The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 3 The birth of “The Outcast” and first dungeon subjugation


__ADS_3

Hari sudah sore, sesampai nya di gerbang mereka langsung menuju pos penjaga.


Karena sudah sore maka tidak banyak orang keluar masuk ke kota. “Hey Matt, apa kita boleh


langsung masuk kedalam ?” Tanya Fei kepada Matt. “Kau lihat, di sana ada


penjaga gerbang, sebaik nya kita bicara dulu. Tenang saja, serahkan saja


padaku, kalian semua kan belum berpengalaman.” Matt menjawab Fei sambil menepuk


dadanya. “Baik Matt, kuserahkan padamu, yg lain kurasa ok.” Fei menjawab sambil


menoleh kebelakang. Di belakang, Cecil dan Philia sedang jalan bertiga dengan


Rona bergandengan. “Ok aku pergi dulu” Matt langsung menuju ke arah penjaga yg


sedang berdiri menjaga gerbang.  “Selamat


sore, apa kita berlima bisa masuk ke dalam kota ?” Tanya Matt kepada penjaga.


Matt lebih berpengalaman daripada yang lain, karena dia mantan penjaga kota,


kira2 dia mengerti apa prosedur nya supaya bisa di ijinkan masuk. “Kalian


datang darimana ? Apakah kalian petualang ? Bisa lihat kartu identitas kalian


?” Tanya penjaga gerbang kepada Matt dan teman2 nya. “Oh kita datang dari dalam


hutan, kita semua baru mau mendaftar sebagai petualang di kota ini, apa bisa di


bantu ?” Jawab Matt sopan. “Sebentar, sy panggilkan komandan  penjaga, sy masih baru.” Penjaga itu segera


menuju pos jaga di balik pintu masuk. “Permisi komandan  lori, ini ada beberapa orang datang ingin


mendaftar ke guild petualang, mereka bilang datang dari hutan, hanya saja,


penampilan mereka lain dari yang lain.” Penjaga menjelaskan kepada Komandan Lori.


“Baiklah, aku akan ke depan, ayo kita lihat.” Komandan Lori segera beranjak


dari duduk nya dan keluar bersama penjaga. Komandan penjaga kota ini adalah


seorang wanita , berumur sekitar enam belas tahunan, berpakaian zirah lengkap.


Dia merupakan bagian dari ksatria di kota ini yang di tugasi sebagai atasan dan


mempunyai tugas melatih dan mengatur para penjaga kota.  “Ini mereka komandan” Penjaga memeperkenal


kan Matt dan teman2 nya. “Selamat datang di kota labirin, aku komandan penjaga


Lori, apa kalian baru ingin mendaftar menjadi petualang ?” Tanya Lori kepada


Matt dan teman2 nya. “Betul bu, kami mau mendaftar, karena kami belum pernah


mendaftar sebelum nya, kami tidak punya kartu guild sebagai tanda pengenal.


Bagaimana caranya supaya kita bisa masuk bu ?” Jawab Matt sopan. “Untuk masuk


di kenakan biaya 5 koin silver, silahkan kesini.” Jawab Lori. Mereka pun masuk


ke dalam pos penjaga. Di dalam ada sebuah bola Kristal yg di gunakan penjaga


untuk mengetahui seseorang jahat atau baik. “Silahkan kalian satu persatu


memegang Kristal ini. Kalau kalian criminal atau orang jahat bola ini menyala.”


Lori menjelaskan kepada mereka. “Baiklah, aku mulai” Matt beranjak maju dan


memegang bola kristal tsb.  Bola Kristal


tsb tidak menyala. “Yak berikut nya” Lori berkata kepada yang lain. Satu


persatu mulai dari Fei , Philia dan Cecil memegang Bola itu, semua tidak


menunjukkan reaksi. Kemudian giliran Rona, segera dia memegang bola itu. Bola


Kristal langsung menyala berwarna putih terang. Melihat itu, para penjaga


kecuali Lori mulai memegang senjata. “A…a apakah aku orang jahat.” Wajah Rona


mulai berubah menjadi ketakutan melihat reaksi para penjaga. “Hmmm aku tidak


mengerti, biasanya kalau criminal atau penjahat warna nya merah terang.


Baiklah, yg lain tidak masalah silahkan masuk. Anak ini akan di tahan sementara


sampai kami mengetahui asal usul nya.” Ucap Lori sambil mendekat ke arah Rona. Cecil


langsung menggendong Rona dan lari kebelakang Fei dan matt, Philia juga


menutupi Cecil dari arah lain nya. “Apa ini maksud nya, jangan seenak nya


menahan orang” Cecil berteriak marah. “Tenang dulu, bukan nya kita mau menahan


karena dia berbuat kejahatan, kita akan memperlakukan dia dengan baik, sebab


kita hanya ingin menyelidiki asal usul nya. Karena reaksi bola Kristal yang


aneh, kita tidak mempunyai petunjuk apapun.” Lori menjelaskan ke Cecil dan yang


lain nya. “Kalau mau nahan, tahan kita semua.” Teriak Philia. “Jangan seenak


nya.” Tambah nya. “Cecil, philia, Tenang dulu, biar kita sama2 cari solusinya.”


Fei berusaha menenangkan kedua nya. “Matt bisa minta tolong ceritakan ke


komandan tentang kita, aku ga bisa, aku ga punya pengalaman bicara sama orang


lain.” Tambah Fei berbisik ke Matt. “Baik, aku akan ajak komandan berbicara.”


Matt menjawab dengan berbisik. “Komandan, bisa kita bicara berdua di ruangan


lain.” Matt mengajak Lori. “Baiklah, ayo kita keruangan ku.” Lori berbalik dan


berjalan menuju ruangan di belakang nya, di ikuti oleh Matt. Fei dan lain nya


menunggu di luar dan di awasi oleh penjaga. Menit demi menit berlalu. “Aduh,


matt lama banget, apa aja sih yg di omongin, jangan2 dia terpikat lagi ama si


komandan.” Cecil mengeluh sambil berjalan bolak balik. Dia mulai kehabisan


kesabaran. “Semoga ga ada masalah ya.” Philia mengelus2 kepala rona yg tertidur


di pangkuan nya. “Kalian tenang dulu, percaya saja pada Matt.” Fei berusaha


menenangkan teman2 nya. Dia pun sebenarnya agak cemas. “Arrrgh oni, gimana


kalau kita kabur saja…penjaganya Cuma 3, kita hajar saja.” Cecil mulai


beringas. “Cecil, jangan menambah masalah, seperti aku bilang, percaya sama


matt, aku juga cemas, tapi aku tenang.” Jawab Fei . “Tapi…..sudah kelamaan nih.”


Cecil pun duduk di sebelah Fei sambil cemberut. Tiba2 pintu depan pos terbuka,


Kapten Rude masuk ke dalam. “Oh, kalian kan yg kemarin ku temui di jalan, yang


membasmi bandit. Kenapa kalian disini ? mana teman kalian yang satunya ?”


Kapten Rude bertanya kepada Fei dan teman2 dengan heran. Fei pun menjelaskan


situasi nya kepada Kapten Rude. “Hmm aku mengerti, baik aku masuk dulu.” Kapten


rude pun langsung menuju ruangan tempat lori dan matt berada. “Lori, kamu di


dalam ? Aku masuk” Kapten Rude langsung masuk ke dalam. Di dalam ruangan, Matt


menjelaskan semua nya ke Lori, dan pertemuan nya dengan Rona. Dia juga bilang


kalau Rona tadinya adalah budak yg mereka bebaskan.  Tapi soal kemampuan Rona, Matt tidak


mengatakan apa2. Lori mengangguk “Hmm jadi kalian juga sebenarga tidak tau asal


usul nya, hanya dengar dia bercerita kalau dia datang dari gunung dan tidak


ingat apa2.” Lori menegaskan ke matt. “Tapi kalau melihat fisik nya, dia adalah


demon kan.” Katanya lagi. “Bukan demon, dia adalah ras dragon.” Matt membetulkan


pernyataan Lori. “Kalau begitu, bisa kamu jelaskan tanduk yg ada di dahinya ?”


Tanya Lori lagi kepada Matt. “Aduh…orang ini susah sekali.” Pikirnya. Tiba2


terdengar suara di depan dan pintu di buka. “Lori” Kapten Rude berdiri di


pintu. “Eh papa, ada apa, kenapa masuk kesini.” Tanya Lori sambil berdiri.


“Hah…papa” pikir Matt sambil heran.  “Ya,


tadi aku ke gerbang dan Cuma melihat 1 penjaga, lalu aku masuk ke pos dan


melihat beberapa anak muda yg kemarin ku temui lagi duduk di dalam. Mereka


bercerita kepadaku. Hai anak muda, apa kabar, sampai juga kalian kesini.”


Kapten Rude menyapa Matt. “Salam kapten, terima kasih, kami sudah sampai.”


Jawab Matt sopan. “Oh kalian sudah saling kenal ?” Tanya Lori ke ayah nya.


Kapten rude kemudian menjelaskan kepada Lori pertemuan nya dengan Matt dan


teman2 nya. “Oh jadi mereka yg membasmi bandit2 itu. Maaf aku tidak tau.” Lori


minta maaf kepada Matt. “Tidak apa2 komandan, kami bisa mengerti posisi anda”


Matt menjawab Lori. “Lori, biarkan mereka masuk, aku yang akan tanggung jawab.


Soal anak itu, dia juga korban kejadian kemarin dan sekarang ikut Matt dan


teman2 nya, mereka bisa di percaya.” Rude memegang pundak Lori. “Tapi papa,


gimana nanti aku buat laporan nya, sedangkan ada beberapa penjaga juga yg


menyaksikan.” Tanya Lori cemas. “Anggap aja tidak terjadi apa2, rahasiakan


jangan sampai yg di atas tau. Untuk penjaga yg menyaksikan, aku yakin kamu bisa


mengatasi nya, kalau ada masalah bilang padaku, aku yg tanggung jawab.” Kapten


Rude meyakin kan Lori. “Terima kasih banyak pak, sudah mau membantu kami.” Matt


menunduk berterima kasih. “Ah kalian sudah berjasa, aku yang harus berterima


kasih. Habis ini tolong kalian semua ikut aku ke barak Ksatria,” Ajak Kapten


Rude. “Ok, sebagai komandan penjaga, aku akan ikut mengantar kalian. Lagipula,


jam kerja ku sudah habis. Sekali lagi, selamat datang di kota labirin, Matt.”


