The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 57 Arena infiltration, rescue the brother


__ADS_3

Begitu sampai, mereka langsung menerobos masuk dan langsung ke pos komandan. Prajurit2 yang ada di garnisun pun tidak bisa menghalangi mereka, semua nya di bantai habis sampai yang tersisa hanya pengawal pos komandan. “Siapa….siapa kalian ?” Tanya Penjaga. “Oh kami hanya mau ketemu komandan mu saja. Ijinkan kami masuk.” Kata Lori. “Apa…apa tujuan kalian….?” Tanya Penjaga ketakutan tapi tetap menghalangi. “Ah kelamaan.” Kata Fei yang langsung meninju kedua penjaga itu sampai pingsan. Mereka pun masuk ke dalam dan melihat seorang menggunakan pakaian yang bagus dan mewah sedang duduk di dalam. Melihat Matt dan lainnya masuk, komandan pasukan langsung berdiri dan menghunuskan pedang nya. “Siapa kalian, mau apa di sini ? Di sini bukan tempat tikus.” Kata Komandan itu. Tanpa banyak bicara, Fei dan Philia menyerang maju dan mengambil senjata komandan itu kemudian meringkus nya. “Apa mau kalian….lepaskan aku.” Kata Komandan. Matt pun mendekati sang komandan itu. “Km Lord Felon ? ada beberapa hal yang ingin kami tanyakan.” Kata Matt. “Benar, kalau sudah tau lepaskan aku, kalian tau aku sangat berkuasa.” Kata Felon. “Ya ya, kenapa km memerintahkan menangkap orang itu.” Kata Matt sambil menunjuk Gen. “Hah kami di tugaskan dari pusat untuk menangkap dia karena menyembunyikan Lady Eun. Mereka tau lokasi orang itu karena mendapat keterangan dari  seorang remaja yang di tangkap dua tahun lalu, yang sekarang di jadikan gladiator di arena. Sekarang lepaskan aku, aku akan membayar kalian karena sudah membawakan orang itu ke sini. Inilah akibat dari menyembunyikan Lady Eun.” Kata Felon dengan sombong.  “Siapa sebenarnya Lady Eun ?” Tanya Matt lagi. “Hah aku tidak mau menjawab soal pemberontak itu.” Kata Felon. “Cepat katakan, atau km akan mengalami nasib yang sama dengan anak buah mu.” Kata Matt sambil mendekatkan wajah nya. “Hahaha kalian mengancam ku ? kalau kalian bunuh aku, kalian akan membuat musuh satu kerajaan, aku orang penting di kerajaan.” Kata Felon.  Matt langsung mengambil pedang dan memotong satu lengan dari Felon. “Ahhhhh sakit……kalian berani ya, aku akan memenggal kepala kalian dan memajang nya di ibukota, kalian akan bernasib sama dengan Eun.” Kata Felon. “Oh lady Eun sudah mati ?” Kata Matt. “Haha ya dan anak buahnya semua sudah kami bunuh, kepala mereka kita gantung di pintu gerbang ibukota sebagai peringatan.” Kata Felon sambil menahan sakit. “Hei dimana adik ku ?” Tanya Gen yang maju mendekati Felon. “Hah aku katakan dia di arena menjadi gladiator, entah masih hidup apa sudah mati hahaha.” Kata Felon. “Baiklah selamat tinggal” Matt berkata sambil mengangkat pedang yang di ambil nya. “Aaaah jangan bunuh aku, aku akan membayar kalian, kalian mau apa ? Uang, tanah, status, wanita, katakana saja.” Kata Felon mencoba merayu. “Kami mau kepala mu.” Kata Lori yang langsung maju dan memenggal kepala Felon dengan


