
Tiga bulan pun berlalu semenjak gerbang di tutup oleh kubah, kehidupan pun terus berlanjut dengan damai. Keenam Demon Lords bersama dengan Yuan, Valia, Cezka, Will dan Jones di dampingi oleh Machina dan
Sariel sedang berkumpul di ruang pertemuan untuk membahas soal perkembangan negara dari berbagai sector. “Baiklah, apa ada lagi yang akan di sampaikan ?” Tanya Matt. “Sejauh ini tidak ada, dari segi keamanan juga tidak ada persoalan yang besar, hanya saja kadang banyak monster yang mendadak masuk ke selubung, tapi masih bisa di atasi oleh penjaga kota.” Kata Yuan. “Oh satu lagi, ada pengembangan baru, sekarang sudah ada fitur pelatihan ksatria, baik pelatihan fisik, magic dan martial arts. Ruang pelatihan di gedung pelatihan sekarang di pindah di distrik militer, kemampuan petualang dan ksatria di ukur berdasarkan rank seperti sebelum nya. Dan tentunya untuk naik rank di butuhkan ujian. Akademi bekerja sama dalam bidang
ini, lulusan pendidikan ksatria bisa memilih jurusan magic, martial arts bekerja sama dengan perguruan, swordmanship dan range attack.” Kata Will. “Ngomong2 anak kita Oscar masuk apa ya ?” Tanya Cezka. “Oh dia ambil range attack, menggunakan riffle dan sniper. Gurunya Philiandra.” Kata Will. “Oh ya benar. Jadi Oscar kun anak nya Cezka san dan Will san ya ? Dia berbakat dan banyak bertanya kalau tidak mengerti.” Kata Philia. “Iya dia senang sama gurunya kan haha.” Kata Cecil bercanda. “Masa sih ?” Kata Philia. “Yah namanya
juga anak nya Will.” Kata Cezka. “Maksud mu apa ?” Kata Will. “Yuan, nanti aku perlu bicara sama km ya, mengenai rencana di bukanya pagoda untuk umum.” Kata Eiji. “Baik Machina sama, nanti kita bicarakan.” Kata Yuan. “Loh km kok pucat, kenapa Yuan ?” Tanya Eiji. “Ah tidak apa2.” Kata Yuan sambil menengok ke arah
Valia. “Hmm kalian lagi bertengkar ya ?” Tanya Shiori iseng. “Ah tidak….hanya saja banyak murid wanita akademi yang senang melihat otot kekar dan perut six pack kan.” Kata Valia memalingkan wajah.
__ADS_1
“Oh ya, Yuan ni san hari ini mulai mengajar beladiri ya menggantikan pak Lenton yang sekarang menjabat kepala akademi. Apa ada masalah ?” Kata Matt. “Ah tidak ada Matt, semua ok.” Kata Yuan. “Iya semua ok, sampai aku bingung sendiri, banyak wanita ikut kelas martial arts di banding laki2 nya.” Kata Valia ketus. “Cezka ne sama, dia kenapa sih ?” Kata Lori yang duduk di sebelah Cezka sambil berbisik. “Hehe tadi dia membawakan makan siang ke akademi, ga taunya Yuan lagi makan bekal yang di buatkan muridnya dan di suapin. Langsung dia marah di depan semua orang tadi siang.” Kata Cezka. “Oh begitu, pantes, kupikir apa.” Kata Lori berbisik. “Wajar lah, orang lagi hamil melihat suaminya di kerumuni wanita, jelas panas dong…..ups keceplosan.” Kata Cezka sambil berbisik. “Hah dia lagi hamil.” teriak Lori yang kaget sambil berdiri dan menggbrak meja. “Eh…ah, selamat ya Valia hehe.” Katanya lagi karena semua langsung melihat dia. “Hah km hamil ? Dari kapan ? kok ga bilang ke aku ?” Kata Yuan. “Gimana mau bilang km nya lagi asik begitu, udah ah, aku keluar dulu.” Kata Valia yang ngambek dan langsung pergi. “Susul dia Yuan, urusan pagoda nanti saja. Cepat.” Kata Eiji. “Iya….aku pamit dulu.” Kata Yuan dan langsung pergi menyusul Valia. “Ada ada saja.” Kata Eiji. “Maklum lah ni ni, perempuan kalau lagi hamil ya sensitif. Tapi dalam lima tahun terakhir benar2 meningkat pesat ya penduduk kita.” Kata Matt. “Iya benar, seperti nya tidak lama lagi kita harus memperluas wilayah.” Kata Eiji. “Aku heran, kalian ber enam kok ga ada yang punya anak ya ?” Kata Cezka. “Hah, kami mah belom ne sama, aku masih sibuk macam2 soalnya.” Kata Lori. “Haha Lorianne, km kan aktif ya, masa belum mau
