.” Rona langsung lari ke belakang rumah. Dia kemudian melihat lori sedang
membelah kayu untuk menambal pemandian
di belakang dan membetulkan perapian nya. “Rona chan, kenapa kamu di sini ?”
Tanya Lori ketika melihat rona. Karena takut di marahi, Rona langsung lari.
Lori yang bingung melihat tingkah Rona langsung menaruh kapak nya dan lari
mengejar Rona. Tapi dia bingung, Rona tidak ada. “Ada apa ya Rona chan, kemana
ya dia lari.” Penasaran Lori pun masuk kedalam. “Philia, kamu lihat Rona ?”
Tanya Lori ketika menemukan Philia yang sedang susah payah membereskan debu yg
tersebar. “Tidak lihat, tadi dia menumpahkan ini dan terus lari ke atas.” Jawab
Philia agak kesal. Lori pun segera naik ke lantai 2 dan dia melihat Cecil
sedang tersedu2 sambil membersihkan air yang tumpah. “Knapa kamu Cecil, kamu
lihat Rona ga ?” Tanya lori cemas. “Hiks, rona chan marah sama aku, karena tadi
ke senggol dia jatuh di ember ini. Trus ketika aku mau minta maaf dia lari.”
Kata Cecil sedih. “Itu ga penting, Rona chan ga ada dimana2, aku sedang cari
dia” Lori mulai panic. “Aduh…pasti gara2 aku. Ayo aku bantu cari dia.” Cecil
langsung bangun dan lari bersama Lori ke bawah. “Philia bantu cari Rona, dia
hilang” Lori berkata kepada Philia sambil lari dan di susul oleh Cecil. “Aduh
gara2 aku ya…Maaf Rona chan” Pikir Philia. “A aku bantu cari.” Philia pun lari
keluar rumah menyusul Lori dan Cecil. “Rona chan…dimana kamu.” Ketiga nya
berteriak. Mereka berpencar mencari di sekeliling rumah. Ketika Hampir malam, Fei
dan Matt pun tiba di rumah itu. Lori yang kebetulan melihat mereka datang langsung
menghampiri mereka. “Matt, Fei , Rona hilang, tolong bantu cari” Lori berkata
sambil ter engah2 dan panic. Matt dan Fei langsung lari dan mencari di sekitar
rumah. Ketika sudah mencari kemana2 akhirnya mereka berlima berkumpul di pintu
utama. “Aduh kemana ya Rona chan…..” Philia mulai panic dan ketakutan.
“Hiks…ini semua salah ku…hiks” Cecil mulai menangis. “Kalian sudah mencari
kemana saja ?” Tanya Fei cemas. “Mungkin ga Rona ke hutan, coba aku ke hutan di
belakang sebentar, kalian coba terus mencari.” Matt berlari menuju hutan di
belakang rumah. “Coba tenang dulu, kalian sudah mencari kemana saja.” Tanya Fei
lagi. Ketiga gadis itu menceritakan pencarian nya kepada Fei . “Ada yg sudah
cari ke basement belum ??” Tanya Fei . “Belum” Ketiga nya menjawab. “Baik aku
coba ke basement.” Kata Fei . “Kita ikut,” Jawab ketiga nya. “Ayo” Kata Fei .
Mereka pun segera masuk ke basement. Ruangan di basement cukup gelap, karena
tidak ada penerangan. “Philia kamu bisa bikin cahaya ?” Tanya Fei . “Bisa,
Light” langsung Bola cahaya terbang dari tangan Philia seperti bohlam. “Itu di sana” Tunjuk Lori yang segera
menghampiri Rona. “Kamu ngapain di sini Rona, ayo naik ke atas, di sini gelap
dan lembab.” Teriak Lori kepada Rona. “One chan, maaf kan Rona, Rona Cuma mau
bantu. Tapi rona bikin salah terus. Hiks. Rona di sini aja.” Rona menangis.
Mendengar itu, Cecil dan philia langsung memeluk rona. “Maaf Rona chan, gara2
aku rona chan jadi basah…maaf kan one chan.” Cecil menangis sambil memeluk Rona
erat. “Maaf kan aku Rona chan…..aku bicara agak kencang tadi…..kamu pasti
kaget…maafkan onechan Rona chan.” Philia juga menangis sambil memeluk Rona. “Cecil
one chan…Philia one chan….Lori one chan maaf kan Rona. Rona tadi ga nurut untuk
duduk diam di kursi.” Tambah Rona sambil ter isak2. “Tidak apa2 Rona, Cuma lain
kali kamu harus berani bicara, kalau kamu memang mau bantu kamu bilang ke one
chan. One chan pasti minta tolong sama kamu. Jangan nangis lagi ya” Lori
menghibur Rona sambil mengelus kepalanya. “Gimana Fei udah ketemu ?” Matt masuk
basement dengan panic. “Udah, kita keluar dulu, biarkan saja mereka.” Jawab Fei
. “Ahh syukurlah, aku panik, sampai hutan aku sisir haha” Matt merasa lega.
“Haha dasar, syukurlah semua ok.” Sahut Fei sambil mengajak Matt ke atas.
Mereka ber empat terus di bawah sampai semua nya tenang. “Tak di sangka kita
dapat rumah Fei , sayang uang kita hampir habis.” Matt bergumam. “Haha, gpp aku
malah sangat bersyukur dapat rumah ini. Jadi agak tenang. Baik untuk
pertumbuhan Rona hehe.” Kata Fei . “Wuihhh kayak bapak2 aja kamu ini hahaha.
Tapi bener juga, memang mimpi ku ingin punya keluarga yang bahagia. Fei ,
terima kasih ya, kalau aku ga bertemu kamu gimana jadinya. Aku juga bisa ketemu
Lori di kota ini, benar2 tidak di sangka” Balas Matt. “Sama2 Matt aku juga
berterima kasih sama kamu, kalau kita ga bertemu aku dan Cecil jadinya
bagaimana aku tidak bisa membayangkan
nya . Trus bisa ketemu dengan Philia juga , bener2 bersyukur” Balas Fei .
“Semoga bisa terus seperti ini ya….” Balas Matt lagi. “Oi kalau terus begini,
gimana Lori coba, ga mikir ya kamu.” Balas Fei . “Oh iya ya hahaha, Aku sudah
janji sama Lori tenang saja. Kamu juga pikirkan Philia dan Cecil tuh.” Balas
Matt sambil menyikut Fei . “Arrrgh ga tau kedepan nya gimana, tapi aku janji mau
mengurus mereka. Aku kasian sama Rona” Balas Fei sambil melihat bintang2 di
atas. “Rona serahkan padaku, aku akan mengurus nya. Kamu ngurus dua, aku juga
ngurus dua hehe.” Balas Matt Riang. “Hahah adil ya. Aku sih percaya sama kamu.
Kamu pasti bisa.” Balas Fei sambil menyikut Matt. “Hahaha aku juga percaya sama
kamu, kamu juga pasti bisa.” Balas Matt.
“Hahahaha” Mereka berdua tertawa keras. “Tapi tetap aku berharap kita kompak
seperti ini, sampai tua.” Tambah Fei . “Iya setuju.” Jawab Matt. “Anooo, oni chan
tachi, makan malam sudah siap” Tiba2 Rona memanggil keduanya. “Oh Rona……ya”
Mereka berbalik dan mereka kaget, ternyata Lori, Philia, Cecil dan Rona berdiri
di belakang mereka, dengan wajah merah dan malu2 juga senyum2 sendiri. “Etto
dari kapan kalian ada di belakang ?” Fei bertanya dengan gemetaran. Matt Cuma
bisa menutupi wajah nya dengan topi besarnya. “Dari ‘aku urus philia dan Cecil,
kamu urus lori dan rona’ gitu hehe.” Jawab ketiganya. Fei menoleh kaku
memandang ke arah danau. “Haeh….Matt
gimana kalau kita lari ke danau trus berenang. Dah ga tahan nih pengen mati
rasanya” Ajak Fei dengan muka merah. “Ayo, langsung lari” Matt langsung setuju.
Mereka berdua pun langsung lari, di kejar 3 gadis plus Rona di belakang nya.
“Tunggu sayaaaaang.” teriak ketiga gadis itu dengan riang dan senang. “Rona
bener2 ga ngerti sama sekali. Onechan tachi dan oni chan tachi aneh.” Rona
berpikir dengan polos nya tapi ikut mrngejar. Rona berhenti di pinggir danau
dan menonton oni chan tachi di kejar oleh one chan tachi di dalam danau.
“Mereka main kejar2 an” pikirnya dalam hati. Setelah itu mereka makan malam
bersama. Philia dan Cecil semakin lekat dengan Fei yg wajah nya sangat
canggung. “Fei ni chan aaaam” Cecil menyuapi Fei . “Fei aaaam” Philia juga
menyuapi Fei . Dan di satu sisi, Lori
semakin nempel dengan Matt dan Rona duduk di pangkuan nya. “Anata, aaaam” Lori
menyuapi Matt dengan menggemaskan. Matt menutupi wajah nya dengan Topi saking
malu nya. “Aha aha aha ” kedua pria itu hanya bisa pasrah. Keesokan harinya,
“Pagi Matt” sapa Fei . “Pagi Fei .” Jawab Matt. “Sepertinya km kurang tidur Fei
…” Tanya Matt. “Kamu juga Matt…..” Balas Fei . Tiba2 “Pagi Philia dan Cecil,
semalam nyenyak tidurnya ?” Tanya Lori ke Philia dan Cecil dengan semangat.
“Sangat nyenyak Lori one chan haha” Jawab Cecil dengan ceria. “Nyenyak sekali
dan enak tidur ku hihi. Kalau ne san gimana ?” Tanya Philia. “Mantap pokok nya,
tidur ku enak sekali, ups aku bangunkan Rona dulu” jawab Lori dengan senyum
yang Lebar. “Syukur ya Fei ” Tanya Matt lemas. “Iya, syukur matt.” Balas Fei lemas.
Mereka pun turun ke lantai satu untuk sarapan. “Sekarang kita harus menuju
dungeon.” Kata Matt kepada teman2 nya. “Kira2 kita kuat ga ya sampai level lima puluh” tanya Philia cemas. “Kalau ga di
coba kita ga tau, lagipula, kita bersama, aku rasa ga masalah” Jawab Fei yakin.