Lori menjulurkan tangan nya ke arah Matt. “Terima kasih, ku harap kita bisa


bekerja sama.” Matt menjabat tangan Lori. Mereka pun keluar ruangan. Fei dan


lain nya lega melihat Matt keluar dan berbincang dengan kapten Rude. Setelah


itu mereka segera menuju ke barak ksatria di dampingi oleh Lori. “Philia nee,


lihat tuh si Matt, ngobrol sambil ketawa ketiwi dengan komandan itu. Dasar


laki2 hidung belang…” Cecil berbisik ke philia. Philia merasa heran, Cecil


selalu mengawasi teman2 nya, dan akhir2 ini selalu memperhatikan Matt. “Ummm Cecil,


jangan2 km suka ya sama matt.” Philia bertanya sambil berbisik. “Haaaah…ga, aku


Cuma sebal saja, aku juga sebal melihat Fei nii ngobrol dengan wanita lain.”


Balas Cecil sambil melirik Philia dengan tatapan tajam. “ah hehe.” Philia


tertawa kecil. “Kalian di belakang bicara apa” Kata Fei sambil menoleh


kebelakang. Fei menggendong Rona di punggung nya karena Rona tertidur.


“Ah…tidak.” Cecil dan Philia menjawab bersamaan. Mereka saling menoleh dan


tertawa. “Wah, teman2 mu ceria sekali ya Matt. Kelihatan nya menyenangkan.”


Lori berkata kepada matt sambil mengengok kebelakang. “Yah, begitulah mereka.


Memang menyenangkan.” Matt menjawab Lori. “Haah seandainya aku tidak bertugas


dan menjadi ksatria, pasti menyenangkan ya berpetualang bersama kalian.” Lori


bergumam. “Haha iya.” Matt terdiam. “Kamu berbeda dari kami Lori.” Pikir Matt


dalam hati. Mereka pun sampai ke Barak Ksatria. Di dalam, Kapten rude segera


duduk di meja kerja nya, dan mengeluarkan sekantung uang. “Ambillah, ini milik


kalian, hadiah dari membasmi bandit dan menyerahkan buronan. Jumlah nya dua


puluh koin emas.” Kapten Rude menyodorkan kantung uang nya ke Matt. “Banyak


sekali kapten” Fei bertanya heran. “Ah tidak, ini sudah pantas untuk jasa


kalian kemarin. Berhubung sekarang sudah gelap, kalian bisa memakai uang ini


untuk menginap di penginapan, aku rekomendasikan di penginapan white swan, di


distrik pedagang. Cukup nyaman disana dan makanan nya enak juga tidak terlalu


mahal, bilang saja rekomendasi dari kapten rude, ini peta nya.” Kapten Rude


menjawab Fei . “Baiklah kapten, kami terima uang ini dan kami akan menuju


penginapan yg di rekomendasikan.”  Jawab


Matt. “Gruyuuuuk” terdengar bunyi kencang di ruangan, ternyata bunyi itu


berasal dari perut Rona yang baru bangun dan duduk di antara Cecil dan philia.


“Aku lapar…” Kata Rona sambil memegangi perut nya. “Hahaha ya sudah kalian


bergegaslah, jangan sampai gadis kecil itu kelaparan.” Kapten rude tertawa


kencang. “Baik kapten, kami permisi dulu.” Matt dan Fei membungkuk. Lalu mereka


berlima keluar dari ruangan dan menutup pintu. “Mereka pergi, mereka orang2


baik dan kuat, iya kan papa.” Lori berkata kepada papa nya. “Iya dan sepertinya


kita akan banyak tergantung pada mereka, semoga semua akan baik2 saja,” Kapten


Rude menjawab Lori penuh harap. “Matt, sekarang kita kemana ?” Tanya Fei ke


Matt. “Kita langsung saja ke penginapan, di sana juga ada makanan. Sabar


sedikit ya Rona.” Jawab matt sambil menoleh ke arah rona. “Iya, Matt oni chan.”


Jawab Rona. Tiba2 philia dan Cecil mendekati Fei . “Oni, rasanya ada yg


mengikuti kita,” Cecil berkata ke Fei . “Aku juga merasakan Fei , sepertinya


ada dua orang.” Tambah philia. “Iya, aku mengerti, matt dan aku juga merasakan,


matt juga langsung menggendong rona. Dibelokan berikut nya aku akan loncat ke


atas dan mencegat mereka. Aku sudah tau posisi nya.” Fei bersiap. Di belokan


berikut nya, Fei langsung melesat dan menuju gang sebelah nya. Fei langsung


turun, dia melihat sesosok orang  sedang


berdiri da nada 2 orang terkapar di bawah nya. “Siapa di sana…” orang itu


berteriak dan seperti nya seorang wanita. Fei mengenali suara itu. “Oh ini aku,


maaf mengagetkan mu komandan.” Fei melangkah mendekati. Sosok itu rupanya Lori


dan yg terkapar itu adalah orang yang tadi mengikuti Fei dan teman2 nya. “Oh


kamu Fei , rupanya kamu juga sadar ya di ikuti. Mereka adalah sisa2 bandit yang


kalian basmi kemarin, mungkin mereka mau balas dendam terhadap kalian. Selebih


nya biar aku yg urus, kamu begegas saja kembali ke teman2 mu.” Kata Lori kepada


Fei . “Hmm komandan kuat sekali dan bisa merasakan kehadiran ku barusan, hebat.


Terima kasih atas kerja keras nya komandan. Semoga suatu hari nanti, aku ingin


bekesempatan berlatih bersama anda.” Fei menanggapi ucapan Lori. “Haha, dengan


senang hati aku menerima, dan seperti nya kalian semua kuat2 ya, aku merasakan


hawa yang berbeda dari kalian semua, aku harap kalian tetap jadi orang2 yang


baik.” Lori menyambung pembicaraan. “Iya komandan, kami pun tidak ingin


menonjol apalagi menjadi criminal, terima kasih komandan, saya permisi dulu.


Selamat malam.” Fei menunduk dan segera berlari menyusul teman2 nya. “Orang


yang menarik, dan juga tampan haha, Matt juga tampan dan seperti nya kuat.  mungkin kalian melebihiku. “ Pikir Lori dalam


hati. Diam2 dia menaruh hati kepada Matt dan juga Fei . Kemudian dia tersentak


dari lamunan nya “Ah mikir apa aku ini, haduh, wajah ku jadi panas, sudah, aku


urus dulu bandit2 ini.” Wajah Lori memerah dan akhir nya dia membawa bandit2


itu untuk di tahan. Di penginapan, Fei  bercerita soal bandit dan pertemuan nya dengan


komandan Lori kepada teman2 nya sambil menikmati makan malam. “Hmm tadi Matt,


sekarang Fei . Komandan itu sangat cantik…” Philia berpikir dalam hati. Kemudia


dia melihat ke arah Cecil yg lagi kesal sendiri, Phila tertawa kecil, dia tau


sebab nya kenapa Cecil bersikap begitu, tapi dia mendiamkan saja. “Hihi Cecil


imut. Aku harus hati2 nih…” Pikir nya.  “Baiklah, setelah makan kita naik ke atas untuk


istirahat, aku sudah memesan 2 kamar, aku bersama Fei dan Philia, Cecil, rona,


kalian satu kamar. “Rona mau sama Fei nii chan dan Matt oni chan.” Kata Rona


sambil mengacungkan tangan nya. “Jangan, Rona chan sama kita aja ya” Ajak


philia. “Iya benar, nanti malam kita ngobrol2 lagi di kamar oke.” Tambah Cecil.


“Tidak mau….” Jawab rona cemberut. “Eeeehhh…..” kedua nya teriak dengan muka


bingung. “Sudah…sudah, jangan rebut, biarkan saja rona mau dimana…” Matt


menenangkan Philia dan Cecil. “Ok aku sama Fei nii chan.” Rona langsung berlari


dan duduk di pangkuan Fei . “Haha oke.” Fei menjawab sambil mengelus kepala


Rona. “Kalau begitu kita juga” Cecil dan philia pindah ke pangkuan Fei dan


matt. “oi oi” Matt dan Fei heran melihat tingkah teman2 nya. Suasana di restoran


jadi tegang. Banyak orang yg minum di sana melihat ke arah mereka. “Fei , ini


perasaan ku saja apa semua orang melihat kesini dengan pandangan tajam dan


nafsu membunuh ya.” Tanya matt bisik2 ke Fei sambil memangku Cecil dan kaki


sebelah nya memangku rona, “Iya matt aku juga merasakan, tatapan mereka tajam


sekali. Bener2 deh” Balas Fei sambil memangku philia dan sebelah nya memangku


rona. Para pria di bar melihat Fei dan Matt dengan iri, karena Cecil dan Philia


sangat cantik dan sexy, jadi itulah asal tatapan tajam nya. Tiba2 pintu depan


terbuka dan masuk lah Lori mengenakan baju biasa, lalu mendekati mereka. “Fei ,


Matt kalian kenapa ? wajah kalian kok aneh ?” Lori bertanya ke mereka. “haha..”


Jawab mereka berdua. Tiba2 Lori merasakan dingin mencekam. Ternyata Cecil dan


Philia menatap sangat tajam kepadanya. “um…kenapa kalian melihat ku begitu”


Tanya Lori kepada gadis2 itu dengan heran. “Huh, ayo rona chan, philia nee,


kita naik.” Cecil menarik tangan rona dan philia mengajak naik ke atas dan


masuk ke kamar. “Ehh tunggu Cecil…”kata philia sambil di tarik. “Hehehe…” Rona


senang di tarik sama Cecil dan ikut ke atas. Fei dan matt merasa lega. “Baiklah


Fei , Matt, aku masuk dulu” Kata lori kepada mereka. “Ibu aku akan membantu


sebentar lagi.” Lori berbicara dengan ibu penginapan. “Oh komandan bekerja di


sini juga ?” Matt bertanya ke lori. “Ah ini rumah ku dan itu ibu ku, jadi aku


tinggal di ini.” Jawab Lori. “Pantas, kapten merekomendasikan penginapan ini…”


Gumam Fei . “Baiklah aku permisi dulu.” Kata Lori meninggalkan Fei dan Matt yg


sedikit kaget. “Banyak yang terjadi hari ini ya matt.” Kata Fei kepada Matt.


