The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 10 Academy sport festival, suspicious group lurking in underground


__ADS_3

“Sekarang langkah kita selanjut nya apa, menurut pak Lenton kita tidak perlu berbuat apa2, tapi aku gatal setelah mendengar tentang kerajaan Xenobia.” Tanya Fei . “Ya, sekarang kita lakukan penyelidikan


kita sendiri, untuk ke kerajaan itu belum memungkinkan, karena kita masih di


akademi, kita menyelidiki hal ini dari buku2 dan perkamen2 di basement dan di


pesawat.” Matt berkata kepada semuanya. “Hmm aku pernah baca, tentang enam


pilar evil god, aku akan coba membaca lanjutannya.” Philia berkata kepada lain


nya. “Aku juga bersama Rona chan mau mengecek yang sudah di teks yang sudah di


terjemahkan di pesawat.” Lori menambahkan. “Kenapa kok kalian malah jadi


penasaran dengan Kerajaan Xenobia ?” Tanya Cecil. “Karena ada kejanggalan di


cerita pak Lenton, pertama yang menuliskan legenda kerajaan itu adalah gereja


yang di dasari oleh kerajaan itu sendiri, kedua di sebutkan kalau raja pertama


meninggalkan kerajaan nya dan kerajaan nya hancur dengan kata lain raja pertama


berkhianat, sedangkan menurut Sab oji san, ayah Cecil meninggalkan kerajaan


karena sudah hancur dan di rebut kekuasaan nya, dan yang ketiga gereja adalah


sekte terlarang yang bersumber dari kerajaan Xenobia, jadi tidak menutup


kemungkinan kalau kejahatan berasal dari kerajaan Xenobia jaman dulu. Ada kemungkinan


sebenarnya dulu orang tua kita Cuma berhasil mengalahkan dan menyegel evil god  tapi selanjut nya kalah sebab lawannya adalah kerajaan yang berhasil menguasai dunia, dan mereka di lemparkan ke jaman


ini.”  Matt mengutarakan teori nya. “Bisa jadi, karena sesampainya di jaman ini pun mereka terus mencari akar kejahatan  dan kegelapan menurut Sab oji san. Jadi ada kemungkinan Evil God hanyalah senjata dan alat untuk menaklukkan dunia, jadi  kejahatan itu sendri  masih ada sampai sekarang.” Tambah Fei . “Dan


masih ingat ramalan di shrine yg kita kunjungi bersama tim ekspedisi ? Ramalan


itu menceritakan tentang kepunahan dan suku demon yang akan kembali, seperti


mereka sudah tau, kejahatan tidak hilang karena sudah menang dan orang tua kita


terlempar ke jaman ini. Secara spesifik , ramalan menceritakan kejahatan yg


tersegel yaitu Evil God akan bangkit, pernyataan itu berarti saat ramalan di


tulis pun kejahatan sudah berusaha melepas segel nya dan di yakini suatu saat


akan berhasil sehingga kepunahan terjadi lebih dulu baru suku demon kembali.”


Lori menambahkan lagi. “Benar, kalau di lihat urutan kejadian nya dan melihat


isi kitab gereja, tidak salah lagi, kerajaan Xenobia yang merupakan kerajaan


manusia tertua lah kejahatan itu sendiri dan sebagai pemenang, mereka kemudian


menulis ulang legenda menurut versi mereka dan bukan kejadian sebenarnya.


Sekarang  pertanyaan nya siapakah Raja Rene Xenobia 1 itu, bisa jadi dia adalah perwujudan fisik dari Evil God. Dan  apakah enam saint itu apakah sama dengan enam pilar.


Seperti yang Pak lenton jelaskan, dengan kejadian Robert, kekuatan air


suci adalah kekuatan saint yang ternyata adalah undead.” Philia juga


menambahkan. “Rona juga mau bicara, menurut catatan di pesawat tempat rona di


lahirkan, semua kejahatan bermula dari salah satu kerajaan manusia yang


mempunyai ambisi menguasai dunia karena berhasil mendatangkan orang dari dimensi


lain, baik sekte dan evil god semua berasal dari kerajaan itu. Dan banyak ras


yang punah setelah itu. Berarti, saat ini kita berada dalam kegelapan, sebab


kalau di lihat sekarang, sepertinya manusia adalah ras pemenang dan ras lain


menjadi budaknya, seperti yang terjadi sekarang karena ajaran gereja.” Rona


menambahkan apa yg pernah dia baca di tempat ibu nya. “Berarti secara teori


kerajaan Xenobia adalah kerajaan papa yang di ambil alih dan di kuasai oleh  evil god ?” Tanya Cecil.


