The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 39 Re take the capital of Far East Empire, new destination


__ADS_3

Sampai di ruang singgasana mereka langsung melihat monitor dan melihat flying castle sudah berjalan menuju ibukota dengan rute yang sudah di set sebelum nya oleh Jones.


“Ronanta chan, kita2 berapa lama kita sampai ke ibukota.” Kata Matt.


“Kita sampai dalam empat hari Matthew oni chan.” Jawab Rona.


“Baik , selama dalam perjalanan kita bisa melakukan persiapan dan pengecekan.” Kata Matt.


“Kaisar Wu, mari kita masuk ke dalam, aku ingin menjelaskan strategi kita.” Kata Matt.


Rapat strategi pun di mulai bersama dengan kaisar di dalam ruangan pertemuan.


Setelah itu, Matt mengajak kaisar menuju ke gedung militer untuk memperkenalkan teknologi Doll, Golem dan


Drone kepada kaisar. Karena Cecil ada di situ, dia langsung menjelaskan semuanya kepada kaisar. Setelah itu, Lori dan Philia mengajak kaisar berkeliling kota dari alun2 sampai peternakan.


“Oh di sini ada ladang juga ya…” Kata kaisar.


“Iya, yang mulia, di sini kita menanam bermacam2 tanaman obat dan bahan pangan.” Kata Philia.


“Nah kalau ladang yang kosong itu boleh aku pinjam untuk menanam padi ? aku akan mengubah nya menjadi sawah.” Kata Kaisar.


“Boleh sekali, aku suka nasi putih.” Kata Lori.


“Haha tak di sangka, ada orang di luar dari kekaisaran yang suka dengan nasi. Km pasti dari Kerajaan Vanadis ya.” Kata Kaisar.


“Betul yang mulia, kita ber enam semuanya besar di kerajaan Vanadis. Jadi tidak heran kalau kami ber enam menyukai nasi.” Kata Lori lagi.


“Bagus…bagus…hahaha.” Kaisar pun tertawa senang. Kemudian mereka mengunjungi pelabuhan dan melihat produksi persenjataan di armory. Dan tidak lupa mereka mengajak kaisar ke convini store, yang kebetulan ada Rona dan Jones di sana.


Setelah semua itu, mereka kembali ke istana bersama kaisar. Pengumuman pun di berikan dari istana kepada penduduk bahwa flying castle akan memasuki peperangan empat hari lagi, dan menghimbau penduduk supaya siaga.


Tiga hari kemudian, flying castle berhenti di hutan dekat ibukota untuk mengisi energy.


Persiapan terakhir pun sudah di lakukan. Malamnya semuanya beristirahat untuk


menyambut peperangan besok. Matt, Lori dan adik2 nya berkumpul di rumah Matt.


“Besok adalah saat nya….” Kata Matt.


“Aku sudah tidak sabar untuk mengamuk besok.” Kata Fei sambil merapatkan kedua tinjunya.


“Jangan terlalu gegabah, kita harus menghadapi naga biru itu, walaupun dengan kekuatan kita sekarang aku


yakin akan menang.” Kata Lori.


“Iya Fei, Lori ne san benar tuh, jangan terlalu berlebihan.” Kata Philia.


“Tapi aku setuju sama Fei ni, sebab gabungan kita ber enam pasti bisa menghancurkan pasukan sebanyak apapun, jadi bisa mencegah jatuh nya korban lain.” Kata Cecil.


“Ya benar, tapi tetap kita tidak boleh sembrono, ingat sewaktu di ibukota vanadis, juga sewaktu di beastmen kingdom sekalipun kita berhasil melewatinya tapi kita lumayan kewalahan kan karena kalah jumlah.”


Kata Matt.


“Tenang Matt oni chan, kekuatan kita sekarang tidak bisa di bandingkan dengan yang dulu, maksudnya kalau dulu saja kita bisa menang dengan gemilang, apalagi sekarang, benar ga ?” Kata Rona.


“Nah Rona chan benar, aku jadi bersemangat.” Kata Fei.