“Iya Fei , banyak yg terjadi.” Jawab Matt. “Haaah” mereka berdua melepaskan


capek nya. Setelah itu mereka pun naik ke atas. Begitu mereka masuk kamar, mereka


kaget melihat Philia, Cecil dan rona tidur dalam 1 ranjang. “Fei , kita ke


kamar sebelah saja” Bisik Matt. “Ayo” bisik Fei . Ketika baru mau membuka


pintu, melesat lah sebuah anak panah dan sebuah tombak menghantam pintu. Mereka


segera menoleh dan melihat Philia sedang memegang busur dan Cecil dengan posisi


habis melempar. “Hghhhhh” kedua gadis itu menatap dengan tatapan penuh amarah


dan menunjuk ke ranjang yang masih kosong. Maksud  nya menyuruh Fei dan Matt tidur satu ranjang


di ranjang sebelah. Kedua pria itu pun menurut karena tidak mau ribut dan juga


karena melihat Rona yang sudah tidur.  Hari pun semakin malam, Fei dan matt yang tidur seranjang melihat ke


langit2. “Benar2 banyak yg terjadi hari ini ya Fei ”  Bisik Matt. “Iya, bener2 banyak yg terjadi”


Jawab Fei . Keesokan nya, mereka berlima menuju ke guild untuk medaftar. Cecil


dan Rona berada di depan disusul oleh philia, Matt dan Fei berada di belakang


lemas.”Kalian kenapa ?” Tanya Philia sambil menoleh kebelakang. “Kami tidak


bisa tidur semalam” Fei dan Matt menjawab kompak. “Oiii ayo cepat2, kita masuk”


teriak Cecil yg sudah sampai di pintu guild. Penginapan tempat mereka menginap


tidak jauh dari guild petualang dan guild pedagang. “Sabar kita lagi kesana” Fei


berteriak kepada Cecil. “Ayo cepat cepat.” Cecil berteriak lagi sambil


melambaikan tangan. Setelah semua sampai, mereka langsung masuk ke dalam. Di


dalam banyak petualang yang sedang duduk dan minum2. Mereka semua segera


menoleh ke arah pintu yang di buka dengan wajah2 meremehkan dan tidak senang. Fei


dan teman2 nya segera menuju ke counter untuk melakukan pendaftaran. “Selamat


pagi, ada yang bisa di bantu ?” Petugas counter menyapa Fei dan teman2 nya.


“Kami mau mendaftar menjadi petualang, apakah bisa” Tanya Fei kepada petugas


counter nya. “Oh mau mendaftar ya, baik, ini bisa tolong di isi dulu” Petugas


counter menyerahkan sebuah berkas untuk di isi. “Baik, kami akan mengisi nya.”


Kata Fei sambil mengambil berkas nya. Kemudia mereka mengisi berkas tersebut.


Rona di bantu oleh Matt dalam pengisian nya karena Rona belum bisa menulis.


Setelah semua sudah di isi, Fei menyerahkan berkas2 nya ke petugas counter.


“Berarti kalian 5 orang ya, hmm, Tuan Fei , Tuan Matt, Nona Cecil, Nona Philia


dan Nona Rona. Baiklah tunggu sebentar aku akan menyiapkan kartu kalian.” Kata


petugas counter, lalu dia masuk ke dalam membawa berkas2 tersebut. Tiba2


terdengar bunyi kencang dari meja dekat mereka.”Hey gadis2 cantik, apa mau


bergabung dengan party kami, kami baru bertiga dan kami Rank D, kami akan


memperlakukan kalian dengan baik HEHE.” Seorang petualang berbadan sangat besar


berwajah bengis di dampingi oleh 2 orang teman nya yang juga besar dengan wajah


yang bengis mencoba mengajak bicara Cecil dan philia. “Tinggalkan saja pria2


busuk itu, lebih enak main sama kami hehe” Kata salah satu dari ketiga


petualang tadi. “Kalian yang busuk, siapa juga yang mau sama babi seperti  kalian, iya kan Philia Nee.” Cecil menjawab


dengan kasar. “Iya benar, jangan goda kami para babi, kami tidak tertarik.”


Balas Philia sambil membuang muka. “Haaaah Babi, dasar perempuan rendah ga tau


di untung, berani kalian menghina  kami,


akan ku hajar kau.” Pemimpin berbadan besar itu membalas sambil mengakat tangan


ingin memukul Cecil. Tiba2 tangan besar itu di tangkap oleh matt. “Hey stop,


jangan pernah menaikkan tangan kepada wanita. Kalian tidak di ajari oleh ibu


kalian apa ?” Tangkas Matt dengan geram. “Oi kalian jangan diam saja, bantu aku.”


Ketua party petualang itu berteriak sambil menoleh kebelakang. Alangkah kaget


nya dia, ketika melihat kedua teman di belakang nya sudah terkapar dan melihat Fei


sedang membersihkan tangan nya. “Kalian yg mana ?” Tanya Fei sambil mengakat


pundak nya.  Matt melepar petualang itu


ke luar dan Fei juga melempar sisanya keluar. “Awas kalian, akan kami balas.”


Kata petualang itu dan teman2 nya sambil berlari meninggalkan guild. “Hah ada


apa ini ?” Tanya petugas counter yang bingung karena baru keluar dari ruangan


sambil membawa kartu petualang yg sudah jadi. “Ah tidak apa2” Kata Matt. “Hati2


tuan, untuk petualang baru biasanya mereka jadi sasaran petualang yg lain.


Sebelum sy memberikan kartu ini, sy jelaskan dulu mengenai rank, quest dan


dungeon. Petualang baru memulai dari Rank F dengan tingkatan tertinggi Rank S.


Untuk pemula ( Rank F ) di sarankan mengambiil quest2 rank F atau setingkat di


atas nya yatu Rank E untuk menaikkan rank nya. Masa berlaku kartu rank F 1


bulan, akan hangus jika tidak pernah mengambil quest. Untuk masuk kedalam


dungen, Rank F harus membuat party dengan sesame rank, maksimal 6 orang dan


hanya boleh sampai lantai 10. Untuk pengambilan quest harap hati2, jika tugas


tidak selesai atau batal, akan di kenakan denda atau pinalti. Untuk membuat


pendaftaran party akan di kenakan biaya 10 koin silver. Apa ada yang ingin di


tanyakan ?” Tanya petugas counter kepada Fei dan teman2 nya. “Hmm kurasa sudah

__ADS_1


jelas, sepertinya kita akan langsung ke dungeon dulu, apa bisa kita langsung


membuat party nya ?” Tanya Fei . “Bisa, berhubung kartu kalian masih di sini,


akan sekalian sy daftarkan menjadi 1 party. Bisa di isi formulir ini ?” Jawab


petugas counter. “Baik, kita aka nisi bersama.” Fei pun berbalik dan


memperlihatkan kepada teman2 nya formulir untuk pendaftaran party. “Bagaimana,


kita isi bersama ya” Kata Fei ke teman2 nya. “Baik, Cecil philia, sini, kita


isi sama2” Matt memanggil yg lain. “Pertama2 kita tentukan dulu ketuanya, hmmm


bagaimana kalau Matt saja ketua nya ?” Tanya Fei . “Aku setuju, Matt bisa di


andalkan untuk jadi ketua.” Philia mengiyakan. “Aku dan rona nurut aja, tapi


kalau matt jadi ketua bagus juga.” Tambah Cecil. “Hah aku ketua nya ?” Tanya


Matt. “Apa ga sebaik nya kamu saja Fei , kamu kan lebih kuat” Tambah nya lagi.


“Hah, siapa bilang aku lebih kuat, bukan nya aku belum pernah menang dari mu


ya, kita seimbang tau.” Fei membantah. “Sudahlah Matt, hari sudah menjelang


siang, kita semua sudah setuju kok.” Philia menambahkan. “Bener kalian tidak


apa2 aku jadi ketua party ?” Tanya Matt sekali lagi. “Kita semua tidak ada yg


menolak, lagipula kamu lebih berpengalaman dan lebih bisa berinteraksi di


banding semua disini. Ayolah Matt, tidak apa2, lagian km kan yang usul pertama


kali soal party. Aku malah ga ngerti soal ini awal nya.” Fei meyakinkan Matt


sambil memegang pundak nya. “Uhhh Baiklah kalau memang ini sudah keputusan


kalian, aku akan menulis nya.” Jawab Matt. Sebenarnya Matt sangat senang,


karena dia sebelum nya di remehkan dan akhirnya di buang, tidak ada satu orang


pun yg percaya padanya sebelum dia bertemu Fei dan lain nya. “Terima kasih,


kesempatan ini tidak akan ku sia2 kan.” Matt membungkuk di hadapan teman2 nya.


Teman2 nya tertawa sambil menepuk2 punggung nya. “Matt oni chan nangis…yosh


yosh” Rona mengelus2 kepala Matt. Matt pun menggendong Rona dan segera pergi ke


counter untuk menyerahkan formulir yang sudah di isi. Setelah mengambil kartu


guild masing2 mereka pun keluar dengan tujuan masuk ke dungeon. “Ah Tunggu


sebentar” Petugas counter mengejar dan memanggil mereka. “Ada apa mba ?” Tanya Fei


. “Sebelum menuju dungeon, sebaik nya kalian memperbaharui perlengkapan kalian


dulu, kita tidak mau ada yg celaka di dalam dungeon.” Pesan petugas counter.


“Baiklah, kami berangkat.” Fei menjawab sambil membalikkan badan nya. “Mohon


hati2.” Petugas counter mengantar kepergian mereka sambil melambaikan tangan.