“Secara teori bisa begitu, aku  lebih yakin kalau dulu kekuasaan ayah Cecil di gulingkan oleh Raja pertama yang merupakan evil god itu sendiri dan kerajaan baru didirikan di atas kerajaan lama dan kemudian menjadi sumber kejahatan, tapi kita tidak memiliki bukti, dan kalau ternyata benar maka akan


sangat mengerikan karena lawan kita adalah kerajaan tertua manusia yang di


landasi kejahatan yang sudah menguasai dunia lewat gereja. Aku percaya tidak


semua manusia itu jahat, seperti Rude oji san, Pelatih Lenton dan lainnya,


contoh yang lebih ekstrem adalah ibu Fei yang merupakan Princess kekaisaran


Astorian yang menikah dan bersekutu dengan ayah Fei yang seorang demon.” Matt


menjawab pertanyaan Cecil. “Sekarang kita tidak bisa berbuat apa2, tapi kita


sudah tau siapa lawan kita, semua benang merah sudah terhubung. Kita tunggu


langkah selanjutnya dari Pak Lenton dengan tetap menjaga rahasia kita ini dari


mereka.” Kata Matt kepada lain nya. “Ya, aku setuju, kita ga boleh gegabah”


Tambah Fei . “Semoga Princess Valia, Pelatih lenton dan lainnya bisa kita


percaya ya, sebetul nya aku ga mau mencurigai mereka, tapi kita harus hati2.”


Philia berkata kepada lainnya. “Aku  tidak curiga kepada mereka, aku yakin mereka


orang baik, hanya saja aku malah takut mereka tidak menerima kita kalau kita katakan  yang sebenarnya. Karena kita ber enam memang benar2 lain dari yang lain.” Lori menambahkan.


“Betul,  saat ini, kita Cuma bisa percaya sama Sab oji san dan Rude oji san, yang jelas2 mengenal kita.” Cecil juga menambahkan.


“Baiklah, sekarang kita di sini saja dulu, besok pagi2 baru kita ke akademi,


kita rayakan saja lahirnya keluarga Astoria yang sesungguhnya bukan sebagai


penyamaran.” Matt berkata kepada lainnya. “Setuju…” Semuanya menjawab serentak.


