
“Sekarang langkah kita selanjut nya apa, menurut pak Lenton kita tidak perlu berbuat apa2, tapi aku gatal setelah mendengar tentang kerajaan Xenobia.” Tanya Fei . “Ya, sekarang kita lakukan penyelidikan
kita sendiri, untuk ke kerajaan itu belum memungkinkan, karena kita masih di
akademi, kita menyelidiki hal ini dari buku2 dan perkamen2 di basement dan di
pesawat.” Matt berkata kepada semuanya. “Hmm aku pernah baca, tentang enam
pilar evil god, aku akan coba membaca lanjutannya.” Philia berkata kepada lain
nya. “Aku juga bersama Rona chan mau mengecek yang sudah di teks yang sudah di
terjemahkan di pesawat.” Lori menambahkan. “Kenapa kok kalian malah jadi
penasaran dengan Kerajaan Xenobia ?” Tanya Cecil. “Karena ada kejanggalan di
cerita pak Lenton, pertama yang menuliskan legenda kerajaan itu adalah gereja
yang di dasari oleh kerajaan itu sendiri, kedua di sebutkan kalau raja pertama
meninggalkan kerajaan nya dan kerajaan nya hancur dengan kata lain raja pertama
berkhianat, sedangkan menurut Sab oji san, ayah Cecil meninggalkan kerajaan
karena sudah hancur dan di rebut kekuasaan nya, dan yang ketiga gereja adalah
sekte terlarang yang bersumber dari kerajaan Xenobia, jadi tidak menutup
kemungkinan kalau kejahatan berasal dari kerajaan Xenobia jaman dulu. Ada kemungkinan
sebenarnya dulu orang tua kita Cuma berhasil mengalahkan dan menyegel evil god tapi selanjut nya kalah sebab lawannya adalah kerajaan yang berhasil menguasai dunia, dan mereka di lemparkan ke jaman
ini.” Matt mengutarakan teori nya. “Bisa jadi, karena sesampainya di jaman ini pun mereka terus mencari akar kejahatan dan kegelapan menurut Sab oji san. Jadi ada kemungkinan Evil God hanyalah senjata dan alat untuk menaklukkan dunia, jadi kejahatan itu sendri masih ada sampai sekarang.” Tambah Fei . “Dan
masih ingat ramalan di shrine yg kita kunjungi bersama tim ekspedisi ? Ramalan
itu menceritakan tentang kepunahan dan suku demon yang akan kembali, seperti
mereka sudah tau, kejahatan tidak hilang karena sudah menang dan orang tua kita
terlempar ke jaman ini. Secara spesifik , ramalan menceritakan kejahatan yg
tersegel yaitu Evil God akan bangkit, pernyataan itu berarti saat ramalan di
tulis pun kejahatan sudah berusaha melepas segel nya dan di yakini suatu saat
akan berhasil sehingga kepunahan terjadi lebih dulu baru suku demon kembali.”
Lori menambahkan lagi. “Benar, kalau di lihat urutan kejadian nya dan melihat
isi kitab gereja, tidak salah lagi, kerajaan Xenobia yang merupakan kerajaan
manusia tertua lah kejahatan itu sendiri dan sebagai pemenang, mereka kemudian
menulis ulang legenda menurut versi mereka dan bukan kejadian sebenarnya.
Sekarang pertanyaan nya siapakah Raja Rene Xenobia 1 itu, bisa jadi dia adalah perwujudan fisik dari Evil God. Dan apakah enam saint itu apakah sama dengan enam pilar.
Seperti yang Pak lenton jelaskan, dengan kejadian Robert, kekuatan air
suci adalah kekuatan saint yang ternyata adalah undead.” Philia juga
menambahkan. “Rona juga mau bicara, menurut catatan di pesawat tempat rona di
lahirkan, semua kejahatan bermula dari salah satu kerajaan manusia yang
mempunyai ambisi menguasai dunia karena berhasil mendatangkan orang dari dimensi
lain, baik sekte dan evil god semua berasal dari kerajaan itu. Dan banyak ras
yang punah setelah itu. Berarti, saat ini kita berada dalam kegelapan, sebab
kalau di lihat sekarang, sepertinya manusia adalah ras pemenang dan ras lain
menjadi budaknya, seperti yang terjadi sekarang karena ajaran gereja.” Rona
menambahkan apa yg pernah dia baca di tempat ibu nya. “Berarti secara teori
kerajaan Xenobia adalah kerajaan papa yang di ambil alih dan di kuasai oleh evil god ?” Tanya Cecil.
