The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 30 First Marriage in Flying Castle


__ADS_3

Melihat Celine kalah, Drax langsung melepas pertahanan  dan langsung tertusuk oleh


Claw milik Fei di dadanya. “Drax…kenapa ?” Tanya Fei yang kaget karena tiba2


Drax pasrah. “Maafkan aku, sewaktu di kota Azer sebelum ekspedisi, aku mendapat


kabar kalau anak ku di tangkap di Xenobia. Sebagai gantinya, aku harus menjadi


mata2 gereja di Vanadis. Ketika melihat kalian, aku memiki sedikit harapan.


Tapi kalian kemudian menghilang setelah menangkap Count Dietrich,  aku pun menjadi putus asa. Kemudian aku di perintahkan untuk menghancurkan kota labirin dari dalam dan melepaskan Count


Dietrich. Setelah itu, aku terus menjadi mata2 sampai hampir meguasai ibukota


Vanadis. Tiba2 kalian kembali, dan aku sudah mau berpihak kepada kalian karena


kalian adalah harapan. Tapi, ketika kita sampai di perbatasan Beastmen, aku


melihat zombie di bawah yang ternyata adalah anak ku. Tujuan awalku ke sini


sebenarnya aku mau bertanya kepada Count Dietrich tentang anak ku. Aku di


manfaatkan, kalau aku membocorkan keberadaan kalian, mereka akan memberi tahu


aku. Maafkan aku Feiruss, ternyata anak ku sudah mati, Ratu Celine menggunakan


dia sebagai makanan nya dan menjadi zombie. Mereka baru memberi tahu aku ketika


kalian sudah di depan istana. Aku memang berencana mau mati dan aku sangat


bersyukur aku mati di tangan mu Feiruss. Terima kasih……..” Kata Drax yang


kemudian langsung meninggal. Fei yang mendengar cerita Drax menangis dan bangun


menuju ke arah Count Dietrich. “Hey…..kita bertemu lagi.” Ucap Fei dengan


marah, matanya berubah menjadi merah dan taringnya keluar. Kondisi Fei saat ini


hampir sama ketika dia mengamuk di camp pasukan ksatria hitam di depan desanya


yang hancur. “Hiiii……ampun.,….jangan dekati aku….tolong..” Count Dietrich


merangkak berusaha lari dari Fei . “Mau kemana hah….hehe.” Kata Fei dengan


wajah yang mengerikan. Count Dietrich yang merangkak mundur pun sudah tidak


bisa mundur lagi karena terpentok dinding. “Tolong….maafkan aku….aku ga


bersalah….” Kata nya sambil terkencing2. “Hehe…..” Fei mendekati dengan wajah


yang mengerikan dan tertawa. “Feiruss.” “Feiruss oni” Philia dan Cecil langsung


berlari menangkap Fei dan memegangi tangan nya. “Philiandra….Cecilia….lepaskan.”


Kata Fei dengan suara mengerikan. “Tidak……” Jawab Philia dan Cecil.


“LEPASKAAAAN” Fei menghentakkan tenaga dan mementalkan Cecil dan Philia yang


tetap memegang kedua lengan Fei . “Feiruss….stop” Lori menghadang dari depan.


“Arghhhhhh “ Sekali lagi Fei menghentakkan tenaga nya. Mereka bertiga pun


terpental. “Feiruss maafkan aku.” Matt memukul tengkuk Fei sehingga Fei akhirnya


pingsan. Wajah nya pun kembali normal dan menangis ketika pingsan.


“Kalian tidak apa2 ?” Tanya Matt kepada Philia, Cecil dan Lori. “Tidak apa2 Matthew


oni. Feirus oni……” Kata Cecil sambil merangkul Fei yang pingsan. “Tidak apa2 ni


san. Feiruss.” Philia juga merangkul Fei . “Aku tidak apa2 honey, Feiruss…..”


Kata Lori sambil melihat Fei dan di peluk oleh Matt. Count Dietrich diam2


berusaha kabur melihat Fei yang pingsan. “Hei, mau kemana ?” Will pun menangkap


Count Dietrich. “Matt, kita harus hancurkan mesin pembuat miasma di bawah


singgasana ini.” Kata Will kepada Matt. “Baik, Lorianne, Ronanta chan ikut aku


bersama Chappy, Philiandra dan Cecilia, tolong jaga Feiruss.” Kata Matt. Lori


memegang pundak Philia dan Cecil kemudian pergi mengikuti Matt. Mereka pun


mengikat Count Dietrich dan menggantung nya di atas singgasana. Kemudian Will


menekan tombol di kursi singgasana. Kursi itu pun bergeser dan terdapat anak


tangga menuju ke bawah. “Di bawah sini.” Kata Will sambil masuk ke dalam.


