
“Oh kalian semua di sini rupanya.” Tiba2 terdengar suara di belakang mereka. Ternyata Shiori dan Eiji sudah berdiri di belakang mereka. “Shiori, Ni ni…..” Matt menegur Shiori dan Eiji. “Hehe kalian sudah tenang ?” Tanya Shiori sambil bercanda. “Shiori, jangan bercanda, mana mungkin kami baik2 saja, kamu tidak pernah cerita apa2 tentang hal ini, setelah sampai sejauh ini…….aku marah sama kamu.” Kata Cecil geram. “Hehe wajar kalau kalian semua marah sama aku, aku mengerti kok, tapi aku senang, berarti kalian semua sayang sama aku hehe.” Kata Shiori. “Anak ini benar2…..” Kata Philia dan Lori dengan geram. “Maaf, aku tidak bermaksud berbohong dan menutupi hal ini, aku mohon kalian mengerti.” Kata Shiori sambil menunduk. “Aku minta maaf ya Daisuke, Yuuya, Shinju, Keiko, Chizuru dan Sayako, aku dan Shiori benar2 minta maaf, ijinkan kami menjelaskan yang sebenarnya dan kenapa kami tidak bisa menjelaskan nya.” Kata Eiji. “Sebaiknya kita kembali dulu ke gereja, hari sudah mulai gelap, kita berkumpul di sana.“ Kata Matt mengajak semuanya pindah lokasi. Mereka pun bersama2 menuju gereja dengan hening. Sesampainya di dalam mereka langsung duduk membentuk lingkaran di depan altar. “Aku akan jelaskan semuanya. Dari awal, tugas ku dan Shiori adalah menuntun kalian, karena kalian adalah pilihan dewi dari semenjak di panggil ke dunia ini sampai bereinkarnasi sekarang ini. Nah sekarang aku akan bercerita kenapa Shiori menjadi makluk cahaya dan bersatu dengan Pegasus. Sewaktu aku meninggal di bumi dulu, aku tidak langsung di reinkarnasi, melainkan aku berada di dimensi lain yang di sebut dimensi permulaan oleh dewi. Sejujurnya aku memperhatikan Shiori dari awal, kalian semua di panggil ke dunia ini dan di jadikan alat peperangan pada peradaban pertama, kalian tentunya masih ingat. Sewaktu Shiori akan di bunuh, aku memohon kepada Dewi supaya menyelamatkan Shiori, maka Dewi meminta Pegasus untuk menyatu dengan Shiori, jadi kenapa Shiori punya sayap dan tanduk karena itulah sayap dan tanduk Pegasus (nb : Pegasus di dunia ini memiliki tanduk seperti unicorn). Kemudian Shiori menjalankan tugas Pegasus yang sudah di berikan sebelum nya yaitu membersihkan peradaban di planet ini dengan menyisakan sepasang manusia. Setelah sampai peradaban Eden, aku melihat Shiori yang sedih dan kesepian karena sendirian, dia juga sudah sampai batas nya, maka aku meminta supaya aku di reinkarnasi ke planet itu. Kemudian dewi mereinkarnasi aku menjadi manusia yang bukan dari peradaban Eden, melainkan dari bumi dan menggabungkan aku dengan orochi, maaf sebelum nya aku berbohong kalau aku bereinkarnasi menjadi manusia dari Eden. Selebih nya sepeti yang aku ceritakan saat pertama kita bertemu kembali. Aku membuat tubuh ini berdasarkan susunan dan kekuatan tubuh Shiori di tambah dengan kekuatan Orochi, jadi aku meminjam kekuatan Shiori yang di gabungkan dengan