“Matt apa perlu kita memperbaharui perlengkapan kita ?” Tanya Fei . “Aku tidak


perlu, armor dan senjataku masih ok, lagi pula kapak ini relic, tidak mudah


rusak.” Jawab Matt. “Cecil, Philia, kalian mau membeli perlengkapan ? Untuk


Rona seperti nya perlu.” Matt bertanya kepada Cecil dan Philia. “Aku rasa aku


tidak perlu, leather armor ku masih bagus, dan senjataku tombak ini adalah relic,


oni dan aku rasanya fine. Philia nee dan Rona seperti nya perlu ” Cecil


menjawab. “Iya benar, aku dan rona masih pakai perlengkapan seadanya, senjata


ku busur ini memang relic, tapi aku perlu anak panah dan leather armor untuk


perlindungan, short sword ku juga rasanya masih ok. Kita beli perlengkapan dulu


saja, untuk Rona.” Philia menambahkan. “Aku punya kok senjata. Ini cpba


lihat…aku menemukan nya di Gua tempat aku tinggal.” Rona mengeluarkan


tongkat  (Staff) dari balik buntut nya.


Staff itu di lapisi dengan sisik naga dan ada batu ruby berwarna merah tertanam


di tengah nya. “Astaga ini relic” Kata Philia setelah melihat Staff nya.  “Kok kamu ga pernah bilang ?” Tanya Philia


kepada Rona. “Habis ga ada yang tanya” Jawab Rona singkat. “Baiklah kalau begitu


sekalian kita beli baju untuk rona dan pelindung untuk philia dan rona.” Matt


menutup pembicaraan. Mereka pun menuju toko perlengkapan dan toko armor di


sebrang guild. Cecil, Philia dan Rona masuk kedalam, sementara Fei dan Matt


menunggu di luar. “Kamu ga perlu Armor Fei ?” Tanya Matt. “Ah punya ku masih


bagus, lagipula aku punya  body


enchantment yg memperkuat serangan dan pertahanan. Aku aman.” Jawab Fei . “Oh


ok, km memang kuat sih, aku percaya, kita tunggu mereka saja.” Matt dan Fei berdiri


di depan toko. Sementara itu di dalam, “Rona chan, coba baju ini, warna nya


bagus dan bentuk nya lucu.” Cecil membawakan rona baju pilihan nya. “Rona chan,


coba ini saja, lebih anggun dan berwibawa, kamu terlihat lebih dewasa.” Philia


juga membawakan baju pilihan nya. “Rona chan masih kecil philia nee, masa mau


di suruh pakai baju seperti emak2, bagusan ini, lucu ada kerudung nya. Iyakan


rona chan.” Cecil memaksakan pilihan nya. “Ck ck ck, kamu gimana mau menggaet


pria Cecil kalau masih berpikiran seperti itu, wanita itu harus tampil elegan,


cantik dan berwibawa, contoh nya aku. Makanya baju ini cocok untuk rona supaya


terlihat dewasa. Coba dengarkan nasihat orang yg lebih tua dong.” Philia


membanggakan pilihan nya. “Enak saja, maksud nee chan aku kayak anak kecil gitu,


jangan sembarangan ya, ne chan cuma 1 tahun lebih tua dari ku. Coba ne chan mau


tampil imut sedikit, Fei nii pasti tergila2 sama kamu hahaha.” Cecil membalas


Philia. “Argg anak ini, jangan bawa2 Fei dong, kan ga ada hubungan nya, aku cuma


mau tampil dewasa aja kok, km cobain dong, biar banyak yg tertarik, terutama si


matt tuh, biar ga kalah ama si komandan waktu itu.” Balas Philia. “Aaaaaah ga


ada hubungan nya tau nee, lagian aku ga mau pakai baju kayak kamu, kayak emak2


hehehe. Aku cocok yg fresh lagipula baju emak2 besar2 dan tidak ketat, bagian


dada ku jadi tenggelam hahah. Coba pakai baju ini nee, pasti km punya menonjol


kayak aku nih…” Balas Cecil sambil menunjukkan dada nya pada philia. Philia


melihat dada Cecil dan membandingkan sama dadanya, memang dada philia kalah


dari Cecil dan hal ini mengurangi pd nya. “Uhh, Dada mu kebesaran itu, kalau


dada ku ideal, makanya aku cocok pakai baju apa saja. Tapi aku ga mau pamer.


Kamu pasti susah ya cari ukuran yang pas sama kamu hehe.” Balas Philia sambil


menggoda Cecil “Maksud philia nee aku gendut gitu ? banyak pria suka yg besar2


tau, philia nee iri ya gara2 dadanya ga sebesar aku hahahaha”  Balas Cecil di tambah ledekan. Wajah philia


menjadi merah padam. Sebenarnya memang dia iri melihat dada Cecil. “Kok jadi


bahas soal dada, lagian km kan yg bilang sendiri km gendut hehe, aku ga salah


dong.” Philia membalas sambil meledek. “Eeeh ngeledek, dasar papan penggilas.”


Balas Cecil dengan wajah yg merah. “Siapa papan penggilas dasar balon gendut…”


Balas philia lagi. Akhirnya mereka terus balas membalas. Rona yang melihat jadi


bingung dan lari keluar toko. Di luar dia melihat Fei dan Matt sedang menunggu


dan dia langsung menghampiri keduanya. “Matt nii chan dan Fei nii chan, bisa


ikut rona sebentar, kalau di diamkan toko itu bisa hancur.” Ajak Rona sambil


menarik tangan Fei dan Matt. “Haaah ada apa Rona” Fei yang kaget bertanya.


“Pokok nya kita kesana dulu” Kata Matt.  Mereka bertiga bergegas ke toko itu. Matt dan Fei melihat ke dalam toko.


Ternyata di dalam Cecil dan Phila lagi dorong2an sambil saling mencemooh, tanpa


sadar mereka mengeluarkan semua tenaga nya, dan kondisi toko jadi berantakan.


“STOOOP, ada apa ini” Matt menyeruak masuk. “Kalian ini malah berantem sendiri,


pantas kita menunggu di luar lama.” Matt memarahi keduanya yang dogeza di depan


nya. “Maaf…” Keduanya menunduk meminta maaf. “Sudah sekarang kalian keluar


dulu, aku mau minta maaf sama pemilik toko” Kata matt kepada mereka. Kemudian


Matt berbicara dengan pemilik toko dan meminta maaf atas kelakuan teman2 nya. Cecil


dan Philia pun keluar, kemudian mereka  melihat Fei dan Rona. Rona memakai baju baru yang di belikan oleh Fei lengkap


dengan armor nya. Baju itu berupa terusan dengan pelindung dada, dan rok nya


bisa menutupi ekor Rona. “Rona chan km pilih sendiri baju ini ?” Tanya philia


dan Cecil. “Iya, rona pilih sendiri dan rona suka. Trus Fei nii chan yang


bayar.” Kata rona riang. “Oooo Hahaha” Cecil dan philia saling melihat dan


bertatapan lalu ketawa bersama dengan kencang. Mereka ber empat melihat Matt


keluar dari toko sebelah sambil menghitung uang. “Ada apa matt ?” Tanya Fei .


“Gawat, kita harus ke dungeon sekarang, kalau tidak bisa gawat.” Kata matt


cemas, “Gawat kenapa ? coba jelaskan.” Tanya Fei lagi. “Dana kita tinggal 2


gold dan 30 silver. Semua habis untuk membayar ganti rugi.” Matt menjawab


sambil menoleh ke arah Cecil dan philia. “Ooo hahaha. Maaf” Keduanya menjawab.


“Ayooo, kita berangkat ke dungeon, ayo philia nee kita duluan.” Cecil berusaha


kabur dan mengajak philia. “Iya…ayo Cecil kita jalan. Haha.” Jawab philia


sambil menggandeng tangan Cecil. “Tadi berantem, sekarang akur. Aku bener2 ga


mengerti perempuan,” Kata Matt sambil menggaruk2 kepala. “Tenang Matt, aku juga


sama, ga ngerti. Sebaik nya kita berangkat juga yuk.” Fei memegang pundak Matt.


Mereka pun segera berangkat. Di depan pintu masuk menuju dungeon, terlihat


banyak ksatria dan petualang terkumpul. Dibagian belakang, banyak healer yang


sedang mengobati beberapa orang ksatria dan petualang yang terluka. Fei dan


teman2 nya baru saja sampai dan mereka di hadang oleh seorang penjaga. “Maaf,


sekarang dungeon tidak bisa di masuki, karena banyak monster dari lantai


terendah keluar ke permukaan. Atau kalau kalian mau membantu silakan lapor ke


petugas yang di sana” Penjaga kota menjelaskan kepada mereka. “Oh apa segawat


itu keadaan nya ?” Tanya Matt.  “Sejak


tadi pagi aktifitas monster sudah tidak stabil. Rumor nya ada beberapa


petualang yang sengaja memancing monster dari lantai bawah ke atas, sehingga


monster di lantai atas pada lari dan akhirnya keluar. Apa kalian petualang dari


guild ?” Tanya penjaga itu. “Iya, benar, kami berencana  memasuki dungeon hari ini.” Matt menjawab.


“Coba kalian berbicara dengan komandan kami di sana” Kata penjaga sambil


menunjuk ke arah Lori yang sedang memberi  pengarahan kepada penjaga kota. “Baiklah, kami permisi” Jawab Matt.