Mereka akhirnya sampai di ruangan bawah dan melihat mesin seperti yang mereka


lihat di kota Azer hanya saja lebih besar. Matt, Lori dan Chappy kemudian


menghancurkan mesin itu berkeping2. Sinar matahari pun mulai menyinari ruang


singgasana tempat Fei pingsan. “Drax……” Fei mulai terbangun. “Feiruss” “Feiruss


oni” Kata Philia dan Cecil melihat Fei sudah lega. Fei pun memeluk keduanya dan


mulai menangis tersedu2. Fei beberapa kali berlatih bersama Drax dan sudah


menganggap Drax sebagai paman nya sekaligus sahabatnya, makanya ketika dia


melihat Drax berkhianat, dia sangat sakit hati. Ketika dia tau tindakan di


balik pengkhiatan Drax, dan apalagi dia membunuh Drax dia jadi marah sampai


kehilangan kesadaran menyasar Count Dietrich. Philia dan Cecil terus memeluk Fei


dan menangis bersama Fei . Matt dan lainnya pun keluar dari ruangan di bawah


singgasana dan menghampiri Fei . “Feiruss, maaf aku terpaksa membuat mu


pingsan.” Kata Matt. “Aku mengerti ni san, terima kasih.” Kata Fei . Kemudian


dia melihat Will yang membawa Count Dietrich. “Kita mau apakan dia ?” Tanya Fei.

__ADS_1


“Tidak ada, nanti km lihat.” Kata Lori. Mereka pun keluar istana.


Sinar matahari sudah menerangi seluruh wilayah ibukota. “Will, serahkan orang itu


padaku.” Kata Matt. “Ok, km mau apa ?” Tanya Will sambil menyerahkan Count


Dietrich yang di ikat. “Iya, km mau apa, aku sudah tidak berdaya, tidak boleh


menyakiti orang yang tidak berdaya.” Kata Count Dietrich ketakutan. “Ah tidak,


aku Cuma mau ini. Bye2” Kata Matt sambil menendang Count Dietrich yang langsung


jatuh kebawah jembatan penghubung istana. Dibawah sudah menunggu zombie2 yang


sangat banyak menunggu jatuh nya Count Dietrich. “Jangan….tolong…..Aaaaahhhhh”


Count Dietrich pun tewas di makan oleh para zombie yang tidak bisa naik.


“Terima kasih ni san, aku tidak jadi pembunuh.” Kata Fei. “Hey aku juga tidak,


yg bunuh dia zombie.” Kata Matt sambil tersenyum. Kemudian, Matt dan lainnya,


bersama dengan Will dan pasukannya yang tersisa juga para budak elf yang di


selamatkan, kembali ke flying Castle yang bergerak masuk ke ibukota dan di


tarik ke atas oleh traktor beam yang di aktifkan Jones. Ketika mereka tiba di


alun2, mereka di sambut oleh sorakan kemenangan semua penduduk. Cezka yang


keluar istana langsung berlari memeluk Will. “Will…will…will…..aku kangen…..will.”


Kata Cezka sambil menangis tersedu2. “Aku pulang Cezka.” Kata Will. Matt


senyum2 sendiri melihatnya sambil merangkul Lori yang senyum2 sendiri. Kemudian,


Cezka, Will, Leonard di dampingi oleh Bella dan Prima menghadap ke arah Matt


dan lainnya. “Terima kasih, kalian sudah membebaskan kerajaan kami.” Kata


Mereka sambil menunduk. “Ah angkat kepala mu Cezka, William. Aku, istriku dan


adik2 ku ini memang melawan Evil God dan berencana menghancurkan mereka.” Kata


Matt. “Kalau begitu, ijin kan kami bergabung bersama kalian, kami juga punya


sepatah dua patah kata yang mau kami utarakan ke Evil God.” Kata Cezka. “Ya


benar, ijin kan aku dan pasukan ku membantu.” Kata Will. “Baiklah, kami


ijinkan. Dan kami sangat senang menerima bantuan nya.” Kata Matt lagi. “Bagaimana


kalau kita membuat aliansi ?” Kata Valia. “Setuju, mari kita bicarakan. Leo,


saat ini kamu dampingi aku dulu ya” Kata Cezka. “Iya ne san, aku menyetujui


semua keputusan mu dan Will ni san.” Kata Leonard memberi ijin. Matt, Fei ,


Lori, Philia, Cecil dan Rona naik ke atas air mancur. “Kita sudah menang…….ini


terbentuk sekarang kita semua adalah satu.” Teriak Matt. “Uoooooooh hidup Demon


Lords. Hidup New Astorian Empire.” Sorak para penduduk. Semua langsung


mempersiapkan pesta. “Matt, sini, aku mau bicara banyaaaaak sama km.”  Kata Will sambil merangkul Matt. “Ada apa ?” Kata Matt. “Tadi Cezka sudah menceritakan semua kisah tentang km. Pantas


walaupun aku sudah berguru kepda siapapun tetap tidak bisa mengalahkan mu.


