The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 37 Queen of Vanadis and The prince of Far East Empire, The Awakening of inner power


__ADS_3

Valia yang baru sadar pun hadir di pesta itu karena di ajak oleh Cezka dan Lori.


Mereka pun menari2 dan bersenang2. Melihat Valia yang diam saja, Yuan Long pun menghampiri nya.


“Maaf ratu Valia, bisa kita bicara sebentar ?” Kata Yuan Long.


“Bo…boleh.” Kata Valia grogi.


“Bisa ikut aku, ada yang ingin aku perlihatkan.” Kata Yuan Long. “Ba..baiklah.” Kata Valia yang tambah grogi. Mereka pun masuk ke dalam dan menaiki pagoda sampai lantai tiga.


“Wah pemandangan nya bagus sekali, sayang langit nya gelap jadi bintang2 dan bulan tidak kelihatan.” Kata Valia melihat hamparan pegunungan yang luas.


“Benar, itulah sebab nya aku ingin meminta bantuan kepada Demon Lords untuk membebaskan kekaisaran ini dan menghapus kegelapan.” Kata Yuan Long sambil menatap langit.


“Ratu Valia, mohon maaf, ayahku suka bicara yang tidak2, aku tau ini mendadak, kalau km menolak dia aku tidak masalah.” Kata Yuan Long sambil menunduk kepada Valia.


“Huh…?” Pikir Valia bingung.


“Km sudah dua kali pingsan karena masalah ini, aku sangat tidak enak sama km, maaf sekali. Km berhak menolak pertunangan ini.” Kata Yuan Long sambil menunduk.


“Maksudnya km ga mau di jodohkan dengan ku ?” Tanya Valia dengan wajah menunduk yang sedih.


“Bukan begitu, aku tidak mau memaksa, aku hanya bilang kalau km tidak mau di jodohkan nanti aku bantu untuk membatalkan nya dengan ayahku.” Kata Yuan Long panik dan grogi melihat wajah Valia.


“Umm….aku tidak menolak, tadi aku pingsan karena aku senang sekaligus kaget dan banyak perasaan baru yang aku belum pernah rasakan sebelum nya, di tambah lagi……aku malu.” Kata Valia menunduk malu. “Jadi….bukan karena ga mau dan takut ….?” Tanya Yuan bingung.


“Ah…….Yuan san, aku ini ratu, selama ini aku selalu sibuk memikirkan hal2 yang benar2 membuat tegang sampai aku tidak berpikir untuk apa pun kecuali kerajaan ku. Sekarang, aku bebas dan ketika pertama bertemu kamu di ruang pertemuan aku sebenarnya sudah jatuh hati melihat kamu, tapi karena semua ini baru buat ku, aku jadi kaget dan perasaan ku campur aduk. Km mengerti ?” Kata Valia mulai kesal.


“Oh berarti km mau ya ?” Tanya Yuan sekali lagi.


“Argghhhh iya iya iya, aku mauu, mau, sangat mau. Dah puas ?” Valia jadi bener2 marah campur malu.


“Oh…….ok……terima kasih. Yuk turun.” Kata Yuan sambil membalikkan badan.


“Haaaah aku sudah mengeluarkan semua keberanian ku dan menahan malu ku, jawaban mu begitu saja ?” Tanya Valia kesal.


“Ng….Maaf, hal seperti ini juga baru bagiku….aku tidak tau harus berkata berapa….karena selama dua puluh Sembilan tahun aku hidup…..aku terus di perguruan ini tanpa berinteraksi keluar apalagi berinteraksi dengan lawan jenis.” Kata Yuan membelakangi Valia. Telinga nya menjadi merah padam, dia tidak berani melihat wajah Valia.


“Oh begitu ya…….” Kata Valia dengan wajah memerah. Dia senang melihat Yuan yang ternyata juga malu.


Akhirnya mereka berdua tersipu2 malu satu sama lain.


“Terima kasih, Valia san, aku akan membahagiakan mu, aku akan belajar menjadi suami yang baik untuk mu.”


Kata Yuan yang tetap tidak berani melihat wajah Valia.


