
Keesokan harinya, flying castle pun mulai memasuki perbatasan Beastmen kingdom.
Matt, Fei , Lori, Philia, Cecil dan Rona bersama dengan Valia dan Rude berkumpul di singgasana, untuk memperhatikan gambar di monitor yang di operasikan oleh Jones. “Kita sudah mulai masuk
perbatasan, terus terang melihat kondisi langit sepertinya buruk, dan banyak
zombie berkeliaran sampai ke perbatasan. Berarti banyak penduduk tak berdosa
menjadi korban keganasan pasukan Evil God dan menjadi zombie yang berkeliaran.”
Kata Matt. “Benar2 mengerikan, kalau tidak salah di dekat sini ada sebuah kota
kecil. Disana ada guild petualang dan kebetulan aku kenal guildmasternya.” Kata
Rude. “Kalau begitu sebaiknya kita ke sana dulu sebelum ke ibukota.” Kata
Valia. “Apa nama kotanya Rude oji san ?” Tanya Fei . “Kota itu tidak ada
namanya, karena sebetulnya tadinya hanyalah sebuah penginapan tempat petualang dan pedagang beristirahat dalam perjalanan menuju ibukota.
Karena banyaknya monster yang berkeliaran dan di temukan dungeon di daerah ini, maka di bangunlah guild petualang. Akhirnya lambat laun dengan sendirinya menjadi sebuah kota.” Rude menjelaskan.
“Baik, Jones tolong maju terus sampai terlihat kota.” Kata Matt. “Baik Matthew oni chan.” Kata
Jones. Istana terus bergerak maju secara perlahan sambil melihat kondisi di
luar melalui mnonitor. “Hei coba lihat itu…” Tunjuk Philia ke monitor. Tampak
di monitor ada dua kereta kuda yang tengah melaju menghindari zombie dan di
kejar oleh pasukan ksatria hitam. “Kita harus tolong mereka….sepertinya mereka
berusaha lari ke perbatasan.” Kata Lori. “Iya, cepat, kita tolong mereka.”
Tambah Valia. “Jones, aktifkan traktor beam, angkat kedua kereta itu ketika
mereka sampai jarak aman, supaya tidak ada zombie yang terbawa, para ksatria
tolong siaga di alun2. Fei , Philia, Cecil, kalian ke alun2 berjaga2 sekaligus
sambut mereka. **, keluarkan Doll untuk menyerang pasukan yang menyerang
menggunakan senjata kita yang baru. Ayo cepat.” Kata Matt memberi komando.
“Baik Matthew oni chan, traktor beam sudah siap, menyesuaikan koordinat
pengambilan dan tujuan, tembak.” Kata Jones sambil menekan tombol di konsol.
Kedua kereta kuda tersebut di angkat dan langsung tiba di alun2. Pasukan yang
mengejar terhenti karena kereta kuda nya menghilang, kemudian beberapa Doll
turun dan menembaki mereka sampai tidak ada yang lolos. Kedua kereta kuda yang
tiba di alun2, di kepung oleh ksatria dan pengemudi kereta pun di amankan. Fei ,
Philia dan Cecil mendekati kedua kereta itu. “Keluarlah, kalian sudah aman.”
Teriak Fei . Perlahan pintu kereta yang berada di depan di buka. Dari dalam
keluarlah seorang wanita muda yang mempunyai telinga kelinci memakai seragam
pelayan dan seorang anak laki laki berumur sekitar sepuluh tahun bertelinga dan
berekor kucing berwarna hitam. “Terima kasih sudah menyelamatkan kami.” Kata
wanita itu sambil membungkuk berterima kasih. Anak yang turun bersama nya
bersembunyi di balik wanita itu. “Maaf aku bertanya, kalian siapa ? Kenapa
kalian di kejar.” Tanya Fei lagi. “Nama ku Prima, aku adalah pelayan keluarga
kerajaan, anak ini adalah majikan ku , Pangeran Leonard III Regulus. Aku mohon bantuannya,
tolong putri kerajaan kami di kereta di belakang.” Kata Prima kepada Fei .