kekuatan Orochi dan mengambil emosi nya, maaf waktu itu aku tidak bercerita yang sebenarnya.” Kata Eiji. “Jadi, ni ni lebih tau dari Shiori selama ini ?” Tanya Fei. “Benar, jadi mohon kalian maafkan Shiori, ada beberapa hal yang memang dia sendiri tidak tahu.” Kata Eiji. “Tapi Levi dan lainnya juga ada kan pada saat itu ?” Tanya Philia. “Mereka di tugasi untuk menjaga planet ini oleh Dewi, sedangkan tugas dari Pegasus adalah penghakiman, dan tugas dari orochi adalah penciptaan. Jadi tugas kita berdua menjaga dan mengawasi kehidupan.” Kata Eiji. “Berarti, pertemuan di jaman sekarang…..” Tanya Lori. “Ya, bukan kebetulan, aku dan Shiori memohon kepada Dewi untuk menjadikan kalian ber enam sebagai pahlawan. Semua sudah dalam rancangan dari awal, sebab tidak ada yang namanya kebetulan.” Kata Eiji. Semua nya pun terdiam. “Jadi, selama ini, kita semua di kendalikan Dewi ?” Tanya Lori lagi. “Sebenarnya Dewi tidak mengatur hidup kalian dan hanya mengawasi saja dari tempat nya, semuanya terserah kalian dan menyerahkan sepenuh nya kepada kalian. Tapi dari Dewa2 dari pihak dewa hitam berusaha mengacaukan kalian, apa yang kalian semua alami selama ini adalah hasil dari perbuatan dewa2 itu, termasuk mengacaukan clone ku yang akhirnya menjadi Evil God dan menyusahkan kalian.” Kata Eiji. “Waktu itu kenapa Ni ni tidak bercerita semuanya ?” Kata Matt kepada Eiji. “Aku tidak bisa bercerita, apalagi kalian sudah mengingat semua ingatan kalian dari masih di bumi, aku juga yang melarang Shiori bercerita sampai kalian mengerti siapa musuh kalian sebenarnya. Maaf kan aku dan Shiori.” Kata Eiji. “Kalau begitu ni ni dan Shiori, tolong jangan di tutupi lagi, kalau kami memutuskan untuk bersatu dengan kalian dan menjadi kuat, apa yang terjadi dengan kalian ?” Tanya Philia. “Jujur saja, kami berdua akan lenyap, tapi bukan berarti kami meninggal, kami hanya berpindah dimensi ke dimensi lain karena aku dan Shiori sudah bukan manusia lagi. Tapi kami berdua tetap bisa berkomunikasi dengan kalian dengan
batu Kristal ini. Hanya saja kami sudah tidak berwujud. Dengan batu Kristal ini, kalian juga bisa memanggil wujud kami yang sebenarnya untuk menyerang musuh.” Kata Eiji. “Iya benar, kita tidak meninggal dan hanya pindah, aku mohon, ijinkan kami berdua pindah.” Kata Shiori memohon. “Shiori…..” Kata Cecil melihat Shiori yang memohon. Mereka semua pun terdiam. “Shiori chan, maaf aku mau tanya, kenapa kamu ingin pindah ke dimensi ?” Tanya Rona. “Aku sudah lama di dunia ini, sejujurnya aku sendiri sudah lelah, aku hanya ingin menghabiskan waktu ku di rumah ku.” Kata Shiori. “Rumah ? kamu punya rumah di sana ?” Tanya Rona lagi. “Iya, aku dan ni ni sebenarnya di panggil oleh dewi bersama dengan Tora dan lainnya, untuk membantu Dewi dalam peperangan. Kami sebenarnya sudah resmi menjadi penduduk di sana dari sejak dulu, di sini kami hanya tugas hehe.” Kata Shiori. “Maksudnya kalian menjadi Dewa dan Dewi begitu ?” Tanya Lori. “Benar, bukan cuma kami, Tora dan lainnya pun sama.” Kata Eiji. “Makanya aku dan ni ni menyerahkan kekuatan kami di dunia ini kepada kalian, sebagai penerus dan awal baru bagi semua yang ada di dunia ini.” Kata Shiori. “Hmm jadi begitu ya, tapi ni ni dan Shiori tetap mengawasi kami kan ? dan kita masih bisa bekomunikas kan katanya ?” Tanya Cecil. “Iya dong, masa aku meninggalkan sahabat2 ku, iya kan ni ni ?” Kata Shiori sambil tersenyum dan menyikut Eiji. “Iya……..” tambah Eiji singkat. “Kenapa ni ni ? kok seperti ragu2 begitu ?” Tanya Philia. “Ah tidak apa2 haha.” Jawab Eiji. Mereka pun terdiam, ke enam nya pun saling melihat satu sama lainnya. “Baiklah, kami ber enam setuju, tapi kalian harus berjanji untuk menghubungi kami.” Kata Matt kepada Shiori dan Eiji. “Baiklah aku akan menyampaikan kepada Tora dan lainnya, tapi kita akan melakukan blessing dan pemindahan batu Kristal ini setelah anak Sayako lahir ya.” Kata Eiji. Mendengar perkataan Eiji, ke enam nya pun bingung. “Hah ? Saya chan hamil ? sejak kapan ?” Tanya Lori. “Loh, kalian belum tahu ?” Tanya Eiji lagi dengan heran. “Hehe aku memang belum kasih tau ke semua nya ni ni, karena belum ada waktunya.” Kata Rona. “Wah maaf, malah aku yang kasih tau.” Kata Eiji sambil menggaruk2 kepala. “Selamat ya Saya chan, aku