“Iya, aku juga berterima kasih..aku akan berusaha menjadi istri yang baik dan membahagiakan mu selamanya.” Kata Valia yang juga tidak berani melihat wajah Yuan. Tanpa sadar, tangan mereka bergandengan. “Gubraaaak” Terdengar suara sesuatu yang jatuh. Mereka berdua pun menengok kaget. Ternyata di pintu, Cezka dan Lori terjatuh karena bedesak desakan, lalu Philia dan Cecil pun ikut jatuh karena pegangan mereka jatuh duluan. Dari sebelah kiri pintu, muncul Matt, Feidan Wil. Kemudian keluar juga Rona, Mabel dan Charlotte dari sebelah kanan.


“Hehe” Semuanya pun tertawa kecil karena tertangkap basah.


“Maaf, kalian sejak kapan ada di sana ?” Tanya Yuan. “Hmm sejak aku akan membahagiakan kamu dan menjadi suami yang baik untuk kamu, trus ada jawaban aku juga akan menjadi istri yang baik ahahaha.”


Kata Cezka.


“Valia…….aduh.” Kata Yuan sambil menopang Valia yang ternyata pingsan lagi karena malu nya.


“Ahahaha.” Mereka pun tertawa penuh penyesalan karena mengganggu.


“Dasar pasangan virgin…..” Pikir mereka dalam hati masing2.


Keesokan harinya, Matt dan lainnya mengajak Kaisar dan Yuan Long naik ke istana


dan langsung menuju ruang pertemuan dan masuk kedalam.


“Baiklah, karena sudah berkumpul, sekarang kita mau membahas situasi terakhir ibukota, aku dan demon


lord yang lain bersedia membantu pembebasan kekaisaran dan menghancurkan mesin


yang ada di ibukota.” Kata Matt membuka pertemuan.


“Kondisi terakhir, seluruh ibukota sudah di duduki oleh pasukan hitam dan undead. Mereka berjumlah banyak


kira2 tiga ribu orang di tambah pasukan zombie yang tak terhitung. Tapi yang paling mengkhawatirkan adalah ada nya seekor naga biru panjang yang hidup di laut menjaga mereka. Naga itu sudah mati dan kembali di hidupkan, naga tersebut di kendalikan oleh lich yang bernama Geiss,  jadi senjata biasa tidak bisa membunuh nya karena regenerasi nya yang sangat cepat dan kuat. Kekuatan kita sendiri hanyalah lima ratus orang, tapi seharus nya jumlah itu cukup asal tidak berhadapan dengan Naga laut itu.” Kata Yuan Long.


“Menurut mu kira2 kami bisa ga mengalahkan naga itu  ? Kemarin pada saat latih tanding gimana pendapat mu ?” Tanya Fei kepada Yuan Long.


“Kalau dari pertandingan kemarin, aku rasa tidak akan bisa, tapi aku merasakan ada kekuatan besar yang bersemayam di setiap Demon Lords. Kemarin aku sempat merasakan tekanan yang begitu besar ketika kalian berkumpul di ruang latihan.” Kata Yuan Long.


“Ya, sebenarnya kami datang ke sini ada tujuan lain juga.” Kata Matt.


Kemudian Matt menceritakan seluruh nya dari level kekuatan Evil Lord sampai


kekuatan amukan mereka yang tidak bisa mereka kendalikan.


“Hmm Sepertinya yang kalian sebut dengan mana mirip dengan chi milik kami. Keduanya di kendalikan

__ADS_1


oleh emosi. Hanya prinsip nya saja berbeda, Chi di gunakan dengan cara memanfaatkan kekuatan dari dalam tubuh  dan menyalurkan nya keluar atau mengkonsentrasikan nya di satu titik dalam tubuh, baik untuk menyerang dan bertahan. Sedangkan kalau mana bersumber dari luar yang di tarik masuk ke dalam tubuh untuk di gunakan sebagai penyerang atau bertahan. Kekuatan kalian berasal dari dalam tubuh, karena kalian


menggunakan nya ketika emosi kalian meledak. Prinsip ini sama seperti chi, semakin kita marah, maka kita akan semakin kuat. Bagaimana kalau kalian ber enam belajar menggunakan Chi dalam tubuh kalian masing2 dan mengendalikan ledakan nya ? Aku bisa mengajari kalian, hanya saja untuk sampai menguasainya


butuh waktu lama.” Kata Yuan Long menjelaskan.


“Berapa lama waktunya ?” Kata Fei,


“Aku belajar menggunakan Chi umur sepuluh tahun dan baru menguasanya lima belas tahun kemudian.” Jawab Yuan Long.


“Oh lama sekali, kita tidak mempunyai waktu yang cukup untuk berlatih.” Kata Matt.