Mereka berlima menuju ke arah Lori. “Komandan, apa yang terjadi” Tanya Matt


kepada Lori. “Oh kalian, seperti yang kalian lihat, ada lonjakan monster keluar


dari dalam dungeon, pasti ada sesuatu yang terjadi. Kami penjaga dengan bantuan


ksatria, sudah mengamankan dungeon. Banyak petualang di dalam yang menjadi


korban, sebagian besar sudah kami evakuasi, walaupun ada beberapa korban dari


pihak ksatria dan penjaga. Apa kalian mau membantu ?” Tanya Lori ke Matt dan


kawan2 nya.”Kami mau membantu” Jawab Fei . “Benar, kira2 apa yang bisa kami


bantu ?” Matt menambahkan. “Untuk detail nya kalian bisa bicara dengan Kapten


Rude, papaku, mohon maaf aku harus mengontrol keadaan disini. Dia ada di pos


depan, kalian kesana saja, aku berikan izin.” Jawab Lori. “Baiklah, kami


kesana, terima kasih Lori.” Matt menjawab. Mereka pun berlari menuju garis


Kapten Rude setelah sampai. “Oh kalian, Lori mengijinkan kalian lewat ya,


mungkin kalian bisa bantu kami.” Kapten Rude menyambut mereka berlima. “Bisakah


kalian menyelidiki apa yang terjadi di dalam, kami sedang menginterogasi 3


orang petualang yang di duga menyebabkan kejadian ini. Mereka ada di sana dan


sepertinya mereka kenal kalian.” Kapten rude menunjuk ke arah 3 petualang yg


sedang di ikat dan duduk di bawah pohon. “Oh mereka, ya kita tau mereka, tadi


pagi mereka mencoba menggoda Cecil dan Philia dan akhirnya kita terlibat


pertengkaran di Guild.” Jawab Fei . “Mereka berbuat sesuatu di dalam yang kita


belum tau, menurut mereka, mereka ingin menghancurkan party pemula yang mau


memasuki dungeon ini, apakah itu kalian ?" Tambah Kapten Rude. “ngg….kalau


melihat babi2 itu, kemungkinan iya oji san.” Cecil menjawab pertanyaan kapten


Rude. “Hmm, kalau begitu matt, Fei , bisa kalian bantu kami mnyelediki ke dalam


? Kalian pasti bisa, sebab kalian berbeda dari petualang lain nya. Dan aku


percaya kalian.” Kapten Rude memegang pundak Matt dan Fei . “Baik rude oji san,


kami masuk ke dalam, dan akan melaporkan apa yg terjadi di dalam.” Matt


menjawab. “Kalian sudah siap ?” Tambah Matt sambil menoleh ke teman2 nya.  “Ya, tidak ada keluhan.” Fei menjawab. “Tentu


saja siap, aku akan berjuang.” Philia menambahkan. “Siaaaap” Cecil dan rona


menjawab sambil menjulurkan tangan ke atas. “Baik, oji san, kita berangkat.”


Kata Matt kepada Kapten Rude. “Jangan memaksakan diri ya, kalau sekiranya sudah


mulai berbahaya, segeralah keluar.” Pesan Kapten Rude. “Tungguuuuuu” Terdengar


teriakan dari belakang. Ternyata Lori sedang berlari ke arah mereka. “Hufh


hufh, aku ikut.” Kata Lori sambil ter engah2. “Eh, kamu ikut ? lalu gimana pos


mu Lori” Tanya kapten  Rude. “Aku sudah


serahkan ke wakil dan ini tanggung jawab ku juga untuk menyelidiki apa yang


terjadi di dalam. Lagi pula, mana bisa aku berdiam diri begini.” Jawab Lori.


“Haduh….anak keras kepala, baiklah, hati2, aku tau, semenjak mereka tiba ke


kota ini, km merasa tertarik dengan mereka. Betul kan ?” Jawab Kapten. “Bukan


masalah tertarik atau tidak, ini tanggung jawab ku” Lori memalingkan wajah


karena wajah nya yang merah. “Ya sudah, susul mereka. Dan berhati2, jangan


memaksakan diri.” Kapten rude memegang kepala Lori. “Baik papa, terima kasih.”


Lori pun segera pergi menuju Matt dan Fei berada. “Aku ikut kalian masuk” Lori


langsung bicara ke Fei dan teman2 nya. “Oba san mau ikut, ayo oba san, jalan


sama rona.” Rona menyambut Lori. “Haaah Oba san, hey aku baru enam belas Tahun


ya.” Lori menjawab Rona dengan muka merah. “Haaaaah” Semua kaget mendengar


nya.  “enam belas tahun ? kok penampilan


dan pembawaan nya seperti sudah umur dua puluh an ? jauh lebih dewasa,


sampai  aku kagum” Tanya Philia kepada


Lori. “Memang sih dia tetap paling tua di antara kita semua haha.”  Cecil menambahkan sambil sedikit meledek.


“Huh kalian ini, memang salah ya dandanan ku.” Jawab Lori. “Hmm ternyata


komandan yang tegas, berwibawa dan anggun, bisa bersikap seperti ini.” Matt


menambahkan sambil tersenyum. Wajah Lori merah padam, lalu dia melihat sebuah


tangan terjulur padanya. “Selamat bergabung, mari kita bersama2 menjalankan


misi ini.” Ternyata Fei menjulurkan tangan nya dan menyambut Lori. “Baik, mari


kita tuntaskan.” Lori menjawab sambil menjabat tangan Fei . “Baiklah ayo kita


masuk.” Mereka pun segera masuk ke dalam dungeon untuk menyelidiki apa yg


menyebabkan pemberontakan monster. “Semua hati2 ya, aku bisa memandu kalian.”


Lori berkata kepada semuanya. Begitu masuk mereka menemukan sisa2 pertarungan


sebelum nya. Banyak darah berceceran, walaupun tidak ada satu mayat pun di


sana. Mayat yang berada di dungeon, baik manusia atau monster, semua akan


tertelan oleh dungeon itu sendri, hanya menyisakan pecahan armor dan senjata


juga darah yang berceceran. Mereka masuk lebih kedalam lagi dan menjumpai


sekelompok Goblin yangsedang menyantap sesame Goblin yang baru mati. “Hmm


mereka berbeda dari goblin biasanya. Aku baru pernah lihat goblin kanibal.”


Lori melihat dengan heran. “Eh lihat, itu ada orang yang tertidur di bawah


mereka, kemungkinan masih hidup, kelihatan nya dia petualang.” Cecil menunjuk


ke arah kerumunan goblin. “Ayo kita tolong.” Fei langsung melompat menuju


kerumunan goblin tersebut. “Fei tunggu” Matt menyusul Fei dan Lori juga


menyusul di belakang Matt. Fei segera membubarkan kumpulan goblin itu. Goblin


balas menyerang. Fei dengan cakar dan kekuatan nya berhasil merobohkan beberapa


goblin, karena terlalu banyak, Fei pun terkepung. Tiba2 dari belakang banyak


goblin yang terpental, ternyata Matt berhasil menerobos masuk, di susul oleh


lori dan mereka langsung bergabung dengan Fei . “Hei Fei , jangan gegabah, kita


harus pakai strategi, goblin ini berbeda dari biasanya, lebih keras dan


sepertinya lebih pintar.” Lori menegur Fei . “Iya memang berbeda dari biasanya,


mereka biasanya langsung maju tanpa melakukan pengepungan seperti ini.” Matt


mengiyakan ucapan lori. “Sorry2, aku ternbawa suasana.” Fei menjawab. “Awas,


kalian menunduk.” Cecil datang dengan terbang dan dari atas dia melepaskan wind


magic “Wind tornado” Muncul lah angina tornado kecil yang menerbangkan


goblin  yang mengepung ke atas . “Philia


Nee…..” Teriak Cecil ke philia. “Oke” Philia melepaskan 3 panah es ke arah


tornado. “Freeze Arrow” Ketika panah menyentuh tornado, seketika tornado


menjadi beku dan membekukan goblin2 yang berada di dalam nya, sehingga menjadi


pilar es yang cukup besar. “Rona chan.” Philia berteriak kepada Rona. “Chappy


majuuu.” Rona menyuruh chappy perliharaan nya maju menghacurkan pilar es itu,


sekaligus menghabisi goblin2 yang lolos.  Akhirnya semua goblin berhasil di tumpas. “Yeeeey”  teriak Cecil, Philia dan Rona tos bersama


dengan riang.  Fei mendekati petualang yg


pingsan itu. “Dia tidak apa2, Philia bisa kamu gunakan healing magic mu ke


orang ini ?” Tanya Fei kepada Philia. “Aku coba.” Philia segera menjulurkan


telapak nya dan keluarlah cahaya hijau di tangan nya. Petualang itu membuka


matanya, dan kaget melihat Fei dan teman2 nya. “Ah….terima kasih sudah


menyembuhkan ku.” Katanya. “Kamu segera keluar dari sini, tolong jelaskan semua


apa yg km alami kepada kapten ksatria di depan.” Matt menyuruh petualang itu


segera lari. “Ba..Baiklah, terima kasih.” Petualang itu segera lari menuju


pintu keluar. “Oi matt, kapan mereka bertiga belajar serangan kombinasi seperti


tadi ?” Fei berbisik  kepada Matt. “Mana


aku tau, makanya aku bilang aku ga mengerti wanita.” Jawab Matt sambil


berbisik. “Anoo….Kalian ini sebenarnya siapa ? Bisa jelaskan ?” Lori bertanya


dengan bingung, dia masih kaget, kelompok goblin yang sudah berkembang bisa di


habisi dengan mudah hanya dengan lima orang. “Untuk mengatasi puluhan goblin


seperti tadi biasanya perlu satu kompi buat menghabisi semuanya dan tidak


mungkin secepat tadi.” Lori menambahkan. “Eeeeh” Mereka berlima kompak. Lalu


mereka berlima langsung berdiskusi “Aduh, bagaimana ini, maaf oni chan, aku


tadi terbang dan keluar sayap.” Cecil mulai berkeringat. “Iya dan rona tadi


mengeluarkan peliharaan nya, tidak mungkin kalau tidak telihat.” Tambah Philia


yang mulai panic. “Tenang, sebaik nya kita jelaskan ke Lori, kita sudah tidak


bisa berdalih lagi.” Matt berusaha menenangkan. “Fei kamu temani aku


menjelaskan.” Matt menoleh ke Fei . “Loh kenapa aku” Fei dengan bingung


menjawab. “Sudahlah, kalau kita tidak cepat nanti dia malah tambah curiga” Matt


menoleh ke  arah Lori. “Aaahhh baiklah,


sungguh merepotkan.” Ujar Fei  kesal. Matt


dan Fei segera mendekati Lori. “Jadi, sudah mau bicara ?” Lori merasa kesal


karena di cuekin. “Begini…..” Kemudian Matt dan Fei menjelaskan semuanya,


termasuk kondisi ras mereka kepada Lori.  Matt dan Fei merasa heran melihat Lori yg bukan nya takut melainkan


seperti merasa lega. “Kamu tidak takut komandan ?” Tanya Fei dengan Heran.


