The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 55 The Vermilion Bird, Guardian of south Suzaku


__ADS_3

“Sebenarnya bagus ya di sini, dalam keadaan malam saja terlihat bagus, sayang masyarakat nya tidak bagus.” Kata Matt.  “Benar, di sini memang berbeda, karena banyak nya tanah lapang dan sedikit pegunungan. Kita langsung berbelok ke utara menuju benua padang pasir.” Kata Eiji. Pulau pun segera berputar dan langsung mengarah ke titik yang di tentukan di utara yaitu padang pasir kerajaan Dark Elf. “Wah, luasnya….benarkah ini dunia di balik tembok. Banyak cahaya keluar dari dalam tanah terbang ke atas. Seperti menyambut kita.” Kata Cecil. “Iya, bagus ya, jadi ingat di jepang yang banyak kunang2 saat musim panas.” Kata Philia.


“Ni ni, cahaya yang berterbangan itu apa ? Bentuk nya seperti kunang2 dan banyak seperti bintang.” Tanya Lori. “Cahaya2 itu adalah bunga  dari alang2 yang sangat mudah beterbangan dan mengandung mana sehingga menyala seperti kunang2.” Kata Eiji. “Benar2 indah, seperti cerita2 fantasy, aku benar2 bingung, kenapa Eden begitu tertarik dengan belahan planet tempat kita, padahal tempat mereka indah begini.” Kata Rona. “Yah buat mereka hal2 ini tidak indah, karena di sini jarang sekali tambang mineral dan logam, mereka jadi berambisi menguasai tempat kita. Mereka juga merasa kalau merekalah yang berhak tinggal di planet ini.” Kata Eiji. “Memang aneh mereka, saat ini mereka tinggal di surga, malah mau menjadikan semuanya jadi


neraka.” Kata Fei.  “Yah itulah sifat manusia pada umumnya, di bumi juga sama kan, hanya saja mereka jauh lebih ekstrem.” Kata Eiji. “Jones, kira2 berapa lama sampai ke padang pasir ?” Tanya Matt. “Sekitar lima hari oni san. Tapi ada masalah sedikit nih, kita tidak bisa memasuki benuanya karena di batas oleh tembok yang tidak kelihatan. Aku baru saja mendapat datanya.” Jawab Jones. “Tidak salah lagi, itu perisai genbu, aku merasakan keberadaan satu teman ku di sana, aneh nya aku cuma merasakan satu yang seharus nya dua orang.” Kata Levi. “Hmm untuk berjaga2 kita akan berhenti di tengah lautan dan mendekati benua itu dengan beberapa orang saja, kita naik kereta terbang (Hover Cart) saja kesana.” Kata Eiji. “Hmm kalau begitu siapa saja yang pergi  ni ni ?” Tanya Matt. “Kalian ber enam bersama aku dan levi. Shiori biar di sini, nanti kalau di