“Ok ayo kita bergegas supaya cepat selesai.” Matt menutup pembicaraan. Selesai
sarapan mereka langsung berangkat menuju dungeon. Tanpa banyak bicara, mereka
langsung masuk dan langsung menuju basement lantai 50. Monster yang menghadang
bisa mereka atasi dengan mudah. Sesampai nya di basement lantai 50, mereka
melihat sebuah pintu besar seperti ruangan Boss dungeon. “Kalian semua tunggu
di sini, biar aku masuk melihat keadaan.” Fei berkata kepada teman2 nya. “Hati2
Fei ” Philia mengingatkan Fei dengan cemas. “Ni chan, hati2 langsung kembali
jangan ngapa2in.” Pesan Cecil cemas. “Baik, tunggu aku, aku berangkat” Fei pun
segera masuk. Di dalam Fei melihat ruangan yang terang dan porak poranda. Dia
melihat batu segel sudah pecah dan di samping nya ada mechanical golem yang
sudah hancur berantakan. “Matt, semuanya, kalian boleh masuk.” Fei berteriak
memanggil teman2 nya. “Astaga, sudah porak poranda begini.” Ujar Matt sambil
melihat sekeliling. “Iya, aku dengar dari papa, batu segel tidak mudah di
hancurkan, apa lich yg kemarin menghancurkan nya ya ? atau ada orang lain lagi
?” Lori bergumam sambil berpikir. “Untuk saat ini sebaik nya kita keluar dulu
dan melaporkan hal ini ke Oji san dan guru.” Matt mengarahkan. “Tunggu sebentar,
aku melihat ada yang berkilauan di sana” Fei mendekati batu segel yang sudah
pecah itu. “Apa yang kau temukan Fei ?” Tanya Matt. “Aku tak tahu ini apa, tapi
bentuk nya seperti batu segel yang pecah ini.” Jawab Fei sambil memegang batu
berkilauan itu. “Ah itu inti dari batu segel yg di pecahkan. Kalau masih
menyala terang seperti itu, segel nya belum terbuka katanya. Harus bertanya
yang lebih paham” Jawab Lori. “Baiklah kita kembali ke kota dulu.” Kata Matt
kepada Lori. Tiba2 pintu tertutup dan terdengar suara tawa “Hahaha, akhirnya
kalian sampai juga Demon” Suara itu mengisi satu ruangan. “Siapa kau, keluar”
Teriak Matt membalas. “Hahaha sungguh tidak sabaran Demon, aku tidak ada di
sini, tapi percayalah, kebangkitan sudah dekat.” Kata suara itu menaggapi Matt.
“Siapa yg bangkit ?” Lori berteriak. “Tuan ku, kalian tidak akan lolos dari
tempat ini, ada hadiah untuk kalian, keluarlah Basilik undead.” Lalu di hadapan
mereka keluarlah seekor ular yang sangat besar yang sudah mati dan di hidupkan
oleh black magic. Di bawah ular tersebut banyak mayat2 goblin yang mendekati Fei
dan teman2 nya.”Undead lagi” ujar Fei . “Philia cast holy light” Matt menyuruh
Philia. “Holy Light, cleanse.” Pilar cahaya pun memenuhi ruangan itu. Goblin
undead pun musnah tinggal menyisakan Ular basilik undead. Basilik itu mulai
menyerang dengan menyemprotkan racun ke arah Lori. “Lori awas” Matt segera
menutupi Lori dan menangkis semburan racun itu dengan perisai nya. “Matt….”
Lori berterima kasih pada Matt. “Fei , Lori, Cecil serang dia dari dua arah,
Philia, bekukan mulutnya. Aku menyerang dari depan, Rona minta chappy bantu
aku.” Matt mengatur strategi untuk melawan nya.Fei menyerang dari kiri dan Lori
dari kanan, sedangkan Cecil menyerang dengan tombak dan wind magic dari atas
sambil terbang. “Kyaaaah” Cecil berteriak, dia kena sabet ekor ular. “Cecil…” Fei
menangkap Cecil yang jatuh. “Kamu ga apa2 Cecil.” Tanya Fei cemas. “Tidak apa2
aku Cuma kaget serangan dia dapat ku tangkis dengan tombak ku. Ayo ni chan
serang lagi.” Cecil pun terbang lagi. “Hati2” Pesan Fei untuk Cecil sambil
__ADS_1
menyerang lagi. Kepala ular dengan gesit nya menyerang Matt. “Absolute Defend,
Golden Shield” Matt menangkis setiap serangan dan meng agro ular itu suoaya
tetap menyerang nya. Chappy peliharaan Rona melancarkan serangan setiap Matt
berhasil menahan serangan. “Ini ga ada habisnya, dia terus ber regenasi, apa
kelemahan nya ?” Fei mulai lelah. “Fei serang belakang kepalanya pakai skill
claw mu, aku akan dukung dengan sword skill ku, ayo bersama2” Lori mengarahkan Fei
. “Cecil bisa kamu cast Haste speed enchantment untuk kita bertiga ? Setelah itu kamu serang kepala nya dari
atas dengan tombak mu” Tanya Lori kepada Cecil. “Bisa, Haste Speed enchanment.”
Cecil meng cast magic nya di atas ular itu. Aura hijau menyelimuti mereka
bertiga.”Matt pental kan kepala nya kebelakang.” Teriak Lori. “Axe Bash” Matt menghantam kepala ular itu ke
tanah dan membuat kepalanya terpental setelah membentur tanah. Ular yg
kepalanya terprntal kebelakang, membuka pertahanan nya. “Spear Thurst” Cecil
langsung menyerang dari atas. “Claw pound” Fei langsung menyerang kepalanya
bertubi dengan kecepatan luar biasa. “Double Sword Slash” Lori menyerang dengan
2 pedang berbentuk x persis pada leher nya. Kepala ular itu pun putus. “Philia,
sekarang holy light.” Matt berteriak kepada Philia. “Holy light. Light spear”
Sebuah tombak besar dari cahaya menembus badan ular bekas kepala nya yg putus.
Seketika ular itu menghilang menyisakan kepalanya yang sudah mati dan hancur
oleh serangan Cecil dan Fei . “Berhasil” Teriak Lori sambil berlari memeluk
Matt. “Pasangan yang hebat, kalian kompak” Philia bergumam dan bertepuk
tangan,kemdian dia lari menghampiri Fei dan Cecil. “Kalian ok ?” tanya nya.
“Ok, tidak ada apa2” Jawab Fei dan Cecil. “Lain kali hati2 Cecil, aku sempat
panic tadi. Syukur km ga apa2” Kata
philia kepada Cecil. “Iya maaf,aku kurang focus tadi.” Kata Cecil. “Anak
pintar, terima kasih ya, chappy sudah membantu” Matt mengelus kepala Rona.
“Hehe” Rona tersenyum senyum senang. “Baik, ayo kita bawa kepala ular ini dan
batu yang bersinar tadi ke guild.” Matt mendekati kepala ular yang putus itu.
Pintu pun terbuka dan mereka segera bergegas menuju guild. Hari sudah sore,
jadi mereka langsung menuju tujuan karena Sab dan Rude sudah menunggu. Sampai di guild mereka langsung menuju ke
ruangan Sab. “Kami kembali, kami membawa oleh2 oji san dan guru.” Matt masuk
dan mengabarkan kepada Sab dan Rude. “Kerja bagus, gimana keadaan nya ? ada
kendala ?” Sab langsung bertanya intinya. Mereka pun mengeluarkan kepala
basilik undead itu dan batu segel yg menyala terang. Melihat itu Sab berdiri
dari duduk nya dan menghampiri Matt. “Jelaskan padaku sedetil2 nya.” Sab bertanya tergesa2 kepada Matt. Mereka ber enam
pun menjelaskan apa yg mereka alami di dungeon kepada Sab dan Rude. “Rude,
dugaan kita benar. Ahhhh aku harap dugaan kita salah padahal.” Sab terlihat
cemas sekali. “Tenang Sab, ini baru permulaan” Rude berusaha menenangkan Sab. “Bisa
ceritakan apa yang sebenarnya terjadi guru ?” Matt bertanya penasaran. “10
tahun yang lalu hal seperti ini pernah terjadi, di sebuah desa dekat perbatasan
dengan wilayah elf, di sana ada sebuah dungeon dan di dalam nya ada batu segel
yang dulu menurut legenda dititipkan kepada kaum elf, Philia mungkin tau cerita
ini.” Tanya Sab. “Iya aku pernah dengar ceritanya dari penduduk desa, kejadian
nya sewaktu ayah ku masih hidup dan menyebabkan dia meninggal.” Jawab Philia.
“10 tahun lalu, yang menutup akses batu segel di dungeon itu adalah ayah mu Philia.
Dan ketika itu Dia sendirian bersama ibu mu menahan Undead2 yang ada di
dungeon, ketika kami datang semua undead itu sudah di kalahkan, tetapi sayang
inti batu segel sudah hancur, dan kami menemukan ayah mu yang sudah sekarat dan
memegang inti batu segel yang sudah hancur. Keberadaan ibu mu kita tidak tahu,
tapi menurut ayah mu dengan nafas terakhirnya dia berkata, bahwa ibu mu
mengrobankan dirinya untuk mengurung undead2 yang menyerang di dimensi lain dan
dia sebagai pintunya. Ibu mu menyegel semua sekte Black God yang merupakan
undead di dalam dimensi itu, dan kalau mereka sekarang mengacau di sini,
berarti mereka berhasil keluar dari dimensi ibu mu. Buktinya adalah kepala ular
ini, ini monster yang sama yang kita temukan di dekat ayahmu waktu itu. Mohon
maaf Philia, kemungkinan ibu mu sudah meninggal. Aku benar2 minta maaf Philia.”
Sab menunduk sedih. Mendengar itu Philia langsung memeluk Fei dan menangis
meraung2. Suasana duka menyelimuti ruangan itu. “Philia, ibu mu adalah
pahlawan, kalau dia tidak berkorban waktu itu, dunia ini mungkin sudah hancur
sekarang. Ku mohon kamu bisa mengerti dan bisa menerima kenyataan ini.” Rude
memegang pundak Philia yang masih menangis tersedu2. “Philia nee….”Cecil
menangis sambil memeluk Philia dari belakang. Setelah suasana sudah agak tenang
Sab mengambil batu itu dan menyimpannya di item box milik nya. “Kalian sebaik
nya pulang dulu. Beristirahat lah. Untuk hadiah kalian besok akan sy kirimkan
ke rumah. Untuk sementara ini, kalian diam saja dulu, beristirahat dan menenangkan
pikiran. Terima kasih atas kerja keras kalian. Kalian boleh bubar.” Sab berdiri
membelakangi mereka dan melihat keluar jendela. Di wajah nya tersirat kesedihan
dan penyesalan yg luar biasa. Rude memegang pundak Sab sambil melihat keluar
jendela. Fei pun berjalan dengan tetap memeluk Philia yang sedih dibantu oleh Cecil.