punya momongan ?” Kata Cezka lagi. Wajah Lori sedikit menjadi merah. “Ini hanya nasihat, tapi sepertinya sudah saat nya kalian mempunyai pewaris. Kita tidak tau apa yang terjadi ke depan nya soalnya.” Kata Will. “Baiklah, aku dan Will keluar dulu, kita mau jemput Oscar di akademi sekalian makan di luar.” Kata
Cezka. “Baik ne sama. Hati2 ya.” Kata Lori. Will dan Cezka pun keluar meninggalkan ke enam Demon Lord, Eiji dan Shiori. (nb : percakapan selanjut nya semua dalam bahasa jepang ) “Kata2 Will benar juga, Shinju memang km mau punya anak ?” Tanya Matt polos. “Hah Dai kun, soal itu bahas nya nanti saja.” Kata Lori malu2. “Hahah kalian ini benar2 lucu, kalian sudah dewasa sekarang, makanya jangan ingat sewaktu kalian SMA dulu. Dah bukan yang pertama lagi kan ?” Kata Eiji. “Habis mau gimana ni ni, kita baru ingat, sebelum nya sih memang
rencananya mau punya anak, iya ga kei chan.” Kata Cecil. “Hehe iya, tapi karena ingatan kita baru dibuka tentang siapa sebenarnya kita, jadi masih seperti dulu. Pelan2 lah ni ni.” Kata Philia. “Kalau aku sama Dai kun sih udah dari dulu berjanji mau punya keluarga sendiri hehe, jadi memang ini sebenarnya bagus. Tapi saat ini kami masih memikirkan macam2 saja ni ni.” Kata Lori. “Ya sudah kalian duluan saja. Memang sebelum pindah ke dunia lain pun kalian sudah pacaran.” Kata Fei. “Km sendiri terakhir bukannya sudah sama Kei chan ya Yuu.” Tanya Matt. “Belum, saat itu aku masih bingung, mereka berantem mulu, makanya aku bersyukur dengan keadaan sekarang hehe.” Kata Fei. “Bersyukur apa nya ?” Tanya Cecil. “Kalian akur kan, kita tinggal serumah lagi, tidur pun sekamar bertiga haha.” Kata Fei. “Diam.” Kata Philia dan Cecil kompak. “Benar2 deh, kapan kalian mau dewasa ?” Kata Eiji. “Ni ni sendiri kapan dewasa nya, pengakuan ku di panti sampai sekarang belum di jawab, sudah tiga bulan loh.” Kata Shiori. “Eh pengakuan apa nih ?” Kata Lori. “Ntar aku ceritakan Shinju.” Kata Philia. “Aku juga mau dengar nih.” Kata Rona. “Aku juga…aku juga mau.” Kata Cecil. “Tiga bulan lalu, di panti, Shiori curhat sama aku, dia bilang menyukai ni ni sebagai pria bukan sebagai kakak dan semua
Sesampainya di sana, mereka langsung melihat monitor yang menampilkan gambar tembok yang sedang bergetar. “Cepat perintahkan evakuasi lab dan kembali ke kota, tolong beritahu Sab oji san untuk memanggil petualang yang jauh dari kota. Bersiap2 lepas landas, kita tidak tau apa yang akan keluar dari balik tembok.” Kata Matt sigap. “Baik oni chan.” Kata Jones yang langsung memberitahu Sab dan Hagel. “Dai lihat tablet ku ini, hampir seluruh benua di penuhi hawa panas, mereka berusaha membuka tembok.” Kata Eiji. “Kira2 butuh waktu berapa lama sampai mereka bisa menembus tembok.” Kata Fei. “Tidak tahu, tapi kita harus bergerak secepatnya.” Kata Eiji. Sab segera menginfokan para petualang untuk berteleportasi pulang ke kota. Hagel pun sudah berhasil mengevakuasi lab hingga kosong dengan teleportasi. “Oni chan, aku dapat laporan, semua sudah kembali, apa kita akan lepas landas ?” tanya Jones. “Iya segera lepas landas dan arahkan ke laut di