“Secara teori bisa begitu, aku lebih yakin kalau dulu kekuasaan ayah Cecil di gulingkan oleh Raja pertama yang merupakan evil god itu sendiri dan kerajaan baru didirikan di atas kerajaan lama dan kemudian menjadi sumber kejahatan, tapi kita tidak memiliki bukti, dan kalau ternyata benar maka akan
sangat mengerikan karena lawan kita adalah kerajaan tertua manusia yang di
landasi kejahatan yang sudah menguasai dunia lewat gereja. Aku percaya tidak
semua manusia itu jahat, seperti Rude oji san, Pelatih Lenton dan lainnya,
contoh yang lebih ekstrem adalah ibu Fei yang merupakan Princess kekaisaran
Astorian yang menikah dan bersekutu dengan ayah Fei yang seorang demon.” Matt
menjawab pertanyaan Cecil. “Sekarang kita tidak bisa berbuat apa2, tapi kita
sudah tau siapa lawan kita, semua benang merah sudah terhubung. Kita tunggu
langkah selanjutnya dari Pak Lenton dengan tetap menjaga rahasia kita ini dari
mereka.” Kata Matt kepada lain nya. “Ya, aku setuju, kita ga boleh gegabah”
Tambah Fei . “Semoga Princess Valia, Pelatih lenton dan lainnya bisa kita
percaya ya, sebetul nya aku ga mau mencurigai mereka, tapi kita harus hati2.”
Philia berkata kepada lainnya. “Aku tidak curiga kepada mereka, aku yakin mereka
orang baik, hanya saja aku malah takut mereka tidak menerima kita kalau kita katakan yang sebenarnya. Karena kita ber enam memang benar2 lain dari yang lain.” Lori menambahkan.
“Betul, saat ini, kita Cuma bisa percaya sama Sab oji san dan Rude oji san, yang jelas2 mengenal kita.” Cecil juga menambahkan.
“Baiklah, sekarang kita di sini saja dulu, besok pagi2 baru kita ke akademi,
kita rayakan saja lahirnya keluarga Astoria yang sesungguhnya bukan sebagai
penyamaran.” Matt berkata kepada lainnya. “Setuju…” Semuanya menjawab serentak.
Setelah itu, Matt dan Fei pergi berburu, Cecil dan Philia kembali ke makam
untuk membersihkan makam dan Lori bersama Rona bersiap2 untuk memasak makan
malam. Setelah itu,mereka kembali berkumpul di rumah. “Loh Philia dan Cecil
mana ? kok belum kembali ?” Tanya Fei . “Tadi mereka katanya mau ke makam lagi
, tapi kok lama ya.” Lori menjawab pertanyaan Fei . Tiba2 pintu terbuka, Cecil
dan Philia masuk dengan ter engah2. “Matt Oni, Fei nii, kita menemukan sebuah
surat di makam, dan kita dari tadi berusaha membacanya tapi tidak bisa.” Cecil
mengabarkan. “Iya, surat itu di tulis menggunakan tulisan kuno dan kelihatan
nya masih baru di tulis. Mungkin Rona chan bisa bacakan ?” Tambah Philia. “Sini
Rona lihat.” Rona mengambil surat itu dan mulai membacanya. Isi surat itu “Anak2
kami yang kami kasihi, terima kasih kalian mau menerima satu sama lain sebagai
keluarga, kami orang tua kalian sangat bangga kepada kalian. Mulai sekarang
__ADS_1
hidup lah dengan bahagia bersama. Kalian tidak perlu meneruskan perjuangan kami
kalau kalian tidak mau. Tetaplah hidup anak2, berbahagialah. Apapun keputusan
kalian kami semua merestui. Salam sayang orang tua kalian.” Rona membacakan isi
surat singkat itu. Cecil, Philia, Lori yang mendengar Rona membaca nya mulai
menangis, Matt dan Fei pun tertunduk. Mereka pun saling berpelukan satu sama
lain lagi, mereka bersyukur kepada orang tua mereka. Kemudian surat itu mereka
gantung di ruangan sebagai tanda restu dari orang tua mereka. Keesokan harinya
mereka pun kembali ke akademi dan beraktifitas seperti biasa. Sebulan kemudian,
ibukota di hebohkan oleh hilang nya pangeran kedua dan terbaginya dua fraksi di
dalam tubuh gereja. Keadaan di istana sudah kembali tenang seperti semua tanpa
pengaruh dari gereja. Princess Valia pun kembali ke istana. Fei dan lain nya di
panggil ke istana untuk di anugerahi gelar Viscount dan mereka di anugerahi
tempat tinggal yang besar di ibukota. Tapi mereka menolak dan memilih rumah Fei
di bekas desa tempatnya untuk menjadi tempat tinggal mereka. Raja pun
menyetujui permintaan mereka. Setelah itu mereka kembali ke akademi dan
menghadap Pelatih Lenton. “Saat ini gereja menjadi dua fraksi, satu adalah
fraksi berdasarkan kerajaan Xenobia, kebanyakan dari kalangan noble penganutnya dan satunya fraksi berdasarkan Legenda, bukti2 sejarah dan dewa2 kuno di kerajaan yang merupakan agama asli sebelum masuk nya gereja. Ekspedisi di buka kembali untuk menjelajahi reruntuhan kuno, dan
pembacaan teks2 kuno tentang dewa2 masa itu yang di awasi oleh kerajaan.