Setelah itu, Matt dan Fei pergi berburu, Cecil dan Philia kembali ke makam


untuk membersihkan makam dan Lori bersama Rona bersiap2 untuk memasak makan


malam. Setelah itu,mereka kembali berkumpul di rumah. “Loh Philia dan Cecil


mana ? kok belum kembali ?” Tanya Fei . “Tadi mereka katanya mau ke makam lagi


, tapi kok lama ya.” Lori menjawab pertanyaan Fei . Tiba2 pintu terbuka, Cecil


dan Philia masuk dengan ter engah2. “Matt Oni, Fei nii, kita menemukan sebuah


surat di makam, dan kita dari tadi berusaha membacanya tapi tidak bisa.” Cecil


mengabarkan. “Iya, surat itu di tulis menggunakan tulisan kuno dan kelihatan


nya masih baru di tulis. Mungkin Rona chan bisa bacakan ?” Tambah Philia. “Sini


Rona lihat.” Rona mengambil surat itu dan mulai membacanya. Isi surat itu “Anak2


kami yang kami kasihi, terima kasih kalian mau menerima satu sama lain sebagai


keluarga, kami orang tua kalian sangat bangga kepada kalian. Mulai sekarang

__ADS_1


hidup lah dengan bahagia bersama. Kalian tidak perlu meneruskan perjuangan kami


kalau kalian tidak mau. Tetaplah hidup anak2, berbahagialah. Apapun keputusan


kalian kami semua merestui. Salam sayang orang tua kalian.” Rona membacakan isi


surat singkat itu. Cecil, Philia, Lori yang mendengar Rona membaca nya mulai


menangis, Matt dan Fei pun tertunduk. Mereka pun saling berpelukan satu sama


lain lagi, mereka bersyukur kepada orang tua mereka. Kemudian surat itu mereka


gantung di ruangan sebagai tanda restu dari orang tua mereka. Keesokan harinya


mereka pun kembali ke akademi dan beraktifitas seperti biasa. Sebulan kemudian,


ibukota di hebohkan oleh hilang nya pangeran kedua dan terbaginya dua fraksi di


dalam tubuh gereja. Keadaan di istana sudah kembali tenang seperti semua tanpa


pengaruh dari gereja. Princess Valia pun kembali ke istana. Fei dan lain nya di


panggil ke istana untuk di anugerahi gelar Viscount dan mereka di anugerahi


tempat tinggal yang besar di ibukota. Tapi mereka menolak dan memilih rumah Fei


di bekas desa tempatnya untuk menjadi tempat tinggal mereka. Raja pun


menyetujui permintaan mereka. Setelah itu mereka kembali ke akademi dan


menghadap Pelatih Lenton. “Saat ini gereja menjadi dua fraksi, satu adalah


fraksi berdasarkan kerajaan Xenobia, kebanyakan dari kalangan noble penganutnya  dan satunya fraksi berdasarkan Legenda, bukti2 sejarah dan dewa2 kuno di kerajaan yang merupakan agama asli sebelum masuk nya gereja. Ekspedisi di buka kembali untuk menjelajahi reruntuhan kuno, dan


pembacaan teks2 kuno tentang dewa2 masa itu yang di awasi oleh kerajaan.


Akademi memihak pada kerajaan sepenuhnya tanpa terpengaruh gereja lagi dan


berdiri sendiri  tanpa pengaruh sama sekali dengan ajaran gereja. Kardinal Cobaint pemimpin gereja di pulangkan ke Negara nya sendiri dan Pangeran kedua yang bernama Edgar Vanadis menghilang


bersama Count Dietrich. Ada rumor mengatakan bahwa Pangeran Edgar dan Count


Dietrich sedang menyusun kekuatan dan  bekerja sama dengan kerajaan Xenobia untuk melakukan pemberontakan terhadap keluarga kerajaan. Kita perlu menyelidiki rumor itu, sebab bisa


terjadi perang saudara yang di tumpangi oleh kerajaan Xenobia untuk


menggulingkan keluarga kerajaan.” Lenton menjelaskan situasi nya. “Apa yang


harus kita lakukan pak ?” Tanya Matt. “Kalian teruskan pencalonan student


council nya kemudian menang dan pantau aktivitas di akademi dan ibukota setelah


kalian menjadi Student Council. Kalau ada yang mencurigakan harap segera lapor,


sebab tidak sedikit noble dari kerajaan Xenobia yang bersekolah di akademi ini


walaupun sebagian besar sudah keluar dalam satu bulan ini. Ibu dari Robert


adalah noble dari kerajaan Xenobia sedangkan Chris murni berasal dari Xenobia.


Jadi tidak menutup kemungkinan ada Robert dan Chris lain di akademi ini. Kalian


bisa mencari info dari merchant2 dan petualang2 di guild sebagai student


council. Akademi ini termasuk akademi militer, kalau terjadi perang dengan


kerajaan Xenobia, kita juga ikut berperang di garis depan. Jadi kita harus


pastikan tidak ada pengkhianat di dalam pasukan kita dan mata2 gereja di


akademi.” Jawab Lenton. “Sepertinya perang tidak bisa di hindari ya pak.” Kata


kerajaan ini, itulah mengapa kita harus menyelidiki nya, memang, kalau melihat


kondisi pangeran kedua sebelum dia menghilang , kemungkinan besar dia berpihak


kepada Xenobia. Dan perang tidak dapat di hindari.” Kata Lenton menjelaskan.


“Saat ini kita hanya bisa mengandalkan kalian, sebab kalian di anggap siswa


akademi dan bisa bergerak lebih bebas dari kami. Untuk itulah kalian harus


menang dan menjadi student council.” Tambah Lenton. “Baik pak, kita akan


menyelidiki dan mencari bukti benar tidak nya rumor tersebut dan berjuang di


pemilihan nanti” Kata Matt kepada Lenton. “Baiklah, kalian boleh pergi. Sport


Festival akan di adakan 2 hari lagi. Tolong tetap waspada, terima kasih.” Kata


Lenton. “Baik pak, kami permisi dulu.” Semuanya menjawab dan keluar ruangan. Di


luar Matt dan lainnya berkumpul bersama Charlotte, Franz dan **. “Kita


lanjutkan seperti sebelum nya untuk pemilihan, pertama, aku, Lorianne dan **


akan tetap mengawasi kelas tiga untuk menjaga noble2 dari Xenobia  yang masih ada dan yang masih berafiliasi dengan gereja. Feirus, Philiandra dan Charlotte mohon bantuannya untuk kelas


dua, Cecilia, Ronanta dan Franz untuk kelas satu. Karena sport festival akan di


mulai, kita semua akan ikut serta sesuai kelompok yang di tentukan sambil tetap


mengawasi  jangan sampai ada Robert atau Chris yang mengacaukan acara. Supaya kita mudah berkomunikasi, Lorianne tolong bagikan kepada yang lain, alat komunikasi yang kita gunakan waktu ekspedisi