benar2 senang mendengarnya.” Kata Cecil memeluk Rona. “Terima kasih Chi chan, maaf ya, aku benar2 tidak enak sama km, melihat kejadian kemarin.” Kata Rona. “Tidak apa2 kok Saya chan, aku justru malah senang sekali mendengarnya.” Kata Cecil. “Wah kita harus rayakan nih, Shinju tolong beritahu warga yang lain dan umumkan kehamilan Saya chan.” Kata Matt kepada Lori. “Baiklah, aku akan meminta Charlotte dan Mabel menyebarkan berita bahagia ini.” Kata Lori. “Hore kita pesta.” Kata Shiori dengan riang. Suasana haru pun berubah menjadi suasana gembira dengan adanya berita kehamilan Rona. Keesokan harinya, ke enam Demon Lord menyampaikan keputusan mereka kepada Tora dan lainnya. Kemudian Eiji dan Shiori meminta kepada Tora dan lainnya supaya pemberian blessing dan pemindahan batu Kristal di lakukan setelah bayi dalam kandungan Rona lahir. Tora dan lainnya pun setuju dan ikut bahagia. Lori pun menyebarkan berita bahagia ini kepada Charlotte dan Mabel yang kemudian mengerahkan penduduk untuk mengadakan pesta besar2an. Tora dan lainnya pun berkumpul bersama dengan Eiji dan Shiori di dalam gereja. “Kalian sudah menyampaikan kan kalau kita di panggil dewi untuk pulang karena peperangan.” Tanya Tora. “Ya, hal itu sudah
__ADS_1
kita sampaikan, tapi aku mohon kalian ber lima jangan menyampaikan rencana Dewi yang mau memutus hubungan dimensi alam dewa dengan dimensi kehidupan.” Kata Eiji kepada Tora dan lainnya. “Iya, aku mohon jangan sampaikan ke mereka, kalau kita nanti tidak bisa berkomunikasi sama sekali dengan mereka.” Tambah Shiori. “Kami mengerti, kami akan rahasiakan hal ini dari mereka. Tapi apa boleh kita tau alasan nya ?” Kata Gen. “Kami berdua sudah meyakinkan mereka kalau pemberian blessing dan pemindahan batu Kristal ini tidak memisahkan kami dengan mereka dan tetap bisa berkomunikasi.” Kata Eiji menjelaskan. Kemudian Shiori menceritakan hubungan mereka dengan ke enam nya selagi masih di bumi dan bertemu kembali sekarang ini. “Baiklah, aku dan lainnya mengerti, hubungan kalian berdua sangat dalam dengan mereka. Kami semua bisa memaklumi nya.” Kata Levi. “Baik, aku tidak akan berbicara mengenai hal ini.” Kata Suzu. “Terima kasih semuanya. "Kata Eiji sambil membungkuk bersama Shiori kepada Tora dan lainnya. "Tapi mengenai dimensi dewa....yang sebenarnya adalah musuh dewi ?" Kata Hebi. "Hus....hal itu belum boleh di katakan, mereka harus tau sendiri nanti." Kata Gen. "Hmm iya benar, dewi berpesan jangan bilang apa2 soal itu...." Kata Tora. Mereka semua pun terdiam. Enam bulan kemudian, Rona melahirkan seorang anak perempuan yang sehat. Anak itu di beri nama depan Hikari yang artinya bersinar, dan atas pertejuan para Demon Lord dan Jones, nama belakang nya memakai Astoria. Nama lengkap nya menjadi Hikari von Astoria. Rona dan Jones sangat berbahagia atas kelahiran anak pertama mereka, walau awalnya mereka kaget karena anak mereka manusia. Matt, Lori, Fei , Philia dan Cecil pun ikut bahagia karena mereka mempunyai seorang keponakan pertama. Seluruh penduduk pulau terbang pun merayakan kelahiran Hikari dan menjadikan nya sebagai hari peringatan lahirnya anak pertama dari Demon Lord. Satu bulan setelah nya, setelah Rona sudah sehat kembali, ke enam Demon Lords bersama para sacred Beasts pun berkumpul di pelabuhan. “Sekarang kita akan memberikan Blessing kepada kalian ber enam.