
Di lain tempat, Cecil mengunjungi bekas panti asuhannya sewaktu dia kecil. Setelah terbang cukup lama akhirnya dia sampai, lokasi panti asuhan nya sangat dekat dengan kerajaan Xenobia. "Akhirnya.....lama juga ya terbang nya, bikin energi habis huh....." Kata Cecil yang baru mendarat di depan bekas bangunan panti asuhan nya. Setelah menarik nafas, dia masuk ke dalam. "Aku pulang........wah ga ada yang jawab." Kata nya riang. Kemudian dia masuk ke ruang pengurus panti. "Suster....apa kabar...?" Katanya menyapa sebuah tengkorak yang sedang duduk di kursi sambil menangis. "Maaf aku tidak menolong mu saat itu......" Kata Cecil sambil mengatupkan tangan nya tanda memberi hormat. Kemudian dia berkeliling di ruangan itu dan melihat buku2 yang berada di rak nya. Tiba2 dia menemukan sebuah buku yang ternyata adalah buku harian ibunya, dia langsung mengambil nya. "Mama Rose....ini diary nya......." Kata nya sambil membuka buku itu. Kemudian dia mulai membacanya dari awal. "A..apa....waktu mama terlempar ke sini, mama sudah hamil ? oleh papa....berarti umur ku.......wah ini harus di rahasiakan...." Kata Cecil dengan wajah merah. Dia terus membaca tulisan ibu nya sambil tertawa dan menangis. Semua kisah ibunya tertulis di dalam buku itu. Ketika dia mulai membaca bagian belakang nya, ibunya menulis tentang sebuah gerbang di bawah tanah. "Hmm gerbang di bawah tanah.....persis di bawah istana papa ?" Kata Cecil dalam hati. "Duh otak ku ga sanggup nih hehe.......tapi kalau kata Ni ni kerajaan papa adalah Xenobia kan......apa aku ke sana saja ya...dari sini dekat.....tapi aku malas sebenarnya....ya sudah lah...aku kesana." Kata nya dengan ragu2 di dalam hati. Kemudian dia memasukkan buku harian ibunya kedalam item box dan langsung keluar dari bangunan panti asuhan. Kemduian dia terbang dari panti asuhan menuju istana Xenobia. Dari atas dia melihat kota2 yang sudah hancur lebur dan tidak berpenghuni. "Huh mengerikan......" Kata nya dalam hati. Karena malas melihat pemandangan itu, dia pun mempercepat terbang nya dengan mengeluarkan sayap nya. Tak lama kemudian dia sampai di gerbang istana. "Hmm di tutup ya....." Kata Cecil. Kemudian dia mencari jalan untuk masuk. "Ah....aku terbang saja lah....mudah2 an di atas di buka." Kata nya dalam hati. Kemdian dia melompat dan terbang ke atas dan mendarat di balkon singgasana. "Untung terbuka singgasana nya hehe....." Kata nya sambil mendarat dan melangkah masuk. Begitu masuk dia kaget karena melihat seekor kadal besar yang sedang berada di langit. "Whoaaaah.....apa itu.......mengagetkan." Kata Cecil sambil mundur kebelakang. Kadal itu langsung menyerang Cecil dengan lidah nya karena bermaksud menangkap nya. Cecil yang reflek langsung menghindar dan mengeluarkan senjatanya. Kemudian Cecil balik menyerang dengan senjatanya dan berhasil menusuk badan kadal besar itu. Tiba2 kadal itu menghilang dan berpindah tempat. "Huh......darah mu kelihatan tau....." Kata nya sambil terus menghujam tubuh kadal besar itu. "Skreeeeek" Kadal itu berteriak dan jatuh kemudian mati. "Huh bikin kaget saja.......kirain ada orang." Kata Cecil dalam hati sambil mengelap keringat nya di kening nya. Setelah itu dia beristirahat dengan duduk di singgasana raja. "Heheh aku ratu hehe. Ini kerajaan papa...memang hak ku semestinya hehe." Kata nya dalam hati sambil senyum2 sendiri. "Huuuh mustinya tadi aku bawa Doll ya satu jadi ga secapek ini....." Kata nya dalam hati sambil merenung. Cecil pun akhirnya tertidur di singgasana karena lelah. Hari sudah menjelang malam, "Kroook kreeek......" Tiba2 terdengar suara di telinganya. "Huh.....siapa....eh aku dimana ini........." Kata Cecil sambil mengucek matanya. "Huh...oh ya aku di istana Xenobia.......eh....mana mayat kadalnya......" Kata Cecil yang baru sadar kalau mayat kadal itu menghilang. "Hii kok jadi seram nih....kabur ah....." Kata Cecil. Dia langsung berlari dan melompat keluar dari balkon. Karena terburu2 dia pun tersandung dan jatuh ke bawah. "Waaaaaaahhhhh......" Katanya sebelum tercebur ke air. Kemudian dia pun berusaha berenang ke atas. Tapi sesuatu menarik perhatian nya di bawah. "Loh di bawah istana ini ada gua yang ada cahayanya......" Kata Cecil. Kemudian dia berenang menuju gua itu. Setelah sampai dia kaget ternyata gua itu kering dan di dalam nya ada sebuah ruangan. Di dalam ruangan itu penuh dengan rak2 buku, tempat tidur dan di ujung nya ada sebuah pintu. "Wow ruangan apa ini......." Kata nya sambil berjalan masuk. Kemudian dia mengambil beberapa