dulu.” Matt berkata kepada yang lain. “Baik, aku bagikan…..sepulang sekolah


nanti.” Kata Lori. “Sekarang kita kembali dulu ke kelas masing2, karena kita


sudah terlalu menonjol, sebaiknya kita jangan terlalu mencari masalah demi


pemilihan nanti.” Tambah Matt lagi. “Setuju Matthew ni san, aku, Philiandra dan


Charlotte akan kembali ke kelas.” Fei berkata kepada Matt. “Ok Matthew Oni,


aku, Ronanta Chan dan Franz san kembali ke kelas dulu, sekarang di kelas mau


ada pembagian peserta lomba.” Kata Cecil kepada Matt. “Baik, kalau begitu aku


dan Matthew mau rapat pembagian kelompok lomba untuk kelas satu, dua dan tiga.


Karena kita di pilih mewakili kelas kita. ** tolong kembali ke kelas dulu.”


Lori berkata kepada ** dan lainnya. “Ozsu Aneki….siap.” ** menjawab Lori. Mereka


pun berpisah dan kembali ke kelas masing2, Matt dan Lori pun pergi mengikuti


pertemuan kelas2. Di kelas Fei dan Philia, penetuan peserta lomba baru akan di


mulai. “Baiklah, kelas, lomba yang akan di perlombakan untuk kelas adalah lari


estafet, sepak bola tujuh orang (Futsal), dodge ball, lari tiga kaki. Siapa


saja yang mau mengisi lomba silakan tunjuk tangan.” Kata Ketua kelas yang


bernama Mabel dan wakil nya Evan yang berdiri di depan kelas. Mabel berasal


dari Xenobia dari keluarga pedagang yang menikah dengan Evan yang merupakan


Noble kerajaan Vanadis. Mereka merupakan murid teladan di akademi dengan

__ADS_1


peringkat satu dan dua untuk kelas dua. “Ayo, kalau tidak ada yang tunjuk jari,


nanti kita yang akan memilih bersama.” Tambah Evan. Tiba2 Fei menunjuk jari


nya, “Aku ikut sepak bola dan lari estafet.” Katanya. “Baiklah, Feirus ikut


estafet dan sepak bola, ayo siapa lagi.” Mabel  berkata sambil menulis di papan. “Philiandra


san, kamu mau ikut apa ? Kita sama2 ikut estafet aja yu.” Ajak Charlotte. “Aku


bingung…..” Jawab Philia. Charlotte pun berinisiatif mengangkat tangan nya.


“Aku dan Philiandra san juga ikut estafet ya.” Kata nya. “Loh…aku kan ga bilang


mau ikut….” Kata Philiandra. “Telat Philiandra san, sudah tertulis, km


kebanyakan mikir haha.” Charlotte berkata kepada Philia. “Uhh ya sudah….aku


ikut.” Philia menjawab pasrah.


Suasana kelas sangat meriah, banyak yang mengangkat tangan mengikuti lomba yang di


minati nya. “Baiklah, estafet 2 orang lagi, sepak bola sudah full, dodge ball


sudah full. Ayo siapa lagi ?” Tanya Mabel lagi setelah selesai menulis. “Aku


dan mabel akan mengisi estafet, sekarang tinggal lari tiga kaki. Siapa yang


bersedia…?” Tanya Evan. “Gimana kalau Philiandra san dan Feirus san saja ?”


Charllote mengusulkan. “Eh…aku tidak bisa….”Kata Philia ragu. “Kalau Philiandra


ga bisa sama aku saja ya Feirus.” Beberapa siswi mengajukan diri untuk menjadi


pasangan Feirus. “Ahhh baik aku saja….aku bisa.” Philia berdiri dan


menyanggupi. Para siswi yang mengajukan diri pun mundur melihat Philia


menyanggupi. “Haha, kamu memang kurang motivasi Philiandra san, gitu dong


pertahankan.” Ledek Charlotte. “Uhh iya iya.” Philia menjawab. “Baik semuanya


sudah ter isi ya, sekarang tinggal pertandingan kelompok nanti dengan kelompok


nya masing2. Terima kasih semuanya.” Mabel menutup penetuan peserta lomba.


“Sekarang yang mau latihan silahkan. Kita kumpul di lapangan.” Tambah Evan. “Ayo


Philiandra, Charlotte, kita latihan, aku akan kembali ke asrama sebentar untuk


ganti baju.” Kata Fei kepada Philia dan Charlotte. “iya, aku juga mau ganti


baju dulu, yu kita ke asrama dulu Charlotte san” Ajak Philia kepada Charlotte.


“Ayo, tapi kita mampir ke kelas satu dulu ya sebentar.” Ajak Charlotte.


