The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 27 The Princess of Beastmen Kingdom


__ADS_3

Keesokan harinya, flying castle pun mulai memasuki perbatasan Beastmen kingdom.


Matt, Fei , Lori, Philia, Cecil dan Rona bersama dengan Valia dan Rude berkumpul di singgasana, untuk memperhatikan gambar di monitor yang di operasikan oleh Jones. “Kita sudah mulai masuk


perbatasan, terus terang melihat kondisi langit sepertinya buruk, dan banyak


zombie berkeliaran sampai ke perbatasan. Berarti banyak penduduk tak berdosa


menjadi korban keganasan pasukan Evil God dan menjadi zombie yang berkeliaran.”


Kata Matt. “Benar2 mengerikan, kalau tidak salah di dekat sini ada sebuah kota


kecil. Disana ada guild petualang dan kebetulan aku kenal guildmasternya.” Kata


Rude. “Kalau begitu sebaiknya kita ke sana dulu sebelum ke ibukota.” Kata


Valia. “Apa nama kotanya Rude oji san ?” Tanya Fei . “Kota itu tidak ada


namanya, karena sebetulnya tadinya hanyalah sebuah penginapan tempat petualang  dan pedagang beristirahat dalam perjalanan menuju ibukota.


Karena banyaknya monster yang berkeliaran dan di temukan dungeon di daerah ini, maka di bangunlah guild petualang. Akhirnya lambat laun dengan sendirinya menjadi sebuah kota.” Rude menjelaskan.


“Baik, Jones tolong maju terus sampai terlihat kota.” Kata Matt. “Baik Matthew oni chan.” Kata


Jones. Istana terus bergerak maju secara perlahan sambil melihat kondisi di


luar melalui mnonitor. “Hei coba lihat itu…” Tunjuk Philia ke monitor. Tampak


di monitor ada dua kereta kuda yang tengah melaju menghindari zombie dan di


kejar oleh pasukan ksatria hitam. “Kita harus tolong mereka….sepertinya mereka


berusaha lari ke perbatasan.” Kata Lori. “Iya, cepat, kita tolong mereka.”


Tambah Valia. “Jones, aktifkan traktor beam, angkat kedua kereta itu ketika


mereka sampai jarak aman, supaya tidak ada zombie yang terbawa, para ksatria


tolong siaga di alun2. Fei , Philia, Cecil, kalian ke alun2 berjaga2 sekaligus


sambut mereka. **, keluarkan Doll untuk menyerang pasukan yang menyerang


menggunakan senjata kita yang baru. Ayo cepat.” Kata Matt memberi komando.


“Baik Matthew oni chan, traktor beam sudah siap, menyesuaikan koordinat


pengambilan dan tujuan, tembak.” Kata Jones sambil menekan tombol di konsol.


Kedua kereta kuda tersebut di angkat dan langsung tiba di alun2. Pasukan yang


mengejar terhenti karena kereta kuda nya menghilang, kemudian beberapa Doll


turun dan menembaki mereka sampai tidak ada yang lolos. Kedua kereta kuda yang


tiba di alun2, di kepung oleh ksatria dan pengemudi kereta pun di amankan. Fei ,


Philia dan Cecil mendekati kedua kereta itu. “Keluarlah, kalian sudah aman.”


Teriak Fei . Perlahan pintu kereta yang berada di depan di buka. Dari dalam


keluarlah seorang wanita muda yang mempunyai telinga kelinci memakai seragam


pelayan dan seorang anak laki laki berumur sekitar sepuluh tahun bertelinga dan


berekor kucing berwarna hitam. “Terima kasih sudah menyelamatkan kami.” Kata


wanita itu sambil membungkuk berterima kasih. Anak yang turun bersama nya


bersembunyi di balik wanita itu. “Maaf aku bertanya, kalian siapa ? Kenapa


kalian di kejar.” Tanya Fei lagi. “Nama ku Prima, aku adalah pelayan keluarga


kerajaan, anak ini adalah majikan ku , Pangeran  Leonard III Regulus. Aku mohon bantuannya,


tolong putri kerajaan kami di kereta di belakang.” Kata Prima kepada Fei .