__ADS_1
utara kita.” Kata Matt. “Baik” Kata Jones di bantu Rona. Pulau terbang pun meninggalkan lokasi nya dan menuju ke arah laut utara. Gempa susulan pun terjadi seperti yang pertama dan terlihat ada celah terbuka di tembok. “Mereka mau masuk secara besar2 an, saat ini kita diam dulu.” Kata Eiji. “Aku sudah menginfokan warga semua kalau kita sudah lepas landas.” Kata Rona. “Selubung dan lain nya semua nya ok.” Kata Jones. Tiba2 terdengar suara gempa besar ketiga dan suara kencang runtuh nya bangunan. Tembok yang berdiri kokoh pun roboh, dan seluruh tembok yang mengitari planet itu bergetar kencang. Getaran ini berlangsung lama, sehingga seluruh planet bergetar. Dari langit, jatuh tembok2 yang runtuh, karena bergesekan dengan atmosfer planet reruntuhan itu terbakar seperti hujan meteor. Beberapa reruntuhan mengarah ke pulau dan di tembak oleh meriam yang di kendalikan oleh operator dan sebagian menghantam pelindung. Penduduk pun panik. Cecil, Lori dan Rona di temani Shiori pun keluar menghimbau supaya tidak panic dan memastikan pulau masih aman. “Ini berbahaya sekali, apa yang mereka pikirkan.” Kata Fei. Hujan batu terjadi selama masih ada getaran di tembok. “Hel lihat, hawa panas nya banyak yang hilang, sepertiya mereka juga terkena reruntuhan tembok yang masuk ke planet ini.” Kata Philia. “Ya mereka mengorbankan diri mereka sendiri demi membuka tembok.” Kata Eiji. “Benar2 biadab, mereka rela mengorbankan pasukan mereka sendiri.” Kata Lori. “Mereka memang seperti itu.” Kata Eiji. Ketika getaran berhenti, beberapa bagian tembok runtuh sehingga membuat celah dan terkoyak sepanjang lima kilometer dari kiri ke kanan sampai ke luar planet. Setelah terkoyak, separuh hawa panas yang berkumpul mulai bergerak maju. “Terbangkan Drone ke area tembok yang terkoyak dan pasang selubung menghilang nya.” Kata Matt kepada Jones. “Baik oni san.” Jawab Jones. Drone pun di terbangkan dan bersiaga di depan celah gerbang. Tak lama kemudian, dari celah gerbang muncul barisan pasukan raksasa dengan tinggi sekitar lima meter dengan jumlah yang tidak sedikit di ikuti dengan pasukan infantry lengkap dengan perisai,tombak nya, dan bendera2 nya di setiap barisan, di belakang nya barisan binatang besar menyerupai mammoth purba yang besar dan di naiki oleh banyak pemanah. Dibelakang semuanya terlihat sebuah kendaraan seperti kereta besar yang di naiki oleh para noble dan jendral juga beberapa kapal laut terbang yang memiliki sayap berukuran besar bersama dengan pasukan wyvern. “Astaga, mereka yang masuk banyak sekali seperti lautan, seperti pindah dari sana ke sini.” Kata Fei. “Iya, sebanyak itu, mereka benar2 ingin menguasai semua yang ada di sini.” Kata Philia. “Dan hampir seluruh nya manusia, ada barisan yang seperti orc tapi berwarna hitam.” Kata Lori. “Raksasa2 di depan itulah yang di namakan nephilim.” Kata Eiji. “Aku tak percaya ini, inikah lawan yang di lawan Shiori ketika memusnahkan peradaban mereka.” Kata Matt. “Betul, yang berhasil lari dari amukan Shiori