“Baiklah, Feirus, kita duluan ya.” Philia pamit kepada Fei yang masih bicara


dengan beberapa siswa. Mereka pun akhirnya keluar kelas. Fei yang kembali ke


asrama melihat ** sedang mengintip sambil jongkok di satu jendela kamar asrama.


“Jr senpai, sedang apa ?” tanya Fei . “Feirus, cepat menunduk, lihat


kedalam….”Jr berbisik kepada Fei dan menariknya supaya jongkok. Di dalam


ternyata ada dua orang berbaju hitam dengan kerudung hitam, wajah nya tidak


terlihat. Mereka seperti sedang membicarakan sesuatu. “Hmm sudah berapa lama km


mengawasi nya senpai ?” Tanya Fei berbisik. “Sudah dari tadi, mereka seperti


membahas sesuatu, aku punya firasat buruk.” Jawab ** sambil berbisik. “Kita


amati terus Feirus….” Tambah nya. “Baik senpai.” Jawab Fei berbisik. Kedua


orang mencurigakan itu pun pergi keluar kamar. “Ayo kita ikuti mereka senpai.”


Ajak Fei . “Ozsu ayo.” ** menjawab. Mereka masuk ke dalam asrama dan melihat


kedua orang mencurigakan itu keluar dari pintu belakang. Fei terus mengikuti


mereka bersama dengan **. Setelah itu mereka melihat dua orang mencurigakan itu


bergabung dengan dua orang dari asrama puti yang juga keluar dari belakang dan


menuju taman di belakang asrama yang ada patung dewa perang besar di tengah2. Kemudian


salah satu orang mencurigakan itu maju ke arah patung dan mendorong nya


sedangkan yang lain nya mengawasi sekitar nya. Patung pun bergeser dan mereka


semua masuk kedalam. “Senpai, ayo kita kesana.” Fei langsung berdiri dan menuju


patung. “Ayo.” ** pun mengikuti Fei . ** dan Fei mngamati patung itu.


“Sepertinya bisa di geser, aku coba dorong.” ** berkata sambil mendorong patung


itu. Patung itu pun bergeser, di bawah nya ada tangga untuk menuju kebawah. Fei


dan ** masuk secara diam2. Tak lama kemudian mereka pun tiba di sebuah ruangan


besar di bawah mereka dan terlihat sekitar dua puluh orang sedang melingkari


sebuah magic circle besar dan mengucapkan mantra sehingga satu ruangan


terdengar suara mantra itu menggema. “Senpai, tolong lari yang cepat dan keluar


lalu laporkan ke Pelatih Lenton dan Matthew ni san. Aku akan mengamati di


sini.” Kata Fei kepada ** berbisik setelah melihat semuanya. “Baik, km hati2 Feirus.”


** langsung pergi secara diam2 tapi cepat untuk melapor. Fei terus mengamati


sambil menyalakan alat komunikasi nya. “Apa yang mereka lakukan, di bawah sini


sebenarnya ada apa ? Seperti ada bangunan besar di sana yang ada penghalangnya.


Sepertinya mereka membuat magic circle itu untuk mengahancurkan penghalangnya


dan masuk ke bangunan itu.” Kata Fei dalam hati sambil terus mengamatinya. “Aku


akan coba mendekat.” Tambahnya. Fei pun memutari ruangan itu dari lantai dua


sambil terus mengawasi ke bawah. Akhirnya Fei sampai di dekat penghalang. Tiba2


pundak Fei di pegang. “Sssst jangan kaget.” Terdengar suara di belakang Fei .


Karena kaget Fei pun menoleh , ternyata Matt, Lori, Cecil, Philia dan Rona


sudah di belakangnya menggunakan skill stealth. “Uh Matt ni san, jangan bikin


kaget.” Kata Fei sambil berbisik. “Maaf, aku baru sampai karena aku selalu mendengar


km lewat alat komunikasi.  Aku langsung mengajak Lori, Philia, Cecil dan Rona.” Kata Matt sambil berbisik. “Lihat itu, sepertinya mereka akan berhasil menghancurkan penghalang nya.” Philia berkata


sambil menunjuk ke bawah.  “Iya, sementara kita amati dulu.” Kata Fei kepada Philia sambil berbisik. Suara


mantra itu semakin kencang dan penghalang terlihat semakin memudar. “Aku tidak

__ADS_1


bisa melihat bangunan di belakang nya.” Cecil berkata. “Bentuk nya seperti  reruntuhan istana….” Tambah Lori. Setelah mantra di lepaskan, penghalang itu pun menghilang.


__ADS_2