Matt menggendong Rona dan Lori berjalan
di belakang Fei . Di wajah mereka tersirat kesedihan mendalam dan tidak bisa
berkata apa2. Ke enamnya cuma bisa
melangkah menuju rumah mereka tanpa berbicara apa2. Setelah sampai di rumah, Fei
menemani Philia yg tertidur di atas. Setelah menidurkan Rona, Cecil, Matt dan
Lori duduk di sekitar meja makan terdiam. Mereka masih merasakan duka yang
mendalam yang menimpa Philia. “Aku masih ga percaya dengan cerita Guru tadi.
Sebetul nya apa yg di sembunyikan oleh guru dan oji san. Jujur aku baru
mengerti sebagian dari cerita mereka.” Matt membuka pembicaraan. “Aku juga
sama, selama ini papa ga pernah bercerita apapun tentang dirinya. Jujur aku juga
penasaran.” Lori menanggapi. “Aku rasanya pingin pulang ke desa ku, ingin
bertanya pada papa dan mama, apa sih yang sebenarnya terjadi. Dan mengapa kita
bersama2 saat ini, pasti ada tujuan nya kan ? apakah pernah terpikir ?” Cecil
bergumam kesal. “Betul juga, semua ini seperti sebuah rencana yang di atur,
pertemuan kita di hutan, bertemu rona di jalan dan akhirnya bertemu Lori di
kota ini. Lalu muncul serentetan peristiwa yang kita tidak pernah terbayang
sebelum nya.” Matt menambahkan Teori Cecil. “Aku sependapat dengan Cecil dan
Matt” Fei berkata sambil turun dari
lantai dua. “Bagaimana keadaan Philia Fei ?” Tanya Lori. “Dia sudah tertidur, sambil menangis. Aku
kesal, aku ga bisa berbuat apa2 untuk nya.” Fei menunduk. “Ingin rasanya aku
meng acak2 sekte itu dan menghabisi sampai ke akar2 nya.” Tambah Fei .
“Perasaan kita semua di sini sama Fei , aku pun sama, Lori dan Cecil juga, bahkan
Rona pun demikian. Cuma saat ini kita tidak bisa apa2, kita tunggu kabar saja
dari guru dan oji san, mereka ga mungkin diam saja.” Tegas Matt sambil memegang
pundak Fei . “Aku usul, apa kita bersama2 pulang ke desa tempat ku dan oni di
besarkan. Aku yakin papa dan mama tau tentang hal ini, sekaligus kita
berkenalan.” Cecil mengusulkan kepada semuanya. “Tapi Cecil, apa kamu yakin
kita mau mengganggu papa dan mama lagi ?” Tanya Fei ragu. “Tidak ada pilihan
lain kan, tidak mungkin kita berdiam diri begini. Sab oji san dan Rude oji san,
menceritakan kepada kita sepotong2 dan selalu di akhir. Yang ujung2 nya membuat
kita buntu dan sedih seperti saat ini. Aku ingin bertanya ke papa dan mama,
sebab mereka dulu kan satu party dengan Sab oji san dan Rude oji san. Lagipula
aku juga ingin tau soal mama ku yg sebenarnya, kenapa dia meninggal ? apa
karena melahirkan aku ? atau karena hal lain, kamu juga oni chan, ayah mu yg
sebenarnya juga perlu di cari tau kenapa meninggal nya, apakah Cuma karena hal
sepele perebutan takhta aja atau ada hal lain nya. Terlalu banyak misteri yang
menyelimuti kita oni chan.” Cecil mengeluarkan semuanya. Fei pun terdiam, dia
berpikir kata2 Cecil ada benarnya juga, dia sendiri juga tidak yakin akan
penyebab kematian ayah nya. “Sejujur nya aku pun penasaran sama asal usul ku,
aku memang di adopsi oleh keluarga noble yang kebetulan sesama wolf tribe, tapi aku tidak pernah tau orang tua ku yg
sebenarnya. Hanya saja tiba2 guru muncul mengajari aku bela diri, Axe skill dan
Shield skill. Dan aneh nya guru hanya mengajari ku sedangkan kakak dan adik ku
tidak dia ajari apa2” Tambah Matt. “Aku juga di adopsi dari panti asuhan tanpa
tau asal usul ku. Sebelum nya aku tidak pernah berpikir begini sih. Tapi ada
benarnya juga, asal usul ku juga misterius” Tambah Lori. “Seperti kita semua.
Rona pun tidak tau, selama ini dia tinggal di gua kan sendirian, sampai
sekarang saja dia masih canggung berkomunikasi.” Tambah Cecil. Mereka pun
terdiam. “Baiklah, Matt, Lori, bagaimana kalau kita pergi ke desa ku dan Cecil.
Cecil benar rasanya kita perlu bicara dengan papa dan mama.” Fei mengajak Matt
dan Lori. “Baiklah, kita berangkat menunggu Philia tenang, semoga besok dia
sudah tenang. Kita harus lakukan persiapan juga untuk perjalanan dan lapor
kepada Guru dan oji san.” Matt meng ok kan ajakan Fei . “Matt mau sampai kapan
kamu manggil papa oji san ?” Tanya lori ngambek. “Oh pa pa ya.” Matt menggaruk2
kepala. “Baiklah ku maafkan.” Lori memeluk Matt. “Ayo semangat, sebaik nya kita
mandi dulu nih, badan rasanya bau dan kotor.” Cecil berdiri dan mencium
bajunya. “Ok, aku akan naik menemani Philia setelah ganti baju.” Kata Fei sambil
beranjak naik ke lantai 2. “Tunggu Fei aku juga naik, menemani Rona setelah
ganti baju.” Matt naik bersama Fei . “Huh Lolicon” Gumam Cecil. “Iya Lolicon”
Tambah Lori. “Siapa yang lolicon…” Matt protes dengan keras. Fei pun menunjuk
Matt. “Kamu juga Fei ….” Tanya Matt geram. “Loh kamu kan tanya siapa lolicon,
ya ku tunjuk.” Jawab Fei meledek. “Huh
Terserahlah” Matt langsung naik dan masuk kamar. “Hihihi ngambek dia, gpp
serahkan padaku.” Lori tertawa kecil. “Matt oni sweet juga ya kalau di lihat.” Cecil berkomentar.
“Oi oi kamu kan udah punya Fei .” Lori melihat ke arah Cecil. “Hehe tenang, aku
tau dan aku ga akan rebut. Philia ne chan juga sudah seperti one chan ku
sendiri, berbagi sama dia aku rela, tapi tidak sama yang lain hehe” Jawab Cecil
meledek sekaligus jaga2 juga. Mereka berdua pun tertawa kecil. Setelah itu, Lori dan Cecil pun menuju
pemandian di belakang. Pagi pagi sekali, Matt dan Fei pergi ke menuju Guild
untuk bertemu Sab dan kemudian ke barak ksatria untuk bertemu Rude, sedangkan
Lori, Cecil dan Rona membuat persiapan untuk perjalanan. Philia yang baru
bangun dan turun ke lantai 1 merasa heran melihat Lori dan Cecil yang sibuk.
“Ano…Ada apa Lori ne dan Cecil sibuk begitu..apa kita mau pergi.” Tanya Philia
perlahan. “Mana Fei ?” Tanya Philia lagi. “Philia, apa kamu sudah enakan ?”
Tanya Lori sambil menghampiri Philia dan memeluk nya. “Tolong jangan memaksakan
diri, istirahat dulu ya. Aku dan Cecil sudah cukup kok.” Tambah nya lagi. “Kita
mau kemana Lori ne ?” Tanya Philia. “Kita mau pergi ke desa Cecil dan Fei ,
ingin bertemu dengan papa dan mama mereka.” Lori menjelaskan ke Philia. “Oh ah eh, ada acara apa ? Aduh aku belum
siap” Philia malu2 sambil memegang pipinya. “Nanti kita jelaskan, km sekarang
istirahat saja dulu. Tenangkan dulu perasaan mu.” Kata Lori lagi. “Eh philia ne
san, sudah bangun ?” Tanya Cecil yang baru masuk. Cecil menaruh barang bawaan
nya dan langsung lari memeluk Philia. “Ne san, istirahat dulu ya, sambil kita
tunggu oni chan kembali.” Cecil mengajak Philia ke kamar. “Aku tidak apa2 Cecil,
ijinkan aku membantu.” Jawab Philia. “Yakin ne san ? kalau aku lebih baik ne
san istirahat dulu dan menenangkan pikiran dulu.” Cecil memaksa Philia untuk di
kamar saja. “Aku tidak apa2, memang semalam aku sangat terpukul, dan sangat
sedih, karena aku melakukan perjalanan ini dan kabur dari pedagang budak karena
ingin mencari ibu ku.” Philia menerangkan kepada Cecil. “Philia nee…aku dan oni
sayang km ”Cecil terus memeluk Philia. “Aku tau kok Cecil, makanya aku bisa
bertahan, kalau aku masih sendirian mungkin aku sudah hancur. Ini karena Fei dan
km sudah aku anggap keluarga yang sangat berharga, yang selalu ada di saat aku
seperti ini. Jadi tolonglah percaya padaku, aku tidak apa2.” Philia memeluk Cecil
dan mengelus kepalanya. “Baiklah, aku menghargai kamu Philia, sekarang km bisa
bantu aku ?” Lori berkata kepada Philia sambil menjulurkan tangan nya. “Baik,
apa yg aku bisa bantu.” Tanya Philia sambil mengahpus air mata nya. “Ikut aku
ke bawah, ayo Cecil juga.” Kata Lori lagi. “Baik lori nee” Cecil berdiri dan menuju ke lantai satu sambil
menghapus air mata nya. Sementara itu di guild, “Jadi kalian akan pergi
sementara dari kota untuk bertemu orang tua Fei dan Cecil. Baiklah, boleh aku
titip surat untuk weina dan ronan ?” Tanya Sab kepada Fei . Fei sudah
menceritakan keputusan nya kepada Sab untuk pergi ke desa Fei . “Boleh Sab oji
san, aku akan sampaikan ke ayah dan ibu.” Kata Fei . “Bagaimana keadaan Philia”
Tanya Sab kepada Fei . “Semalam dia sudah tenang dan tidur. Pagi ini kita belum
bertemu dia sebab kita langsung ke sini.” Fei menerangkan. “Aku benar2 menyesal
memberitahu kondisi yang tidak enak seperti semalam, tapi itu sudah tugasku
sebagai guildmaster di kota ini. Semoga Philia bisa mengerti” Tambah Sab lagi. “Tidak apa2 Sab oji san. Aku
justru menghargainya, kalau di tutupi malah semakin salah jika Philia
kemana ?” Tanya Sab. “Matt pergi ke barak ksatria untuk menemui Rude oji san,
sekalian dia minta ijin untuk membawa Lori pergi dari kota.” Jawab Fei . “Haha,
dia sekarang benar2 sudah dewasa ya. Benar2 lain seperti waktu aku ketemu dia
dulu. Dulu badan nya kecil, sangat pemalu dan penyendiri. Aku sangat khawatir
terhadap masa depan nya waktu itu.” Sab menambahkan. “Oji san kenal Matt dari
waktu matt berumur brp ?” Tanya Fei . “Aku kenal waktu dia berumur 5 tahun,
anak yang selalu murung, dan mengalami macam2 circumtances di keluarga nya.”