ada dua kerajaan, pasukan yang masuk ini adalah pasukan dari salah satu kerajaan yang berhasil kabur.” Kata Eiji. “Dulu ni ni juga di kerajaan ini ?” Kata Fei. “Tidak, aku di kerajaan satunya yang kebanyakan peneliti dan praktisi magic. Dan selalu berperang dengan kerajaan yang selalu memakai otot ini.” Kata Eiji. “Sekarang kita harus bagaimana ni ni ?” Tanya Matt. “Kita mendarat di laut saja dulu, kita lakukan perbaikan dari serangan hujan batu api barusan. Sekaligus kita memantau mereka. Saat ini mereka tidak tau keberadaan kita.” Kata Eiji. “Setuju ni ni, kita amati dulu.” Kata Philia. Mereka terus mengamati gerak gerik pasukan yang baru masuk itu. Pasukan itu terus bergerak sampai keluar hutan dan langsung menyebar menuju ke semua arah. Pulau terbang tetap berada di laut sambil memperbaiki pelindung yang rusak, dan beberapa rumah yang terkena dampak hujan batu api. Karena sedang di perbaiki, sementara pulau terbang mendarat di tengah lautan dan membuka selubung nya. Matt dan lainnya bersama dengan Eiji berkumpul di anjungan. “Perbaikan nya kira2 brp lama ni ni ?” Tanya Matt. “Kerusakan nya cukup parah, mungkin butuh waktu sekitar satu bulan.” Kata Eiji. “Hey di sini kan dekat pulau meteor waktu itu kan ?” Kata Fei. “Ya betul, kita sementara aman di sini, sambil mengisi energy dan melakukan perbaikan.” Kata Eiji. “Memang mereka ga bisa ke laut ya ni ni ?” Kata Fei. “Mereka punya pasukan wyvern, yang bisa menyerang kita, tapi saat ini aku yakin mereka belum mengetahui keberadaan kita, walau begitu kita tetap harus waspada.” Kata Eiji. “Hmm kalau mereka ke sini gimana ni ni ? Apa kita bisa bertahan ?” Kata Cecil khawatir. “Saat ini mereka tidak tau kita di sini, bahkan mungkin mereka tidak tau kita ada, seperti yang aku jelaskan tadi.” Kata Eiji. “Semoga mereka tetap tidak tahu.” Kata Philia. “Jujur aku penasaran seperti apa tempat tinggal mereka, kalau saja kita bisa masuk ke sana.” Kata Lori. “Aku rasa kita bisa ke sana, dengan
selubung yang kita punya kita bisa kesana melalui celah dengan terbang.” Kata Eiji. “Apa kita kesana saja ya ? langsung serang negara mereka ni ni.” Kata Rona. “Jangan langsung, kita bisa terbangkan satelit di langit mereka supaya kita mengetahui semua yang ada di sana. Begitu memasuki celah tembok langsung
meluncur ke angkasa luar.” Kata Eiji. “Wah boleh tuh ni ni, kapan bisa di laksanakan ?” Kata Matt. “Saat ini aku lagi merancang system nya dan sekaligus aku mau mencoba teknologi baru yaitu sebuah alat yang bisa menciptakan worm hole.” Kata Eiji. “Ni ni hebat ya, ada aja idenya.” Kata Fei. “Hehe dulu kalau aku ga sakit, aku sudah di kontrak beberapa perusahaan untuk penelitian, salah satunya cern.” Kata Eiji bangga. “Untung ni ni di pihak kita ya hehe.” Kata Philia. “Bukan Kei, untung yang ke dunia ini ni ni bukan orang lain
haha.” Kata Fei. “Oh tidak, ni ni, ada beberapa wyvern menuju ke sini.” Kata Rona sambil menunjuk monitor. “Aduh, apa kita keluar dan basmi mereka ?” Kata Fei. “Jangan, aku akan aktifkan selubung sebentar, tapi kalian tetap bersiap2. Hmm kenapa mereka bisa kesini ya ?” Kata Eiji. “Mungkin karena mereka menyelidiki saja, tapi ga tau kita ada di sini.” Kata Lori. Eiji langsung mengaktifkan selubung dan perbaikan di hentikan sementara.