´Kita akan menuju altar di padang pasir dekat kerajaan dark elf.” Kata Gen menjelaskan. “Baiklah, kami sudah siap semua.” Kata Matt. Kemudian mereka semua naik ke dalam kereta terbang dan pergi menuju bagian utara padang pasir melewati kerajaan. “Hei lihat itu…” Kata Philia menunjuk sebuah reruntuhan kuil di kejauhan, kemudian ketika sudah dekat mereka melihat di dalam reruntuhan itu ada sebuah altar di atas tanah dengan bentuk lingkaran dengan tulisan2 kuno. “Kita sudah sampai.” Kata Tora kepada yang lainnya. Mereka pun turun dan berdiri di sebelah altar
tersebut. “Kalian ber enam silahkan berdiri di tengah2 lingkaran.” Gen mengarahkan ke semuanya. Ke enam Demon Lords langsung menuju ke tengah lingkaran dan berdiri membentuk lingkaran sambil bergandengan tangan. Tora dan lainnya pun mengambil tempat masing2 menghadap ke enam demon lords. Tora berdiri di hadapan Cecil, Suzu di hadapan Fei , Levi di hadapan Lori, Gen dan Hebi di hadapan Matt. Kemudian Shiori dan Eiji pun maju ke depan. Shiori mengambil tempat di depan Philia dan Eiji di depan Rona. “Baiklah, sekarang kita mulai. Tolong pejamkan mata kalian.” Kata Tora. Kemudian Tora dan lainnya termasuk juga Shiori dan Eiji mengatupkan tangan nya di depan dada nya dan mulai berbicara kepada Dewi. Sebuah sinar
terang turun dari langit dan menyelimuti mereka semua. Batu Kristal yang berada di kening Tora dan lainnya juga di dada Shiori dan Eiji pun terlepas dan maju menuju ke arah para Demon Lords dan langsung menempel di dada masing2 Demon Lords membentuk sebuah kalung. Matt, Fei , Lori, Philia, Cecil dan Rona pun membuka mata. Mereka melihat Tora dan lainnya berdiri di depan mereka juga Shiori dan Eiji. “Baiklah,
haha.” Kata Fei. “Terus jaga Shiori ya ni ni, jangan lepaskan dia.” Kata Philia. “Iya ni ni, jangan sampai terpisah
__ADS_1
lagi dengan Shiori.” Kata Lori. “Da dah ni ni, jangan lupakan kami ya, tetap sehat di sana.” Kata Cecil. “Selamat jalan ni ni, jangan lupa hubungi kami dan terus bersama Shiori ya. Kami semua sayang ni ni.” Kata Rona. “Aduh aduh, kalian ini, sampai akhir pun masih tetap manggil aku ni ni hahaha. Selamat tinggal, aku pergi dulu ya. Terima kasih semuanya, perjalan kita menyenangkan.” Kata Eiji yang mulai terangkat naik. “Selamat jalan ni ni.” Teriak semuanya. Eiji pun naik ke atas bersamaan dengan hilang nya cahaya. Matt, Fei , Lori, Philia, Cecil
dan Rona pun melihat ke atas sambil bergandengan tangan. Kemudian, Matt dan Fei berdiri. “Yuu, coba kamu keluarkan tenaga mu, dan coba memukul ke arah yang kosong.” Kata Matt. “Baiklah.” Kata Fei. Kemudian dia maju dan menghadap ke gurun yang kosong. “Haaah.” Fei berteriak dan memukul kan tinjunya. Pasir pun bertebangan dan gelombang tinjunya menghantam bukit kecil di depan nya. Bukit itu pun berlubang. “Luar biasa, aku baru mengerahkan tiga puluh persen tenaga ku, sudah melebihi seratus persen tenaga ku sebelum nya.” Kata Fei tercengang. “Wow, berarti kita ber enam sudah menjadi kuat ya.” Kata Lori. “Benar, di kening kita