“Philiandr tolong buka pintu kereta di belakang.” Kata Fei . Philia langsung
membuka kereta di belakang, dan di dalamnya ada dua orang terluka, seorang
putri bertelinga dan berekor kucing hitam, lalu seorang ksatria wanita
bertelinga dan berekor beruang. Keduanya memakai baju zirah lengkap. Philia langsung mengeluarkan healing magic nya untuk menutup luka dan menghentikan pendarahan ksatria dan putri itu.
“Cepat..bawa mereka ke rumah sakit di sebelah gedung arsip.” Teriak Philia.
Para ksatria yang mengepung langsung mengambil tandu dan membawa keduanya ke rumah sakit.
“Siapa mereka, Prima ?” Tanya Fei .
“Yang berzirah silver adalah putri kerajaan bernama Cezka Regulus dan ajudannya
bernama Bella. Terima kasih…..terima kasih…..” Kata Prima mendunduk kepada Fei .
“Tidak masalah, sekarang kita sembuhkan mereka dulu, baru kita bicara lagi.”
Kata Fei . Istana pun berhenti tidak bergerak . Fei , Philia dan Cecil menunggu
di depan pintu kamar rumah sakit, tempat Cezka dan Bella di rawat dan di jaga
Prima bersama Leonard. Tak lama kemudian Prima keluar dan mempersilahkan Fei dan
lainnya masuk. “Ngg dimana aku.” Cezka mulai bangun. “Bella….Bella….dimana ?”
Cezka mencari Bella dengan panic. “Tidak usah khawatir, Bella aman dan tidur di
selah anda.” Kata Fei . “Maaf, kalian siapa ?” Tanya Cezka kepada Fei sambil
memegang pedang nya. “Maaf, aku Feiruss Von Astoria, di sebelah kanan ku
Philiandra Von Astoria, dan di kiri ku Cecilia Von Astoria. Kami adalah tiga
dari enam Demon Lords yang memerintah New Astorian Empire. Salam kenal dan
selamat datang di tempat kami.” Fei memperkenalkan diri sekaligus Philia dan Cecil.
“Demon….Lords ? Kenapa aku bisa di sini ?” Tanya Cezka. “Yang mulia, ijinkan
saya menceritakan semuanya.” Prima mulai bercerta tentang pertolongan Fei dan
lainnya. Setelah mendengar cerita Prima. “Maaf kan ketidak sopanan ku,
perkenalkan aku Cezka Regulus putri dari kerajaan Beastmen, aku melarikan diri
menuju perbatasan bersama dengan adik, Putra Mahkota kerajaan. Di jalan kami di
serang oleh pasukan kstaria hitam yang memergoki kami. Aku dan Bella terluka
ketika melakukan perlawanan, terima kasih telah menyelamatkan kami.” Cezka turun dari tempat tidurnya dan menunduk berterima kasih.
“Iya, kalian sebaik ny istirahat dulu menyembuhkan luka kalian” Kata Philia.
“Tidak apa2, aku sudah sembuh, ada yang ingin aku bicarakan.” Kata Cezka.
__ADS_1
“Baiklah kalau begitu, silahkan ikut kami, kita menuju istana.” Kata Fei .
Mereka pun segera keluar dari rumah sakit dan menuju istana.
Sesampainya di istana mereka langsung ke ruang singgasana.
“Silahkan masuk putri Cezka dan pangeran Leonard.” Kata Fei mempersilahkan
masuk. Di dalam Matt, Lori dan Rona sudah menunggu bersama dengan Valia dan
Rude. “Loh loh loh….Matt ?” Kata Cezka. “Oh Cezka ya.” Jawab Matt. Cezka langsung lari menghampiri Matt dan langsung melompat mendekap Matt seperti kucing mendekap majikan nya.
“Matt….Matt….Matt….lama ga ketemu.” Kata Cezka sambil terus mendekap Matt.
Fei, Philia dan Cecil kaget melihat nya. “Hei, siapa kamu, jangan asal nemplok.” Teriak
Lori sambil menarik dan melepaskan Cezka. “Siapa ini Matt, kurang ajar sekali.”