pedang yang dia ambil. “Orang ini tidak layak di ampuni.” Kata Lori lagi sambil membersihkan pedang nya yang kemudian dia lempar. “Kita harus cepat ke ibukota dan ke arena. Hebi ada di sana.” Kata Gen. “Ya, kita langsung berangkat, km tau arah nya kan Gen ?” Tanya Fei.  “Iya aku tahu, kita harus cepat.” Kata Gen. Mereka langsung keluar dari pos dan menaiki kereta chimaera di depan nya.  Matt menghubungi pulau memakai alat komunikasi dan meminta Jones mengirimkan supply untuk perjalanan ke ibukota. Tiga hari kemudian mereka pun sampai di gerbang ibukota. Sesuai apa yang Felon katakan, banyak kepala tergantung di atas gerbang ibukota. “Matthew, tidak ada kepala lady Eun di antara kepala yang di awetkan dan di gantung. Ada satu yang mirip tapi sepertinya bukan. Mungkin dia penggantinya.” Kata Gen. “Hmm berarti Lady Eun masih hidup. Sebaiknya kita tolong Hebi dulu, aku khawatir kondisi nya.” Kata Matt. “Hawa kehidupan nya masih terasa walau agak lemah, tapi kita harus cepat.” Kata Gen.  “Kita butuh rencana untuk masuk, ada banyak penjaga yang memeriksa antrian.” Kata Philia. “Hmm aku ada ide, di kereta ini banyak baju prajurit, kita menyamar dari prajurit dan Gen sebagai tawanan nya.” Kata Rona. “Baik, semua nya bersiap2” Kata Matt. Fei dan Matt pun memakai seragam prajurit dan mengikat Gen yang berpura2 sebagai tawanan. Sedangkan, Lori, Philia, Cecil dan Rona menghilang dengan menggunakan selubung. “Stop, kalian dari garnisun mana ?” Tanya Penjaga kepada Matt dan Fei.  “Kami dari kota terapung, mohon ijin masuk, kami di tugasi oleh lord Felon untuk membawa tahanan ini ke colloseum.”  Kata Fei.  “Hmm coba aku periksa.” Kata Penjaga. Kemudian penjaga memutari kereta dan membuka tirai nya, dia melihat Gen yang sedang terikat dengan mulut di sumpal kain di belakang. “Baiklah, kerja bagus, buronan akhirnya tertangkap, silahkan masuk, langsung ke colloseum.” Kata Penjaga memberi jalan kepada Fei dan Matt. “Terima kasih.” Jawab Matt. Mereka pun langsung masuk kedalam kota. “Tunggu dulu….” Teriak penjaga kepada mereka. “Kita ketahuan….” Bisik Philia di belakang. “Bersiap2….” Bisik Lori sambil memasang kuda2 nya. Penjaga memutari kereta dan langsung ke depan. “Kalian


jangan lupa hadir di bar ya, kita akan adakan perayaan, kalian pasti dapat hadiah besar hahahah.” Kata Penjaga santai kepada Matt dan Fei.  “Hahaha baik2.” Kata Matt sambil tertawa.  “Untunglah, aku kira ketahuan….” Kata Cecil ketika kereta sudah kembali berjalan. “Kota ini sama seperti kota jaman romawi di bumi ya.” Kata Philia. “Iya benar, patung2 nya pun mirip, jalan memakai batu yang di keraskan seperti semen. Benar2 seperti jaman Romawi kuno.” Kata Rona. “Tapi lihat, di sudut2 jalan, banyak pengemis cacat, pelacur2 dan orang2 yang menatap seakan2 lapar. Kalau di samakan dengan kota jaman Romawi, kota ini seperti pompei yang hilang, kejahatan dan kebejatan manusia terlihat di sini.” Kata Lori. “Shinju chan benar, ini versi terburuk nya kota romawi kuno.” Kata Cecil. “Iya, lihat itu, pedagang2 budak membawa budak mereka. Mereka sepertinya mau memulai lelang.” Kata Philia sambil menunjuk sebuah kereta yang sedang berhenti. “Oh apa aku tidak salah lihat, budaknya tidak cuma manusia, ada beastmen dan Elf, kenapa mereka ada di belahan dunia sini ?” Tanya Cecil. “Dulu sebelum tembok berdiri, sudah ada Elf dan Beastmen yang tinggal di belahan dunia sini. Mereka termasuk ras terdahulu yang di ciptakan Dewi sama dengan anak2 ku Dark Elf. Manusia juga ada dua macam, setelah tembok berdiri, Dewi menciptakan sepasang manusia untuk melawan Eden. Di katakan, manusia2 ini akan bergabung dengan manusia yang datang dari langit.” Gen menjelaskan. “Berarti elf di sini berbeda dengan elf yang ada di tempat kita ?” Tanya Philia. “Berbeda, Elf  dan Beastmen di sini adalah penduduk asli dunia ini, sedangkan yang berada di tempat kalian adalah ciptaan makhluk cahaya atas perintah Dewi. Sebutan mereka berbeda, kalau di sini mereka di kenal sebagai High elf, sedangkan anak2 ku adalah Dark Elf, dan beastmen di sini di kenal sebagai Lycanthropes atau Were Beast. Peradaban mereka jauh lebih tua dari manusia pertama.” Kata Gen. “Oh begitu rupanya. Memang sih, mereka terlihat lebih tinggi dari elf kebanyakan dan beastmen nya berukuran normal seperti manusia.” Kata Rona. “Budak2 di sini untuk yang laki2 biasanya di jadikan gladiator untuk majikan nya atau pekerja tambang, sedangkan yang perempuan menjadi pelayan dan pekerja ****.” Kata Gen menambahkan. “Apa mereka kriminal ? Kalau di tempat kami kebayakan kriminal dan tawanan perang yang di jadikan budak.” Kata Fei.  “Tidak ada kriminal yang di jadikan budak karena mereka pasti di eksekusi, mereka mendapat budak2 dari hasil menghancurkan dan menjarah desa2 kecil, selain itu orang2 yang terjerat hutang atau keluarga kriminal juga di jadikan budak. Hampir semua


