
Sementara itu di sebuah desa dekat dengan Beastmen Kingdom. "Ah....aku pulang......kalau dulu mungkin aku bilang seperti itu." Kata Philia dalam hati ketika baru mendarat. Philia datang kesana karena mau melihat keadaan di desa elf yang mau dia bangun kembali. Dia berjalan masuk ke dalam desa menuju sebuah rumah besar di ujung jalan dan sebuah pohon besar yang sudah hancur di belakang nya. Philia terus berjalan sambil menoleh ke kanan dan kiri melihat2 rumah2 yang sudah hancur berantakan. "Benar2 tidak ada yang
tersisa......." Kata Philia dalam hati. Wajah nya terlihat sedikit sedih karena biar bagaimana pun masa kecil nya, dia di asuh ayah nya di desa itu. Philia akhirnya sampai di rumah besar yang sudah hancur dan pohon besar
yang tumbang di belakang nya. Dia langsung masuk ke rumah besar itu dan melihat kondisi di dalam. "Bekas2 mesin nya masih ada dan banyak sekali kurungan di dalam nya." Kata Philia. Dia terus masuk dan melihat sebuah ruangan masih utuh. Kemudian dia masuk ke dalam ruangan itu. "Oh ini....bekas
kamar papa...." Kata Philia. Kemudian dia menoleh ke dinding dan melihat sebuah lukisan ayah ibu nya sedang berdampingan di dalam lukisan itu. "Papa......mama.......aku pulang.." Katanya dalam hati sambil termenung melihat lukisan itu. Philia lalu melihat2 buku2 yang sudah sebagian besar hancur di rak sebelah lukisan itu. Dia mengambil satu buku dan mulai membacanya. "Ternyata benar, papa yang menutup portal di dungeon bawah tanah itu dan mama yang menjaga portal nya di dalam." Kata Philia. Kemudian dia menutup buku nya dan menaruh nya kembali. Kemudian dia menoleh dan melihat seisi ruangan itu. Philia mengatupkan kedua tangannya di dada nya dan menunduk memberi pernghormatan kepada ruangan itu. "Aku pergi dulu ya papa, mama......" Kata nya dalam hati. Kemudian dia keluar dari ruangan itu. "Aku akan menyelidki dungeon itu......." Katanya sambil melangkah keluar dari bangunan rumah besar yang sudah berantakan itu. Philia langsung berjalan ke balik pohon besar yang sudah tumbang dan menuju dungeon yang berada di belakang nya. Dungeon itu ternyata berupa menara yang menjulang ke langit, sedangkan di bagian bawah nya ada pintu masuk ke bawah menara itu yang merupakan basement yang dalam nya sampai jauh
masuk ke dalam tanah. "Oh jadi menara ini yang dimaksud oleh Sab ossan.......baiklah, pertama aku masuk ke bawah dulu." Kata Philia. Kemudian dia langsung masuk ke basement melalui tangga di depan menara itu. "Uh...gelap......Light." Kata nya sambil menggunakan magic Light nya. Ruangan pun menjadi terang dan dia terus menuruni tangga ke bawah. Setelah itu, "Wah jauh juga turun nya.......sudah hampir 20 menit aku turun, naiknya nanti terbang sajalah." Kata nya dalam hati. Kemudian dia melihat sebuah pintu gerbang yang besar dan terbuka sedikit. Ketika dia berdiri di depan gerbang itu, tiba2 ekornya naik dan menunjuk ke arah ruangan di balik gerbang. "Hei.......kenapa ekor ku keluar.......aku masuk." Kata nya kaget. Kemudian dengan perlahan dan hati2 dia masuk ke dalam. "Permisiiiii......." Katanya pelan. Setelah masuk dia melihat sebuah ruangan besar dengan sebuah batu kristal yang berada di dalam ruangan nya. Aneh nya ruangan itu terang benderang seperti memakai lampu. "Wah......ruangan ini besar sekali.......itu di tengah batu segel ? Eh bukan.....itu batu kristal yang lain......." Kata Philia dalam hati. Kemudian dia mendekati betu kristal itu dan melihat nya. Tiba2 saja batu kristal itu mengeluarkan cahaya terang yang sangat menyilaukan. Philia memejamkan matanya karena silau. Setelah dia membuka mata, dia melihat sosok seorang wanita yang berpakaian serba putih