Kata Cezka memandang Lori. “Aku istrinya, mau apa kamu ?” Lori pun langsung
membalas Cezka. “Aku teman masa kecilnya, sepupunya dan calon istrinya, mau apa kamu ?” Tantang Cezka. “Stop stop stop…..stop dulu ya, Cezka banyak yang aku mau ceritakan, sekarang namaku
Matthew Von Astoria, ini istriku Lorianne Von Astoria dan ini Ronanta Von
Astoria, kami bertiga bersama dengan Feiruss, Philiandra dan Cecilia adalah
enam Demon Lords penguasa New Astorian Empire. Detailnya nanti aku ceritakan.”
Kata Matt kepada Cezka. “Aku tau kamu berdarah Demon karena mata ketiga mu,
tapi aku ga nyangka km sudah menikah dengan mahkluk ini, aku sedikit kecewa.
Matthew Von Astoria nama yang keren, jadi ini makhluk ini Lorianne Von Astoria.”
Kata Cezka sambil melihat sinis ke arah Lori. “Siapa yang mahkluk ? honey,
boleh aku bungkam mulutnya ? Dia terus menghina.” Tanya Lori yang sudah sangat
geram. “Cezka, semenjak aku di usir dari keluarga ku, aku sudah bukan sepupumu
lagi, km anggota keluarga kerajaan, sedangkan aku bukan apa2, sekarang aku
sudah bertemu dengan keluarga ku, mohon kamu bisa mengerti.” Kata Matt
menjelaskan.
“Tenang Matt, aku akan menyelamatkan kamu sekarang dari mahkluk ini, kita bisa sama2 lagi kayak dulu.
Katanya salah satu dari Demon Lords kan ? km kuat ?” Kata Cezka sambil menunjuk
wajah Lori. “Wah benar2 km nantang ya…….cabut pedang mu kita selesaikan saja.
Aku tunjukkan kekuatanku.” Kata Lori dengan emosi sambil mencabut pedang nya.
“Hah memang itu mau ku. Sini maju.” Cezka pun mencabut pedangnya. Valia yang
berada di samping Lori langsung di bawa Rude menjauh. Philia dan Cecil pun maju
menghampiri Lori, “Lorianne ne, sabar….sabar…” Cecil langsung menangkap tangan
kanan Lori. “Lorianne ne san, jangan terpancing provokasinya, tenang…tenang.”
Philia juga langsung menangkap tangan kiri Lori. “Lepaskan….Philiandra, Cecilia…..Lepaskan.
HAAAAAAAH” Teriak Lori sambil mengeluarkan aura nya yang berwarna biru terang
yang mementalkan Cecil dan Philia juga Cezka. Cecil dan Philia langsung mendarat mulus
di belakang Matt. Mata Lori pun menjadi biru terang, begitupun pedang nya. Istana pun bergetar karena ledakan kekuatan Lori selama beberapa saat dan Lori maju mendekati Cezka.
“Lorianne tenang, aku sudah buktikan ke km kan, tolong tenang.” Kata Matt.
Lori pun tersadar dan mengeluarkan air mata.
”Sayang…..aku…..” Kata Lori. “Hehe, istri mu hebat Matt aku kagum, maaf ya
Lorianne, aku Cuma ngetes km, sebab aku ga mau Matt jatuh ke tangan yang
salah.” Kata Cezka menunduk di hadapan Lori yang masih berapi2. “Huh….” Lori
pun berbalik dan berjalan menuju tempat duduk nya di singgasana. Dia pun duduk
di sana sambil menenangkan diri di dampingi oleh Philia. “Cezka, km bercanda nya
kelewatan, kita memang teman masa kecil dan sepupu tapi aku tidak pernah
berjanji mau menikahi mu, lagipula km sudah punya tunangan sendiri kan. Jangan
goda istriku lagi ya.” Kata Matt “Haha maaf, iya aku ga iseng lagi, tapi km
sekarang jadi Demon Lord. Aku tau km dari kecil memang berbeda, jauh lebih kuat
dari siapapun dan lebih besar. Tapi bagaimana ceritanya ? dan kenapa km
menyandang nama itu ?” Kata Cezka. “Nanti kuceritakan, kenapa mereka adalah
keluargaku. Sekarang yang lebih penting, bagaimana kondisi kerajaan ?” Kata
Matt. “Semua sudah hancur Matt, Raja dan kedua permaisuri nya di bunuh, para