Tambah Sab lagi. “Apa Oji san kenal dengan orang tua kandung nya ?” Tanya Fei .
“Hmm Matt sudah cerita ya rupanya, berarti tidak usah di tutupi lagi. Benar,
aku kenal ibu nya dan aku yang membunuh ayah kandung nya.” Jawab Sab. “Hah oji
san yang membunuh ayah nya ?” Tanya Fei kaget. “Ibu nya berasal dari suku Wolf
Tribe. Dan tunangan ku. Waktu itu dia di culik bandit yg merupakan Ayah nya.
Ayah nya itu Cyclops demon dan profesinya sebagai bandit. Aku membunuh ayah nya
ketika aku menyelamatkan ibunya, aku tidak menyangka kalau ternyata mereka
saling cinta dan pada saat aku menyelamatkan ibunya, dia dalam kondisi hamil.
Kemudian ibu nya meninggal setelah melahirkan Matt dan menitipkan Matt
kepadaku.” Sab menjelaskan dengan wajah yg penuh kepahitan “Kemudian aku
mencarikan keluarga yang cocok dan mempunyai ras sama dengan ibu nya. Ternyata
di sana Matt di perlakukan tidak adil karena mata yang ada di dahinya. Makanya
ketka dia ber umur lima Tahun aku mengambil dia dari keluarga itu dan mendidik
nya menjadi seperti sekarang. Fei , aku mohon rahasiakan hal ini dari Matt,
suatu hari nanti aku sendiri yang akan
memberitahu Matt dan memohon maaf padanya.” Sab berbicara dengan nada penuh
penyesalan. “Baiklah oji san, mulutku tertutup rapat.” Balas Fei . “Semoga Lori
bisa membuat dia bahagia ya.” Tambah Sab lagi. “Iya oji san” Tambah Fei .
“Sekarang sebaik nya kamu pergi, mereka pasti sudah menunggu.” Sab menyuruh Fei
pergi. “Baik oji san, aku berangkat dulu, aku pasti akan kembali kesini.” Fei pamit
kepada Sab “Terima Kasih Fei , sudah mendengarkan cerita orang tua ini.” Tambah
Sab. “Sama2 oji san. Aku pamit dulu” Fei pun keluar dari ruangan. Sab pun duduk
di mejanya dan menunduk. “Matt maafkan aku….maaf aku berbohong Fei.” Kata nya.
Sementara di luar, “Matt…tak kusangka kisah mu sangat tragis.” Fei berpikir
dalam hatinya. Dia pun melangkah keluar Guild dan menunggu Matt kembali dari
barak ksatria. Tak lama kemudian “Oiii Fei …..” Matt berteriak dan lari menuju
tempat Fei berdiri. “Sorry, lama nunggu nya ya ?” Tanya Matt kepada Fei sambil
ter engah engah. “Ah tidak, aku juga baru keluar dari guild.” Jawab Fei . “Hei
km kelihatan senang Matt, ada yang bagus ?” Tanya Fei sambil menyikut Matt.
“Hehe tau aja, papa Rude mengijinkan aku bersama2 dengan Lori selamanya, dia
juga meretui aku dan meminta aku menjaga Lori. Aku senang sekali rasanya
seperti mau terbang. Sayang aku ga punya sayap seperti Cecil. Aku ingin cepat2
pulang ngabari Lori hahah.” Matt terlihat sangat senang dan bahagia seperti
anak kecil. “Waaaah aku bersyukur Matt, bagus2, ahaha senang nya.” Fei memeluk
sahabat nya sambil menitik kan air mata sedikit. Karena dia tau cerita tragis
Matt, dia merasa sangat bahagia melihat sahabat sekaligus rival nya senang
seperti anak kecil. “Terima kasih rude oji san,dia pasti tau cerita Matt dari
Sab oji san, syukurlah Matt, aku benar2 bersyukur” Katanya dalam hati. Matt dan
Fei saling rangkul sambil tertawa tawa riang seperti anak kecil. “Kamu juga
harus bilang loh Fei sama orang tua mu. Kalau Philia aku rasa ga masalah. Yang
masalah Cecil, selama ini orang tua mu melihat Cecil sebagai adik mu kan, kamu
harus jelasin loooh hahaha.” Matt berusaha menasihati Fei dengan senang nya.
“Hahahaha justru ituu, sampai sekarang aku masih bingung mau ngomong apa ama
mereka, karena aku sekarang melihat Cecil bukan sebagai adik melain kan sebagai
wanita, nanti bantu aku ya, aku payah dalam hal beginian hahaha.” Sahut Fei riang.
“Siaaap, untuk km pasti aku akan turun tangan hahahah.” Mereka terus ngobrol
dengan senang sambil berjalan menuju rumah mereka. Matt dan Fei membeli sebuah
kue tart untuk oleh2 di bawa pulang. Di
rumah, Lori,Philia, Cecil dan Rona sudah selesai mengepak barang bawaan dan
sudah siap untuk berangkat. Dari
kejauhan mereka melihat Matt dan Fei datang sambil tertawa2 dan rangkulan. “Hih
mereka kok senang banget begitu, ada apa ya ?” Lori bergumam. “Hmm lama. semoga
bawa uang pulang, iya kan lori nee.” Balas Cecil sambil menopang dagu nya. Cecil
rada kesal karena menunggu kelamaan sebab dia sangat ingin pulang ke desa.
“Hihih pemandangan yang langka.” Philia ketawa kecil. “Oiii kami datang…”
Teriak Fei dan Matt. “Lamaaaaaa” Tiga gadis itu balas berteriak. Fei langsung
lari ke arah Lori. “Lori, kamu harus jaga Matt baik2 ya, jangan kecewakan dia
ya, janji ya.” Fei memegang kedua tangan Lori dgn senang nya. “Eh km kenapa Fei
, sudah pasti lah, aku cinta dia kok..” Lori menjawab dengan wajah merah.
“Bagus, rupanya Lori tidak tau cerita tragis Matt, berarti dia murni benar2
sayang Matt dan tidak pura2. Jawaban nya yakin sekali soalnya. Syukurlah matt,
bener2 Matt aku bersyukur.” Fei senyum2
sendiri. Cecil dan Philia yang melihatnya menjadi cemberut dan geram. “Oh matt
silahkan” Fei bergeser ke arah Cecil dan philia yang terus melihat dia dengan
sebal. “Lori.” Matt berlutut di depan Lori. “Suatu saat eh sekarang eh….” Matt
terbata2. “Apa sih Matt, km kenapa lagi, gimana bicara ama papa. ?” Tanya Lori
bingung melihat tingkah Matt. “Nggg Lori maukah kamu menikah dengan ku.” Matt
menyodorkan gelang kepada Lori. “Ah….eh…..aduh. Mendadak sekali….tapi aku mau”
Lori langsung lompat di gendong Matt. Matt pun memasangkan gelang merah yang dia
beli ke lengan Lori. Lori pun menerima dan menitikkan air mata. “Aku bahagia
matt, tolong jaga aku selamanya” Ucap lori sambil mencium pipi matt. Matt pun
berbisik pada Lori yang sedang mencium nya “Semoga kita bahagia selamanya ya.”
Bisik Matt. Lori yg menitik kan air mata mengangguk. Fei langsung bertepuk tangan dengan kencang,
tidak sadar kalau dua gadis di sebelah nya cemberut. “Terus……aku dan Philia nee
gimana ?” Cecil melotot ke Fei . Philia pun menoleh ke Fei dengan penuh harap.
“Hmm sekarang Cecil dan philia, masukkan tangan kanan kalian ke kantong ku satu
di kiri dan satu di kanan.” Ucap Fei sambil menyengir. Mereka bingung tapi
tetap memasukkan tangan nya ke kedua kantong Fei . “Ciaaat” Fei tiba2
memasangkan dua gelang merah ke masing2 tangan yg di masukkan ke kantong nya.
“Yak selesai, sudah kan ?” Tanya nya riang. “Ahhh ga ada romantis2 nya.
Tapi…aku senang…” Cecil langsung mencium pipi kiri Fei . “Hiks hiks, aku ga
nyangka, terima kasih Fei hiks. Aku bahagia sekali” Sambil menangis Philia
mencium pipi kanan Fei . Lalu Fei memeluk kedua gadis itu dan berbisik “Semoga
kita bahagia selamanya ya” Fei berbisik dan tersenyum ke kedua gadis itu. Cecil
dan philia yang menitikkan air mata menggangguk senang. “Terus Rona bagaimana
?” Rona dengan polos nya bertanya. Semua mata tertuju kepada Rona. Matt menoleh
ke Lori dan Lori pun mengangguk. “Rona, mulai sekarang kamu resmi menjadi adik
kami semua. Ini buktinya.” Matt pun memasangkan gelang warna putih yang berarti
saudara. Mereka semua langsung memeluk Rona. Rona yg di peluk oleh kelima kakak
nya langsung menangis tersedu2. Semua pun tertawa. “Hari sudah semakin siang,
kita makan dulu kue yang tadi di beli dan langsung berangkat.” Matt
mengeluarkan kue nya. Mereka pun makan bersama. Setelah makan, mereka langsung
berangkat menuju desa Fei dan Cecil. Diperjalanan, “Fei nii, kita harus jelasin gelang ini loh
ke papa mama.” Cecil berbisik kepada Fei . “Iya nanti kita jelaskan sama2”
Jawab Fei . “Hihihi” Philia tertawa kecil mendengarFei dan Cecil. “Fei , kira2
berapa lama perjalanan baru sampai ke desa mu ?” Matt bertanya kepada Fei .