“Philiandr tolong buka pintu kereta di belakang.” Kata Fei . Philia langsung


membuka kereta di belakang, dan di dalamnya ada dua orang terluka, seorang


putri bertelinga dan berekor kucing hitam, lalu seorang ksatria wanita


bertelinga dan berekor beruang. Keduanya memakai baju zirah lengkap.  Philia langsung mengeluarkan healing magic nya untuk menutup luka  dan menghentikan pendarahan ksatria dan putri itu.


“Cepat..bawa mereka ke rumah sakit di sebelah gedung arsip.” Teriak Philia.


Para ksatria yang mengepung langsung mengambil tandu dan membawa keduanya ke rumah sakit.


“Siapa mereka, Prima ?” Tanya Fei .


“Yang berzirah silver adalah putri kerajaan bernama Cezka Regulus dan ajudannya


bernama Bella. Terima kasih…..terima kasih…..” Kata Prima mendunduk kepada Fei .


“Tidak masalah, sekarang kita sembuhkan mereka dulu, baru kita bicara lagi.”


Kata Fei . Istana pun berhenti tidak bergerak . Fei , Philia dan Cecil menunggu


di depan pintu kamar rumah sakit, tempat Cezka dan Bella di rawat dan di jaga


Prima bersama Leonard. Tak lama kemudian Prima keluar dan mempersilahkan Fei dan


lainnya masuk. “Ngg dimana aku.” Cezka mulai bangun. “Bella….Bella….dimana ?”


Cezka mencari Bella dengan panic. “Tidak usah khawatir, Bella aman dan tidur di


selah anda.” Kata Fei . “Maaf, kalian siapa ?” Tanya Cezka kepada Fei sambil


memegang pedang nya. “Maaf, aku Feiruss Von Astoria, di sebelah kanan ku


Philiandra Von Astoria, dan di kiri ku Cecilia Von Astoria. Kami adalah tiga


dari enam Demon Lords yang memerintah New Astorian Empire. Salam kenal dan


selamat datang di tempat kami.” Fei memperkenalkan diri sekaligus Philia dan Cecil.


“Demon….Lords ? Kenapa aku bisa di sini ?” Tanya Cezka. “Yang mulia, ijinkan


saya menceritakan semuanya.” Prima mulai bercerta tentang pertolongan Fei dan


lainnya. Setelah mendengar cerita Prima. “Maaf kan ketidak sopanan ku,


perkenalkan aku Cezka Regulus putri dari kerajaan Beastmen, aku melarikan diri


menuju perbatasan bersama dengan adik, Putra Mahkota kerajaan. Di jalan kami di


serang oleh pasukan kstaria hitam yang memergoki kami. Aku dan Bella terluka


ketika melakukan perlawanan,  terima kasih telah menyelamatkan kami.” Cezka turun dari tempat tidurnya dan menunduk berterima kasih.


“Iya, kalian sebaik ny istirahat dulu menyembuhkan luka kalian” Kata Philia.


“Tidak apa2, aku sudah sembuh, ada yang ingin aku bicarakan.” Kata Cezka.

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu, silahkan ikut kami, kita menuju istana.” Kata Fei .


Mereka pun segera keluar dari rumah sakit dan menuju istana.


Sesampainya di istana mereka langsung ke ruang singgasana.


“Silahkan masuk putri Cezka  dan pangeran Leonard.” Kata Fei mempersilahkan


masuk. Di dalam Matt, Lori dan Rona sudah menunggu bersama dengan Valia dan


Rude. “Loh loh loh….Matt ?” Kata Cezka. “Oh Cezka ya.” Jawab Matt. Cezka langsung lari menghampiri Matt dan langsung melompat mendekap Matt seperti kucing mendekap majikan nya.


“Matt….Matt….Matt….lama ga ketemu.” Kata Cezka sambil terus mendekap Matt.


Fei, Philia dan Cecil kaget melihat nya. “Hei, siapa kamu, jangan asal nemplok.” Teriak


Lori sambil menarik dan melepaskan Cezka. “Siapa ini Matt, kurang ajar sekali.”