perlukan baru kita panggil.” Kata Eiji. “Bukan nya Shiori teman ya dengan mereka ? Apa ga kita ajak saja ni ni.” Tanya Lori. “Jangan dulu, Shiori kenal mereka sudah lama sekali, bahkan sebelum ada manusia bumi ke sini. Aku hanya takut nanti dia sok kenal malah jadi masalah, kalian taulah Shiori seperti apa.” Kata Eiji sambil geleng2 kepala. “Hehe iya juga ya, malah nanti gawat ni ni. Hebat memang ni ni. Siscon kelas akut.” Kata Cecil meledek. “Heh siscon, enak saja, aku sih masih dalam tahap wajar. Tapi memang adik ku itu imut sekali dan lucu, jadi pingin memeluk dan mencubitinya karena gemas, dan menjaga dia selamanya.” Kata Eiji. “Siscon…..” Pikir mereka semua. Pulau terbang AUF terus menuju benua di utara, melewati padang rumput dan hutan. Lima hari kemudian, pulau terbang mendarat di laut persis di depan benua itu. Ke enam Demon Lord pun pergi ke benua menggunakan hover cart bersama Eiji dan Levi. Mereka langsung menuju jembatan yang sudah di putus dan menghampiri penjaga perbatasan. “Tahan, siapa kalian, bagaimana kalian bisa ke sini ?” Tanya seorang penjaga sambil menghunus pedang nya. “Kami datang dari balik tembok, kami ke sini karena ingin bertemu dengan penguasa kerajaan ini.” Kata Matt. “Apa tujuan kalian mau bertemu dengan penguasa kami ?” Tanya Penjaga. “Sejujurnya, kami ingin meminta bantuan, karena bagian di balik tembok di invasi oleh kerajaan2 di sini. Apa bisa kami di ijinkan masuk dan berbicara dengan penguasa di sini ?” Tanya Matt sopan. “Silahkan kalian kembali, kami tidak mau terlibat urusan kalian, jangan sampai kami memakai kekerasan.” Kata Penjaga. Mereka langsung menghunus pedang nya dan mengacungkan nya di wajah Matt dan lainnya. “Maaf, ijinkan aku bicara, apa di sini ada yang bernama genbu bersaudara ?” Tanya Levi yang maju dan langsung menegur penjaga. “Genbu ? tidak ada yang bernama Genbu di sini.” Kata Penjaga. “Tapi aku bisa merasakan ada teman ku di dalam, tolong biarkan kami masuk.” Kata Levi memohon. Penjaga tetap


bersikeras mengusir mereka. Keributan dan perdebatan pun terjadi. “Ada apa ini ribut2.” Tanya sesorang yang baru keluar dari dalam gerbang. “Oh komandan, mereka mau masuk ke dalam dan bertemu dengan penguasa kita, mereka juga mencari Genbu yang kita tidak tau siapa.” Kata Penjaga. “Genbu ? Siapa yang mencari


Genbu ?” Tanya Komandan penjaga yang sudah lumayan tua penampilan nya. “Aku, nama ku Leviathan, dulu aku di kenal dengan nama Seiryu.” Kata Levi memperkenalkan diri. “Seiryu ? hmm, bisa km membuktikan nya ? Seiryu adalah teman dari penguasa kami, dan sama dengan penguasa kami.” Kata Komandan kepada Levi. “Baiklah, kalian tolong mundur.” Kata Levi kepada Matt dan lainnya. Selesai bicara, tubuh Levi langsung mengeluarkan asap dan berubah menjadi seekor ular naga raksasa berwarna biru. “Bagaimana ? Apa ini bisa membuktikan ?” Tanya Levi dengan suara menggelegar. Komandan yang melihat Levi yang sudah berubah, berlutut. “Maaf kan kami dewi penjaga dari timur, kami sudah lancang menyinggung anda.” Kata Komandan sopan. Levi pun kembali ke wujud manusianya. “Baiklah, kalian silahkan berdiri, tolong antarkan kami semua masuk ke istana bertemu dengan Genbu.” Kata Levi. Komandan dan lainnya pun berdiri. “Perkenalkan aku Jinx, kepala penjaga di perbatasan  selatan. Untuk ke ibukota, kita harus melewati gurun, kalau berkenan kita akan memakai teleport device untuk ke ibukota. Sebaiknya yang mulia dewi lihat sendiri di istana.” Kata Jinx.


“Baiklah, tolong antar kami.” Kata Levi. Kemudian dengan di antar Jinx, mereka masuk ke dalam sebuah bagunan dekat pos penjaga. Di dalam ada sebuah altar dengan magic circle besar di tengah nya.  “Silahkan masuk ke tengah magic circle di altar.” Kata Jinx menuntun mereka. Matt dan lainnya pun langsung ke tengah magic circle. Cahaya pun memenuhi ruangan dan sangat menyilaukan. Matt dan lainnya pun memejamkan mata karena silau nya. Tak lama kemudian mereka membuka mata dan sudah berada di bangunan yang berbeda. “Silahkan selamat datang di ibukota kerajaan Noz.” Kata Jinx sambil membuka pintu bangunan dan melangkah keluar. Ibukota itu sangat besar dengan oasis yang berada di tengah2. Seluruh bangunan terbuat dari tanah dan tanaman. Penduduk nya sangat banyak dan ramai, anak2 kecil bermain2 di jalan, sementara para wanita membawa hasil2 panen ke rumah2 mereka. “Wah, ramai sekali, jujur saja, baru kali ini aku kepadang pasir.” Kata Cecil. “Iya, seperti di sahara ya.” Kata Philia. “Hei, kalian sini, ini ada makanan sejenis