“Iya, kenapa malah kok kelihatan lega dan tenang” Tanya Matt menambahkan. “Aku


lega, ternyata ada sekumpulan orang yg sama dengan ku.” Jawab Lori sambil


tertunduk dan tersenyum. Mendengar perkataan Lori, Cecil, philia dan rona


segera mendekat. “Maksudnya ?” Tanya Cecil heran. “Sepertinya sebaik nya aku


buktikan saja ya.” Lori menggulung lengan bajunya dan menunjukkan tangan nya.


Mereka kaget ternyata tangan lori di penuhi oleh sisik ikan, dan ketika lori


menyingkap rambutnya terlihat ada sirip yg menempel di telingannya dan di balik


sirip itu terdapat insang. “Yap, aku pun sama seperti kalian, Aku juga half


breed antara demon dan manusia.” Lori menerangkan keadaan nya. “Haaah” Mereka


semua kaget. “Tapi bukankah one chan anak Kapten Rude ? dan ibu mu adalah


pengurus penginapan ?” Celetuk Cecil kepada Lori. “Benar, aku anak mereka, tapi


aku di adopsi dari panti asuhan ketika berumur lima tahun dan aku sama sekali


tidak tau orang tua kandung ku. Jadi aku bukan anak kandung mereka.” Jawab


Lori. “Hmm pantas kalian tidak mirip.” Matt menambahkan.  “Iya, banyak yg bilang, tapi papa dan mama


tidak pernah menganggap aku berbeda walaupun mereka tau kondisi ku.” Tambah


Lori. Mendengar itu Cecil,Philia dan Rona mendekati Lori. “Aku bertambah satu


lagi one chan haha,” Cecil berkata sambil memeluk tangan Lori. Philia


menjulurkan tangan nya kepada Lori dan Rona langsung duduk di pangkuan Lori.


“Semoga kita bisa berteman ya komandan Lori.” Philia menjabat tangan Lori.


“Hehe jangan panggil aku komandan, panggil Lori saja, atau one chan.” Lori


tersenyum. Fei dan teman2 nya lega melihat senyum Lori, sebab dari semenjak


pertama bertemu baru kali ini mereka melihat senyum Lori. “Ssst, ada yg


mendekat.” Fei dan Matt segera bangkit dan langsung bersiaga. Lori, Cecil,


Philia dan rona juga langsung bersiaga dengan mengangkat senjata masing2. Tiba2


terdengar suara raungan yang kencang dan mereka melihat seekor manticore


mendekati mereka. “Manticore, kenapa monster itu ada di lantai ini.” Teriak Lori.


“Ada yang aneh dengan monster itu” Fei menambahkan. “Itu manticore


undead….kenapa bisa ?” Lori menegaskan dan mulai gemetar. “Hmm undead ya, mungkin


spirit magic ku bisa melakukan sesuatu.” Philia maju. “Holy Light, Cleanse.”


Philia segera menembakkan pilar cahaya ke manticore undead itu. Manticore yg


terkena cahaya itu langsung meraung dan berlari maju menyerang Fei dan teman2


nya. “Philia mundur, Fei aku akan menahan nya, kamu serang dari samping.” Kata

__ADS_1


Matt sigap. “Absolute Defense : Taunt” Matt berteriak memancing manticore itu


dan menahan laju nya dengan perisai nya, pijakan matt tenggelam karena dorongan


dari manticore itu. Matt berhasil menahan serangan dan menghentikan laju


manticore itu. “Fei  Lori serang, Cecil,


philia, Rona bantu Fei dan Lori.” Teriak Matt sambil menahan dengan perisai dan


kapak nya. “Hiyaaah” Fei dan Lori menyelinap ke samping dari dua arah dan


segera menyerang dari samping. “Wind Hammer” Cecil menyerang dari atas sambil


terbang. “Holy Arrow” Philia menembakkan panah nya dari belakang  ke arah manticore itu. “Chappy bantu matt oni


chan” Rona menyuruh peliharaan nya ikut membantu menahan serangan manticore itu


bersama dengan Matt. Fei dan Lori terus melancarkan serangan kepada punggung


manticore. “Aaah” Serangan Fei dan Lori terpental. “Keras sekali, lori km ga


apa2 ?” Tanya Fei kepada Lori. “Tidak apa2, ayo kita lanjut kan pasti ada


kelemahan nya” Jawab Lori. “Lori, aku akan mencoba salah satu serangan


pamungkas ku, tolong alihkan ekor nya dulu,” Kata Fei sambil menyiapkan kedua


cakar nya. “Baik, cepat ya.” Jawab Lori. “Water enchantment, double slash” Lori


mengibaskan pedang nya ke arah punggung belakang manticore. Manticore meraung


kesakitan akibat serangan Lori dan menyerang Lori dengan ekor nya. Lori


berhasil menangkis dan menahan ekor nya. “Sekarang Fei ” Teriak Lori. Fei sudah


siap dan dia segera maju “Blood Fire Enchantment, Piercing Claw” Fei menyerang


dengan cara menusuk bertubi2 dengan cakar yang di beri enchantment api berwana


darah. Manticore mulai lemas karena banyak dari daging nya berceceran karena


serangan Fei , dan mulai ber egerasi karena undead. “Philia serangan holy light


sekali lagi” Teriak Fei . Philia langsung melompat ke arah punggung Manticore.


“Holy Light, Cleanse” Langsung pilar cahaya menuju punggung manticore dan


menembus daging dan kulit nya, manticore meraung kencang dan mulai menghilang


bersamaan dengan cahaya holy light. Dan akhirnya Manticore berhasil di


kalahkan.  Matt dan Chappy melepaskan


kepala manticore yang mereka tahan sebelum nya. Baru mereka berhasil menarik


nafas, dari kejauhan terdengar suara orang bertepuk tangan. “Hebat…tidak ku


sangka ada yg bisa mengalahkan percobaan ku.” Terlihat sosok hitam gelap dan


tinggi. “Lich…kenapa ada lich di sini.” Lori segera mensiagakan senjatanya. “Oh


tenang2, aku kesini bukan mau bertempur, aku Cuma mau lihat hasil percobaan ku,


ternyata bisa di kalahkan oleh sekelompok demon hahaha.  Ini baru percobaan untuk kebangkitan tuanku,


evil god. Baik, sepertinya aku permisi dulu. Sampai jumpa lagi Demon.” Kata


Lich itu sambil menghilang di kegelapan. “hih mengerikan dan menjijikan” Gumam Cecil.


“Baiklah, kita harus laporkan penemuan ini ke kapten, mari kita keluar dulu


untuk saat ini. Sepertinya semua ini adalah perbuatan lich itu.” Matt mengajak


teman2 nya. Lori terdiam dan berpikir keras. “Semoga pikiran ku salah.” Katanya


dalam hati. “Lori, ayo kita jalan.” Fei memanggil Lori yang sedang termenung.


“Oh ah baik.” Lori pun segera bergegas menuju Fei berada. Mereka ber enam


segera bergegas keluar, di jalan mereka semua  terdiam, karena masih tegang dengan pertarungan barusan dan kemunculan


sosok lich yang cukup mengguncang mereka. “Hei, lich itu memanggil kita demon


kan.” Fei melemparkan pertanyaan ke teman2 nya. “Iya, dia sepertinya tidak tau


kalau kita bukan demon murni” Matt menjawab. “Kelihatannya dia merasakan aura


kita ber enam.” Lori menyambung. “Mungkin saja, semoga tidak ada yg perlu kita


khawatirkan.” Fei menyambung lagi. “Aah Sudah2, kita keluar dulu dari sini,


philia nee dan Rona masih tegang dan gemetar, aku pun sama,” Kata Cecil tegas.


“Kamu benar adikku, sebaik nya kita bergegas” Fei berkata sambil menoleh ke


arah Matt dan Lori. Matt dan lori mengangguk dan mereka pun berlari menuju


pintu keluar. Sementara di luar, “Permisi kapten, petualang yang kita tangkap


tadi mau bicara,” Salah satu ksatria menyampaikan kepada Kapten Rude. “Baik,


aku kesana.” Kapten pun segera meghampiri tahanan yang sedang terikat itu.


“Uhhh kenapa aku di ikat, aku tidak ingat apa2” Kata pemimpin petualang yg di


tangkap itu. “Apa maksud  mu, apa yg


terakhir kamu ingat.” Tanya kapten kepada tahanan itu. “Aku Cuma ingat pagi


kami bertengkar dengan pemula yang sangat menyebalkan, kemudian kami berkumpul


di gang sebelah guild untuk merencanakan balasan buat mereka, tiba2 dari dalam


gang muncul sesosok orang berkerung dan berpakaian serba hitam. Dia memberikan


informasi katanya para pemula itu mau ke dungeon dan dia mau membantu kami


membalas dendam ke mereka. Dia menyuruh kami membawa sebuah batu bertuah ke


dalam dungeon dan melemparkan nya. Kami pun ke dungeon dan sesampainya disana


kami tidak ingat apa2 sampai tau2 kami di ikat seperti ini.” Katanya. “Seperti


apa ciri2 orang yg membantu kalian itu, segera jelaskan.” Tanya kapten agak


tidak sabar. “Dia berpakaian serba hitam seperyi yg kami katakan tadi. Kami


tidak bisa melihat wajah nya karena terlalu gelap. Dia tinggi dan sepertinya


sangat kurus. Cuma itu yang bisa kami katakan.” Jawab petualang itu. “Hmm,


pengawal, bawa mereka ke penjara, nanti kita interogasi lagi mereka.” Kapten


rude menyuruh anak buah nya membawa ketiga petualang itu ke penjara. “Lori,


semoga mereka semua baik2 saja.” Kapten berpikir dalam hati. Tidak berselang


lama, dari dalam dungeon terndengar suara, “Kapten ada yg mendekat keluar dari


dalam dungeon.” Seorang ksatria yang sedang berjaga di depan berteriak. “Kepung


pintu dan Siap2 semua.” Kapten segera memerintahkan mengepung pintu masuk


dungeon.  Suara semakin mendekat. Suasana


di luar dungeon menjadi mencekam. Semua tegang menunggu apa yg akan keluar.