Beberapa penunggang wyvern pun sampai di atas mereka dan mereka diam di sana. “Kok mereka tidak pergi ya ? apa mereka mengetahui kita ada di sini.” Kata Matt. “Ni ni alat apa yang di bawa mereka itu ?” Tanya Philia sambil menunjuk monitor. “Oh itu alat pendeteksi magic dengan menggunakan magic. Shiori kemana ?” Kata Eiji. “Oh dia lagi di gereja tadi, menyembuhkan beberapa penduduk yang terluka dan menenangkan mereka.” Kata Cecil. “Ah, cepat kalian ke gereja, bilang pada Shiori berhenti dulu menyembukan menggunakan magic nya. Mereka mendeteksi kekuatan nya.” Kata Eiji. “Aku yang pergi, ayo Chi chan.” Kata Rona sambil mengajak Cecil. Mereka pun langsung keluar anjungan dan menuju gereja. “Kenapa ga pakai alat komunikasi saja ni ni.” Tanya Lori. “SP kita menggunakan aliran mana sebagai gelombang nya dan mana sebagai baterai nya, kalau kita gunakan, mereka bisa mendeteksi kita, lagipula fungsi di pulau sekarang sedang di matikan dan di alihkan semuanya ke selubung.” Kata Eiji. Tidak berapa lama, beberapa penunggang Wyvern itu pun pergi dan kembali ke arah mereka datang. “Fiuuuh sudah aman sekarang, mereka sudah pergi.” Kata Fei. “Berarti mereka benar2 bisa membaca aliran magic dong, wah berbahaya juga ya, kita tidak bisa pakai magic sembarangan.” Kata Lori. “Benar, tapi mereka tidak bisa membaca teknologi kita walau di tenagai dengan magic, tapi selama kita melakukan perbaikan seperti ini dan mengisi tenaga kita tidak aman.” Kata Eiji. “Baiklah kalau begitu ni ni, kita
__ADS_1
susun pertahanan, aku mau ke gedung militer dulu minta mereka siapkan Doll bersiaga mengitari pulau.” Kata Matt dan langsung keluar anjungan. “Baiklah, kalian urus dulu semuanya, kita dalam posisi bertahan, silahkan bagi tugas.” Kata Eiji. “Baiklah ni ni.” Kata semuanya dan langsung meninggalkan anjungan. Beberapa hari kemudian, para nelayan mulai berlayar untuk mencari ikan. Cecil menghimbau mereka supaya tidak terlalu jauh dari pulau dan mengawasi mereka dengan terbang. Philia dan Lori membantu dan mengawasi perbaikan rumah panti yang kemarin sempat rusak karena hujan batu. Semuanya berjalan seperti biasanya, perbaikan pun terjadi di beberapa tempat di kota.