roti, aku mau beli.” Kata Lori. “Iya, aku juga mau.” Kata Rona. “Nanti saja, kita ke istana dulu.” Kata Matt kepada Lori dan Rona. “Huuh baiklah.” Kata Lori dan Rona. Mereka pun meneruskan berjalan ke istana yang bentuk nya mirip ziggurat dari peradaban Mesopotamia di tengah oasis. Ketika sampai di dalam, mereka sangat terpesona melihat lantai yang tembus pandang seperti kaca, yang di bawah nya adalah oasis. Akhirnya mereka sampai ke ruang singgasana. “Sampai di sini silahkan masuk, teman anda ada di dalam Dewi Seiryu.” Kata Jinx sambil membuka pintu. Ketika pintu dibuka, mereka pun langsung masuk dan melihat seorang

__ADS_1


wanita cantik duduk di singgasana dengan pakaian serba merah dan mata yang tajam


berwibawa. Penampilan nya sangat menawan, dengan rambut hitam panjang nya. “Suzaku ?” Tanya Leviheran. “Seiryu ? Ah sei chan apa kabar ?” Kata Suzaku yang langsung berdiri dan berlari ke arah Levi. “Kok km di sini ? mana Genbu bersaudara ?” Tanya Levi heran. “Hei hei masa sudah lama tidak bertemu km tanya yang lain. Nanti aku ceritakan, banyak yang sudah terjadi soalnya, oh ya mereka semua siapa ?” Tanya Suzaku. “Mereka dan aku datang dari balik tembok, km tentu sudah tau kan, Eden menyerang ke balik tembok ? Kami berhasil lolos dan datang ke sini. Mereka para Demon Lord dan Devil dari celestial race.” Kata Levi. “Oh perkenalkan aku Phoenix, dulu aku di kenal dengan nama Suzaku.” Kata Suzaku memperkenal kan diri. “Perkenalkan, aku Matthew Astoria, sebelah ku Feirus Astoria, sebelah kanan ku, istriku Lorianne Astoria, di belakang ku, istri


pertama Feirus, Philiandra Astoria dan sebelah nya istri kedua Cecilia Astoria, dan di sebelah istriku Ronanta Astoria, adik kami. Yang berdiri di paling pinggir adalah Machina.” Kata Matt memperkenalkan diri dan lainnya. “Selamat datang di kerajaan Noz, Sei chan, kita harus rayakan pertemuan kita.” Kata Suzaku. “Sebelum itu Suzu chan, tolong ceritakan dulu kenapa km di sini, sebab setau ku ini kerajaan Genbu bersaudara.” Kata Levi dengan wajah serius. “Haah, km selalu serius sekali Sei chan, baiklah, kalian semua ikut aku masuk ke ruang


pertemuan, kita bicara di sana.” Kata Suzu. Mereka pun lalu mengikuti Suzu yang berjalan ke ruang pertemuan dan masuk ke dalam. “Benar Sei chan, ini adalah tempat Genbu, kenapa aku bisa di sini karena aku tiba2 bertukar posisi dengan Genbu, Ketika peradaban Eden membangun tembok besar, keseimbangan dunia


terganggu dan aliran mana terputus, itulah yang menyebabkan kita bertukar posisi. Semua ini adalah ulah manusia. Ketika aku tiba di sini, benua ini masih hijau, sekarang menjadi gurun seperti ini.” Kata Suzu menjelaskan dengan serius. “Berarti benar, aku pun datang dari barat yang seharusnya tempat Byakko.” Kata Levi. “Iya Sei chan, Saat ini, dunia semakin rusak, lihat lah gurun ini, daerah yang tadinya hijau dan subur sekarang menjadi tandus dan kering. Dengan kembalinya kita ber empat ke wilayah kita masing2 aku berharap bisa merubah keadaan.” Kata Suzu. “Hmm begitu ya, berarti kita harus mengembalikan