orang di ibukota menganggap manusia2 sejenis nya yang tinggal di luar ibukota adalah makhluk yang rendah yang pantas di perbudak.” Kata Gen. “Apa dari dulu mereka seperti ini ?” Tanya Philia. “Iya benar, dari dulu mereka seperti ini, semenjak sepasang manusia di ciptakan oleh dewi, focus mereka adalah melawan


ciptaan Dewi tersebut.” Kata Gen. “Jadi sewaktu mereka memanggil kita dulu, tujuan nya adalah untuk melawan manusia dan ciptaan dewi lainnya ?” Tanya Lori. “Benar, mereka sudah beberapa kali melakukan pemanggilan pahlawan dari dunia lain dengan mengorbankan ratusan budak untuk sekali pemanggilan. Mereka menjuluki manusia ciptaan dewi adalah Demon.” Kata Gen. “Oh Demon bukannya manusia yang berevolusi di dalam tanah ya akibat bencana dan perang ?” Tanya Fei.  “Bukan, Demon sudah ada lebih dulu,

__ADS_1


ketika makhluk cahaya di tugasi memusnahkan peradaban2, para manusia ciptaan dewi  masuk ke dalam tanah menjadi asal mula demon, dan kemudian berasimilasi dengan manusia dari langit yang juga masuk ke dalam tanah karena bencana dan perang. Barulah makhluk cahaya menuntun mereka naik ke permukaan planet di balik tembok tempat kalian bersama2.” Kata Gen. “Jadi sebelum manusia bumi datang sudah ada manusia ciptaan Dewi di sini ya ?” Kata Matt. “Iya benar, dan setelah terjadi perang antar dewa, Dewi  kita membawa sebagian manusia2 dan juga demon di sini di pindah ke bumi  dan menciptakan peradaban di bumi bernama Lemuria. Setelah bumi memasuki jaman es, mereka di pindah lagi ke sini.” Kata Gen. “Astaga, berarti asal manusia semua dari planet ini ? Benar2 tidak bisa di percaya.” Kata Fei.  “Pantas di bumi banyak sekali legenda2 tentang makhluk2 aneh, elf dan beastmen menjadi legenda di bumi, berarti semua berasal


dari sini. Tapi manusia2 bumi tidak memliki magic.” Kata Rona. “Iya, karena kemampuan mereka di segel di otak mereka, sehingga hanya teknologi mereka yang berkembang pesat.” Kata Gen. “Penjelasan yang sulit di percaya tapi masuk di akal. Di bumi memang banyak berbagai macam ras dan budaya, tapi semua nya


selalu menceritakan asal usul manusia di turunkan ke bumi pada bagian penciptaan nya.” Kata Lori. “Benar Shinju chan, dan semua legenda seperti makhluk raksasa, monster dan makhuk2 humanoid selain manusia berasal dari planet ini. Semua berasal bukan dari khayalan melainkan dari ingatan genetik manusia itu sendiri.