semua tertanam batu Kristal bewarna yang meningkatkan kekuatan kita dan sepertinya ada jurus baru yang aku sendiri takut mencobanya.” Kata Matt. “Hmm sepertinya tidak bisa di lepas ya.” Kata Cecil sambil memegang Kristal di dada nya. “Iya, ini menempel di dada kita, seperti sudah menjadi bagian dari tubuh kita.” Kata Rona menambahkan yang juga memegang Kristal di dada nya. “Dengan begini kita tidak akan kalah lagi dari naga itu.” Kata Lori. “Iya benar, aku merasakan peningkatan di aliran mana dan di fisik ku.” Kata Philia. “Baiklah, kita akan langsung menuju kerajaan Kalpaka yang merupakan akar dari peradaban Eden dan kita hancurkan secepat nya.” Kata Fei. “Sabar dulu Yuu, sekarang kita kembali dulu, nanti kita diskusikan penyerangan nya.” Kata Matt. “Kalau boleh usul, apa sebaik nya kita ber enam saja yang maju, aku tidak tega melihat penduduk yang akhirnya damai masuk ke dalam peperangan lagi.” Kata Philia. “Aku setuju, kita ber enam harus nya sudah lebih dari cukup.” Kata Lori. “Aku juga setuju, kalau kita saja yang maju bisa lebih cepat dan kita juga lebih bebas bergerak.” Kata Cecil. Kemudian Cecil pun terbang menggunakan sayap nya dan melihat dari kejauhan pasukan kerajaan kalpaka sudah berada di perbatasan yang di putus. Cecil pun turun menghampiri yang lainnya “Lihat, mereka sudah siaga di sana sejak beberapa bulan lalu, apa mau kita diamkan saja ?” Kata nya. “Hmm sekarang begini deh, siapa yang mau menyerang sekarang angkat tangan.” Tanya Matt. Semuanya kecuali Matt mengangkat tangan nya. “Wow luar biasa kompak ya kalian, baiklah, aku juga kompak kalau begitu. Sekarang juga kita serang.” Kata Matt. “Yey begitu dong….ayo berangkat.” Kata Fei. “Hehe thanks sayang sudah mendengarkan kita.” Kata Lori. “Iya, sebab aku sudah tidak mau melibatkan penduduk pulau dan kerajaan dark elf, aku tidak mau ada korban lagi.” Kata Philia. “Kata2 yang bagus Kei chan, aku setuju. Aku juga ga mau melibatkan Jones dan Hikari, tidak apa2 aku egois sekali2, mereka pasti mengerti.” Kata Rona. “Aku mau mencoba sesuatu.” Kata Matt. Kemudian dia melompat dan mengerahkan tenaga nya, Kristal di dadanya bersinar dan mengeluarkan aura yang menyelimuti tubuh nya, ternyata Matt melayang di udara dan mulai terbang. “Hei, kalian coba lakukan apa yang aku lakukan, kecuali chi chan.” Teriak Matt dari atas. Fei , Lori, Philia dan Rona pun mencoba nya dan hasilnya pun sama, Kristal di dada mereka bersinar dan mereka pun terbang. “Kok km bisa tau Dai ?” Tanya Fei. “Haha aku mencoba saja,
karena aku melihat dada Chi chan bersinar menembus baju nya ketika terbang tadi, dan sayap nya tidak keluar kan tadi. Makanya aku coba.” Kata Matt. “Tapi sulit ya bergerak selagi di atas begini.” Kata Lori. “Benar, gerakan kita terbatas nih, tidak seperti Chi chan.” Kata Philia. “Wah, saat nya aku ajari kalian, akhirnya ada
__ADS_1
yang menemani di udara haha.” Kata Cecil. “Tolong ajari aku Chi chan.” Kata Rona. Kemudian Cecil mengajari semuanya dengan memberi contoh gerakan terbang maju dan cara berbelok dan berdiri. Setelah beberapa jam, mereka semua berhasil menguasai mode terbang nya dan berkumpul di udara. “Ayo berangkat, pertama kita habisi dulu pasukan yang berada di perbatasan.” Kata Matt. “Setuju.” Semuanya menjawab.