“Anakku, bawa mereka kelantai paling atas pagoda.” Kata Kaisar singkat.


“Tapi ayahanda, tidak ada seorangpun boleh masuk kesana kecuali grandmaster. “Kata Yuan Long.


“Kali in situasinya berbeda, lebih baik melanggar aturan daripada binasa.” Kata Kaisar kepada Yuan Long.


“Kalau ayahanda mengijinkan, aku setuju.” Kata Yuan Long.


“Di lantai atas pagoda yang kemarin ? Memang ada apa di sana ?” Tanya Lori.


“Disana ada ruangan yang terhubung dengan dimensi lain, dimana waktu yang berjalan di sana satu hari di sini adalah sepuluh tahun di sana. Setiap Guru yang akan menjadi grandmaster, harus latihan di ruangan itu. Sampai saat ini tidak ada yang kuat berlatih selama satu hari. Aku paling lama adalah lima jam dan itupun


sudah di anggap terlama yang pernah ada.” Kata Yuan Long.


Matt, Fei, Lori, Philia, Cecil dan Rona pun berdiri karena melihat sebuah kesempatan.


“Mohon ajari kami dan kami mohon ijinkan kami latihan di ruangan itu. Kalau kami bisa mengendalikan kekuatan kami dan mengeluarkan sepenuh nya tanpa kehilangan kendali maka kami bisa menghadapi Evil God.” Kata Matt sambil menunduk di ikuti yang lain nya.


“Baiklah, aku suka sekali dengan semangat kalian, tidak perlu di tunda lagi, ayahanda, aku ijin bersama mereka untuk keluar dan keruang latihan untuk mengajari mereka teknik2 meditasi dan pengontrolan tenaga dalam” Kata Yuan Long kepada Kaisar.


“Baiklah silahkan, sementara itu aku akan berbicara dengan Valia, Cezka dan Will.” Kata Kaisar. “Baik ayahanda.” Mereka pun segera pergi menuju ruang latihan. Di sana, Yuan Long mengajari Matt dan lainnya


teknik meditasi, dan gerakan2 untuk mengendalikan emosi dan sirkulasi tenaga dalam tubuh. Jones di ajak untuk mengamati dan mencatat semua gerakan dan teknik meditasi yang di ajarkan Yuan Long. Dalam dua hari, Yuan Long akhirnya selesai mengajarkan semua nya. Setelah itu, mereka langsung menuju lantai


teraras pagoda yaitu lantai sepuluh. Di sana hanya terdapat satu pintu, yang di luarnya terdapat sebuah penunjuk waktu.


“Baiklah, silahkan kalian kuasai apa yang sudah ku ajarkan. Aku menyarankan Jones ikut masuk untuk memandu latihan kalian.” Kata Yuan Long.


“Baiklah, Jones kamu ikut ya. Kami perlu pelatih.” Kata Matt.


“Baik Matthew oni san.” Jawab Jones.


“Apa kalian sudah siap, aku akan buka pintunya.” Kata Yuan Long.


dan hanya ada satu rumah untuk mereka tinggal dan sudah berisi stok makanan untuk sepuluh tahun.


Di sana tidak ada angin sama sekali karena rumput nya tidak bergoyang, bernafas juga sulit karena udaranya tipis dan udara yang panas.


“Kita harus sepuluh tahun di tempat seperti ini ? Belum apa2 saja aku sudah keringatan.” Kata Cecil.


“Benar2 berat ini. Hebat sekali para grandmaster yang berhasil berlatih di sini.” Kata Philia.


“Iya benar, tapi aku yakin kita bisa melewati ini.” Kata Lori.


“Baiklah, sebaiknya kita segera mulai. Jones tolong susun jadwal latihan nya.” Kata Matt.


“Ayoooo kita ke tengah…” Kata Fei semangat.


“Wah cuma Fei ni yang semangat…auuuh” Kata Cecil.


Mereka pun memulai latihan dengan menu latihan yang di susun Jones.


Mereka yang di luar menunggu sambil melihat jam di atas ruangan itu. Dua belas jam kemudian, pintu pun terbuka. Matt keluar dengan sosok yang sudah dewasa. Disusul dengan Lori yang juga sudah dewasa.  Kemudian Fei, Philia dan Cecil yang bersama keluar dengan sosok yang sudah dewasa. Terakhir, Rona dan Jones, mereka berdua sudah beranjak menjadi sosok remaja dan bukan anak kecil lagi. Mereka semua


bertambah tinggi, khususnya Rona dan Jones yang bertambah tinggi setinggi Philia dan Feisebelum nya.