Benar2 kenyataan yang menakjubkan, kalau saja ni ni mendengar ini.” Kata Philia. “Benar, ni ni pasti akan senang sekali.” Kata Cecil. “Siapa ni ni ?” Tanya Gen heran. “Oh dia kakak kami semua, namanya Eiji, kalau di sini dia di kenal sebagai Deus ex Machina.” Kata Matt. “Oh Machina ya, aku tau dia, dulu ketika menciptakan Elf dan beastmen bersama makhluk cahaya, dia meminta petunjuk kami semua.” Kata Gen. “Oh Makhluk cahaya itu namanya Shiori. Dia teman kami dan adik kandung Eiji ni ni ketika masih di bumi.” Kata Cecil. “Bisa


nya.” Kata Cecil. “Kalian tenang, jangan sampai kita merusak rencana, aku juga geram sebenarnya.” Kata Philia. Minotaur itu berdiri di tengah2 arena dan berteriak2 kencang. Beberapa Galdiator masuk ke dalam dan melawan minatour itu. Beberapa Gladiator menebarkan jala nya dan menjala Minotaur itu. Minotaur itu

__ADS_1


menjadi terkurung dan berontak melepaskan jalanya. Kemudian semua Gladiator maju serentak dan menyerang bertubi2, minotaur yang terjala tidak bisa melawan selagi di serang bertubi2, dia berteriak kencang. Dua gladiator menyerang kedua kakinya dan membuat nya bersujud sementara yang lain terus menusuk dan menyabet badan nya yang besar dengan senjatanya masing2. Minotaur itu terus berteriak2


kesakitan sampai akhirnya dia rubuh. Seorang gladiator yang menggunakan pedang besar mendekatinya dan memenggal kepalanya, kemudian dia mengangkat kepala minotaur yang putus itu ke atas dan berteriak. Penonton pun bersorak2 dan memberikan tepuk tangan juga melempar bunga ke arena. Gladiator2 lain nya mendekati mayat2 budak perempuan dan memperkosanya sambil bersorak2.  Fei , Philia dan Cecil menunduk tidak kuat melihat semua adegan itu dan menahan geram nya. “Yuu kun, Kei chan, boleh aku loncat ke bawah, benar2 aku ingin membantai mereka semua.” Kata Cecil. “Sabar Chi chan, aku juga geram, lihat, Yuu juga sudah geram sekali.”  Kata Philia. Tak lama kemudian, para petugas arena membersihkan arena dan mengangkat maya2 yang berserakan. Setelah tidak ada bekas pertempuran, pintu arena pun terbuka, masuklah seorang anak muda berwajah tampan dengan rambut panjang yang di ikat. Tubuh nya terlihat banyak goresan luka yang belum kering dan terlihat lemah terengah2 seperti orang tidak sehat. Kondisi nya sangat memprihatinkan dan sepertinya dia sedang di kendalikan. Penonton yang ada di arena bersorak2, bukan ke arah arena melaikan ke balkon utama di coloseum, sang ratu masuk dan duduk di kursi paling besar di sana dan beberapa noble duduk di kanan kirinya. “Hidup Ratu kerajaan Kalpaka.


Ratu Orphus. Anak dari dewa Orphus.” Sorak para penonton. “Penonton harap diam, sekarang kita akan


menyaksikan pertarungan utama juara tak terkalahkan milik sang ratu melawan tahanan yang baru masuk. Beri tepuk tangan yang meriah.” Mc arena berteriak mengumumkan acara selanjutnya. “Uooooh.” Para penonton bersorak. “Yuu kun, lihat, sepertinya orang itu adik nya Gen, wajah nya mirip, tapi di lihat dari