“Kalau lewat jalan sekitar 9 hari perjalanan” Jawab Fei . “Oke kalau begitu
kita harus bergegas.” Tambah Matt. “Baik” Semua menjawab. Beberapa hari
kemudian, “Kita hampir sampai, hanya tinggal melewati hutan ini.” Fei menunjuk ke arah hutan. “Apa
sebaik nya kita berkemah dulu disini, di dalam hutan lebih berbahaya.” Tambah
nya. “Iya sebaik nya begitu, Fei dan aku
akan mendirikan tenda di sini.” Matt menyetujui usulan Fei . “Aku sudah ga
sabar ingin ketemu papa dan mama. Apa kabar ya mereka ? Siapa tau aku sudah
punya adik hehe” Cecil bergumam riang.
“Sabar Cecil. Aku juga kangen mereka.” Fei menanggapi Cecil. “Hgggh….Oni, bobo yu, biar cepat besok dan kita jalan
lagi.” Canda Cecil. “Apa bobo…kok ga ngajak2 aku ? kan janjinya selalu
bertiga.” Philia menanggapi dengan serius. “Hah maksud nya apa Philia ne, aku
kan ngajak bobo maksudnya supaya cepat besok, bukan “bobo” yg itu hahaha.” Cecil
Tertawa mendengar tanggapan Philia. “Aaa aduh aku salah ya. Duh aku ini kenapa
sih…” Wajah Philia lagi2 merah padam. “Jangan2 Philia ne, kamu grogi ya karena
mau ketemu papa dan mama ?” Tebakan Cecil sangat benar. Semenjak mulai
perjalanan ini, Philia selalu grogi
sendiri, kadang dia belajar memasak, kadang suka bertanya2 soal orang tua Fei .
“……..” Philia menutup wajah nya dan jongkok di pojokan. Fei melihat Philia
sedang dalam kesulitan. Dia kemudian mendekati Philia dan jongkok di sebelah
nya. “Kamu tenang aja, orang tua ku ramah dan baik kok. Mereka pasti mau terima
kamu. Aku malah kesulitan menyampaikan kalau Cecil udah berubah status, naik
pangkat jadi istri. Nanti tolong bantu aku ya.” Fei berbicara dengan wajah yang
merah. “Hmm Fei yang biasanya tenang dan kalem ternyata bisa grogi dan khawatir
seperti ini ya. Hihi, lucu juga.” Pikir Philia dalam hati. “Hihi, aku pikir aku
aja yg grogi. Ternyata km lebih grogi ya.” Philia mengusap dahi Fei . “Oni,
tenang aja, aku yg akan menyampaikan ke papa dan mama. Lagipula dari dulu
mereka pasti udah menduga kok. Paling nanti mama pingsan huahaha.” Cecil
bercanda untuk meringankan suasana. “Uhhh iya deh, pokok nya bantu. Aku ga
pandai bicara. Kamu kan tau.” Fei menegaskan. “Udah pokok nya oni tenang aja.
Sekarang oni bantu Matt ni dan Lori nee sana.” Cecil mendorong Fei supaya
membantu. “Iya2, aku kesana dulu ya.” Fei berjalan ke arah kemah. “Ne ne,
Philia ne, kamu memang pengen “bobo” ya ?” Cecil berbisik ke Philia.”Haaaah
tidak kok, mana bisa di luaran begini, bukan itu. Jujur aku lagi memilah2
perasaan dan pikiran ku. Banyak hal yg terjadi, Sedih, pahit, senang, manis
semua campur aduk jadi satu. Satu belum selesai sudah ada satu lagi huuuh.”
Philia memegang kepalanya. “Perasaan mu terhadap Fei nii berubah ga ?” Tanya Cecil
lagi. “Tidak berubah, justru malah semakin kuat. Kamu ga usah khawatir kalau
soal itu.” Jawab Philia tegas. “Kalau begitu focus perasaan itu saja philia
nee. Oni tidak akan berubah, aku kenal banget sama dia. Dia kalau sudah bilang
iya tidak akan di dingkari. Kita bahagiakan dia saja ya. Ok Philia nee.” Cecil
memijit pundak Philia. “Iya km benar Cecil. Aku focus ke perasaan ku terhadap Fei
saja, masa bodoh dengan yang lain. Sebab aku sudah berubah bukan aku yg dulu
lagi. Terima kasih Cecil, kamu memang adik kesayangan ku.” Philia berbalik dan
merangkul Cecil. “Hahaha aku jadi malu, senang bisa membantu.” Jawab Cecil
riang. “Seandainya aku bisa sepertimu Cecil, selalu riang dan santai menghadapi
semua. Dan tepat ketika harus bertindak.” Philia memuji Cecil. “Jangan Philia
nee, jangan jadi aku. Aku ini ga kuat, Aku selalu menutupi perasaan dan suasana
hati ku dengan canda dan tawa. Aku
selalu menangis sendirian, Fei nii tau itu. Aku baru bertemu orang tua ku pada
umur 9 tahun. Sebelum nya aku…….sakit kalau di ingat hehe.” Jawab Cecil dengan
wajah tersenyum. “Maaf Cecil, aku memaksa kamu ingat hal2 yang tidak enak.
Kalau kamu mau cerita aku akan mendengarkan.” Philia memegang tangan Cecil.
“Tidak apa2 Philia nee, justru aku senang, Philia nee mau cerita sama aku. Aku
sayang philia nee pokok nya.” Tambah Cecil. “Cecil….kamu tegar ya…terima kasih,
sungguh aku bersyukur bisa ketemu km. Mulai sekarang aku akan menjaga km dan
menjadi one chan yang pantas untuk km. Aku ga boleh kalah dengan kondisi ku
saat ini, aku harus tegar” Kata Philia dalam hati. “Makan malam sudah siap.”
Matt berteriak memanggil teman2 nya. “Philia nee, ayo kita kesana.” Ajak Cecil
sambil menarik tangan Philia. “Iya ayo Cecil.” Philia mengikuti Cecil menuju Fei
dan lain nya. Paginya, mereka
melanjutkan perjalanan dan mulai memasuki hutan. Lima hari kemudian, akhirnya
mereka keluar dari hutan. Dari kejauhan sudah terlihat samar2 desa tujuan
mereka. Mereka terus berjalan sampai terlihat gerbang desa. “Stop, rasanya ada
yang aneh….” Fei merasa tidak enak. “Cecil, coba kamu terbang agak tinggi dan
lihat keadaan desa dari atas.” Fei minta tolong kepada Cecil. “Baik Oni, aku
berangkat.” Jawab Cecil. “Aku juga merasa ada hawa ga enak berasal dari desa.
Kamu merasakan tidak Matt.” Tanya Lori kepada Matt. “Ya, hawa ga enak yg tidak
__ADS_1
asing.” Jawab Matt. “Semua siaga dan waspada.” Tambah Matt kepada teman2 nya.
Tidak lama kemudian, Cecil pun kembali sambil menangis. “Oni, seluruh penduduk
desa sudah jadi undead, aku bisa mengenali beberapa dari atas. Dan di sini
belakang desa ada kamp ksatria dan orang2 berjubah hitam entah darimana. Dan
ada beberapa penduduk yg di tangkap, tapi aku ga melihat papa dan mama” Cecil
menjelaskan sambil merasa marah, dan sedih. “Mama dan papa dimana.” Cecil
menahan tangis. Philia langsung memeluk Cecil yg gemetaran dan menangis. “Fei ,
bisa km mutar kebelakang, aku jaga Cecil di sini.” Philia meminta tolong pada Fei
. “Ok aku akan memutar melihat situasi. Kalian semua tunggu di sini. Cecil aku
pasti akan menemukan ayah dan ibu. Kamu tenang saja di sini.” Fei mengelus
kepala Cecil dan langsung bersiap
berangkat. Cecil yg menahan tangis Cuma meangguk. Fei pun memutar kebelakang
dan melihat sebuah kamp dengan bendera hitam. Para ksatria di kamp tersebut
sedang mabuk2 an. Dia juga melihat ada beberapa sosok berjubah hitam yang
berdiri melingkar di atas magic circle membaca mantra, seperti sedang melakukan
sebuah ritual. Di belakang camp itu ada beberapa kurungan yg berisi beberapa
penduduk desa. Salah seorang berjubah hitam menarik seorang penduduk dari dalam
kurungan dan melempar nya ke dalam Magic Circle dan penduduk itu meronta
kesakitan lalu menjadi sosok undead. Fei sangat geram melihat nya. Tanpa pikir
panjang dia langsung masuk ke dalam camp dan menghajar semua ksatria dan orang2
berjubah hitam yang sedang melakukan ritual. Tentu saja dalam sekejap semua
bisa di habisi oleh Fei karena tidak ada satupun yang bisa menandingi dia. Fei langsung
menuju ke arah kurungan dan membebaskan beberapa penduduk di dalam. “Fei …itu
kamu Fei … ?” Tanya seorang penduduk paruh baya kepada Fei . “Oji san petani
buah……apa yang terjadi oji san, siapa yang melakukan ini ?” Tanya Fei geram. “Ini ulah penguasa tanah ini, Lord Valam. 6
bulan yang lalu, kita dengan beliau sakit keras, lalu keanehan terjadi, dia
muncul di desa ini segar bugar tapi pucat. Saat datang dia meminta persembahan dari desa berupa hasil panen dan hasil ternak semuanya, dia juga minta desa
mengirimkan anak2 remaja dari desa saat bulan purnama. Kalau kita tidak
menuruti desa ini akan di paksa jadi pengikut nya. Awal nya kita menuruti
kemauan nya. Lalu ketika sudah tidak ada remaja lagi di desa, Lord Valam dan
prajurit nya mulai menghancurkan rumah penduduk. Rolan dan Wiena sempat
melakukan perlawanan, tapi mereka kalah dan di tangkap. Setelah itu seperti yg
kamu lihat, semua penduduk di ubah menjadi undead zombie yang berkeliaran di
dalam desa. Fei , maafkan sikap penduduk desa terhadap km dan Cecil…mohon
selamatkan lah desa ini. Kumohon Fei …”Oji san bersujud di hadapan Fei . “Oji san, ayah dan ibu di bawa kemana” Tanya Fei geram. “Saya
mendengar dari penjaga, katanya mereka di bawa ke istana Lord Valam untuk di
jadikan sumber mana untuk magic Lord Valam. Bukan Cuma mereka, ada beberapa
juga seperti oba san yg menjual obat.”