dengan wujud seperti hologram. Wanita itu memiliki sayap kecil di punggung nya dan ekor yang sama dengan Philia. "Siapa.......?" Tanya Philia. "Philia ? apa kamu Philia ?" Tanya wanita itu. "Iya......kok anda tau siapa aku ? Siapa anda sebenarnya ?" Tanya Philia. "Aku ibumu.....Lan......Philia anakku....akhirnya kita bertemu....aku akan
terus menunggu mu di sini......" Kata Lan. "Mama ? mama......mama sekarang dimana ?" Kata Philia sambil maju ke depan menghampiri hologram itu. "Aku berada di tempat yang jauh dan di kelilingi musuh, nanti kamu akan ke sini.....tapi bukan sekarang.....sekarang belum waktunya.......aku tidak bisa lama2.....Philia, naiklah ke menara paling atas.......selamat tinggal.........anakku...." Kata Lan dan kemudian langsung menghilang. "Mama....mama....aku tidak mengerti maksudnya mama......." Teriak Philia sambil memegang kristal nya. Karena kaget melihat mama nya, dia pun tanpa sadar menitikkan air mata. Kemudian Philia mengambil kristal itu dan meletakkan nya di dalam item box. "Aku harus naik ke menara......." Kata Philia. Kemudian dia langsung terbang dan menuju keluar naik dari basement. Setelah keluar dari basement, Philia langsung terus terbang ke atas menuju tingkat tertinggi menara itu. Setelah sampai dia mendarat di balkon tertinggi menara itu. Di depannya ada sebuah gerbang besar yang tertutup dan di sebelah nya ada sebuah batu yang menonjol dengan gambar telapak tangan di permukaan nya. "Hmm......aneh....menara ini sepertinya kok canggih ya.....pintu gerbang ini terlihat seperti pintu pesawat." Kata Philia. Kemudian dia
__ADS_1
mencoba meletakkan tangan nya di batu yang menonjol itu. Dari batu itu keluar cahaya merah yang seperti sedang memindai tangan nya. Tiba2 terdengar suara. "Selamat datang, Amagami Keiko." Kata suara itu dan pintu pun terbuka. "Amagami Keiko ? Kenapa dia bisa tau nama ku dulu sewaktu di Jepang ?" Tanya Philia dalam hati dengan heran. Tanpa ragu lagi, Philia langsung masuk ke dalam. Begitu masuk ke dalam dia langsung kaget melihat ruangan yang tampak seperti pemandangan yang pernah dia lihat dulu sebelum dia
di panggil ke dunia ini. "Ini.....tokyo tower.......kok bisa ada di sini ?" Katanya heran. Dia langsung berlari ke pinggir dan melihat keluar kaca. "Kota......Tokyo........dan masih hidup seperti dulu aku di sana." Kata Philia sambil merasa keheranan. "Kalau saja, Yuu kun, Chi chan, Dai kun, Shinju chan dan Saya chan lihat ini......" Kata nya dalam hati. "Kalau aku terbang keluar dari sini bisa ga ya ?" Kata nya dalam hati. Kemudian dia berkeliling mencari pintu keluar. Akhirnya dia menemukan sebuah pintu yang memang di khususkan pengunjung untuk keluar melihat dari pinggir menara. Tanpa ragu lagi dia langsung membuka pintu itu dan keluar. Begitu di luar, Philia langsung menghirup nafas dan merasakan nya. "Wah benar....udara kotor ini.....jelas ini di bumi." Kata Philia senang. "Aku coba terbang........aku mau lihat rumah ku...." Kata Philia.