“Aku tidak tau pasti apa akan berhasil atau tidak, seandainya aku bisa berkomunikasi dengan Dewi kita bisa menemukan jawaban nya.” Kata Suzu. “Bagaimana cara supaya kita bisa berkomunikasi dengan dewi ?” Tanya


Eiji. “Yang biasa menghubungi dewi adalah Byakko, dia dulu sering berkomunikasi, tapi semenjak tertukar dia hilang keberadaan nya, tapi aku bisa merasakan nya, dia ada di planet ini dan masih hidup.” Kata Suzu. “Byakko senang berpetualang, dia senang juga bertempur, aku bisa merasakan hawa kehidupan nya.” Kata Levi sambil berpikir. “Berarti sulit untuk bertemu dia saat  ini, kemana kira2 kita harus mencarinya ?” Tanya Fei. “Saat ini, sebaik nya kita ke tempat Genbu dulu, aku tau keberadaan nya, tapi untuk ke tempat mereka kita harus melewati wilayah kerajaan manusia Eden yang terletak di selatan yaitu kerajaan Kalpaka.” Kata Suzu. “Hmm Kalpaka ya…” Kata Eiji. “Seperti apa kerajaan Kalpaka ni ni ?” Tanya Matt. “Merekalah yang menginvasi


kita saat ini, dan wilayah mereka sangat luas.” Kata Eiji. “Benar, mereka adalah manusia2 yang merasa diri mereka adalah dewa. Kita di sini juga beberapa kali berperang dengan mereka.” Kata Suzu. “Suzu chan, km kan lebih tau daerah mu sendiri, kira2 Genbu berada di mana ?” Tanya Levi. “Kalau berdasarkan tempat

__ADS_1


ku, berarti dia ada di pulau pegunungan di selatan peta. Tapi beberapa tahun terakhir aku merasakan keberadaan Genbu ada di dua tempat, aku rasa mereka terpisah, satu di dekat bekas pulau ku dan satunya di ibukota Kalpaka.” Kata Suzu. “Astaga, berarti manusia menangkap salah satu dari genbu bersaudara  ?” Tanya Levi. “Ada kemungkinan seperti itu.” Kata Suzu. “Baiklah, berarti prioritas kami menyelamatkan Genbu terlebih


dahulu.” Kata Matt. “Aku setuju, tapi kita harus hati2.” Kata Lori. “Sebelum ke ibukota bagaimana kalau kita ke pulau tempat Suzaku terlebih dahulu, seandainya kita bisa menemukan satu dulu dari dua bersaudara, kita bisa tahu apa yang terjadi.” Kata Eiji. “Untuk ke pulau ku, kita harus memutar supaya tidak terdeteksi oleh kerajaan Kalpaka, yaitu kita harus lewat laut, kita mengitari benua mereka. Sebelum nya aku mau tanya, bagaimana kalian bisa ke sini ?” Tanya Suzu. Matt dan lainnya di bantu oleh Levi pun mejelaskan semuanya ke Suzaku. “Hmm praktis juga ya, tapi sayang, kalian tidak bisa ke sana lewat udara. Divisi sihir di kerajaan itu menggunakan pendeteksi mana dan banyak wyvern berterbangan, jadi walau kalian menghilang pun akan ketahuan, satu2 nya cara memang harus lewat lautan, kita memutari benua mereka.” Kata Suzu. “Berarti