Kata Cezka memandang Lori. “Aku istrinya, mau apa kamu ?” Lori pun langsung


membalas Cezka.  “Aku teman masa kecilnya, sepupunya dan calon istrinya, mau apa kamu ?” Tantang Cezka. “Stop stop stop…..stop dulu ya, Cezka banyak yang aku mau ceritakan, sekarang namaku


Matthew Von Astoria, ini istriku Lorianne Von Astoria dan ini Ronanta Von


Astoria, kami bertiga bersama dengan Feiruss, Philiandra dan Cecilia adalah


enam Demon Lords penguasa New Astorian Empire. Detailnya nanti aku ceritakan.”


Kata Matt kepada Cezka. “Aku tau kamu berdarah Demon karena mata ketiga mu,


tapi aku ga nyangka km sudah menikah dengan mahkluk ini, aku sedikit kecewa.


Matthew Von Astoria nama yang keren, jadi ini makhluk ini Lorianne Von Astoria.”


Kata Cezka sambil melihat sinis ke arah Lori. “Siapa yang mahkluk ? honey,


boleh aku bungkam mulutnya ? Dia terus menghina.” Tanya Lori yang sudah sangat


geram. “Cezka, semenjak aku di usir dari keluarga ku, aku sudah bukan sepupumu


lagi, km anggota keluarga kerajaan, sedangkan aku bukan apa2, sekarang aku


sudah bertemu dengan keluarga ku, mohon kamu bisa mengerti.” Kata Matt


menjelaskan.


“Tenang Matt, aku akan menyelamatkan kamu sekarang dari mahkluk ini, kita bisa sama2 lagi kayak dulu.


Katanya salah satu dari Demon Lords kan ? km kuat ?” Kata Cezka sambil menunjuk


wajah Lori. “Wah benar2 km nantang ya…….cabut pedang mu kita selesaikan saja.


Aku tunjukkan kekuatanku.” Kata Lori dengan emosi sambil mencabut pedang nya.


“Hah memang itu mau ku. Sini maju.” Cezka pun mencabut pedangnya. Valia yang


berada di samping Lori langsung di bawa Rude menjauh. Philia dan Cecil pun maju


menghampiri Lori, “Lorianne ne, sabar….sabar…” Cecil langsung menangkap tangan


kanan Lori. “Lorianne ne san, jangan terpancing provokasinya, tenang…tenang.”


Philia juga langsung menangkap tangan kiri Lori. “Lepaskan….Philiandra, Cecilia…..Lepaskan.


HAAAAAAAH” Teriak Lori sambil mengeluarkan aura nya yang berwarna biru terang


yang mementalkan Cecil dan Philia juga Cezka. Cecil dan Philia langsung mendarat mulus


di belakang Matt. Mata Lori pun menjadi biru terang, begitupun pedang nya.  Istana pun bergetar karena ledakan kekuatan Lori selama beberapa saat dan Lori maju mendekati Cezka.


“Lorianne tenang, aku sudah buktikan ke km kan, tolong tenang.” Kata Matt.


Lori pun tersadar dan mengeluarkan air mata.


”Sayang…..aku…..” Kata Lori. “Hehe, istri mu hebat Matt aku kagum, maaf ya


Lorianne, aku Cuma ngetes km, sebab aku ga mau Matt jatuh ke tangan yang


salah.” Kata Cezka menunduk di hadapan Lori yang masih berapi2. “Huh….” Lori


pun berbalik dan berjalan menuju tempat duduk nya di singgasana. Dia pun duduk


di sana sambil menenangkan diri di dampingi oleh Philia. “Cezka, km bercanda nya


kelewatan, kita memang teman masa kecil dan sepupu tapi aku tidak pernah


berjanji mau menikahi mu, lagipula km sudah punya tunangan sendiri kan. Jangan


goda istriku lagi ya.” Kata Matt “Haha maaf, iya aku ga iseng lagi, tapi km


sekarang jadi Demon Lord. Aku tau km dari kecil memang berbeda, jauh lebih kuat


dari siapapun dan lebih besar. Tapi bagaimana ceritanya ? dan kenapa km


menyandang nama itu ?” Kata Cezka. “Nanti kuceritakan, kenapa mereka adalah


keluargaku. Sekarang yang lebih penting, bagaimana kondisi kerajaan ?” Kata


Matt. “Semua sudah hancur Matt, Raja dan kedua permaisuri nya di bunuh, para


noble dan pejabat pemerintahan juga di habisi. Aku dan adik ku berhasil melarikan