Terlihat beberapa sosok mendekat keluar, para ksatria segera mencabut senjatanya.


Akhirnya Fei , Lori dan teman2 nya keluar dan melihat mereka para ksatria


menjadi lega. “Syukurlah kalian selamat, sy baru berhasil menginterogasi para


tahanan da nada orang yang memang sengaja membuat keadaan ini. Jadi, bagaimana


hasil pennyelidikan kalian ?” Tanya Kapten kepada mereka. Matt, Fei dan Lori


menjelaskan semuanya kepada kapten Rude. “Tidak kusangka, kalian bertemu dengan


Lich di dalam sana, dan undead manticore yang kalian basmi. Dia mengaku anak


buah Evil God ? Apa ini sebuah pertanda ? hmm…oh maaf, kerja bagus kalian.”


Kapten Rude bergumam. “Terima kasih Rude oji san, tapi bisakah jelaskan kepada


kami apa yang sebenarnya terjadi ?” Tanya Matt kepada Rude. “Sepertinya memang


aku harus menjelaskan semua nya ke kalian.Tapi tidak hari ini, kalian sudah


lelah, istirahat lah dulu di penginapan, besok pagi kita bertemu di guild.”


Kata Kapten Rude kepada Matt dan teman2 nya. “Iyaaa, terima kasih oji san,


fiuuh rasanya mau mandi…” Cecil menyeletuk sambil mengibas kan baju nya. Para


ksatria bengong dan berwajah mesum melihat Cecil.  “Haah Cecil, tolong jangan terlalu cuek, kamu


bukan anak kecil lagi” Philia menegur Cecil yang jadi pusat perhatian. “Iya2


one chan bawel” Cecil menjawab sambil cemberut. “Fei , Mat, aku Cecil dan Rona


duluan ya, mungkin kita akan mampir ke pemandian dulu untuk membersihkan badan.


Nanti setelah itu kita langsung ke penginapan dan makan malam bersama kalian.”


Philia pamit kepada Fei dan Matt. “Baiklah, hati2 ya, dan tolong jaga Cecil


supaya tidak membuat masalah. Aku dan matt akan menyusul” Jawab Fei . “Baik,


aku akan jaga Cecil dan rona.” Jawab Philia dengan wajah agak merah. Lori


sebenarnya juga ingin membersihkan diri, tapi dia tidak berani untuk bilang dia


mau ikut. Lori melihat saja, tiba2 Philia yg sudah balik badan dan pergi


berhenti dan dia berbalik berjalan ke arah nya “Ayo, lori ne juga ikut….ngapain


menunggu di sini, serahkan saja di sini sama Fei .” Ajak Philia sambil menarik


lengan Lori. “Ah iya….papa, aku permisi dulu” Lori pun ikut bersama Philia dan


lain nya. Kapten Rude senang melihat nya “Lori…syukurlah” katanya dalam hati.


Dari kecil lori selalu bersama papa nya dan tidak pernah bergaul. Dia agak


tertutup dengan orang lain. Melihat dia akrab dengan Fei dan teman2 nya, hati


Rude menjadi tenang. “Mumpung masih ingat aku akan membuat laporan dulu untuk


kuserahkan kepada guild besok, Fei bisa temani aku sebentar ? sebagai ketua


party ini tanggung jawab ku soalnya.” Tanya Matt kepada Fei . “Baik, aku


temani.” Jawab Fei santai “Thanks bro” Matt menambahkan. “Hebat kalian, masih


mau bekerja sudah sore begini, sebetul nya besok juga gpp, apa kalian tidak


cape ?” Kapten rude menegur mereka. “Tidak apa2 oji san, kita masih sanggup,


lagipula tegang yang tadi masih terasa. Istirahat pun ga tenang” Jawab Fei .


“Hahaha bagus, anak muda yg bagus. Aku senang sama semangat kalian. Baiklah,


aku akan mengawasi pemasangan baricade dan mengatur anak buah ku dulu, ku


tinggal ya, ingat, jangan memaksakan diri.” Kapten rude pamit. “Baik oji san,


selamat sore.” Sahut Matt dan Fei . Sementara itu, para gadis sudah sampai di


bathhouse yg tidak jauh dari penginapan mereka. “Mandi…mandi….” Cecil bergumam


riang. “Cecil pakai dulu handuk nya baru masuk. Rona sini jangan lari2” Philia


berteriak kerepotan. “Hihi, kamu ternyata seperti kakak mereka ya Philia.” Lori


tertawa melihat mereka. “Ya kira2 begitu deh, Cecil sebetul nya ga perlu di


awasi dan bisa di andalkan, tapi sikap cuek nya itu kadang merepotkan, dia


tidak ragu buka baju dimana saja, ini merepotkan. Rona anak yang baik, tapi ke


ingin tahuan nya besar, dan kadang tidak lihat2 sekitar dia main terobos saja.”


Jawab Philia kecapean. “Philia ne, Lori ne, ayo kita masuk, Rona  chan sudah kupegang nih.” Cecil memanggil


Philia dan Lori. “Oke, tapi ingat jangan bikin masalah ya, kalau tidak nanti


aku di  marahi Fei .” Kata Philia.


“Iyaaaaa, siapa juga yg mau bikin masalah blee” Cecil menyahut kesal.  “Hmm Philia apa kamu istri dari Fei ?” Lori


bertanya langsung ke Philia. Mendengar pertanyaan itu, philia kaget bukan


kepalang, terngaga dan mundur sehingga menghantam lemari tempat menaruh


pakaian. “Waa……kenapa berasumsi seperti itu Lori ne san.” Philia bertanya  gugup ke Lori. Wajah nya merah padam. “Hahaha


habis nya, km selalu berjalan di samping Fei , pamit pun sama Fei dan sikap mu


ke Cecil dan rona yang merupakan adik Fei seperti seorang kakak yang sayang


sama adik nya (ipar). Aku juga wanita loh, jadi aku tau persis” Lori menjelaskan


analisa nya. “Aaaa bukan…bukan begitu, aku teman Fei , hubungan kita belum


mencapai ke sana…” Jawab Philia gugup. “Hah Belum ?” Lori meledek philia.


“Aaaaaa aku tidak berpikiran ke arah sana, aku menganggap dia teman berharga,


Cuma sebatas itu…dan ga mengganggap lebih.” Philia menjelaskan dengan panik ke


Lori. “Hah, berpikiran ke arah mana maksudmu Philia, apa km ga senang sama aku


?” Ada suara di belakang philia bertanya. “Aaaah Fei …..sejak kapan” Philia


kaget ternyata Fei ada di belakang nya. “Bukan…bukan…maksud ku, aku suka kamu


….ah aku bicara apa ini. Sudahlah ga ada apa2….aku masuuuk” Philia langsung


lari ke dalam dengan wajah merah padam. “Hey matt km mengerti  maksud nya apa ?” Fei menoleh ke Matt. Matt


Cuma tersenyum dan menggelengkan kepala sambil mengangkat pundak nya. Sedangkan


Lori menahan ketawa sambil berguling2 di lantai. Di dalam, Cecil dan rona


bingungori melihat philia yang menghadap tembok di sudut kolam sambil menahan


tangis. Tidak lama, Lori pun masuk sambil menahan tawa. Kemudian Lori mendekati


Philia yg berada di ujung. “Maaf philia, bukan maksud ku menggoda km, sebab aku


penasaran saja hehe.” Katanya kepada Philia. “Uuu..Lori ne jahat.” Jawab Philia


menahan tangis. “Eh ada apa ini, lori ne, kenapa philia ne menangis” Cecil


bertanya sambil mendekat bersama rona. “Jadi begini…tadi…” Belum selesai Lori


bicara, Philia berbalik dan menutup mulut Lori. “Aaa Lori ne, sudah ga usah di


jelaskan…please.” Philia memohon jangan supaya tidak menjelaskan apa2. “Haha…ok


baik” Kata Lori. “Ne ne ayo dong jelasin…” Cecil mulai mendorong2 tubuh Lori.


Rona hanya melihat mereka sambil bingung. Suasana menjadi ramai dan ceria.


Sementara itu di tempat pemandian laki2  “Fiuuuh berendam habis kerja memang enak ya Fei


…..oi Fei , km kenapa ?” Tanya Matt yg bingung melihat Fei menghadap tembok di


pojokan. “Tadi philia bilang ‘aku suka kamu’ kan, ga salah kan ? masa


sih…..aduh aku malu banget nih. Aku harus bisa bersikap seperti  biasa” Pikir Fei dalam hati, wajah nya merah


padam dan kepala nya mulai ber asap. “Hei hei Fei km kenapa….kenapa km ber


asap….” Kata Matt bingung.  Setelah itu


mereka pun keluar dari bath house dan menuju penginapan. Malam itu, terdengar


suara pintu kamar sebelah terbuka. Fei melihat keluar, ternyata philia sedang


keluar kamar dan berjalan naik ke atap. Fei menyusul Philia dan melihat Philia


duduk di atap melihat bintang di langit. “Philia….km belum tidur” Tegur Fei .


“Ah Fei …..” jawab philia memalingkan wajah nya yg merah. “Boleh aku ikut duduk


di sini” kata Fei lagi. “S silakan…” Philia menjawab perlahan. Mereka pun diam,


suasana menjadi canggung. “ini…seperti waktu kita di hutan ya….” Kata Fei perlahan.


“Iya….” Philia menjawab, dia sudah agak tenang. “Fei , maaf, aku menyinggung perasaan


mu tadi, maafkan aku ya.” Philia menghadap Fei sambil meminta maaf. “Ah tidak


apa2, aku juga salah mengagetkan mu….” Jawab Fei . “Umm apa yg kamu utarakan


tadi adalah perasaan mu ?” Tanya Fei lagi. Philia Cuma diam dan menggangguk.