Kemudian dia pun langsung terbang dan ternyata dia bisa masuk ke dalam dunia itu. Philia yang senang langsung terbang mengelilingi kota dan akhirnya turun di daerah Shibuya, di sebuah taman dekat patung hachiko. Dia melihat ramainya orang yang berlalu lalang di sana dan kendaraan2 yang berjalan di jalan raya.
Philia pun menyamar dengan memutar gelang nya menjadi dirinya sewaktu masih di bumi. Dia langsung berjalan2 di seputar taman itu dan melihat2. "Wah benar.....sama seperti dulu....itu toko yang menjual crepes.....dan itu toko takoyaki.....hahahaha aku kembali ke sini....aku mau lihat sekolah kita dulu ah." Kata nya. Kemudian dia berlari dan menuju ke sekolah nya yang memang tidak jauh dari sana. Sesampai nya di sekolah, "Wah masih ada.......tapi ada yang berbeda......hmm kok tanggal festival budayanya tanggal 24 Maret 2024.....eh.....3 tahun setelah aku menghilang ?" Kata Philia. Selagi dia merenung. "Eh Amagami senpai ?" Kata seorang siswi yang menegur nya. Siswi itu membawa sebuah busur yang di bungkus dan memakai seragam sekolah nya. "Loh.....kamu kan.....Megu chan ?" Kata Philia. "Iya benar senpai, kita kan sama2 satu club.....senpai kan lulus tahun lalu," Kata Megu. "Oh......iya ya hahaha.....ah tidak, aku hanya kebetulan lewat dan terkenang saja hehe." Kata Philia. "Oh begitu......gimana senpai kuliah nya ? apa sudah jadi sama Yuuya senpai hehehe ?" Bisik Megu meledek. "Oh hahahaha.......begitulah." Jawab Philia heran dan bingung. "Baiklah senpai, maaf aku harus masuk, soalnya mau bertemu dengan ketua student council, aku kan sekarang ketua club kyudo di sini." Kata Megu. "Wah kamu sekarang ketuan nya ya.....bagus2...berjuang ya." Kata Philia. "Iyaaa senpai....aku masuk ya....nanti kita ketemu lagi." Kata Megu. Kemudian dia berlari masuk ke dalam gedung sekolah. "Hmmm....apa di sini ada aku yang lain ? aku coba pulang ke rumah." Kata Philia. Kemudian dia langsung terbang dan menuju kuil yang merupakan rumah nya. Setelah sampai dia langsung berlari masuk ke belakang kuil dan masuk ke dalam rumah besar di belakang nya. "Aku pulang......" Kata nya sambil
"Oh nenek.....aku pulang sebentar...ada perlu." Kata Philia. "Tapi kok kamu lain sih....kenapa kamu mencat rambut mu jadi silver begitu......kamu bergaul sama siapa saja di kyoto ? Mana Yuu kun, kamu sama dia kan ? Jangan macam2 ya...kamu kan penerus kuil....cat kembali rambut mu." Kata nenek. "Oh....ah......Yuu kun
lagi sibuk nek, aku sendiri pulang ke sini......iya nanti rambut ku aku cat
kembali.....aku ke kamar dulu...." Kata Philia yang langsung lari ke lantai 2 menuju kamarnya. "Keiko......ah dasar anak itu." Kata nenek menggerutu. Kemudian di dalam kamar nya. "Huff......ternyata aku kuliah di
__ADS_1
kyoto bersama dengan Yuu kun.....yang lainnya kemana ya ? Lagipula ini rambut ku yang sebenarnya nenek.....huuuuu......" Kata Philia dalam hati. Kemudian dia melihat sekeliling kamarnya. "Wah...masih sama seperti dulu. Wah Amou chan....magical girl idola ku hehe...masih sama rupanya...action figure dan plushie ku juga masih ada.....jadi kangen." Katanya dalam hati. Kemudian dia melihat2 koleksi nya dulu dan membuka2 album nya. Ternyata benar dia sudah kuliah di Kyoto bersama Yuuya dan Sayako. "Ini foto bersama yang lain