noble dan pejabat pemerintahan juga di habisi. Aku dan adik ku berhasil melarikan
diri karena di bantu oleh pasukan pemberontak setelah semua di kuasai.” Kata
Cezka menjelaskan. “Hmm apa masih ada yang selamat ? Kita lagi menyusun
kekuatan untuk menyerang balik Evil God.” Kata Matt. “Pasukan pemberontak
berjumlah seratus orang dan mereka bersembunyi di ibukota. Aku bisa kontak
mereka kalau kita ke ibukota. Ketua pemberontak adalah William, tunangan ku. Km
kenal kan Matt, Will” Kata Cezka. “Oh Will, ya aku tau” Kata Matt. “Cezka,
perkenalkan ini Ratu Vanadis, Valia.” Kata Matt sambil memperkenalkan Cezka
kepada Valia. “Salam kenal Cezka san. Aku Valia, saat ini aku bergabung dengan
New Astorian Empire untuk melawan Evil God. Dan ini adalah kepala ksatria ku
Rude.” Kata Valia sambil memperkenalkan Rude. “Papa Rude adalah papa dari
Lorianne.” Tambah Matt. “Ooooo, maaf oji san, tadi aku keterlaluan hehe.” Kata Cezka
kepada Rude. “Iya, tidak apa., salam kenal Cezka sama.” Kata Rude sopan. “Baiklah,
sekarang kita ke ibukota untuk menemui pimpinan pasukan pemberontak. Valia,
kira bagaimana ?” Tanya Matt. “Setuju, sekarang juga kita harus berangkat,
sebab kita tidak tau pergerakan musuh. Setelah menyelamatkan mereka baru kita
mencari alat penambah kekuatan milik Evil God dan menghancurkan nya.” Kata
__ADS_1
Valia. “Kalau begitu langsung saja, Jones, tolong km arahkan istana ini ke
ibukota ya.” Kata Matt kepada Jones. “Ok Matthew oni chan, aku sudah kerjakan.”
Jawab Jones. “Matt, aku minta tolong untuk melindungi adik ku Leonard, karena
dia adalah penerus takhta, kalau dia kenapa2 maka kerajaan ini benar2 akan
hilang.” Bisik Cezka kepada Matt. “Selama dia di sini, kita akan jamin dia
aman. Ronanta chan, tolong ajak pangeran Leonard ke dalam bersama2 dengan
Jones.” Kata Matt kepada Rona. “Baik Matthew oni chan.” Kata Rona yang langsung
mengajak Leonard yang di dampingi Prima masuk ke dalam ruangan baca. “Baiklah
Cezka, silahkan ikut aku ke ruang pertemuan di sana, Lorianne , Feiruss,
Philiandra dan Cecilia juga ikut dan Valia aku mohon ikut juga. Kita jelaskan
semuanya kepada Cezka.” Kata Matt. Mereka semua pun masuk ke ruang pertemuan.
Di dalam Matt menceritakan semuanya tentang asal usul nya sampai terbentuk nya
New Astorian Empire dan aliansi dengan kerajaan Vanadis, kemudian Valia juga
menceritakan legenda lainnya. “Tunggu dulu Matt, berarti ayah mu yang sesungguh
nya berasal dari dua ribu tahun yang lalu dan termasuk enam pahlawan dalam
legenda yang menyegel Evil God. Sulit di percaya, tapi aku sekarang mengerti
kenapa kamu dari kecil kuat sekali.” Kata Cezka setelah mendengar semuanya. “Benar,
aku, Lorianne, Feiruss, Philiandra, Cecilia dan Ronanta chan yang tadi mengajak
Leonard juga sama, dua ribu tahun yang lalu orang tua kami menjabat sebagai
Demon Lords selain sebagai Pahlawan dan bersaudara satu sama lain. Jadi Feiruss,
Philiandra, Cecilia dan Ronanta adalah adik2 ku dan Lorianne.” Matt menjelaskan
lagi. “Di kerajaan kita juga tertulis ramalan, ketika kerajaan di ambang
kehancuran, penyelamat dari suku Demon akan datang manghalau musuh.” Kata
Cezka. “Hampir di semua kerajaan mempunyai ramalan yang sama, nah sekarang lah
saat nya. Kebangkitan Evil God tidak bisa di hindari” Kata Valia menambahkan.