Jawab Oji san. Fei lalu berjalan ke salah satu ksatria yang sekarat. “Dimana
istana Lord Valam. Jawab.” Tanya Fei geram. “Hah aku ga akan memberi tau.
Cuihh. Kalau kamu mencari Kepala desa dan dokter desa ini, mereka sudah di
jadikan makanan untuk lord Valam huahahaha.” Ksatria itu tidak mau berbicara
dan akhirnya dia mati. “AAAARGGGGGGGG” Fei meraung kencang dan bergema seperti
binatang yang kesakitan, matanya berubah menjadi merah dan taring nya muncul
menjadi besar. Lalu dia menginjak kepala ksatria yang sudah mati itu sampai
hancur. “HAAAAGH” Fei mengamuk menghancurkan kamp, dia juga tidak sengaja
membunuh penduduk yg terlambat kabur. Fei Terus meraung2. Kamp menjadi porak
poranda dan mayat berserakan tidak berbentuk. Tiba2 Cecil dan Philia datang dan
langsung memeluk Fei yang meraung sambil menangis dan dalam kondisi yang
mengerikan. “Fei …Oni Chan” Kedua nya terus memanggil2 sambil memeluk nya. Fei berontak
dan beberapa kali Cecil dan philia hampir tepental. Mereka terus memegang Fei walaupun
mereka sudah mulai terluka. Matt segera berlari ke arah Fei “Fei , maafkan
aku.” Matt langsung meninju Fei dengan kencang sehingga Fei langsung pingsan. Cecil
terus memegang Fei sambil menangis “Oni chan…hiks”. Philia juga terus memeluk Fei
sambil mencoba meng cast healing kepada Cecil, dirinya dan Fei . “Fei …aku
disini…hiks” Philia pun terus menangis. “Oh Tuhan…” Gumam Lori yang kaget
melihat kondisi camp yg di amuk oleh Fei sambil menutup mulut nya. Lori lalu
merebahkan kepalanya ke dada matt sambil mendekap rona dengan kencang dan tidak
mau rona melihat tragedy tersebut. “Rona,
boleh oni chan minta tolong ? tolong keluarkan Chappy dan bawa Fei nii chan ke
tempat aman.” Matt minta tolong dan jongkok di depan Rona. Rona langsung
mengeluarkan Chappy dan Matt lalu menaikkan Fei ke punggung Chappy. “Tolong
bawa dia ya chappy.” Kata Matt. “Ikuti aku, kita ke rumah oni chan di pinggir
desa, aku melihat waktu terbang tadi rumah itu masih utuh.” Ajak Cecil sambil
terus memegangi tangan Fei bersama Philia. Rona, Philia, Cecil dan Chappy yang
membawa Fei bergegas menuju arah yg di beritahu Cecil. “Lori, sebaiknya kamu
ikut bersama mereka, sekirannya Fei terbangun dan mengamuk lagi, Cecil dan
Philia tidak akan bisa menghentikan nya. Cuma kamu dan aku yg bisa menghentikan
nya. Aku akan mencari petunjuk sebentar di sini dan akan segera menyusul.” Matt
menoleh ke arah Lori. “Baiklah. Hati2 ya, dan segera menyusul.” Lori menjawab
dengan agak gemetar.”Iya, jangan khawatir, aku percaya pada Fei. Tolong jaga adik2
kita.” Matt mengecup dahi Lori yang sebenarnya ketakutan untuk menenangkan nya.
“Cepat menyusul ya.” Lori berlari menyusul mereka dan menoleh ke arah Matt. “Oh
Tuhan, apa yg sebenarnya terjadi di sini.” Pikir Matt dalam hati. Cecil dan
lain nya akhirnya sampai di rumah Fei . Mereka langsung masuk dan meletakkan Fei
di kamar. Cecil dan Philia terus menjaga Fei dan Rona mengambilkan air untuk Cecil
dan Philia. Lori yang tiba belakangan langsung berjaga di luar bersama Chappy.
Setelah Fei sudah agak tenang, Cecil dan Philia keluar kamar untuk menemui
Lori. Cecil terus menangis di pelukan Philia yg juga menangis. “Fei ….” Lori
berkata dalam hati sambil menunduk. “Lori ne chan, mana Matt oni chan?” Tanya Cecil.
“Dia sedang mencari petunjuk dan mensurvey sekeliling, dia akan cepat kembali”
Jawab Lori, suara nya agak bergetar. “Apa yang sebenarnya terjadi sampai Fei mengamuk
sampai seperti tadi.” Philia bergumam. “Aku tidak takut padanya, dia tetap Oni
chan yg kucintai. Hiks” Cecil menegaskan perasaan nya. “Aku juga tidk, Fei tetap
pria yang kucintai seumur hidup. Kalau dia membunuh ku pun aku rela.” Philia
menambahkan. Melihat itu Lori tersenyum lega dan dia memeluk Cecil dan Philia.
Keduanya lalu menangis tersedu2 di pelukan Lori. Ketika suasana sudah tenang, “Fei
pasti menemukan sesuatu yang membuat nya mengamuk. Maaf Cecil, aku rasa ini ada
hubungan nya dengan orang tua kalian.” Lori mencoba menganalisa keadaan. “…..” Cecil Cuma bisa terdiam. “Fei …” gumam Cecil.
“Apapun itu penyebab nya, aku akan tetap bersama oni chan.....jujur saja, aku
baru pernah sekali ini melihat kondisi oni chan seperti ini. Lori nee benar,
mungkin dia menemukan sesuatu yg kita belum tau.” Tambah Cecil. “Fei …….” Gumam
Philia lagi. Tak lama kemudian Matt datang. “Cecil, Philia bagaimana keadaan Fei
?” Matt langsung bertanya kepada Cecil dan philia. “Fei sedang tidur di
dalam.Sebaik nya kita diamkan dulu.” Jawab Philia. “Apa yang kamu temukan Matt
?” Tanya Lori kepada Matt. Matt tertunduk. “Apa yang aku akan jelaskan ini
sangat menyakitkan. Cecil sebelum nya kau mohon maaf. Ini adalah surat perintah
dari Noble penguasa daerah ini, bernama Lord Valam. Kepada bandit yang menyamar
sebagai ksatria kerajaan. Isi surat
perintah pertama ini sangat meresahkan, Lord Valam menyuruh
bandit2 ini menghancurkan desa dan membunuh semua penduduk, juga menangkap
remaja2 desa untuk di jadikan korban persembahan. Isi surat kedua adalah mereka harus mengawal imam
untuk melakukan ritual membangkitkan mayat menjadi hidup. Dan ada satu surat
lagi, yaitu surat yg menyuruh menangkap pemberontak yg ada di daftar nama ini. Nama Ronan dan
Weina tertera di sana. Pemberontak akan di jadikan sumber mana untuk mendukung
ritual Lord Valam. Kira2 begitu isi 3 surat ini.” Mendengar itu Cecil langsung
pingsan. “Cecil….” Teriak Philia. Lalu philia dan rona membawa Cecil kedalam.
Matt menunduk dan mengepalkan tangan nya. “Matt, jangan2 ini ulah sekte black
god.” Lori mengambil kesimpulan. “Kemungkinan besar iya. Aku sempat menyelidiki
imam berbaju hitam yang masih utuh. Wajah nya seperti mumi, dan sepertiny
undead.” Matt menjelaskan ke Lori. “Fei …Cecil….” Lori menunduk sedih. “Kita
harus bantu Fei dan Cecil.” Tegas Matt. Dia sebenarnya sudah habis kesabaran
juga melihat kondisi menyedihkan ini. Dari kejauhan, Matt dan Lori melihat ada
keramaian di sekitar bekas camp dan banyak orang datang. “Hmm kalau di lihat
dari cara mereka berjalan dan dari suara yg terdengar, seperti nya mereka
teman2 bandit yang di bantai Fei . Baiklah aku kesana, aku juga sudah gatal.”
Matt yang sedang geram ingin menuju ke kerumunan itu. Lori menahan pundak Matt,
“Aku ikut.” Kata Lori. “Kamu di sini saja, jaga rumah dan jaga mereka, Cuma
kamu yg bisa bergerak saat ini. Biar aku sendiri yg kesana.” Jawab Matt. “Baik,
tapi kamu jangan berlebihan.” Lori mengingatkan Matt. Lori takut kalau Matt
lepas kendali, belum tentu dia bisa menghentikan nya. “Tenang saja, aku Cuma
mau melepas panas ini saja.” Matt menoleh nyengir. “Hati2” Lori berkata dengan
cemas. “Aku berangkat.” Matt pun segera melompat dari rumah Fei ke tengah
kerumunan itu. Kerumunan itu langsung porak poranda. Dugaan Matt benar,
kerumunan itu adalah pasukan utama bandit yg baru kembali ke camp nya. Mereka
ramai karena menemukan camp nya sudah hancul lebur. Dalam beberapa menit saja,
matt menghabisi pasukan itu. Dia juga menawan komandan bandit yg pengecut.
Kemudian dia kembali ke rumah sambil menyeret komandan itu. “Lori, silakan, ini
bagian mu kalau soal interogasi.” Matt melemparkan komandan band yang sudah di ikat rapi itu ke hadapan Lori.
“Hehehe, bagus.” Lori nyengir senang. Komandan yg ketakutan langsung menjawab
pertanyaan Lori. “Dimana istana Lord Valam. Jawab.” Tanya Lori. “Ampuun,
istanya ada utara, sekitar tiga km dari camp. Jangan bunuh aku.” Komandan itu
memohon ketakutan. “Aku sudah tau lokasi nya. Sekitar tiga km dari sini ada
kota kecil. Tempat nya di situ.” Kata Matt kepada Lori. “Baiklah berarti tidak
ada pertanyaan lagi ya.” Lori menoleh tajam ke komandan yg ketakutan itu.
