
Melihat Celine kalah, Drax langsung melepas pertahanan dan langsung tertusuk oleh
Claw milik Fei di dadanya. “Drax…kenapa ?” Tanya Fei yang kaget karena tiba2
Drax pasrah. “Maafkan aku, sewaktu di kota Azer sebelum ekspedisi, aku mendapat
kabar kalau anak ku di tangkap di Xenobia. Sebagai gantinya, aku harus menjadi
mata2 gereja di Vanadis. Ketika melihat kalian, aku memiki sedikit harapan.
Tapi kalian kemudian menghilang setelah menangkap Count Dietrich, aku pun menjadi putus asa. Kemudian aku di perintahkan untuk menghancurkan kota labirin dari dalam dan melepaskan Count
Dietrich. Setelah itu, aku terus menjadi mata2 sampai hampir meguasai ibukota
Vanadis. Tiba2 kalian kembali, dan aku sudah mau berpihak kepada kalian karena
kalian adalah harapan. Tapi, ketika kita sampai di perbatasan Beastmen, aku
melihat zombie di bawah yang ternyata adalah anak ku. Tujuan awalku ke sini
sebenarnya aku mau bertanya kepada Count Dietrich tentang anak ku. Aku di
manfaatkan, kalau aku membocorkan keberadaan kalian, mereka akan memberi tahu
aku. Maafkan aku Feiruss, ternyata anak ku sudah mati, Ratu Celine menggunakan
dia sebagai makanan nya dan menjadi zombie. Mereka baru memberi tahu aku ketika
kalian sudah di depan istana. Aku memang berencana mau mati dan aku sangat
bersyukur aku mati di tangan mu Feiruss. Terima kasih……..” Kata Drax yang
kemudian langsung meninggal. Fei yang mendengar cerita Drax menangis dan bangun
menuju ke arah Count Dietrich. “Hey…..kita bertemu lagi.” Ucap Fei dengan
marah, matanya berubah menjadi merah dan taringnya keluar. Kondisi Fei saat ini
hampir sama ketika dia mengamuk di camp pasukan ksatria hitam di depan desanya
yang hancur. “Hiiii……ampun.,….jangan dekati aku….tolong..” Count Dietrich
merangkak berusaha lari dari Fei . “Mau kemana hah….hehe.” Kata Fei dengan
wajah yang mengerikan. Count Dietrich yang merangkak mundur pun sudah tidak
bisa mundur lagi karena terpentok dinding. “Tolong….maafkan aku….aku ga
bersalah….” Kata nya sambil terkencing2. “Hehe…..” Fei mendekati dengan wajah
yang mengerikan dan tertawa. “Feiruss.” “Feiruss oni” Philia dan Cecil langsung
berlari menangkap Fei dan memegangi tangan nya. “Philiandra….Cecilia….lepaskan.”
Kata Fei dengan suara mengerikan. “Tidak……” Jawab Philia dan Cecil.
“LEPASKAAAAN” Fei menghentakkan tenaga dan mementalkan Cecil dan Philia yang
tetap memegang kedua lengan Fei . “Feiruss….stop” Lori menghadang dari depan.
“Arghhhhhh “ Sekali lagi Fei menghentakkan tenaga nya. Mereka bertiga pun
terpental. “Feiruss maafkan aku.” Matt memukul tengkuk Fei sehingga Fei akhirnya
pingsan. Wajah nya pun kembali normal dan menangis ketika pingsan.
“Kalian tidak apa2 ?” Tanya Matt kepada Philia, Cecil dan Lori. “Tidak apa2 Matthew
oni. Feirus oni……” Kata Cecil sambil merangkul Fei yang pingsan. “Tidak apa2 ni
san. Feiruss.” Philia juga merangkul Fei . “Aku tidak apa2 honey, Feiruss…..”
Kata Lori sambil melihat Fei dan di peluk oleh Matt. Count Dietrich diam2
berusaha kabur melihat Fei yang pingsan. “Hei, mau kemana ?” Will pun menangkap
Count Dietrich. “Matt, kita harus hancurkan mesin pembuat miasma di bawah
singgasana ini.” Kata Will kepada Matt. “Baik, Lorianne, Ronanta chan ikut aku
bersama Chappy, Philiandra dan Cecilia, tolong jaga Feiruss.” Kata Matt. Lori
memegang pundak Philia dan Cecil kemudian pergi mengikuti Matt. Mereka pun
mengikat Count Dietrich dan menggantung nya di atas singgasana. Kemudian Will
menekan tombol di kursi singgasana. Kursi itu pun bergeser dan terdapat anak
tangga menuju ke bawah. “Di bawah sini.” Kata Will sambil masuk ke dalam.