“Wow hebat Rona chan, ini baru adikku satu2 nya.” Kata Cecil sambil memeluk Rona.


“Cecil one chan, jadi sesak nih.” Kata Rona.


“Hahaha” mereka pun tertawa.


“Eh aku usul, bagaimana kalau sekarang kita ke makam ? kita sudah lama tidak menengok orang tua kita.” Kata Philia.


“Malam2 begini ? tapi aku ok saja, memang benar, sudah lama kita tidak kesana.” Kata Lori.


“Tunggu apa lagi, ayo kita berangkat.” Kata Matt. Mereka pun keluar rumah dan menuju ke makam. Kemudian mereka langsung membersihkan makam orang tua mereka, menaruh bunga dan berdoa kepada orang tua mereka.


“Papa mama, sekalian, mohon maaf kami ber enam baru menengok lagi ke sini, kami besok akan berperang.


Sekarang kami sudah memutuskan untuk meneruskan perjuangan kalian. Mohon restu kalian.” Matt berkata mewakili semuanya di depan makam orang tuanya.


Kemudian mereka pun bersujud memberi hormat. Kemudian mereka pun kembali ke rumah


masing2 dan beristirahat.


Keesokan harinya, Flying Castle sampai di ibukota. Kemudian, Flying Castle memutari ibukota dan masuk ke dalam ibukota melalui bagian belakang ibukota yang merupakan persawahan.


“Turunkan seribu unit Doll bersenjata lengkap dengan teknologi stealth dan  Turunkan sepuluh golem sebagai pancingan.” Kata Matt.


** dan lainnya langsung melaksanakan nya. Golem yang besar sebanyak sepuluh unit pun menyerang


ibukota dari belakang membuat semua pasukan hitam di dalam panic dan memusatkan serangan ke golem itu.


“Hmm tidak ada necromancer yang keluar. Dan Naganya belum muncul. Kita sebaiknya bersiap2, semuanya, kita menuju pelabuhan, Jones terus pantau monitor dan update ke kita kalau ada pergerakan naga nya.” Kata


Matt.


“Baik, Matthew oni san.”  Jawab Jones.


Kemudian Matt dan lainnya keluar dengan cara melompat dari balkon dan berlari ke pelabuhan. Semua pasukan ksatria hitam terus mengepung golem2 itu dan menyerang nya tanpa sadar mereka sudah di kepung oleh seribu unit Doll yang menghilang. Ketika semua pasukan sudah keluar seluruh nya, Matt memerintahkan


Doll menyerang dan menghabisi mereka. Taktik ini membuahkan hasil yang gemilang, seluruh pasukan utama berhasil di basmi tanpa ada pasukan undead yang ikut campur. Kemudian, pasukan Far East Empire masuk kedalam ibukota bersama dengan golem2 yang terus maju menuju komplek istana  kerajaan yang bernama forbidden city. Pasukan kaisar terus menyebar ke seluruh pelosok ibukota menghabisi zombie2 yang

__ADS_1


berkeliaran dan necromancer2 yang tidak sempat bertindak.


“Ibukota sudah berhasil kita duduki, sekarang bagian tersulit yaitu merebut Forbidden City.” Kata Matt.


“Ya benar Matthew ni san, saat nya kita turun.” Kata Fei.


Mereka ber enam segera turun menggunakan taktor beam dan langsung sampai di gerbang


Forbidden City.


“Semua siap…” Tanya Matt.


“Aku sudah siap, kelihatan nya Lori ne san, Philia, Cecil dan Rona chan sudah ok juga.” Kata Fei.


“Baiklah, ayo kita masuk, mulai dari sini, biar kita duluan yang membuka jalan.” Kata Matt kepada para prajurit kekaisaran.


“Baik, yang mulia.” Mereka menjawab.


“Ayo masuk…..” Kata Matt sambil mendorong pintu gerbang dan membukanya.