“Tolong…..jangan bunuh aku….aku bisa mengantai kalian ke tempat nya….tolong
ampuni nyawaku, aku belum mau mati.” Komandan itu memohon sambil bersujud.
“Haha memang nya kamu mengampuni korban2 mu walaupun memohon. Tapi tenang saja
bukan aku yang akan membunuh mu, tapi dia…” Lori menunjuk ke arah Matt. Selesai
Lori berbicara, kapak Matt langsung menebas putus leher komandan itu. “Baiklah, kita tunggu Fei dan Cecil sadar
baru kita susun rencana.” Matt berkata kepada lori. “Kamu masuk ke dalam saja
Lori, aku akan berjaga di luar.” Tambah Matt. “Baik, aku akan membawakan teh
dan selimut untuk mu.” Jawab Lori. Malam itu, Fei yang tidak sadarkan diri.
Mulai terbangun. Dia melihat ke langit2 yg dia merasa sepertinya dia kenal. Di
menengok ke samping nya dan melihat Cecil yang terbaring dan Philia yang
tertidur di samping ranjang nya. “Apa yang terjadi…”Fei yang kebingungan
mencoba mengingat2. Fei pun turun dari ranjang lalu menggotong Philia yg
tertidur ke atas ranjang. “Aku ingat, ini rumah ku.” Katanya dalam hati. “Ah”
Tubuh Fei bergetar dia pun mengingat semuanya. “Apa yang sudah aku lakukan ?
Ibu…” Pikirnya dalam hati. “Tenang Fei , kendalikan amarahmu…” Katanya lagi
dalam hati. Dia mencoba menenangkan diri dengan cara meditasi. Setelah emosinya
mereda barulah Fei menangis dan menengadah ke atas. “Ibu….” Katanya dalam hati
dengan sedih. “Ibu pernah berkata, dia
akan menjaga rumah ini untuk aku kembali nanti.” Kenang nya dalam hati. Dia
terus mengenang masa kecil nya bersama ibu nya. “Aku pulang bu…” Katanya dalam
hati sambil memandang sekeliling kamar nya. “Fei nii…” Cecil yang tadi pingsan
mulai siuman. “Fei nii….” Cecil memanggil Fei . “Aku di sini Cecil.” Fei langsung
mendekati Cecil dan duduk di sebelah nya. “Oni…mama dan papa….” Cecil mulai
menangis. Fei langsung memeluk Cecil. Philia yang tertidur di sebelah nya mulai
terbangun. “Fei ….” Philia bergumam. “Fei ….” Philia yang baru sadar dari
ngantuk nya langsung lari ke pelukan Fei . “Maaf, aku membuat kalian takut.”
Ujar Fei sambil memeluk mereka. “Tidak apa2 aku senang Fei sudah kembali
menjadi Fei yang biasa nya.” Jawab Philia. “Oni, Matt ni sudah tau dimana mama
dan papa berada. Kita harus kesana menolong mereka.” Kata Cecil. “Aku akan
berbicara dengan Matt, mari kita keluar.” Kata Fei lagi. Mereka pun keluar dari
kamar. Lori dan Rona yang tertidur di meja ruang makan pun bangun. “Fei ….km
tidak apa2 ?” Tegur Lori. “Aku tidak apa2. Maaf aku sudah membuat kalian
resah.” Fei menunduk. “Fei oni chan, Rona tidak takut kok.” Rona mendekati Fei
dan memegang tangan nya. “Fei , kamu sudah sadar…” Matt masuk ke dalam rumah
karena mendengar suara dari dalam. “Sudah matt, maaf aku merepotkan mu, terima
kasih karena sudah menghentikan ku.” Fei menunduk di hadapan Matt. “Sudah
sepantas nya Fei , km sudah aku anggap adik, saudara dan sahabat. Sangat wajar
kalau aku menghentikan mu lagipula kalau aku di posisi mu, mungkin akan sama.”
Jawab Matt. “Baiklah, dengar semua, kita sudah mengetahui lokasi Lord Valam.
Dia berdomisili di kota dekat sini. Sekarang juga kita akan kesana, untuk
membebaskan orang tua Fei dan penduduk yang di tahan. Kita berangkat malam ini
juga. Tadi di luar aku memukan kereta kuda yang di sembunyikan bandit2 itu dan
pengemudi nya. Kita akan berangkat ke sana naik itu. Kalian sudah siap ?” Matt
menjelaskan renc ana nya. “Bagaimana dengan penjagaan kota Matt.” Tanya Lori.
“Mereka tidak punya pasukan tetap, hanya beberapa mercenary dan bandit yang
menjaga. Pengemudi kereta memberi
informasi kepadaku. Kita akan masuk diam2 kedalam” Kata Matt lagi. “Ayo kita
berangkat, kita harus cepat menolong ayah dan ibu sebelum terlambat.” Kata Fei sambil
berjalan keluar. Kereta kuda sudah siap di luar rumah dan mereka segera naik.
Kereta segera berangkat dan secepat nya menuju kota. Sesampai nya di gerbang
kota, pengemudi kereta memberikan surat ijin masuk kepada penjaga gerbang kota
dan memperkenalkan Fei dan teman2 nya sebagai Mercenary yang di sewa oleh Lord
Valam. Suasana dalam kota begitu mencekam, seperti kota yang sudah di
telantarkan. Mereka segera menuju istana di sisi utara kota. “Ada 3 penjaga di
pagar dan 2 di pintu utama. Pertama kita akan bereskan dulu penjaga di pagar
secara diam2.” Kata Matt kepada teman2 nya. “Fei kamu bereskan yang di kanan,
aku dan lori akan bereskan 2 yang di kiri. Begitu kita selesai, Cecil serang
yang di depan pintu dari atas dan Philia panah yang satunya. Lakukan dengan
tidak bersuara ya. Ayo kita bergerak.” Tambah Matt. Mereka pun maju. Rencana
Matt berhasil dan sekarang mereka sudah berhasil masuk. Di dalam mereka segera
menuju penjara di basement. Di penjara bawah tanah mereka menemukan beberap
penduduk yang di tangkap. Tapi tidak ada Roland an Weina di antara tahanan. Basement itu di jaga oleh seorang
penjaga yang sedang tertidur. Lori menyodorkan pisau ke leher penjaga “Bangun.
Dimana kepala desa di tahan. Jawab dan kamu di lepaskan.” Bisik Lori ke telinga
penjaga itu. “A ampun…kepala desa ada di ruangan di ujung.” Kata penjaga yang
kaget dan ketakutan. Lori kemudian memukul tengkuk penjaga dengan gagang pisau
dan penjaga itu pun pingsan. Mereka segera menuju ruangan di ujung dan membuka
pintu nya. Di dalam mereka menemukan Rolan dan Weina dan 2 penduduk desa dalam
kondisi yang mengenaskan di dalam sel. Kedua pergelangan tangan dan kaki mereka
di potong dan di pasangi semacam selang yang menyedot darah mereka. Ronan dan
Weina terlihat sangat kurus dan tidak sadarkan diri. “Oh Tuhan…papa mama.” Cecil
menutup mulut nya dan syok melihat keadaan papa mamanya. Matt dan Fei segera
melepaskan mereka semua dan membaringkan nya di lantai. “Ibu…Ayah.” Fei terlihat
sangat sedih. Matt mengecek penduduk lain nya yang sudah di turunkan. “Mereka
sudah tiada.” Matt menundukkan kepala. “Aku akan menyembuhkan tangan dan kaki
mereka dulu.” Philia segera mendekati Rolan dan Weina lalu menghentikan darah
yg mengalir dan menyembuhkan pergelangan tangan dan kaki mereka . “Prioritas
utama kita keluar dulu dari sini, cepat sebelum terlambat.” Matt berkata sambil
menggendong Rolan. Fei dan Cecil menggendong Weina. Mereka pun segera keluar
dari basement dan sampai di hall besar di tengah kastil. Ketika mereka mengarah
ke pintu keluar, tiba2 terdengar banyak suara langkah kaki. “Mau kemana kalian,
beraninya kalian masuk tempat ku tanpa ijin.” Terdengar suara besar yang mengerikan dari belakang mereka. Mereka
menengok ke atas dan melihat sesosok banyangan melompat turun dari balkon. “Aku
lord Valam, penguasa kastil ini. Siapa kalian berani menyantroni kediaman ku
dan mengambil makanan ku.” Sosok
tersebut muncul. Berbadan besar dan sangat gendut dengan wajah yg pucat dan
sangat mengerikan. Pakai an nya menunjukkan kalau dia berasal dari kalangan
noble. Lord Valam mengangkat tangan nya dan keluarlah pasukan tengkorak
berlarian mengepung Fei dan teman2 nya. “Kelihatan nya kita harus bertarung,
Philia,tolong jaga pak ronan dan ibu weina di sana. Rona summon Chappy dan jaga
Philia di belakang.” Matt berbisik kepada philia dan rona. “Fei , lori, Cecil,
ayo kita maju.” Tambah nya. Mereka pun maju perlahan. “Hei kenapa km menyerang
desa dan membantai semua orang ?” Tanya Matt kepada Lord Valam “Hah, aku Cuma
mengambil ternak untuk di makan, memang nya salah ? Dulu ayah ku memandang
rendah aku dan selalu di sanjung dan di
cintai oleh para ternak itu. Setelah itu aku mendapat kekuatan dari sebuah
aliran sekte. Aku jadi tak terkalahkan, maka aku bunuh dia dan aku jadi
penguasa di daerah ini. Ayah ku yang membina ternak nya aku yang menikmati
Hahaha.” Lord Valam tertawa sadis. “Uhhhhh, Kamu anggap manusia itu apa ?
Berani km memperlakukan ayah dan ibu ku seperti itu.” Fei geram, tangan nya
sudah mengepal.”Oh hahahaha, ternyata…..bagus2, mereka ternak kualitas tinggi,
rasa darah dan mana nya sangat enak, apa anak nya juga seperti itu ya, aku akan
menangkap kalian dan menyantap kalian, sudah tak sabar aku. Pasukan serang.”