Mereka akhirnya sampai di ruangan bawah dan melihat mesin seperti yang mereka
lihat di kota Azer hanya saja lebih besar. Matt, Lori dan Chappy kemudian
menghancurkan mesin itu berkeping2. Sinar matahari pun mulai menyinari ruang
singgasana tempat Fei pingsan. “Drax……” Fei mulai terbangun. “Feiruss” “Feiruss
oni” Kata Philia dan Cecil melihat Fei sudah lega. Fei pun memeluk keduanya dan
mulai menangis tersedu2. Fei beberapa kali berlatih bersama Drax dan sudah
menganggap Drax sebagai paman nya sekaligus sahabatnya, makanya ketika dia
melihat Drax berkhianat, dia sangat sakit hati. Ketika dia tau tindakan di
balik pengkhiatan Drax, dan apalagi dia membunuh Drax dia jadi marah sampai
kehilangan kesadaran menyasar Count Dietrich. Philia dan Cecil terus memeluk Fei
dan menangis bersama Fei . Matt dan lainnya pun keluar dari ruangan di bawah
singgasana dan menghampiri Fei . “Feiruss, maaf aku terpaksa membuat mu
pingsan.” Kata Matt. “Aku mengerti ni san, terima kasih.” Kata Fei . Kemudian
dia melihat Will yang membawa Count Dietrich. “Kita mau apakan dia ?” Tanya Fei.
__ADS_1
“Tidak ada, nanti km lihat.” Kata Lori. Mereka pun keluar istana.
Sinar matahari sudah menerangi seluruh wilayah ibukota. “Will, serahkan orang itu
padaku.” Kata Matt. “Ok, km mau apa ?” Tanya Will sambil menyerahkan Count
Dietrich yang di ikat. “Iya, km mau apa, aku sudah tidak berdaya, tidak boleh
menyakiti orang yang tidak berdaya.” Kata Count Dietrich ketakutan. “Ah tidak,
aku Cuma mau ini. Bye2” Kata Matt sambil menendang Count Dietrich yang langsung
jatuh kebawah jembatan penghubung istana. Dibawah sudah menunggu zombie2 yang
sangat banyak menunggu jatuh nya Count Dietrich. “Jangan….tolong…..Aaaaahhhhh”
Count Dietrich pun tewas di makan oleh para zombie yang tidak bisa naik.
“Terima kasih ni san, aku tidak jadi pembunuh.” Kata Fei. “Hey aku juga tidak,
yg bunuh dia zombie.” Kata Matt sambil tersenyum. Kemudian, Matt dan lainnya,
bersama dengan Will dan pasukannya yang tersisa juga para budak elf yang di
selamatkan, kembali ke flying Castle yang bergerak masuk ke ibukota dan di
tarik ke atas oleh traktor beam yang di aktifkan Jones. Ketika mereka tiba di
alun2, mereka di sambut oleh sorakan kemenangan semua penduduk. Cezka yang
keluar istana langsung berlari memeluk Will. “Will…will…will…..aku kangen…..will.”
Kata Cezka sambil menangis tersedu2. “Aku pulang Cezka.” Kata Will. Matt
senyum2 sendiri melihatnya sambil merangkul Lori yang senyum2 sendiri. Kemudian,
Cezka, Will, Leonard di dampingi oleh Bella dan Prima menghadap ke arah Matt
dan lainnya. “Terima kasih, kalian sudah membebaskan kerajaan kami.” Kata
Mereka sambil menunduk. “Ah angkat kepala mu Cezka, William. Aku, istriku dan
adik2 ku ini memang melawan Evil God dan berencana menghancurkan mereka.” Kata
Matt. “Kalau begitu, ijin kan kami bergabung bersama kalian, kami juga punya
sepatah dua patah kata yang mau kami utarakan ke Evil God.” Kata Cezka. “Ya
benar, ijin kan aku dan pasukan ku membantu.” Kata Will. “Baiklah, kami
ijinkan. Dan kami sangat senang menerima bantuan nya.” Kata Matt lagi. “Bagaimana
kalau kita membuat aliansi ?” Kata Valia. “Setuju, mari kita bicarakan. Leo,
saat ini kamu dampingi aku dulu ya” Kata Cezka. “Iya ne san, aku menyetujui
semua keputusan mu dan Will ni san.” Kata Leonard memberi ijin. Matt, Fei ,
Lori, Philia, Cecil dan Rona naik ke atas air mancur. “Kita sudah menang…….ini
terbentuk sekarang kita semua adalah satu.” Teriak Matt. “Uoooooooh hidup Demon
Lords. Hidup New Astorian Empire.” Sorak para penduduk. Semua langsung
mempersiapkan pesta. “Matt, sini, aku mau bicara banyaaaaak sama km.” Kata Will sambil merangkul Matt. “Ada apa ?” Kata Matt. “Tadi Cezka sudah menceritakan semua kisah tentang km. Pantas
walaupun aku sudah berguru kepda siapapun tetap tidak bisa mengalahkan mu.