Forbidden city adalah sebuah komplek istana yang sangat luas, dari pintu gerbang menuju\ istana terdapat lapangan yang sangat luas yang biasa di gunakan untuk berkumpul nya pasukan. Matt dan lainnya menuruni tangga dan berjalan di jalan yang mengarah ke gedung utama istana. Tiba2, dari langit muncul angin ****** beliung yang turun di depan mereka.


“Awas hati2….sesuatu datang.” Kata Matt langsung memasang kuda2 nya. Fei dan lainnya pun bersiap2.  Didalam angin itu tampak satu sosok besar seperti ular, dan ketika angin menghilang terlihatlah seekor naga biru yang sangat besar dan panjang seperti ular dengan banyak luka di badannya. Naga itu sudah mati dan menjadi undead. “Groooar” Naga itu mengeluarkan suaranya yang besar.


“Selamat datang di forbidden city, nama ku Geiss  dari Xenobia, aku adalah jendral yang melayani Pangeran Edgar. Kalian tidak akan keluar dari sini hidup2, hebat kalian bisa sampai disini, pangeran Edgar sudah memperingati ku tentang kalian.” Kata Geiss.


“Hah, jangan asal bicara. Kamu yang akan kami basmi.” Kata Fei.


“Hahaha besar sekali mulut mu. Kalian tidak mungkin bisa mengalahkan ku, aku abadi hahahaha.” Kata Geiss. “Serang mereka.” Katanya lagi setelah selesai tertawa. Naga biru itu langsung menyerang ke arah  mereka dengan gigitan nya. Matt menahan nya dengan skill Absolute Defense nya dan mengunci kepalanya dengan halberd nya “Earth Halberd. Halberd Lock Thurst”. Rona langsung melompat ke kepalanya dengan menaiki Chappy dan mengayunkan sabit besar nya ke badan naga itu “Dark scythe, Binding Slash” Setiap sabetan sabitnya mengeluarkan rantai yang mengikat badan naga itu ke lantai. Naga itu pun meronta, berusaha


melepaskan kunci kepala Matt dan badan nya yang di ikat dengan rantai.  Fei, Lori dan Cecil langsung menyerang dari tiga sisi dan Philia terus menyerang dengan menembakkan kedua crossbow nya


dengan bertubi2. “Water Katana, Nodachi X slash.” Lori mengeluarkan salah satu skill nya dan mengenai badan naga itu dari sebelah kanan. “Blood Fire Katar,  Lotus multiple Blows.” Feijuga mengeluarkan


jurus nya dan memukul bertubi2 ke badan naga dari sebelah kiri. Feidan Lori menyerang titik yang sama, bagian yang tidak di ikat rantai Rona.


“Lorianne ne, Feirus oni, minggir…..” Teriak Cecil yang menyerang dari atas. Lori dan Feilangsung mundur mendengar teriakan Cecil.


“Wind Double Stick, Tornado swing.” Cecil berputar kencang mengayunkan senjatanya seperti tornado yang turun menghantam badan naga itu di posisi tengah. Naga itu pun langsung diam karena di hantam angin tornado Cecil dan tidak begerak. “Holy Crossbow, Barrage Shot.” Philia langsung menghujani badan


naga yang terkena tornado Cecil dan memutuskan badan nya.


“Sekarang Philiandra ne.” Teriak Cecil lagi ketika tornado nya selesai dan setelah badan ular


terputus yang sudah mulai regenerasi.


“Holy Magic, Turn undead X.” Philia langsung mengeluarkan skill untuk memusnahkan undead.


Pilar cahaya Holy pun memenuhi seluruh lapangan sampai ke istana.


“Tidak mungkin………..Pangeran Edgar…….” Teriak Geiss yang seorang lich karena terkena Magic Philia. “Uooooh mereka berhasil, hidup Demon Lords sama.” Teriak para prajurit kekaisaran ketika melihat pilar cahaya yang masuk ke dalam.


“Kita belum selesai.” Kata Matt.


“Ya, kita masih harus hancurkan mesin nya. Philiandra km tunggu di sini, kamu kelelahan.” Kata Fei.