Akademi memihak pada kerajaan sepenuhnya tanpa terpengaruh gereja lagi dan
berdiri sendiri tanpa pengaruh sama sekali dengan ajaran gereja. Kardinal Cobaint pemimpin gereja di pulangkan ke Negara nya sendiri dan Pangeran kedua yang bernama Edgar Vanadis menghilang
bersama Count Dietrich. Ada rumor mengatakan bahwa Pangeran Edgar dan Count
Dietrich sedang menyusun kekuatan dan bekerja sama dengan kerajaan Xenobia untuk melakukan pemberontakan terhadap keluarga kerajaan. Kita perlu menyelidiki rumor itu, sebab bisa
terjadi perang saudara yang di tumpangi oleh kerajaan Xenobia untuk
menggulingkan keluarga kerajaan.” Lenton menjelaskan situasi nya. “Apa yang
harus kita lakukan pak ?” Tanya Matt. “Kalian teruskan pencalonan student
council nya kemudian menang dan pantau aktivitas di akademi dan ibukota setelah
kalian menjadi Student Council. Kalau ada yang mencurigakan harap segera lapor,
sebab tidak sedikit noble dari kerajaan Xenobia yang bersekolah di akademi ini
walaupun sebagian besar sudah keluar dalam satu bulan ini. Ibu dari Robert
adalah noble dari kerajaan Xenobia sedangkan Chris murni berasal dari Xenobia.
Jadi tidak menutup kemungkinan ada Robert dan Chris lain di akademi ini. Kalian
bisa mencari info dari merchant2 dan petualang2 di guild sebagai student
council. Akademi ini termasuk akademi militer, kalau terjadi perang dengan
kerajaan Xenobia, kita juga ikut berperang di garis depan. Jadi kita harus
pastikan tidak ada pengkhianat di dalam pasukan kita dan mata2 gereja di
akademi.” Jawab Lenton. “Sepertinya perang tidak bisa di hindari ya pak.” Kata
kerajaan ini, itulah mengapa kita harus menyelidiki nya, memang, kalau melihat
kondisi pangeran kedua sebelum dia menghilang , kemungkinan besar dia berpihak
kepada Xenobia. Dan perang tidak dapat di hindari.” Kata Lenton menjelaskan.
“Saat ini kita hanya bisa mengandalkan kalian, sebab kalian di anggap siswa
akademi dan bisa bergerak lebih bebas dari kami. Untuk itulah kalian harus
menang dan menjadi student council.” Tambah Lenton. “Baik pak, kita akan
menyelidiki dan mencari bukti benar tidak nya rumor tersebut dan berjuang di
pemilihan nanti” Kata Matt kepada Lenton. “Baiklah, kalian boleh pergi. Sport
Festival akan di adakan 2 hari lagi. Tolong tetap waspada, terima kasih.” Kata
Lenton. “Baik pak, kami permisi dulu.” Semuanya menjawab dan keluar ruangan. Di
luar Matt dan lainnya berkumpul bersama Charlotte, Franz dan **. “Kita
lanjutkan seperti sebelum nya untuk pemilihan, pertama, aku, Lorianne dan **
akan tetap mengawasi kelas tiga untuk menjaga noble2 dari Xenobia yang masih ada dan yang masih berafiliasi dengan gereja. Feirus, Philiandra dan Charlotte mohon bantuannya untuk kelas
dua, Cecilia, Ronanta dan Franz untuk kelas satu. Karena sport festival akan di
mulai, kita semua akan ikut serta sesuai kelompok yang di tentukan sambil tetap
mengawasi jangan sampai ada Robert atau Chris yang mengacaukan acara. Supaya kita mudah berkomunikasi, Lorianne tolong bagikan kepada yang lain, alat komunikasi yang kita gunakan waktu ekspedisi
dulu.” Matt berkata kepada yang lain. “Baik, aku bagikan…..sepulang sekolah
nanti.” Kata Lori. “Sekarang kita kembali dulu ke kelas masing2, karena kita
sudah terlalu menonjol, sebaiknya kita jangan terlalu mencari masalah demi
pemilihan nanti.” Tambah Matt lagi. “Setuju Matthew ni san, aku, Philiandra dan
Charlotte akan kembali ke kelas.” Fei berkata kepada Matt. “Ok Matthew Oni,
aku, Ronanta Chan dan Franz san kembali ke kelas dulu, sekarang di kelas mau
ada pembagian peserta lomba.” Kata Cecil kepada Matt. “Baik, kalau begitu aku
dan Matthew mau rapat pembagian kelompok lomba untuk kelas satu, dua dan tiga.