Lord Valam memerintahkan pasukan tengkorak nya maju. Cecil yang sudah marah
besar, langsung maju ke arah Lord Valam dan menghunus tombak nya. “Cecil hati2
jangan terlalu maju.” Fei berteriak. Cecil yg dikuasai amarah tidak menghiraukan omongan Fei dan terus merangsek
Lord Valam. Dengan mudah nya Lord Valam menghindari serangan Cecil sambil
tertawa. Cecil sebenarnya bisa mengalahkan lord valam, tapi karena sedang dalam
kondisi tertelan amarah, serangan nya menjadi kacau dan membabi buta.
“Diaaaaaaam…..”Teriak Cecil marah. Lord Valam berhasil menangkap tombak Cecil
dan mendekap Cecil dari belakang. “Lepaskan…..” Cecil meronta berteriak.
“Sungguh sangat energik, sayang kalau langsung di makan, hmm cukup lumayan
juga, aku akan jadikan dia mainan saja hahahah.” Lord Valam tertawa sambil
meraba2 Cecil. “Hiiiii lepaskan….” Teriak Cecil. “Aku akan jadikan km makanan
nafsu ku setiap malam. Hmm wangi hahha” Lord Valam menciumi rambut Cecil. “Fei
nii…..” Cecil sangat ketakutan berteriak memanggil Fei . Tiba2 sebuah tinju
menghantap pipi Lord Valam dan langsung terpental melepaskan Cecil. Ternyata Fei
yang meninju nya dan dia langsung menangkap Cecil yang terpental “Fei nii….terima
kasih.” Cecil merasa lega melihat Fei menangkap nya. “Km tidak apa2 Cecil ? Maaf
aku terlambat.” Fei menurunkan Cecil. “Aku tidak apa2, ayo Fei nii, kita hajar
lagi dia….” Fei dan Cecil bergerak maju mendekatri Lord Valam yg terpental
cukup jauh. Lalu langkah mereka terhenti karena ada aura ungu terang yang tiba
meledak dan udara menjadi sesak karena kekuatan yang besar itu.
“Beraninya……beraninya memukul wajah ku, aku akan habisi kalian…..aku akan
cincang tubuh kalian…..” Lord Valam keluar dengan geram. Wajah nya sudah tidak
seperti manusia. Kejahatan nya sangat terasa dan sangat mengancam. “Fei nii…” Cecil
menggenggam erat tombak nya. “Hati2 Cecil, kekuatan nya luar biasa. Ayo kita
atasi bersama. Lord Valam merangsek maju ke arah Fei dan cecl. Dia mengeluarkan
cakar nya ingin menghabisi Fei . Cecil segera terbang dan melemparkan wind
magic ke arah Lord Valam. Serangan Cecil di tangkis nya dengan mudah. Fei memasang
kuda2 dan menyambut cakar lord valam dengan tinjunya. “Blam” Angin kencang
keluar dari benturan tersebut. Fei mundur 3 langkah sedangkan lord valam
terpental dan langsung berdiri. Cecil menyerang lagi dengan pisau angina milik
nya secara mendadak dan berhasil memotong lengan Lord Valam. “Aaaa Berani
nya….berani nya.” Lord Valam memegang lengan nya yang putus. Fei mendekati Lord
valam dengan perlahan. “Ternyata Cuma segini kekuatan nya….masih bisa ku atasi.
Ini pembalasan ku.” Fei langsung meninju wajah Lord Valam yang masih kesakitan.
“Arrrgh awas kalian” Lengan Lord Valam yang terputus mulai ber regenasi. “Cecil
terus serang dia.” Teriak Fei . Cecil pun segera menghujani tubuh lord valam
dengan tusukan tombak dari atas. Sedangkan Fei merangsek maju menghujani tubuh
lord valam dengan tinju nya. Tubuh Lord Valam pun hancur menyisakan kepalanya.
“Hehe jangan berpikir kalian sudah menang……aliansi noble ku di ibu kota pasti
akan mencari dan membunuh kalian. Tunggu saja kalian. Hidup Evil God.” Kepala
Lord Valam masih bisa berbicara. “Aku adalah deathman, aku akan ber
reinkarnasi, suatu hari nanti aku akan kembali hahaha…..ha” wajah Lord Valam
menjadi kaku dan akhirnya terdiam. Lord Valam sudah mati, pasukan tengkorak
yang tersisa pun menghilang. “Fei , Cecil kalian cepat ikut aku. Mama dan papa
kalian sudah sadar” Philia berlari dan berteriak memanggil Fei dan Cecil.
Mereka pun segera bergegas menghampiri Ronan dan Weina. “Fei ….Cecil…..kalian
kembali.” Weina berbicara kepada mereka. “Ibu” “mama” Fei dan Cecil segera
memeluk ibu nya. Lalu memeluk ayah nya yang sudah tersadar di sebelah ibu nya.
“Fei …Cecil….Maaf kan ibu dan ayah, seperti nya waktu kita tidak lama lagi….ibu
senang melihat kalian baik2 saja.” Weina tersenyum melihat Fei dan Cecil.
“Jangan berkata begitu bu, ibu pasti bisa sembuh seperti sedia kala, ayah
juga…” Kata Fei cemas. “Iya ma pa, jangan tinggal kan kami….” Cecil memeluk
mama dan papa nya sambil menangis. “Fei ….jaga terus Cecil ya…..kalian harus
bersama. Oh haha bagus Fei …sekarang aku bisa tenang.” Ucap Ronan yang melihat
gelang Cecil dan melihat gelang yang di pakai Fei . “Terima kasih Fei ….Cecil…..aku…..”
Ronan pun terdiam, dia sudah berpulang. “Papaa….Cecil menangis tersedu2 memeluk
jasad papanya.”Ibu….tolong jangan tinggalkan kami….” Fei menangis memegang
lengan ibu nya yang sudah di potong. “Fei …ibu akan memberitahu hal yg penting.
Tidak ada waktu lagi….. kamu pulang lah ke rumah….masuk lah kamar ibu dan di
bawah kasur ibu ada sebuah kotak tembaga…..bukalah dan lihat isinya….Fei….kamu
dan Cecil harus selalu bersama….” Kemudian Weina melihat sekeliling dan melihat
Matt, lori dan philia. “Rupanya takdir sudah berjalan…..Syukurlah Fei kamu
mendapat teman2 yang baik.” Weina melihat gelang di tangan Fei , Philia dan Cecil.
Weina berusaha untuk duduk dan membuka tangan nya. “Kalian bertiga
kesini…..nama mu siapa ?” Weina bertanya kepada Philia. “Aku philia ibu….”
Jawab Philia. “Oh Philia…….Cecil dan Fei . Kalian bertiga harus selalu bersama
dan menjaga satu sama lain ya…….ibu bahagia melihat kalian, kalian anak2 ibu
yang berharga……Philia dan Cecil…..jangan tinggalkan Fei ya dan jangan
bertengkar…..Fei juga jangan telantarkan mereka…..aku merestui kalian” Weina
berkata sambil memeluk ketiga nya. “Baik, bu” Baik ma” Ketiga nya menjawab
bersamaan sambil menangis. “Kalian berdua……tetap berteman dengan Cecil dan Fei ya……”
Weina melihat ke arah Matt dan Lori. “Iya bu, kita semua saudara.” Matt
meyakinkan Weina. “Oh yang kecil namanya siapa….kesini nak” Weina memanggil
Rona. “Nama km siapa ?” Tanya Weina. “Rona, namaku Rona.” Jawab Rona. “Rona
adalah adik kita bersama bu” Matt memberitahu Weina. “Oh senang nya …..Rona“ Weina tersenyum kepada Rona. “Bagus…..kalian
semua…..terima kasih……Fei jangan lupa
cari kotak itu, rahasia kalian ada di sana…... Ingat….kalian ber enam adalah
anak2 ku…….Terima kasih semuanya” Weina pun menghembuskan nafas terakhirnya
sambil memeluk ketiga anak nya dan di wajah nya terlihat senyuman dan
kedamaian. “Ibuuu……mama” teriak Fei dan Cecil. Mereka pun menangis
tersedu2. Matt melepas topi nya. Matt
dan Lori menunduk memberikan penghormatan kepada Ronan dan Weina. Setelah
tenang, Fei , Philia dan Cecil membawa jasad papa dan mama nya ke kereta yang
sudah mengunggu di gerbang di temani Matt, Lori dan Rona. Mereka segera kembali
ke rumah Fei di desa. Mereka lalu membawa jasad Ronan dan Weina ke atas bukit
dan memakamkan mereka di sebelah makam ayah Fei . “Oni…boleh aku menambah satu
nisan lagi untuk mama kandung ku, Rose. Aku mau meletakkan di sebelah makam
papa. Kasihan kalau papa cuma sendiri
dan kasian mama yang jauh sendiri” Tanya Cecil kepada Fei . “Baiklah, aku
bantu..” Jawab Fei sambil memegang pundak Cecil. “terima kasih oni.” Cecil
memegang tangan Fei di pundak nya. Mereka pun menambah satu nisan lagi di
sebelah nisan ronan. Setelah itu mereka semua berdoa di depan makam dan kembali
ke rumah. “Sekarang apa yang akan kita lakukan matt.” Tanya Fei kepada Matt. “Fei
, sekarang km focus dulu menjalankan pesan terakhir ibu mu. Aku dan lori akan
kembali ke istana kemarin untuk melakukan penyelidikan. Kata2 terakhir noble
itu cukup meresahkan pikiranku. Dan lagipula aku dan lori akan menuju ibukota,
untuk melihat keadaan. Aku mau bicara dengan bekas komandan ku. Aku yakin dia
mau menemui ku, mungkin aku dan lori pergi agak lama, tapi aku akan kembali
kesini” Jawab Matt. “Baiklah, Cecil, philia, aku berangkat dulu bersama Matt.
Kalian yg tenang yah.” Lori merangkul Philia dan Cecil. “Baik lori nee” Jawab
mereka berdua. “Rona di sini saja ya, bantu Fei , Cecil dan philia. Ok.” Tambah
lori sambil jongkok di depan rona. “Iya Lori one chan, rona di sini bersama Fei
nii chan, Cecil one chan dan Philia one chan. Tapi tolong cepat kembali” Jawab
Rona. “Baik Fei , aku dan Lori berangkat dulu.” Matt bersama Lori berjalan
keluar rumah. “Hati2 Matt, Lori.” Fei melambaikan tangan nya. Matt dan Lori pun berangkat. Tragedi pun
__ADS_1
berakhir, menyisakan duka mendalam. –end ch 4-