“Feirus, jangan remehkan aku, aku ikut.” Kata Philia sambil menggandeng tangan Fei dan tersenyum.


“Ayo kita ber enam di tambah Chappy masuk, aku duluan sama Chappy.” Rona langsung masuk sambil menunggang Chappy.


“Hey Ronanta chan tunggu.” Teriak Lori. Mereka semua pun masuk ke dalam istana.


Di dalam istana, mereka melihat ada dua mesin besar yang berfungsi sama seperti di kota Azer dan


di istana Lord Valam, satu menyedot dari dalam bumi dan yang satunya mengambil intisari makhluk hidup, terlihat ada lima orang tergantung dengan pergelangan lengan dan kaki yang di potong di pasangi selang yang mengarah ke mesin, dua di antaranya anak kecil dan satu orang ibu yang sudah tua. Matt dan lain nya pun


trenyuh melihat nya, mengingatkan mereka dengan kejadian di istana Lord Valam terhadap ayah dan ibu nya. Tanpa pikir panjang, Cecil langsung menghancurkan mesin yang mengambil intisari makhluk hidup itu dengan senjatanya sambil menangis karena teringat kejadian dulu yang menimpa orang tuanya, dan lainnya membebaskan ke lima orang itu. Philia langsung menyembuhkan pergelangan tangan dan kaki mereka dengan skill nya dan menghentikan pendarahan nya. Kemudian, para prajurit pun memasuki istana bersama Yuan Long.


“Ibu” Teriak Yuan long sambil memeluk seorang wanita tua yang baru di bebaskan. “Yuan……long, syukurlah.” Ibu itu menjawab dan kemudian memenjamkan mata selama2 nya.


“Ibuuuuuu…Aaaah” Yuan Long berteriak sambil menangis. Mereka semua pun trenyuh melihat nya. Tak lama kemudian, Valia pun masuk dan memeluk Yuan Long dari belakang.  Kedua anak yang di selamatkan pun selamat dan bisa bertahan hidup,


sedangkan dua wanita lainnya meninggal. Para prajurit kemudian menghancurkan mesin yang satunya dan lagit pun terbuka, matahari mulai masuk menyinari istana. Kaisar Shen Wu Ling masuk ke dalam dan melihat Yuan Long yang menangis sambil memeluk ibu nya. Kaisar memegang pundak Yuan Long yang sedang di peluk Valia.


“Anakku, relakan lah, ibu mu sudah di nirwana.” Kata nya dengan nada sedih dan menitikkan air mata. “Demon Lords, terima kasih, terima kasih kalian sudah membebaskan kami.” Kata Kaisar yang berlutut di depan Matt dan lainnya sambil menangis.  Matt dan lainnya pun berlutut di depan kaisar,


“Sudah tugas kami yang mulia.” Kata Matt sambil memegang kedua tangan tua kaisar yang


bergetar karena berusaha menahan sedih dan tangis. Seluruh prajurit dan murid


perguruan pun bersujud dan menunduk, memberi penghormatan kepada ratu yang


meninggal dan menunjukkan kesetiaan kepada kaisar mereka yang sedang berlutut.


Suasana Duka dan kesedihan menyelimuti Forbidden City dan ibukota kekaisaran.


Setelah semua nya tenang, Matt dan lainnya bertemu dengan kaisar dan Yuan Long  di ruang singgasana kekaisaran. Matt dan lainnya berlutut di hadapan kaisar yang duduk di singgasana dan Yuan Long yang berdiri di sebelah nya.


“Berdirilah para Pahlawan, kalian tidak perlu berlutut padaku.” Kata Kaisar sambil menghampiri


Matt dan menarik tangan nya supaya berdiri.


“Aku yang harus berlutut kepada kalian, kalian sudah menunjukkan kepada kami semua kemampuan dan kekuatan kalian, mulai saat ini kekaisaran akan membantu kalian dan bekerjasama dengan kalian dalam membasmi kegelapan. Dan kekaisaran akan tunduk kepada kalian.” Kata Kaisar.


“Baik yang mulia, kami sangat berterima kasih.” Kata Matt.