Karena kita di pilih mewakili kelas kita. ** tolong kembali ke kelas dulu.”
Lori berkata kepada ** dan lainnya. “Ozsu Aneki….siap.” ** menjawab Lori. Mereka
pun berpisah dan kembali ke kelas masing2, Matt dan Lori pun pergi mengikuti
pertemuan kelas2. Di kelas Fei dan Philia, penetuan peserta lomba baru akan di
mulai. “Baiklah, kelas, lomba yang akan di perlombakan untuk kelas adalah lari
estafet, sepak bola tujuh orang (Futsal), dodge ball, lari tiga kaki. Siapa
saja yang mau mengisi lomba silakan tunjuk tangan.” Kata Ketua kelas yang
bernama Mabel dan wakil nya Evan yang berdiri di depan kelas. Mabel berasal
dari Xenobia dari keluarga pedagang yang menikah dengan Evan yang merupakan
Noble kerajaan Vanadis. Mereka merupakan murid teladan di akademi dengan
__ADS_1
peringkat satu dan dua untuk kelas dua. “Ayo, kalau tidak ada yang tunjuk jari,
nanti kita yang akan memilih bersama.” Tambah Evan. Tiba2 Fei menunjuk jari
nya, “Aku ikut sepak bola dan lari estafet.” Katanya. “Baiklah, Feirus ikut
estafet dan sepak bola, ayo siapa lagi.” Mabel berkata sambil menulis di papan. “Philiandra
san, kamu mau ikut apa ? Kita sama2 ikut estafet aja yu.” Ajak Charlotte. “Aku
bingung…..” Jawab Philia. Charlotte pun berinisiatif mengangkat tangan nya.
“Aku dan Philiandra san juga ikut estafet ya.” Kata nya. “Loh…aku kan ga bilang
mau ikut….” Kata Philiandra. “Telat Philiandra san, sudah tertulis, km
kebanyakan mikir haha.” Charlotte berkata kepada Philia. “Uhh ya sudah….aku
ikut.” Philia menjawab pasrah.
Suasana kelas sangat meriah, banyak yang mengangkat tangan mengikuti lomba yang di
minati nya. “Baiklah, estafet 2 orang lagi, sepak bola sudah full, dodge ball
sudah full. Ayo siapa lagi ?” Tanya Mabel lagi setelah selesai menulis. “Aku
dan mabel akan mengisi estafet, sekarang tinggal lari tiga kaki. Siapa yang
bersedia…?” Tanya Evan. “Gimana kalau Philiandra san dan Feirus san saja ?”
Charllote mengusulkan. “Eh…aku tidak bisa….”Kata Philia ragu. “Kalau Philiandra
ga bisa sama aku saja ya Feirus.” Beberapa siswi mengajukan diri untuk menjadi
pasangan Feirus. “Ahhh baik aku saja….aku bisa.” Philia berdiri dan
menyanggupi. Para siswi yang mengajukan diri pun mundur melihat Philia
menyanggupi. “Haha, kamu memang kurang motivasi Philiandra san, gitu dong
pertahankan.” Ledek Charlotte. “Uhh iya iya.” Philia menjawab. “Baik semuanya
sudah ter isi ya, sekarang tinggal pertandingan kelompok nanti dengan kelompok
nya masing2. Terima kasih semuanya.” Mabel menutup penetuan peserta lomba.
“Sekarang yang mau latihan silahkan. Kita kumpul di lapangan.” Tambah Evan. “Ayo
Philiandra, Charlotte, kita latihan, aku akan kembali ke asrama sebentar untuk
ganti baju.” Kata Fei kepada Philia dan Charlotte. “iya, aku juga mau ganti
baju dulu, yu kita ke asrama dulu Charlotte san” Ajak Philia kepada Charlotte.
“Ayo, tapi kita mampir ke kelas satu dulu ya sebentar.” Ajak Charlotte.