“Jadi, Putri Cezka teman Matthew saat kecil ?” Tanya Lori. “Benar, bagiku dan
Will dia itu adik kami, hanya saja, kami tidak bisa bermain bersama nya
sepanjang waktu. Matt selalu di kurung, penyebab nya adalah mata di dahinya,
aku dan Will terkadang membebaskan dia dan mengajak dia bermain di ibukota. Sewaktu
Matt di usir dari rumah nya, aku dan Will tidak bisa berbuat apa2, karena
keluarga kerajaan selalu di awasi oleh gereja.” Kata Cezka menjelaskan ke Lori.
“Oh begitu ya, maaf aku salah sangka kepada km.” Kata Lori minta maaf. “Haha
aku juga salah kok, tenang saja, tapi aku bersyukur Matt menemukan pendamping
seperti kamu Lorianne. Dia itu orang yang canggung dan sulit mengungkapkan
dirinya, jadi cocok kalau sama km yang sangat berterus terang dan bicara apa
yang km mau secara gamblang. Matt butuh orang seperti km di sampingnya.” Kata
Cezka. “Iya, terima kasih…..” Kata Lori dengan wajah merah. “Cezka, penduduk
ibukota apa semuanya sudah…..” Tanya Matt. “Tidak, Will membentuk pasukan
pemberontak karena ibukota di kuasai oleh ksatria hitam dan noble yang berpihak
kepada Pangeran Edgar, aku tidak tau jumlah penduduk yang selamat, tapi banyak
penduduk yang di jadikan budak oleh para noble dan ksatria. Sebagian di bawa ke
Xenobia untuk di jual. Tujuan pasukan pemberontak adalah membebaskan mereka dan
membangun lagi kerajaan. Untuk itulah, aku mengawal adik ku untuk lari ke
daerah Vanadis karena aku melihat dari kejauhan, langit di sana cerah. Nah baru
lah kami bertemu kalian.” Kata Cezka. “Apa keluarga angkat ku juga……” Kata
Matt. “Aku sebenarnya tidak mau mengabari ini, tapi aku harus. Keluarga mu
sudah di bantai oleh ksatria hitam atas perintah Count Dietrich, tangan kanan
dari Pangeran Edgar karena dianggap membangkang dan kakak perempuan mu Celine,
di jadikan alar pembuat keturunan oleh Evil God.” Kata Cezka. “Tidak….walau
mereka membuang dan membenci ku, tapi aku tak pernah lupa mereka mengasuh aku
sewaktu kecil.” Kata Matt murung. “Matthew……” Lori merangkul Matt. “Kalau aku
jadi kamu Matt, aku malah bersyukur, tapi karena aku paham sikap mu makanya
berat aku mau cerita walau sebenarnya aku senang mendengarnya. Celine kakak mu
itu kan dulu selalu kasar dan jahat terhadapmu, sekarang di mengalami kejadian
seperti itu . Jujur Matt, kalau aku mungkin malah senang.” Kata Cezka. “Aku
mengerti Cezka.” Kata Matt. “Baiklah, sekarang kita menunggu sampai ke ibu
kota, dua hari lagi kita sampai, semoga tidak kita sempat.” Kata Valia. “Aku
sudah lari dari ibukota seminggu yang lalu, kabar terakhir, pasukan pemberontak
tersisa seratus orang dan mereka bersembunyi di bawah gedung balai kota. Semoga
mereka masih di sana.” Kata Cezka khawatir. “Boleh aku menemani Bella di tempat
pertama aku bangun ?” Tanya Cezka. “Silahkan, kita sudah selesai. Nama tempat
itu Rumah sakit, bangunan yang khusus di gunakan untuk merawat orang yang sakit
dan terluka.” Lori menjelaskan. “Bisa temani aku Lorianne banyak yang mau aku
bicarakan sama kamu.” Kata Cezka. “Umm baiklah….” Kata Lori ragu2, dia masih
kesal sebenarnya karena kejadian sebelum nya, tapi dia tidak mau membuat Matt
kecewa. “Enam Demon Lords ya, kekuatan yang mengerikan.” Kata Cezka dalam hati
sambil tersenyum. Kemudian, Cezka bersama dengan Lori pergi menjenguk Bella di
__ADS_1
fasilitas kesehatan / Rumah sakit.