__ADS_1


“Baiklah, sekarang apa rencana kalian ?” Kata Kaisar lagi.


“Kami akan terus memberantas kegelapan dan kami akan menghancurkan sumbernya yaitu kerajaan


Xenobia. Kami masih mencari sekutu untuk menandingi kekuatan mereka. Apa kaisar ada petunjuk ?” Kata Matt.


“Hmm anakku mungkin punya petunjuk.” Kata Kaisar.


“Ya, berdampingan dengan kekaisaran kami, di benua ini juga, ada sebuah tembok tinggi yang  besar di barat yang membentang membelah benua ini,  kita tidak pernah bisa melewatinya sehingga tidak tau ada apa di balik tembok tersebut, sangat misterius. Kami mendapat laporan ketika pasukan hitam menguasai daerah kekaisaran dan kalian belum tiba di sini bahwa beberapa kompi pasukan ksatria hitam datang kesana dan menyelidiki tembok tersebut.” Kata Yuan Long.


“Hmm berarti mereka tertarik dengan apa yang ada di balik tembok ?” Kata Matt.


“Menurut laporan mata2, mereka mengamati dan berusaha menerobos tembok, kemudian mereka lenyap begitu saja, tidak tahu apakah mereka mati atau berhasil masuk. Menurut legenda, di sebelah tembok itu adalah tempat tinggal dewa2.  Aku yakin, pasukan hitam mengambil alih kekaisaran untuk menyelidiki tembok itu dan masuk ke balik nya.” Kata Yuan Long menjawab pertanyaan Matt.


“Apa tidak bisa kita masuk melalui laut dan memutari benua ini ?” Kata Rona.


“Kami pernah mencobanya dulu sekali, tembok itu memotong laut juga sampai di bawah laut. Kami menyebut tembok itu sebagai ujung dunia.” Kata Yuan Long.


“Hm sebentar, Jones, apa km bisa meluncurkan satu satelit dan memantau kondisi planet dari luar dan lihat ada apa di sebelah planet ini ?” Kata Rona lewat alat komunikasi.


“Baik sebentar…” Kata jones yang menjawab Rona.


Tak lama kemudian, “Ronanta, satelit kita hancur satu, ada tembok besar yang menghalangi utk melihat sisi belakang planet ini. Satelit kedua berhasil memutari seluruh planet yang kita tinggali dan ternyata semuanya


di batasi tembok sehingga menutupi seluruh planet. Menurut data dari satelit kedua, yang menciptakan tembok ini bukan manusia bumi atau reptilian dan umurnya sudah sangat tua.” Kata Jones lagi.


“Hmm berarti tembok itu membelah sisi planet di depan dengan sisi belakang nya dan sampai ke luar angkasa.” Kata Rona.


“Betul sekali, benar2 misterius, aku baru pernah melihat yang seperti ini.” Kata Jones lagi.


“Terima kasih Jones, aku sayang km.” Kata Rona.


“Iya, aku juga sayang km.” Kata Jones.


“Matthew oni chan, ternyata tembok itu sampai luar planet ini, dan ternyata memang benua paling besar tempat  kekaisaran berada ini yang terbelah dua. Sampai sekarang kita tidak mengetahuin nya karena posisi kita jauh dari tembok itu.” Kata Rona.


“Sebentar, jadi maksud mu, dunia tempat kita sekarang tinggal hanya setengah ? dan di balik tembok itu setengah nya lagi ?” Kata Fei.


“Ya, seperti itu, bagi kita tembok itu adalah ujung dunia, seperti yang di katakan legenda kekaisaran ini.” Kata Rona.


“Hmm pantas Evil God begitu tertarik masuk ke sana.” Kata Matt.


“Berarti tujuan kita selanjut nya jelas kan ?” Kata Cecil.


“Ya, kita coba selidiki tembok itu, bagaimana pendapat mu sayang ?” Kata Lori.


“Ya, aku setuju, ini bisa jadi tujuan kita selanjutnya.” Kata Matt.