Ternyata kekuatan mu adalah kekuatan legendaris haha. Trus2, satu hal lagi.


Boleh aku ajak istrimu berdansa hehe.” Kata Will sambil merangkul Matt. “Haaah,


yang benar saja.” Kata Matt. “Atau adik2 mu deh, yang bisa terbang tadi atau


yang elf.” Kata Will lagi. “Hey jangan sentuh mereka ya, kana da Cezka kenapa


memang kalau sama dia ?” Tanya Matt lagi. “Hehe sudah lama aku ga iseng sama km


hehe.” Kata Will lagi, “Cezka cerita ga soal dia yang hampir membuat istriku


mengamuk ?” Tanya Matt sinis. “Hehe iya, dia bilang dia sampai takut juga


menghadapinya, tapi karena gengsi jadi ya terpaksa katanya.” Kata Will lagi.


“Hehe aku lebih parah dari istriku loh.” Kata Matt. “Ah km mah tidak akan


begitu ke aku kan ?” Tanya Will. “Tidak, tapi kalau km menggoda istriku dan


adik2 ku ceritanya lain.” Kata Matt. “Iya deh, aku nyerah hahaha. Yuk kesana,


ngobrol sama Cezka dan istrimu.” Ajak Will. “Ok ayo” Kata Matt. “Aku tau Will,


dia memang ga bisa melihat wanita cantik, kata2 dia serius tadi. Kalau Lori aku


bisa lindungi, tapi adik ku yang laki2 itu pasif nya bukan main, kurasa dia ga


akan marah lihat philia dan Cecil di goda. Aku harus turun tangan, aku nanti


bicarakan sama Lori.” Pikir Matt dalam hati sambil berjalan mendekati Cezka dan


Lori. “Lorianne, sini sebentar ke dalam, aku mau bicara.” Kata Matt memanggil


Lori sebentar. Lori pun masuk ke toko bersama Matt. “Ada apa ?” Tanya Lori


heran. “Lori, kalau Will menggoda atau berkata aneh2 jangan sampai tergoda dan


bantu aku supaya dia tidak mendekati Philia dan Cecil. Kalau Rona dia tidak


akan tertarik Karena masih kecil.” Kata Lori. “Eh,km cemburu ya, hehe, tenang


aku ga bakal kalah sama godaan. Tapi kenapa harus mengawasi Philia dan Cecil


juga ?” Kata Lori. “Km kan tau Fei , dia itu pasif dan tidak mengerti soal


begini, dia anggap semua teman kan, jadi belum tentu dia marah melihat Philia


dan Cecil di goda, sedangkan godaan Will yang sudah lihai berbeda dengan godaan

__ADS_1


biasa, ngerti kan maksudnya.” Kata Matt. “Ooo iya bener juga, trus kalau marah


Will bisa di cincang ya hehe. Iya deh, aku bantu jaga mereka.” Kata Lori.


“Terima kasih sayang.” Kata Matt. “Iya sayang” Jawab Lori. “Hooooi ngapain di


dalam, jangan cuma berduaan saja dong, ajak kita.” Kata Cezka sambil membuka


pintu. “Berisik, iya kami keluar.” Kata Matt. Mereka pun keluar toko. “Matthew,


Lorianne, bisa aku minta tolong sesuatu ?” Tanya Cezka. “Minta tolong apa ?”


Tanya Matt heran. “Aku dan Will mau menikah, bisakah ke enam Demon Lords


menikahkan kami ?” Tanya Cezka. “Haah waduh, kami tidak punya pengalaman soal


menikahkan, gimana kalau tanya Ratu Valia, kita akan bantu.” Kata Lori.


“Iya Matthew boleh tolong tanyakan ?” Kata Will. “Baiklah, kami akan panggil dia,


kalian tunggu sini, ayo Lorianne.” Kata Matt sambil menggandeng Lori dengan


semangat dan lari ke istana. “Kok mereka semangat gitu ya ?” Tanya Will.


“Entahlah….” Jawab Cezka. “Amaaaaan…..” Pikir Matt dan Lori sambil berlari ke


dalam istana. Mereka pun menemui Valia yang sedang di ruang singgasana. “Valia,


bisa tolong kami.” Tanya Matt kepada Valia. “Oh ada apa senpai ?” Tanya Valia.