Ternyata kekuatan mu adalah kekuatan legendaris haha. Trus2, satu hal lagi.
Boleh aku ajak istrimu berdansa hehe.” Kata Will sambil merangkul Matt. “Haaah,
yang benar saja.” Kata Matt. “Atau adik2 mu deh, yang bisa terbang tadi atau
yang elf.” Kata Will lagi. “Hey jangan sentuh mereka ya, kana da Cezka kenapa
memang kalau sama dia ?” Tanya Matt lagi. “Hehe sudah lama aku ga iseng sama km
hehe.” Kata Will lagi, “Cezka cerita ga soal dia yang hampir membuat istriku
mengamuk ?” Tanya Matt sinis. “Hehe iya, dia bilang dia sampai takut juga
menghadapinya, tapi karena gengsi jadi ya terpaksa katanya.” Kata Will lagi.
“Hehe aku lebih parah dari istriku loh.” Kata Matt. “Ah km mah tidak akan
begitu ke aku kan ?” Tanya Will. “Tidak, tapi kalau km menggoda istriku dan
adik2 ku ceritanya lain.” Kata Matt. “Iya deh, aku nyerah hahaha. Yuk kesana,
ngobrol sama Cezka dan istrimu.” Ajak Will. “Ok ayo” Kata Matt. “Aku tau Will,
dia memang ga bisa melihat wanita cantik, kata2 dia serius tadi. Kalau Lori aku
bisa lindungi, tapi adik ku yang laki2 itu pasif nya bukan main, kurasa dia ga
akan marah lihat philia dan Cecil di goda. Aku harus turun tangan, aku nanti
bicarakan sama Lori.” Pikir Matt dalam hati sambil berjalan mendekati Cezka dan
Lori. “Lorianne, sini sebentar ke dalam, aku mau bicara.” Kata Matt memanggil
Lori sebentar. Lori pun masuk ke toko bersama Matt. “Ada apa ?” Tanya Lori
heran. “Lori, kalau Will menggoda atau berkata aneh2 jangan sampai tergoda dan
bantu aku supaya dia tidak mendekati Philia dan Cecil. Kalau Rona dia tidak
akan tertarik Karena masih kecil.” Kata Lori. “Eh,km cemburu ya, hehe, tenang
aku ga bakal kalah sama godaan. Tapi kenapa harus mengawasi Philia dan Cecil
juga ?” Kata Lori. “Km kan tau Fei , dia itu pasif dan tidak mengerti soal
begini, dia anggap semua teman kan, jadi belum tentu dia marah melihat Philia
dan Cecil di goda, sedangkan godaan Will yang sudah lihai berbeda dengan godaan
__ADS_1
biasa, ngerti kan maksudnya.” Kata Matt. “Ooo iya bener juga, trus kalau marah
Will bisa di cincang ya hehe. Iya deh, aku bantu jaga mereka.” Kata Lori.
“Terima kasih sayang.” Kata Matt. “Iya sayang” Jawab Lori. “Hooooi ngapain di
dalam, jangan cuma berduaan saja dong, ajak kita.” Kata Cezka sambil membuka
pintu. “Berisik, iya kami keluar.” Kata Matt. Mereka pun keluar toko. “Matthew,
Lorianne, bisa aku minta tolong sesuatu ?” Tanya Cezka. “Minta tolong apa ?”
Tanya Matt heran. “Aku dan Will mau menikah, bisakah ke enam Demon Lords
menikahkan kami ?” Tanya Cezka. “Haah waduh, kami tidak punya pengalaman soal
menikahkan, gimana kalau tanya Ratu Valia, kita akan bantu.” Kata Lori.
“Iya Matthew boleh tolong tanyakan ?” Kata Will. “Baiklah, kami akan panggil dia,
kalian tunggu sini, ayo Lorianne.” Kata Matt sambil menggandeng Lori dengan
semangat dan lari ke istana. “Kok mereka semangat gitu ya ?” Tanya Will.
“Entahlah….” Jawab Cezka. “Amaaaaan…..” Pikir Matt dan Lori sambil berlari ke
dalam istana. Mereka pun menemui Valia yang sedang di ruang singgasana. “Valia,
bisa tolong kami.” Tanya Matt kepada Valia. “Oh ada apa senpai ?” Tanya Valia.