diri karena di bantu oleh pasukan pemberontak setelah semua di kuasai.” Kata


Cezka menjelaskan. “Hmm apa masih ada yang selamat ? Kita lagi menyusun


kekuatan untuk menyerang balik Evil God.” Kata Matt. “Pasukan pemberontak


berjumlah seratus orang dan mereka bersembunyi di ibukota. Aku bisa kontak


mereka kalau kita ke ibukota. Ketua pemberontak adalah William, tunangan ku. Km


kenal kan Matt, Will” Kata Cezka. “Oh Will, ya aku tau” Kata Matt. “Cezka,


perkenalkan ini Ratu Vanadis, Valia.” Kata Matt sambil memperkenalkan Cezka


kepada Valia. “Salam kenal Cezka san. Aku Valia, saat ini aku bergabung dengan


New Astorian Empire untuk melawan Evil God. Dan ini adalah kepala ksatria ku


Rude.” Kata Valia sambil memperkenalkan Rude. “Papa Rude adalah papa dari


Lorianne.” Tambah Matt. “Ooooo, maaf oji san, tadi aku keterlaluan hehe.” Kata Cezka


kepada Rude. “Iya, tidak apa., salam kenal Cezka sama.” Kata Rude sopan. “Baiklah,


sekarang kita ke ibukota untuk menemui pimpinan pasukan pemberontak. Valia,


kira bagaimana ?” Tanya Matt. “Setuju, sekarang juga kita harus berangkat,


sebab kita tidak tau pergerakan musuh. Setelah menyelamatkan mereka baru kita


mencari alat penambah kekuatan milik Evil God dan menghancurkan nya.” Kata

__ADS_1


Valia. “Kalau begitu langsung saja, Jones, tolong km arahkan istana ini ke


ibukota ya.” Kata Matt kepada Jones. “Ok Matthew oni chan, aku sudah kerjakan.”


Jawab Jones. “Matt, aku minta tolong untuk melindungi adik ku Leonard, karena


dia adalah penerus takhta, kalau dia kenapa2 maka kerajaan ini benar2 akan


hilang.” Bisik Cezka kepada Matt. “Selama dia di sini, kita akan jamin dia


aman. Ronanta chan, tolong ajak pangeran Leonard ke dalam bersama2 dengan


Jones.” Kata Matt kepada Rona. “Baik Matthew oni chan.” Kata Rona yang langsung


mengajak Leonard yang di dampingi Prima masuk ke dalam ruangan baca. “Baiklah


Cezka, silahkan ikut aku ke ruang pertemuan di sana, Lorianne , Feiruss,


Philiandra dan Cecilia juga ikut dan Valia aku mohon ikut juga. Kita jelaskan


semuanya kepada Cezka.” Kata Matt. Mereka semua pun masuk ke ruang pertemuan.


Di dalam Matt menceritakan semuanya tentang asal usul nya sampai terbentuk nya


New Astorian Empire dan aliansi dengan kerajaan Vanadis, kemudian Valia juga


menceritakan legenda lainnya. “Tunggu dulu Matt, berarti ayah mu yang sesungguh


nya berasal dari dua ribu tahun yang lalu dan termasuk enam pahlawan dalam


legenda yang menyegel Evil God. Sulit di percaya, tapi aku sekarang mengerti


kenapa kamu dari kecil kuat sekali.” Kata Cezka setelah mendengar semuanya. “Benar,


aku, Lorianne, Feiruss, Philiandra, Cecilia dan Ronanta chan yang tadi mengajak


Leonard juga sama, dua ribu tahun yang lalu orang tua kami menjabat sebagai


Demon Lords selain sebagai Pahlawan dan bersaudara satu sama lain. Jadi Feiruss,


Philiandra, Cecilia dan Ronanta adalah adik2 ku dan Lorianne.” Matt menjelaskan


lagi. “Di kerajaan kita juga tertulis ramalan, ketika kerajaan di ambang


kehancuran, penyelamat dari suku Demon akan datang manghalau musuh.” Kata


Cezka. “Hampir di semua kerajaan mempunyai ramalan yang sama, nah sekarang lah


saat nya. Kebangkitan Evil God tidak bisa di hindari” Kata Valia menambahkan.