“Benar matthew ni san, selain kita menyelidiki tembok nya kita juga harus tau tujuan Evil God yang ingin masuk ke balik tembok itu.” Kata Philia.


“Berarti tujuan kita selanjut nya adalah tembok itu, bagaimana cara kita kesana ?” Tanya Fei.


“Aku bisa memberikan arah nya, sebab aku berencana ikut kalian.” Kata Yuan Long.


“Oh benarkah ? apa tidak masalah yang mulia ?” Tanya Matt kepada Kaisar.


“Memang aku akan megutus anak ku dan di tambah seratus murid perguruan untuk membantu


kalian, aku sudah bilang tadi, bahwa kami sekarang berada di bawah perintah kalian. Dan siap membantu kalian kapan pun kalian butuhkan.”  Kata Kaisar ber api2.


“Baiklah kalau memang itu keputusan kaisar, dengan senang hati kami menyambut pangeran Yuan Long dan


murid2 perguruan di istana kami.” Kata Matt kepada Kaisar.


“Baiklah, tujuan kalian sudah jelas, silahkan kalian beristirahat dulu dan mengisi energy di kekaisaran kami, dan sekarang sudah saat nya.” Kata Kaisar.


“Saat nya apa yang mulia ?” Tanya Matt heran.


“Valia, silakan maju kedepan.” Kata Kaisar. Valia pun maju ke depan.


“Anakku silahkan maju ke depan.” Tambahnya. Yuan Long pun maju kedepan.


“Nah kalian berdua, ambil lah cangkir ini.” Kata Kaisar.


Seorang pelayan memberikan dua cangkir minuman untuk Valia dan Yuan Long.


“Silahkan angkat cangkir kalian dan berikan penghormatan kepada langit tiga kali.” Kata Kaisar.


Mereka pun menuruti kaisar dengan mengangkat cangkir tiga kali ke atas dan meminum isi cangkir. Pelayan langsung mengisi kembali cangkir mereka dengan arak.


“Sekarang kalian berlutut dan beri penghormatan kepada ku, orang tua kalian.” Kata Kaisar sambil memegang cangkir. Mereka pun menuruti nya, dan bersama dengan kaisar mereka meminum nya lagi, pelayan pun langsung mengisi cangkir nya lagi.


“Nah sekarang kalian berhadapan satu sama lain, dan memberi penghormatan, kemudian Valia minum dari cangkir Yuan dan sebalik nya.” Kata kaisar lagi. Mereka pun menuruti, setelah menunduk satu sama lain dan


menyilangkan tangan mereka dan meminum minuman nya.


“Sekarang kalian berdua berdirilah dan menghadap aku.” Kata Kaisar yang juga berdiri.


“Bawa kesini nampan nya.” Kata Kaisar kepada pelayan. Pelayan pun membawa nampan berisi sebuah


gulungan surat dan sebuah stempel kekaisaran.


“Shen Yuan Long, mulai hari ini kamu adalah kaisar di kekaisaran ini, berlututlah dan terima titah mu.” Kata


Kaisar berteriak. Yuan long bingung dan menoleh kepada Valia. Tapi karena dia tidak bisa bertanya saat itu, dia menuruti ayah nya dan berlutut kemudian menerima nampan nya.

__ADS_1


“Berdirilah anakku, dan menantuku, kalian sudah resmi menjadi suami istri karena sudah melalui upacara pernikahan yang ku pandu tadi, dan mulai sekarang Yuan Long adalah kaisar di negeri ini, mohon jaga dia Valia, dan Yuan Long, jagalah Valia. Gulungan surat ini adalah perjanjian kerjasama dan pertunangan kalian yang aku tandatangi bersama dengan saudaraku Vanadis. Dengan begini sudah selesai tugasku. Akhirnya aku bisa bertemu si Vanadis tua dan ibu mu Yuan. Terima kasih kalian berdua. Selamat tinggal.” Kata Kaisar yang


langsung terduduk dengan tegap dan memegang tombak nya, kemudian kaisar pun meninggal.


__ADS_2