buku di rak. "Hmm beladiri ya.....tae kwon do......oh yang ini capoeira......hei ini kan beladiri dari Bumi ?" Kata nya dalam hati. Dia terus membaca buku nya dan membolak balik halaman nya. "Wah boleh nih aku pelajari.....simpan ah......" Katanya sambil menaruh kedua buku itu di item box nya. "Kalau aku punya anak aku ajari dia jurus2 ini hehe.......kapan ya aku punya anak lagi hiks....." Kata nya dalam hati karena teringat kembali pada saat dia kehilangan rahim nya. Cecil kemudian bermain2 di ruangan itu sambil tiduran di ranjang nya. Dia terus membaca buku yang ada di sana. "Hmm kok di sini bisa terang ya.......aku baru sadar...kalau ada lampu di sini." Kata nya. "Ruangan ini ada dari kapan ya.....jangan2 peninggalan manusia bumi dulu...." Kata Cecil. Kemudian dia menoleh ke pintu di sebelah ranjang nya. Cecil pun langsung berdiri dan berjalan menuju pintu itu. "Coba aku buka....." Kata nya dalam hati. Dia pun langsung membuka pintunya sedikit dan melongok ke dalam. "Permisi........." Kata nya. Dia melihat tangga turun menuju kebawah. Kemudian dia masuk dan menuruni tangga itu sambil mengeluarkan senjatanya. Lorong tempat dia turun terlihat terang karena banyak lampu di sana. "Wow...aku merasa aku harunya ga ke sini nih......ini kah tempat yang di tulis di diary ibu ?" Kata nya dalam hati sambil menuruni tangga perlahan. Kemudian dia melihat sebuah ruangan di ujung anak tangga. Dia pun langsung berlari turun dan akhirnya dia tiba di sebuah gua besar dan di depan nya ada sebuah gerbang besar berwarna emas dengan gambar timbul sebuah pohon besar, di sebelah pohon itu ada seorang manusia yang besar nya sama dengan pohon itu, manusia itu hanya tampak badan, tidak memiliki wajah dan ada lingkaran berduri mengambang di atas kepalanya . "Wah tidak salah lagi....ini yang di ceritakan ibu di buku nya.....berarti gerbang ini sudah ada 2000 tahun yang lalu......wah Saya chan pasti senang nih kalau tau.....makhluk apa yang bentuk nya seperti itu ya ?" Kata Cecil. Kemudian dia mendekati gerbang itu dan memperhatikan nya. Karena kejeliannya dia melihat sebuah tembok yang berbeda di sisi gerbang nya. "Hmm ada tulisan nya.......letakkan tangan di sini...." Kata Cecil. Dia bisa membacanya karena tulisannya bahasa inggris seperti yang pernah dia pelajari di bumi. Tanpa ragu2 Cecil meletakkan tangannya di sana. "Maaf Kondo Chizuru tapi anda tidak bisa masuk ke dalam gerbang ini karena gerbang ini khusus untuk manusia dari dimensi permulaan dan sistem penghancuran akan di mulai.......50.....49.....48...." Kata suara di gerbang itu. "Waaaah.....apa2an.....aku keluar.,........" Kata Cecil yang langsung terbang keluar karena takut. Akhirnya dia kembali ke air dan terbang ke atas. Dia melihat kebawah dan terjadi ledakan dari dalam gua. Istana Xenobia pun mulai runtuh dan sedikit masuk ke dalam tanah. "Waduh gara2 aku nih....aku harus pergi dari sini....." Kata nya. Tiba2 "Kroook....kreeeeek." Seekor kadal kecil muncul di kepalanya. "Waaaa sejak kapan kamu di kepalaku...." Kata Cecil sambil mengambil kadal itu. Kemudian dia mengamati nya. "Jangan2....kamu anak dari kadal yang kubunuh tadi ?" Kata Cecil. "Kroaaak.....krekkkk.." Kata kadal itu. "Wah benar ternyata......loh kok aku mengerti apa katanya nya ?" Kata Cecil. "Kroaaaak kreeoook." Kata kadal itu. "Loh kamu mau ikut aku karena aku mama baru mu ? Hmm........" Kata Cecil sambil memperhatikan kadal kecil itu. "Kamu lucu juga ya.....aku jadi suka hehe.......baiklah karena aku yang membunuh mama mu, aku bertanggung jawab memelihara mu......" Kata Cecil. "Kreaaaaoook...." Kata kadal itu senang sambil menjulurkan lidah nya ke pipi Cecil. "Oh hahaha......ngomong2 kamu ini jenis apa ya....sebentar di buku ibu tadi rasanya aku baca deh." Kata Cecil sambil menaruh kadal itu di kepalanya dan mengambil buku ibunya di item box. Setelah dia membuka2 halamanya. "Nah ada....hmmm......oh dia Giant Chameleon yang harus nya sudah punah.....wah...kamu ternyata spesies langka ya...aku namai kamu Cammy, setuju kan ?" Kata Cecil kepada kadal di kepalanya. "Krieeeooook.....krooook." Kata Cammy melompat2 di kepala Cecil. "Hahaha bagus kalau kamu senang.......yuk kita pulang.....aku ga mau lama2 di sini.....dadah Xenobia dan maaf aku hancurkan istana mu." Kata Cecil sambil mengatupkan kedua tangannya. Kemudian dia langsung terbang kembali menuju pulau terbang bersama Cammy di kepalanya. Sambil terbang dia berpikir. "Apa itu dimensi permulaaan........." Kata nya dalam hati sambil terus terbang.