“Wow perubahan kalian dashyat sekali.” Cezka berkomentar. “Iya, karena selisih waktu, kami jadi lebih dewasa, sekarang aku dan Lorianne berumur dua puluh tiga, Feiruss dan Philiandra berumur dua puluh


dua, Cecilia berumur dua puluh satu , Ronanta chan dan Jones berumur delapan belas.” Matt menjelaskan. “Aku mau mencoba lihat sampai sejauh mana perkembangan kalian. Kita ke ruang latihan.” Kata Yuan Long. Mereka pun langsung pergi ke ruang latihan. “Sekarang coba satu persatu ledakkan chi dalam


tubuh.” Kata Yuan Long.


“Aku pertama.” Kata Matt. “Haaaaah.” Matt mengeluarkan tenaganya dan aura putih keluar dari badannya. Kekuatan nya sama seperti saat mengamuk. Kemudian satu persatu mereka mengeluarkan tenaganya, ruangan menjadi penuh dengan hawa aura yang membuat sesak. Kekuatan mereka ber enam pun


mengguncang istana dengan getaran yang kencang.


“Stop, sudah cukup, kekuatan kalian besar sekali, jauh melebihi sebelum nya. Inilah kekuatan di dalam tubuh


kalian, inilah chi. Tapi ini belum semuanya dan belum sempurna.” Kata Yuan Long.  “Yuan Long, apa maksudnya ini belum semuanya dan belum sempurna ?”  Kata Fei karena penasaran.


“Nah sekarang km pakai senjata mu Feiruss, lihat apa yang ada di situ. Batu permata berwarna merah, betul ? Itu adalah lambang energy elemen api. Sekarang km gunakan senjata mu, dan gunakan tenaga mu seperti barusan.” Kata Yuan Long lagi.


Fei kemudian menggunakan Katar, “Haaaah” Feimengerahkan tenaga nya lagi.

__ADS_1


Batu permata di senjatanya pun bersinar terang berwarna merah\ dan mata pedang katar nya terdapat ukiran berwana merah yang terang.


“Hooo ini benar2 berbeda dari sebelum nya dan kekuatan ku meningkat dari pada saat tangan kosong tadi.” Kata Fei.


“Betul sekali, senjata kalian menyerap mana dari luar dan mengolah nya, sedangkan badan kalian memiliki tenaga sendiri, ketika kalian mengamuk, benturan kedua tenaga ini tidak bisa di kendalikan dan membuat kalian tidak sadar, pada akhirnya kalian di kuasai oleh senjata kalian, makanya aura kalian berubah warna seperti warna batu di senjata kalian. Sekarang km coba hentakkan tenaga dalam mu dan berkonsentrasi bayangkan dirimu menyatu dengan senjata mu.” Kata Yuan Long.


Fei diam sebentar berkonsentrasi lalu,“Haaaaah”  katar yang menyatu dengan gauntlet pun berubah menjadi memanjang menutupi seluruh kedua lengan Feidan mata pisaunya menjadi bercabang tiga dan berwarna merah. KekuatanFei saat ini melebihi kekuatan amukan nya waktu itu. Tubuh nya mengeluarkan aura merah. “Nah inilah wujud asli senjata kalian, sekarang kalian bisa mengeluarkan semuanya, selamat kalian


sudah berhasil bangkit dan menjadi baru. Inilah kesempurnaan.” Kata Yuan Long.


“Oh aku benar2 merasakan nya, kekuatan yang saling mengalir ini tapi tidak bertabrakan melainkan saling mengisi dan tubuh ku terasa nyaman sekali.” Kata Fei.


“Ya, ini di namakan sirkulasi yin dan yang, memanfaatkan kekuatan di dalam tubuh bersamaan dengan kekuatan dari luar membentuk keharmonisan keseimbangan. Inilah yang di sebut dengan Awakening atau kebangkitan.” Kata Yuan Long.


“Boleh aku mencobanya ?” Kata Philia.


“Silahkan, kalian semua harus mencoba nya masing2.”  Kata Yuan Long. Philia pun maju, dia menghentakkan tenaganya dan langsung membayangkan diri nya bersatu dengan senjatanya. “Haaaah” Aura pun


keluar dari tubuh Philia seperti Fei dan batu permata putih di busurnya menyala


terang dengan ukiran2 nya. “Haaaah” Philia menghentakkan tenaga nya lagi,


senjatanya berubah bentuk dari busur yang besar menjadi dua buah crossbow yang


menempel di kedua lengan nya.