“Jadi, Putri Cezka teman Matthew saat kecil ?” Tanya Lori. “Benar, bagiku dan


Will dia itu adik kami, hanya saja, kami tidak bisa bermain bersama nya


sepanjang waktu. Matt selalu di kurung, penyebab nya adalah mata di dahinya,


aku dan Will terkadang membebaskan dia dan mengajak dia bermain di ibukota. Sewaktu


Matt di usir dari rumah nya, aku dan Will tidak bisa berbuat apa2, karena


keluarga kerajaan selalu di awasi oleh gereja.” Kata Cezka menjelaskan ke Lori.


“Oh begitu ya, maaf aku salah sangka kepada km.” Kata Lori minta maaf. “Haha


aku juga salah kok, tenang saja, tapi aku bersyukur Matt menemukan pendamping


seperti kamu Lorianne. Dia itu orang yang canggung dan sulit mengungkapkan


dirinya, jadi cocok kalau sama km yang sangat berterus terang dan bicara apa


yang km mau secara gamblang. Matt butuh orang seperti km di sampingnya.” Kata


Cezka. “Iya, terima kasih…..” Kata Lori dengan wajah merah. “Cezka, penduduk


ibukota apa semuanya sudah…..” Tanya Matt. “Tidak, Will membentuk pasukan


pemberontak karena ibukota di kuasai oleh ksatria hitam dan noble yang berpihak


kepada Pangeran Edgar, aku tidak tau jumlah penduduk yang selamat, tapi banyak


penduduk yang di jadikan budak oleh para noble dan ksatria. Sebagian di bawa ke


Xenobia untuk di jual. Tujuan pasukan pemberontak adalah membebaskan mereka dan


membangun lagi kerajaan. Untuk itulah, aku mengawal adik ku untuk lari ke


daerah Vanadis karena aku melihat dari kejauhan, langit di sana cerah. Nah baru


lah kami bertemu kalian.” Kata Cezka. “Apa keluarga angkat ku juga……” Kata


Matt. “Aku sebenarnya tidak mau mengabari ini, tapi aku harus. Keluarga mu


sudah di bantai oleh ksatria hitam atas perintah Count Dietrich, tangan kanan


dari Pangeran Edgar karena dianggap membangkang dan kakak perempuan mu Celine,


di jadikan alar pembuat keturunan oleh Evil God.” Kata Cezka. “Tidak….walau


mereka membuang dan membenci ku, tapi aku tak pernah lupa mereka mengasuh aku


sewaktu kecil.” Kata Matt murung. “Matthew……” Lori merangkul Matt. “Kalau aku


jadi kamu Matt, aku malah bersyukur, tapi karena aku paham sikap mu makanya


berat aku mau cerita walau sebenarnya aku senang mendengarnya. Celine kakak mu


itu kan dulu selalu kasar dan jahat terhadapmu, sekarang di mengalami kejadian


seperti itu . Jujur Matt, kalau aku mungkin malah senang.” Kata Cezka. “Aku


mengerti Cezka.” Kata Matt. “Baiklah, sekarang kita menunggu sampai ke ibu


kota, dua hari lagi kita sampai, semoga tidak kita sempat.” Kata Valia. “Aku


sudah lari dari ibukota seminggu yang lalu, kabar terakhir, pasukan pemberontak


tersisa seratus orang dan mereka bersembunyi di bawah gedung balai kota. Semoga


mereka masih di sana.” Kata Cezka khawatir. “Boleh aku menemani Bella di tempat


pertama aku bangun ?” Tanya Cezka. “Silahkan, kita sudah selesai. Nama tempat


itu Rumah sakit, bangunan yang khusus di gunakan untuk merawat orang yang sakit


dan terluka.” Lori menjelaskan. “Bisa temani aku Lorianne banyak yang mau aku


bicarakan sama kamu.” Kata Cezka. “Umm baiklah….” Kata Lori ragu2, dia masih


kesal sebenarnya karena kejadian sebelum nya, tapi dia tidak mau membuat Matt


kecewa. “Enam Demon Lords ya, kekuatan yang mengerikan.” Kata Cezka dalam hati


sambil tersenyum. Kemudian, Cezka bersama dengan Lori pergi menjenguk Bella di

__ADS_1


fasilitas kesehatan / Rumah sakit.


__ADS_2