“Baiklah, Feirus, kita duluan ya.” Philia pamit kepada Fei yang masih bicara
dengan beberapa siswa. Mereka pun akhirnya keluar kelas. Fei yang kembali ke
asrama melihat ** sedang mengintip sambil jongkok di satu jendela kamar asrama.
“Jr senpai, sedang apa ?” tanya Fei . “Feirus, cepat menunduk, lihat
kedalam….”Jr berbisik kepada Fei dan menariknya supaya jongkok. Di dalam
ternyata ada dua orang berbaju hitam dengan kerudung hitam, wajah nya tidak
terlihat. Mereka seperti sedang membicarakan sesuatu. “Hmm sudah berapa lama km
mengawasi nya senpai ?” Tanya Fei berbisik. “Sudah dari tadi, mereka seperti
membahas sesuatu, aku punya firasat buruk.” Jawab ** sambil berbisik. “Kita
amati terus Feirus….” Tambah nya. “Baik senpai.” Jawab Fei berbisik. Kedua
orang mencurigakan itu pun pergi keluar kamar. “Ayo kita ikuti mereka senpai.”
Ajak Fei . “Ozsu ayo.” ** menjawab. Mereka masuk ke dalam asrama dan melihat
kedua orang mencurigakan itu keluar dari pintu belakang. Fei terus mengikuti
mereka bersama dengan **. Setelah itu mereka melihat dua orang mencurigakan itu
bergabung dengan dua orang dari asrama puti yang juga keluar dari belakang dan
menuju taman di belakang asrama yang ada patung dewa perang besar di tengah2. Kemudian
salah satu orang mencurigakan itu maju ke arah patung dan mendorong nya
sedangkan yang lain nya mengawasi sekitar nya. Patung pun bergeser dan mereka
semua masuk kedalam. “Senpai, ayo kita kesana.” Fei langsung berdiri dan menuju
patung. “Ayo.” ** pun mengikuti Fei . ** dan Fei mngamati patung itu.
“Sepertinya bisa di geser, aku coba dorong.” ** berkata sambil mendorong patung
itu. Patung itu pun bergeser, di bawah nya ada tangga untuk menuju kebawah. Fei
dan ** masuk secara diam2. Tak lama kemudian mereka pun tiba di sebuah ruangan
besar di bawah mereka dan terlihat sekitar dua puluh orang sedang melingkari
sebuah magic circle besar dan mengucapkan mantra sehingga satu ruangan
terdengar suara mantra itu menggema. “Senpai, tolong lari yang cepat dan keluar
lalu laporkan ke Pelatih Lenton dan Matthew ni san. Aku akan mengamati di
sini.” Kata Fei kepada ** berbisik setelah melihat semuanya. “Baik, km hati2 Feirus.”
** langsung pergi secara diam2 tapi cepat untuk melapor. Fei terus mengamati
sambil menyalakan alat komunikasi nya. “Apa yang mereka lakukan, di bawah sini
sebenarnya ada apa ? Seperti ada bangunan besar di sana yang ada penghalangnya.
Sepertinya mereka membuat magic circle itu untuk mengahancurkan penghalangnya
dan masuk ke bangunan itu.” Kata Fei dalam hati sambil terus mengamatinya. “Aku
akan coba mendekat.” Tambahnya. Fei pun memutari ruangan itu dari lantai dua
sambil terus mengawasi ke bawah. Akhirnya Fei sampai di dekat penghalang. Tiba2
pundak Fei di pegang. “Sssst jangan kaget.” Terdengar suara di belakang Fei .
Karena kaget Fei pun menoleh , ternyata Matt, Lori, Cecil, Philia dan Rona
sudah di belakangnya menggunakan skill stealth. “Uh Matt ni san, jangan bikin
kaget.” Kata Fei sambil berbisik. “Maaf, aku baru sampai karena aku selalu mendengar
km lewat alat komunikasi. Aku langsung mengajak Lori, Philia, Cecil dan Rona.” Kata Matt sambil berbisik. “Lihat itu, sepertinya mereka akan berhasil menghancurkan penghalang nya.” Philia berkata
sambil menunjuk ke bawah. “Iya, sementara kita amati dulu.” Kata Fei kepada Philia sambil berbisik. Suara
mantra itu semakin kencang dan penghalang terlihat semakin memudar. “Aku tidak
__ADS_1
bisa melihat bangunan di belakang nya.” Cecil berkata. “Bentuk nya seperti reruntuhan istana….” Tambah Lori. Setelah mantra di lepaskan, penghalang itu pun menghilang.