“Wow ini bentuk senjata ku, aku jadi bisa menembak lebih banyak dari sebelum nya.” Kata Philia.


“Sekarang aku.” Kata Cecil.


Dia langsung melakukan apa yang Feidan Philia lakukan dan senjatanya berubah dari trisula menjadi tombak bermata  dua di atas dan di bawah yang bisa di pisah dan di hubungkan dengan rantai (Nb : Seperti double stick yang memilki pisau panjang  di kedua stick nya dan lebih panjang seukuran tombak di bagi dua ). Matt dan Lori pun mencoba nya, senjata mereka pun berubah. Ax Matt berubah lagi menjadi  Halberd (gagangnya panjang seperti tombak dan kapak nya bermata dua dan ada ujung tombak di atasnya ) dan buckler menjadi gauntlet dengan buckler yang menempel padanya. Begitu juga dengan Lori, kedua katana nya menyatu dan membentuk sebuah pedang  samurai  dengan gagang yang panjang dan mata pedangnya dengan total panjang  keseluruan seratus dua puluh centimeter  yang sangat tajam, pedang ini disebut Nodachi.


“Nah sekarang giliranku.” Kata Rona yang sudah remaja. Sama seperti yang lain sabit Rona pun berubah menjadi lebih melengkung, mata sabit keluar di kedua sisi staff nya hingga hampir membentuk satu


lingkaran penuh. “Selamat, kalian sudah berhasil. Sekarang kalian bisa menggunakan seluruh kekuatan kalian.” Kata Yuan Long.


“Benar, hebat sekali, padahal belum satu hari.” Kata Cezka.


“Dengan begini kita bisa menghadapi Evil God.” Kata Will.


“Hebat….hebat…..aku senang sekali melihat nya.” Kata Valia.


“Jones, gimana statistic perbandingan kekuatan kita dengan Evil God.” Kata Matt.


“Um….aku sudah mencoba berkali2 mensimulasikan, ternyata hasilnya kekuatan


Evil God bernilai seratus dan kekuatan gabungan Demon Lords bernilai Sembilan puluh.” Kata Jones.


“Uhh masih kurang ya ?” Tanya Cecil.


“Tapi kita bisa mengimbanginya, kurasa.” Kata Philia.


“Betul, angka tidak bisa menentukan.” Kata Fei.


“Sekarang sebaiknya kita befokus untuk  masalah di depan mata saat ini. Yaitu membebaskan kekaisaran dari  jajahan Ksatria hitam.” Kata Lori.


“Lorianne betul, sebaiknya saat ini kita focus dulu membebaskan ibukota.” Kata Matt menambahkan.


“Iya setuju, aku mau buru2 menikah sama Jones. Sebab aku mau menikah bareng dengan Valia one chan.” Kata Rona yang sudah remaja.


“Eeeehhh” Teriak semuanya reflek.  “Kamu serius Ronanta ?” Tanya Philia.


“Yap…aku serius.” Kata Rona dengan wajah tanpa ekspresi walaupun sekarang wajah nya


cantik karena sudah remaja.


“Kamu sendiri ok dengan ini Jones ?” Tanya Lori.


“Iya, aku sudah berjanji kepada dia.” Kata Jones sama dengan Rona dengan wajah tanpa ekspresi walau sekarang dia sudah sangat tampan karena sudah remaja.


“Kalian sebenarnya ngerti kan maksudnya menikah ?” Tanya Cecil.


“Tentu saja…” Kata keduanya.


“Aku ragu, kok kalian buru2 banget ?” Tanya Lori.


“Supaya memperbanyak keturunan separuh Dragonian di alam semesta, karena sekarang kita


cuma berdua dan termasuk spesies berbahaya.” Kata Rona.


“Betul sekali….” Tambah Jones.


“Tunggu, tunggu, aku jadi bingung, kalian cinta satu sama lain kan  ?” Tanya Philia.


“Cinta ? apa itu  ?” Jawab Rona dan Jones kompak dengan wajah tanpa ekspresi.

__ADS_1


“Eeeehhhhh” semuanya kaget mendengar nya. Philia geleng2 kepala, Cecil tertawa terbahak2 dan Lori menunduk kesal sambil menutup wajah nya.


__ADS_2