“Begini, Will dan Cezka mau melangsungkan pernikahan, apa km bisa menikahkan


mereka ? Sejujurnya mereka meminta kami ber enam yang menikahkan, tapi kami kan


berlum pernah menikahkan orang lain.” Kata Lori. “Oh hahaha, baiklah aku ajari


para senpai. Karena ini bukan wewenang ku, aku ajari saja ya” Kata Valia. “Oh


kenapa ga kamu saja Valia.” Tanya Matt. “Hey ini kan Negara kalian, lagipula


keduanya minta kepada kalian, aku kan tamu hehe. Jadi aku ajarkan saja ya. ( sebenarnya


aku malas dan kesal karena aku sendiri belum menikah hiks, topic ini bener2


bikin sakit hati )” Jawab Valia. “Loh km bergumam apa ?” Tanya Lori. “Ah tidak


hehe” Kata Valia. “Baiklah sini aku ajari.” Katanya lagi. Kemudian Matt


memanggil Fei , Philia dan Cecil untuk kembali ke istana dan Rona supaya


meninggalkan Jones sebentar sebab mereka lagi di depan konsol. Ketika ke enam


nya berkumpul, Valia pun mengajari mereka. Dua hari kemudian, upacara


pernikahan pun di mulai. Matt, Fei , Lori, Philia, Cecil dan Rona duduk di


singgasana masing2 dan menghadap ke arah pintu masuk. Pintu pun di buka, Cezka


yang memakai gaun pengantin dan Will yang memakai baju pengantin pria tiba di


depan pintu bersama Leonard di depan nya, Prima dan Bella di belakangnya


memegangi gaun Cezka. Mereka maju perlahan ke arah singgasana. Matt dan lainnya


pun berdiri. Upacara pun di mulai khidmat sesuai ajaran Valia. Setelah itu,


“William Hawkins apa anda bersedia menerima Cezka Regulus menjadi istri anda


dalam suka dan duka, sehat dan sakit, susah dan senang ?” Kata Ke enam nya


membacakan pertanyaannya. “Aku bersedia.” Jawab Will sambil memasangkan gelang


ke tangan Cezka. “Cezka Regulus apa anda bersedia menerima  William Hawkins sebagai suami anda dalam suka dan duka, sehat dan sakit, susah dan senang ?” Kali ini mereka bertanya kepada


Cezka. “Aku bersedia.” Jawab Cezka sambil memasangkan gelang ke tangan William.


“Sekarang kalian sudah resmi menjadi suami istri. Silahkan cium pengantinya.”


Kata ke enam nya. William pun mencium Cezka di iringi tepuk tangan tamu yang


hadir di sana. Kemudian Will dan Cezka berjalan ke balkon. “Selamat atas


pernikahan William dan Cezka.” Matt berteriak. “Waaaaaah Selamat yaaa.” Semua


penduduk berteriak dan bersorak sorai.  Valia yang melihat dari belakang pun terharu.


“Lori ne, lihat deh, Valia ne sampai menangis terharu tuh.” Kata Cecil yang


berdiri di sebelah Lori. “Iya, dia pasti senang sekali bisa melihat pernikahan


lagi di dunia yang hancur ini.” Kata Lori. “Kalian……salah besar, aku menangis


bukan karena terharu tapi karena bertanya, aku kapan  menikah hiks ?” Pikir Valia dalam hati yang


tidak sengaja mendengar Cecil dan Lori bisik2 sambil tersenyum kecut.  Philia dan Fei pun bergandeng tangan


menyaksikan nya. Rona bertepuk tangan bersama Jones. Kemudian Cezka berbalik


badan, dan bersiap melemparkan buket bunga yang di bawanya. “Ayo lempar”


penduduk pun bersorak, banyak wanita2 yang belum menikah menunggu di bawah


penuh harap. Cezka pun melempar bunganya ke bawah, semua wanita pun maju,


akhirnya ada satu tangan yang berhasil mendapat bunga itu, ternyata dia adalah


Valia. Melihat itu Cecil dan Lori menoleh dan Valia sudah tidak ada di belakang


nya. “Horeee aku bisa menikah….aku terharu.” Teriak Valia. “Horeeeee hidup ratu


Valia.” Sorak penduduk. “Oh…jadi dia menangis karena itu toh….” Pikir Lori dan Cecil


dalam hati yang langsung mengerti Valia menangis karena dia belum menikah.


Setelah itu pesta pernikahan di gelar di alun2. Philiandra, Cecilia bersama


Mabel dan Charlotte menari di tengah alun2.

__ADS_1


__ADS_2