matanya sepertinya dia sedang di kendalikan oleh seseorang. Seperti boneka.” Kata Philia. “Iya benar, sepertinya memang dia sedang di kendalikan. Orang itu berada di arena bukan kemauannya sendiri.” Kata Fei. “Hmm tapi sepertinya bukan magic, melainkan obat2an, dia di buat menurut.” Kata Cecil. Tak lama kemudian dari sisi lain, masuk lah Gen yang baru di tangkap. Terlihat di pintu Matt, Lori dan Rona bersiaga, sepertinya mereka sudah berhasil melumpuhkan semua yang di penjara. Matt memberi tanda kepada Fei yang menonton di atas dengan memakai cahaya cermin. “Kita bersiap2.” Kata Fei kepada Cecil dan Philia yang kemudian menggangguk.  “Hebi. Ini aku, kamu tidak apa2 ?” Teriak Gen. “Geerrr.” Hebi mengerang, Kemudian dia langsung maju menyerang Gen. Melihat itu, Gen menghindari semua serangan Hebi. “Hebi, kenapa km ? Ini aku Gen.” kata Gen bingung melihat adik nya menyerang nya. Hebi terus menyerang Gen tanpa memberi jeda. Gen terus menghindari serangan Hebi, dia pun melihat air mata di mata Hebi. “Sadarlah Hebi, ini aku.” Kata Gen lagi sambil terus menghindari serangan. “Dai kun, kita harus maju menolong mereka.” Kata Lori. “iya benar Dai kun, kita tidak bisa diam saja seperti ini.” Kata Rona. “Baiklah, aku akan langsung membuat Hebi pingsan, yang lainnya tolong jaga mereka berdua.” Kata Matt. Kemudian Matt memberi kode kepada Fei dengan pantulan cahaya matahari pada cermin yang mengatakan bersiap maju menggunakan kode. “Sekarang.” Kata Matt yang langsung maju, di ikuti oleh Lori dan Rona. “Sekarang kita terjun ke bawah.” Kata Fei yang langsung berdiri dan melompat ke tengah arena di ikuti oleh Philia dan Cecil. Matt langsung menghampiri Hebi dan memukul tengkuk nya sehingga pingsan. Philia yang baru turun langsung menyembuhkan tubuh Hebi yang penuh luka. “Hei siapa kalian, berani sekali kalian mengganggu jalan nya pertandingan.” Kata Komentator / Mc arena. Melihat itu, Ratu pun berdiri. “Siapa kalian, apa mau kalian mengganggu pertandingan ini, ingat, gladiator itu milik ku.” Kata Ratu dengan suara kencang. “Hah, orang ini bukan milik mu. Dia adik ku” Kata Gen membalas pernyataan Ratu. “Berani sekali, aku suka orang ini, kamu juga akan jadi milik ku hahaha. Lepaskan semua gladiator dan monster yang ada.” Kata Ratu kepada pengawal nya. Kedua pintu arena pun terbuka, masuklah tiga ekor minotaur dan puluhan gladiator dari kedua sisi tersebut.  Fei, Lori dan Rona langsung maju dan membunuh ketiga ekor minotaur itu dengan sekali tebasan dan sekali pukul. “Hah lemah.” Kata Fei.  Gladiator2 yang lain pun berhenti maju sambil bersiaga. Melihat minotaur di bunuh dengan mudah oleh para orang asing ini, gladiator dan penonton pun diam. Suasana arena menjadi hening. “Kurang ajar kalian, siapa sebenarnya kalian ?” Tanya Ratu Orphus. “Kami pendatang dari balik tembok, kami ke sini membalas serangan kalian ke daerah kami.” Kata Matt. “Oh rupanya mahkluk rendah dari balik tembok. Prajurit, kepung mereka, dan segera tangkap.” Kata sang Ratu. Para prajurit pun masuk mengitari arena dan berdiri di belakang gladiator. “Mari kita mengamuk.” Kata Matt yang langsung

__ADS_1


maju sambil mengayunkan dobel Ax nya. Sebagian Gladiator dan prajurit pun langsung menemui ajalnya. Fei , Lori dan Cecil pun juga langsung maju dengan senjatanya masing2, menyapu bersih sebagian besar gladiator dan prajurit di belakang nya. Banyak prajurit masuk ke dalam arena secara terus menerus. Philia terus mengheal tubuh Hebi, di jaga oleh Gen dan Rona. Penonton yang melihat pembantaian pun lari tunggang langgang meninggalkan arena.


__ADS_2