“Begini, Will dan Cezka mau melangsungkan pernikahan, apa km bisa menikahkan
mereka ? Sejujurnya mereka meminta kami ber enam yang menikahkan, tapi kami kan
berlum pernah menikahkan orang lain.” Kata Lori. “Oh hahaha, baiklah aku ajari
para senpai. Karena ini bukan wewenang ku, aku ajari saja ya” Kata Valia. “Oh
kenapa ga kamu saja Valia.” Tanya Matt. “Hey ini kan Negara kalian, lagipula
keduanya minta kepada kalian, aku kan tamu hehe. Jadi aku ajarkan saja ya. ( sebenarnya
aku malas dan kesal karena aku sendiri belum menikah hiks, topic ini bener2
bikin sakit hati )” Jawab Valia. “Loh km bergumam apa ?” Tanya Lori. “Ah tidak
hehe” Kata Valia. “Baiklah sini aku ajari.” Katanya lagi. Kemudian Matt
memanggil Fei , Philia dan Cecil untuk kembali ke istana dan Rona supaya
meninggalkan Jones sebentar sebab mereka lagi di depan konsol. Ketika ke enam
nya berkumpul, Valia pun mengajari mereka. Dua hari kemudian, upacara
pernikahan pun di mulai. Matt, Fei , Lori, Philia, Cecil dan Rona duduk di
singgasana masing2 dan menghadap ke arah pintu masuk. Pintu pun di buka, Cezka
yang memakai gaun pengantin dan Will yang memakai baju pengantin pria tiba di
depan pintu bersama Leonard di depan nya, Prima dan Bella di belakangnya
memegangi gaun Cezka. Mereka maju perlahan ke arah singgasana. Matt dan lainnya
pun berdiri. Upacara pun di mulai khidmat sesuai ajaran Valia. Setelah itu,
“William Hawkins apa anda bersedia menerima Cezka Regulus menjadi istri anda
dalam suka dan duka, sehat dan sakit, susah dan senang ?” Kata Ke enam nya
membacakan pertanyaannya. “Aku bersedia.” Jawab Will sambil memasangkan gelang
ke tangan Cezka. “Cezka Regulus apa anda bersedia menerima William Hawkins sebagai suami anda dalam suka dan duka, sehat dan sakit, susah dan senang ?” Kali ini mereka bertanya kepada
Cezka. “Aku bersedia.” Jawab Cezka sambil memasangkan gelang ke tangan William.
“Sekarang kalian sudah resmi menjadi suami istri. Silahkan cium pengantinya.”
Kata ke enam nya. William pun mencium Cezka di iringi tepuk tangan tamu yang
hadir di sana. Kemudian Will dan Cezka berjalan ke balkon. “Selamat atas
pernikahan William dan Cezka.” Matt berteriak. “Waaaaaah Selamat yaaa.” Semua
penduduk berteriak dan bersorak sorai. Valia yang melihat dari belakang pun terharu.
“Lori ne, lihat deh, Valia ne sampai menangis terharu tuh.” Kata Cecil yang
berdiri di sebelah Lori. “Iya, dia pasti senang sekali bisa melihat pernikahan
lagi di dunia yang hancur ini.” Kata Lori. “Kalian……salah besar, aku menangis
bukan karena terharu tapi karena bertanya, aku kapan menikah hiks ?” Pikir Valia dalam hati yang
tidak sengaja mendengar Cecil dan Lori bisik2 sambil tersenyum kecut. Philia dan Fei pun bergandeng tangan
menyaksikan nya. Rona bertepuk tangan bersama Jones. Kemudian Cezka berbalik
badan, dan bersiap melemparkan buket bunga yang di bawanya. “Ayo lempar”
penduduk pun bersorak, banyak wanita2 yang belum menikah menunggu di bawah
penuh harap. Cezka pun melempar bunganya ke bawah, semua wanita pun maju,
akhirnya ada satu tangan yang berhasil mendapat bunga itu, ternyata dia adalah
Valia. Melihat itu Cecil dan Lori menoleh dan Valia sudah tidak ada di belakang
nya. “Horeee aku bisa menikah….aku terharu.” Teriak Valia. “Horeeeee hidup ratu
Valia.” Sorak penduduk. “Oh…jadi dia menangis karena itu toh….” Pikir Lori dan Cecil
dalam hati yang langsung mengerti Valia menangis karena dia belum menikah.
Setelah itu pesta pernikahan di gelar di alun2. Philiandra, Cecilia bersama
Mabel dan Charlotte menari di tengah alun2.
__ADS_1