selagi lulus sekolah......hahahaha.....kejadian yang tidak pernah aku alami....jangan2 ini dunia dimana aku tidak pernah pergi ke dunia itu." Kata Philia dalam hati sambil melihat2 foto nya. Kemudian dia berdiri dan melihat keluar jendela. Dia melihat bukit di belakang rumah nya. Kemudian pandangan nya teralih kepada sebuah cahaya yang berkedip di atas bukit itu. "Apa itu......coba aku kesana....terbang sajalah dari sini...kalau turun
nanti nenek bawel lagi......" Kata Philia. Kemudian dia membuka jendelanya dan naik ke atas meja nya. Kemudian dia langsung terbang keluar dan menuju bukit itu. Sesampai nya di bukit itu, dia melihat sesuatu yang berbeda dengan ingatan nya. "Hei.....ini....telur ? kok besar sekali telur nya......." Kata Philia sambil mengamati sebuah telur yang mengkilat dan berada di depannya. Cahaya yang bekedip itu adalah cahaya pantulan matahari yang mengenai cangkang telur itu. Ketika sedang mengamati, tiba2 telur itu retak. "Kraaak." Philia pun langsung mundur dan bersiaga. Telur pun menetas dan keluar lah seekor burung kecil dengan bentuk seperti elang. "Criiip.....criiip.......cripp." Kata burung kecil itu mendekati Philia sambil tertatih dengan susah payah karena baru lahir. Melihat itu, Philia langsung maju mengambil burung kecil itu. "Criip....." Burung kecil itu terlihat senang di peluk oleh Philia. "He...hei.....kamu kan baru lahir kenapa berusaha ke sini......" Kata Philia. "Criip....criiippp." Kata burung kecil itu. "Eh mama.....kamu anggap aku mama mu ?" Kata
Philia. "Crrrrrriiiiiipppp......" Kata burung kecil itu sambil membuka kedua sayap nya ke atas. "Aduh.......tapi gimana ya ? masa aku bawa kamu pulang ? lagipula kenapa aku mengerti ya ucapan mu ?" Kata Philia. "Criiip.....crippp...criii." Kata burung kecil itu sedih. "Iya aku bawa kamu.........hmmm aku harus kasih nama kamu nih....gimana kalau Garuda saja." Kata Philia. "Criiip criip...." Kata Garuda yang terlihat senang dan mengepakkan sayap nya yang kecil hingga mengenai wajah Philia. "Hahaha.....iya iya kamu senang ya.....ayo kita pulang. Rasanya sudah cukup aku di sini...semakin lama semakin betah....bisa gawat." Kata
Philia. Kemudian dia langsung terbang dan mendarat di pintu masuk rumah. Dia membuka pintu perlahan2 dan mengambil sepatu nya. "Nenek....aku pergi...." Teriak nya sambil menutup pintu. "Keiko......." Teriak nenek dari dalam. Philia langsung terbang membawa Garuda dan sepatunya menuju tokyo tower. Begitu sampai, dia kembali menjumpai pintu yang sama seperti sewaktu dia datang, ternyata di sebelah pintu ada sebuah plakat yang lebar terbuat dari besi berisi tulisan. "Bumi - Dimensi Permulaan alternatif." Tulisan itu di bacanya. "Hmm tulisan jepang rupanya.....tapi bawah nya tidak terbaca lagi karena sudah kuno, berarti menara
ini adalah bagian dari pesawat Bumi yang mendarat di sini......dimensi permulaan ?" Kata Philia sambil merenung. "Criiip.....criiip....." Kata Garuda sambil mengepakkan sayap nya. "Eh...kamu masih mau jalan2 di sini ? hehe sama dong......baiklah...gimana kalau kita keliling sebentar baru kita kembali
nanti." Kata Philia kepada Garuda di pelukan nya. "Criiip....." Kata Garuda senang. "Yuuu....kita keliling dulu.......yey...." Katanya dengan wajah ceria dan langsung terbang kembali ke kota.
__ADS_1