memang satu2 nya cara ya, baiklah, kita akan berlayar menggunakan pulau memutari benua mereka. Yang mulia Suzaku, kami berangkat dulu. “Sebentar, boleh aku ikut ? kalian pasti membutuhkan aku nanti, aku bisa membuka selubung pulau ku.” Kata Suzu. “Tapi apakah tidak apa2 ? anda kan harus mengurus kerajaan ini.” Kata Eiji. “Tidak masalah, selama ribuan tahun, kerajaan ini di tinggal tanpa adanya raja semenjak kita semua bertukar tempat. Semua urusan akan di bantu oleh perwakilan rakyat aku sebenarnya hanya mengawasi.” Kata Suzu. “Baiklah yang mulia Suzaku, silahkan ikut kami.” Kata Matt. “Hey, jangan panggil yang


mulia, panggil saja Suzu seperti yang Sei chan biasa memanggil ku.” Kata Suzu. “Baiklah Suzu, mari kita berangkat.” Kata Matt. Kemudian mereka langsung keluar istana dan pulau terbang sudah ada di atas mereka. Mereka pun langsung naik menggunakan teleport ke gedung pemerintahan. Pulau Terbang langsung menuju ke arah timur melewati padang pasir menuju laut. “Suzu, selamat datang di pulau terbang Astorian Union Federation. Kami adalah negara dari penggabungan beberapa kerajaan di dunia balik tembok yang selamat.” Kata Matt. “Wah, ternyata begitu, bolehkah kami ikut bergabung, tapi setelah kita menemui Genbu.” Kata Suzu. “Dengan senang hati, kami sangat senang mendengarnya.” Kata Matt lagi. “Baiklah, kita akan mendarat di selat antar benua, dan akan mulai berlayar mengitari benua selatan.” Kata Jones. “Kira2 berapa lama kita akan sampai ke pulau tempat Genbu ?” Tanya Fei.  “Mungkin sekitar seminggu, kecepatan kita bisa di tingkatkan.” Kata Jones.”Baiklah, aku akan melakukan maintenance perawatan selama seminggu ini, kalian ber enam antar Suzu untuk melihat2 pulau.” Kata Eiji. “Ok ni ni, ayo Suzu, kita keluar dari sini, banyak yang ingin kami tunjukkan.” Kata Lori. “Baik, aku juga mau melihat2.” Jawab Suzu. Mereka pun segera keluar anjungan untuk menuju kota. Matt dan Fei pergi keruang pertemuan untuk menemui Yuan, Valia, Will dan Cezka untuk menjelaskan situasi terkini kepada mereka. Lori dan lainnya mengantar Suzu melihat2 kota, dari akademi, distrik perdagangan dan hiburan, sampai ke pelabuhan. “Wah kota kalian besar dan ramai ya, aku baru melihat teknologi kalian ini, bagaimana cara kerjanya ya ?” Tanya Suzu. “Ini teknologi dari planet asal kami yang di sesuaikan dengan kondisi di planet ini. Kita menggunakan mana untuk mengisi energynya.” Kata


Lori. “Benar2 luar biasa. Aku benar2 ingin bergabung dengan kalian.” Kata Suzu. “Haha, Suzu chan, km baru melihat saja, kamu harus coba makanan di sini, enak2 dan cuma ada di sini. Ayo kita ke distrik perdagangan.” Kata Levi sambil menarik Suzu. “Iya benar, sekalian nanti aku mau kita mengunjungi satu toko yang banyak pilihan makanan dan minuman nya, namanya Convini store.” Kata Philia. “Iya Suzu, di sana enak2 makanan nya dan minuman nya. Km pasti suka. Aku sekalian mau memperlihat kan militer kita dan senjata2 kita.” Kata Cecil. “Aku juga mau menunjukkan ladang dan peternakan kita, sekaligus tempat tinggal kita, nanti kita bisa berikan satu rumah untuk Suzu dan Sei.” Kata Rona. “Wah satu persatu ya, aku mau mencoba makanan nya dulu boleh kan ?” Kata Suzu. “Boleh dong, ayo kita jalan ke sana.” Kata Lori. Mereka pun langsung menuju distrik perdagangan dari akademi.  Di sana, Suzu melihat banyak stand di pinggir jalan yang menjual macam2 makanan yang sudah jadi. Berbekal pengetahuan di bumi, Ke enam demon lord di bantu oleh Shiori, membuat macam2 makanan yang di jual di stand. “Wah banyak makanan yang tidak aku kenal, aku mau coba ya.” Kata Suzu dengan antusias melihat makanan yang menurut nya aneh. Mereka pun mencoba beberapa makanan seperti crepe, corn dog, takoyaki dan lainnya. “Wah enak2 dan unik, bisa ceritakan asal usul nya ?”