“Terima kasih, aku juga suka kamu, tapi aku juga harus mengurus Cecil. Aku


tidak mungkin bisa meninggalkan dia sendiri. Jujur ini membuat ku bingung,


sebab km adalah wanita pertama yang ada di samping ku selain Cecil dan ibuku.


Aku mau menjawab perasaan mu tapi bukan sekarang, aku harus membenahi dulu isi


hati ku ini. Tapi aku senang.” Jawab Fei sambil melihat bintang2 di langit.


“Aku juga sama Fei , jujur aku juga sayang sama Cecil, makanya aku ga pernah


mengutarakan perasaan ku yg sebenarnya selama ini, aku ga mau kelihangan kamu


dan Cecil. Makanya aku juga ga bisa memutuskan apa2 saat ini.” Jawab Philia


sambil melihat ke arah Fei dan tersenyum. “Hahaha senang nya, kalian berdua


memikirkan aku yaaa.” Terdengar suara di belakang mereka. Fei dan Philia


menoleh kebelakang. “Cecil” kedua nya pun berteriak, ternyata Cecil sudah


berdiri di belakang mereka. “Kamu denger semua nya ?” Tanya Fei gugup. “Iya


dong…..dari awal hehe.” Jawab Cecil riang. “Auuuh” Philia menutupi wajah nya.


“Oni chan, one chan. Terima kasih, aku senang sekali kalian memikirkan aku.


Tapi aku ga mau menjadi penghalang buat kalian, jadiiii aku punya usul. Philia


one chan, gimana kalau kita berdua bersama menikah dengan oni chan hehe.” Cecil


merangkul philia. “Hah…….usulan macam apa itu, kenapa aku harus menikahi kamu


juga, papa dan mama mana setuju….arghhh aku bingung” Fei menjawab dengan kaget


nya. “Hehe sebab aku juga ingin terus bersama kamu Fei nii chan dan aku juga


sayang sama Philia one chan, lagian kita kan bukan saudara kandung juga, jadi


tidak apa2 kan ?” Jawab Cecil. Philia mendadak mengangkat tangan nya.


“Aku….setuju. Aku juga sayang sama Cecil.” Philia menjawab sambil tertunduk


malu. “Ok, berarti kita sekarang sudah jadi 1 keluarga yaaaa, bukan begiitu


sayang.” Cecil tersenyum lebar di hadapan Fei . Fei ga bisa berkata apa2 dan


akhirnya “Ahhh terserah kalian saja” Katanya putus asa. “Philia nee kita


berhasil heheh” Cecil menggenggam kedua tangan Philia. “Iya haha” Philia pun


tersenyum dan merasa bahagia. Sementara di bawah mereka “Hmm Lori, rasanya kita


ga kebagian tampil ya.” Tanya Matt ke Lori. “Iya, tapi kita juga punya acara


kan hehe” Jawab Lori. “Iya, haha km benar.” Tambah Matt. Matt dan lori melihat Rona


yang sudah terlelap tidur sambil tersenyum. Malam pun berlalu, keesokan


harinya, Mereka pergi menuju guild.  “Oke


siap, kita masuk.” Matt membuka pintu, mereka pun langsung menuju ke


resepsionis untuk menyerahkan laporan mereka didungeon kemarin.”Permisi mba,


ini kemarin kita ke dungeon, kita membawakan laporan dan beberapa kuku dan batu


Kristal manticore yg kita kalahkan kemarin.” Matt menyapa petugas counter. “Oh


tuan Matt ya, kita sudah menunggu, sebentar sy serahkan ke kepala guild dulu.”


Petugas counter segera menuju ke atas untuk ketemu guildmaster. Tiba2 ada 4


orang mendekati Matt dan teman2nya “Permisi, apa kalian yang kemarin


menyelamatkan teman kami di dalam dungeon ?” Tanya salah seorang petualang yg


mendekati mereka. Para petualang ini terlihat seperti veteran dan spertinya


sudah banyak pengalaman. “Demi kami bisa lari, teman kami berkorban untuk menahan


monster2 itu. Ketika kami ingin masuk kembali untuk menjemput nya, kami tidak


di ijinkan oleh ksatria.” Tambah petualang wanita yg juga mendekati bersama


lain nya. “Apa jangan2 teman kalian, pria botak yg kita tolong kemarin ?” Tanya


Fei kepada petualang itu. “Benar, namanya Ron, sekarang dia sedang di rawat


oleh healer di gereja. Kalian sudah menyelamatkan nyawanya, kami mengucapkan


terima kasih.” Kata petualang itu sambil menunduk. “Perkenalkan namaku Sable,


pria besar ini Del, one chan yang cantik ini mariane, dan gadis kecil ini


bernama Jude, kita semua satu party dengan Ron yg kemarin ketua kami, kami


party rank D bernama ‘silver horse’. Kalian satu party ? apa nama party kalian


?” Sable menambahkan. “Salam kenal….mm kita belum ada nama” Jawab Matt. “Kalian


hebat, terutama kamu yg berbadan besar, aku senang yg besar2.” Mariane


mendekati Matt dan memeluk Matt. “Eh one chan….” Matt pun jadi grogi. “Braak”


pintu pun di buka. Lori dan Kapten Rude masuk kedalam. “Bagus Matt, baru di


tinggal sebentar langsung ke perempuan lain..” Lori mendekati matt dengan nafsu


membunuh. “Eh lori, bukan, ini lain…..” Jawab Matt gugup. “Siapa dia


tampan…..kasar sekali.” Mariane menyindir Lori. “Hah….siapa ? dasar kucing


garong, berani nya menggoda laki2 ku….” Lori berteriak lantang. Fei , Cecil dan


Philia, menoleh ke arah Matt. “Laki2 ku….?” Mereka serentak bertanya. “Eh nanti


aku jelaskan…..” Kata Matt. “Hmm sejak kapan matt, aku kok ga tau ?” Tanya Fei heran.


“Ng….gimana ya…?” Matt bingung menjelaskan nya. “Biar aku yg jelaskan, sekalian


di depan kucing garong ini. Semalam setelah kembali dari bath house aku


menyatakan perasaan ku sama dia, dan dia menerima ku. Kalian ga tau sebab


kalian juga sedang sibuk sendiri kan ? Lagipula kita sudah bersama semalam, iya


kan honey.” Lori menjelaskan sambil memegang dagu Matt. “Ahahah…iya.” Muka matt


merah padam. “Sekarang km minggir kucing garong…..” Lori mendorong Mariane.


“Huh sudah ada yg punya rupanya, baiklah aku minggir” Mariane pun menjauh. “Hah


kok bisa ya, cepat sekali prosesnya….” Fei bertanya bingung. “Ah tidak juga,


dari pertama bertemu, aku sudah menaruh hati sama dia, keputusan ku menjadi


bulat ketika aku mendengar cerita asal usul kalian kemarin dan siapa kalian ini,


dan begitu mengetahui kita sama, aku langsung tidak merasa ada halangan. Dan


sekarang aku kesini untuk menegaskan…aku mau bergabung dengan kalian dan aku


berhenti menjadi kepala penjaga, papa juga sudah setuju. Boleh kan Matt ?” Lori


menegaskan keputusan nya. “Terima kasih Lori, aku senang. Tentu saja boleh”


Matt memeluk Lori. Suasana langsung menjadi ramai penuh sorak sorai. “Selamat


berbahagia yaaaaa” Terdengar semua berteriak. Fei , Philia dan Cecil masih


bengong tidak percaya. “Jadi semalam kita bertiga tegang dan canggung buat apa


ya ?” Tanya Fei ke Philia dan Cecil. “haha entah” jawab Philia sambil


tersenyum. “Lori ne, hebat, dia bisa cepat dan tegas ambil keputusan dan berani


terus terang soal perasaan nya, tidak seperti seseorang…” Cecil bergumam sambil


melirik Fei dengan kesal. Philia juga melirik Fei penuh harap. “Iya2, kita


juga, kalian senang ?” Kata Fei pasrah. “Horee” Cecil dan Philia bersorak. Dan


lompat ke  arah Fei dan memeluk dia. “Hoi


lihat yg sebelah sini juga hahahah…..gilaaaa bikin iri…” Beberapa petualang


menunjuk ke  arah  Fei sambil bersorak. “Uoooooh selamaaaat”


suasana guild menjadi ramai seketika. Sementara itu, kapten rude, sedang


menaiki tangga dan menoleh “Ah masa muda haha” pikir nya dalam hati sambil


tersenyum bahagia.  “Matt apa nama party


kita” Lori bertanya kepada Matt. Fei dan lain nya mulai bergabung bersama Matt


dan Lori. “Kalau boleh usul, gimana kalau namanya ‘The Outcast’ sebab kita


semua memang di asingkan kan ?” Usul Lori. “Hmm Boleh juga, ga terlalu menonjol.


Yang lain gimana ?” Tanya Matt. “Aku terserah saja, aku paling payah soal


begini.” Fei menjawab. “Kelihatan nya keren, aku setuju.” Philia menjawab. “Aku


juga….aku juga kita ber enam memang org aneh yang keren hahaha.” Cecil menjawab


sambil bercanda. Rona hanya bengong saja. “Baiklah, mulai hari ini kita ber


enam di sebut  the outcast.” Matt


memutuskan. “Aku akan mendaftarkan nama kita ke guild.” Tambah nya. “Hidup the


outcast. Kampai” Sable yg tidak sengaja mendengar berteriak sambil mengangkat


gelas nya. Serentak seluruh guild mengangkat gelas nya. “The Outcast. Selamat.


Kampai.” Sorak seluruh petualang di dalam ruangan sambil mengangkat gelas nya.  “One chan tachi dan oni chan tachi, ini


sebenarnya ada apa” Tanya Rona yang sedang di peluk oleh kelima kakak2 nya


dengan bingung. “Tidak ada apa2, pokok nya seru.” Jawab mereka semua dengan


wajah yg ceria.     –end ch 3-

__ADS_1


__ADS_2