Tanya Suzu. Lori dan lainnya pun mulai menceritakan soal bumi kepada Suzu dan Levi. Karena bercerita tentang bumi, mereka akhirnya juga bercerita soal panggilan dari dunia ini, soal reinkarnasi mereka dan nama asli mereka. “Wow, benar2 sulit di percaya, setelah hidup juataan tahun pun aku masih kaget.” Kata Suzu.


“Iya, tapi memang itu yang terjadi, kalau ada teman kami Shiori, kami bisa menjelaskan semuanya, dia lebih ingat soalnya.” Kata Lori. “Oh iya, dari tadi Shiori kemana ya ? kok tidak kelihatan ?” Kata Levi. “Dia di gereja, kalau mau, kita bisa kesana.” Kata Philia. “Ayo kita kesana, sekarang pasti dia sudah tidak ada acara di gereja.” Kata Cecil. “Baiklah, ayo kesana, aku juga mau menemui nya.” Kata Suzu. Mereka pun pergi ke gereja. Di gereja, mereka di sambut Shiori yang kebetulan sedang di depan pintu. “Hei, tumben sekali kalian semua ke sini ?” Kata Shiori. “Aaaaa makhuk cahaya ? kok dia ada di sini ?” Tanya Suzu kaget dan sambil mundur. “Oh km siapa ?” Tanya Shiori bingung. “Ini Shiori Suzu chan, dia makhluk cahaya yang dulu kita kenal.” Levi memperkenalkan. “Ah dia pasti lupa, dulu dia mengacak2  sarang ku di pulau tempat ku tinggal, sudah


lama sekali sih memang.” Kata Suzu. “Masa ? aku ga pernah mengacak2 pulau kok, aku ga ingat, aku cuma kesal melihat burung merah besar karena ketika aku terbang dia mendekati terus, di tanya ga jawab, makanya saking kesalnya, aku tembak sarang nya.” Kata Shiori. “Maksudnya burung ini ya ?” Kata Suzu. Kemudian Suzu berubah menjadi wujud asli nya, yaitu burung berwarna merah yang indah dan besar. Ekornya panjang berjumlah tiga buah. Suzu terbang di tempat dan mengepakkan sayap nya. “Oh km toh, burung yang waktu itu. Lagian ngapain km ngikutin aku coba.” Kata Shiori. “Aku maksudnya mau berteman, sebab aku dapat

__ADS_1


penglihatan dari dewi supaya mencari dan mendekati km. Aku sempat marah dan protes sama Dewi, Cuma perintah nya ga berubah. Akhirnya aku memutuskan mencari mu, tapi km sudah tidak ada di mana2.” Kata Suzu dengan suara yang besar. “Oh begitu hehe, berarti aku yang salah mengira dong, maaf ya.” Kata Shiori. “Suzu chan, tolong berubah, lihat lah, banyak yang berterbangan karena kepakan sayap mu.” Kata Levi sambil berteriak. “Oh maaf……” Kata Suzu yang langsung berubah menjadi manusia kembali. “Maaf kan aku ya burung besar, saat itu perasaan ku sedang tidak baik.” Kata Shiori sambil menyodorkan tangan nya. “Iya, aku juga minta maaf, aku juga salah karena di tanya ga jawab, sebab aku bingung gimana berinteraksi dengan km.” Kata Suzu sambil menjabat tangan Shiori.


__ADS_2