The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Chapter 18 Flying Castle embark


__ADS_3

Ketika mereka sampai, semua sudah menunggu di depan pintu gerbang desa dan bersorak sorai menyambut mereka.


Marianne ada di antara mereka, dia sudah sadar dan masih di papah oleh Ron.


“Selamat datang kembali, aku tau kalian pasti berhasil.” Kata Ron lagi.


“Kami berhasil, silahkan kalian lihat keluar barrier, langit sudah berubah seperti sepuluh


tahun yang lalu.” Kata Matt kepaa Ron. Mereka pun kemudian membawa Ron yang


pincang dan Marianne yang masih lemas keluar bariier sebentar di ikuti


Charlotte, Franz, ** cs, Evan dan Mabel. Begitu sampai di  luar dan melihat langit,


Ron dan Marianne pun berlutut dan menangis. Mereka merasa lega dan mempunyai harapan baru setelah


berjuang mati2an selama sepuluh tahun. “Sable, Del, Jude. Kita berhasil. Ini permulaan. Mereka pasti bisa mengembalikan langit seperti semula, ketika kita masih bersama……terima kasih.” Marianne berkata sambil bersujud dan menangis.


Suasana haru dan bahagia pun menyelimuti mereka semua. Setelah semua tenang,


mereka kembali ke dalam dan berkumpul di alun2. Rona segera mengecek lagi alat


nya dan mempelajari nya. Di alun2 desa, Matt bercerita tentang apa yang mereka


alami ketika di Kota Azer. “Oh jadi setelah kalian menghancurkan alat itu,


langit langsung berubah, walaupun tanah belum berubah menjadi seperti semula.


Ini progress, kita harus melaporkan nya ke Ratu Valia.” Kata Ron.


“Tapi bagaimana caranya, jarak dari ibukota ke sini lumayan jauh dan memakan waktu


lama. Cermin ini sudah tidak bisa di gunakan untuk teleportasi.” Kata Lori.


“Kita harus cari cara lain….tapi ada yang membuat ku penasaran, Feirus kalau


aku boleh tanya, tadi itu km menggunakan kekuatan penuh tidak ?” Tanya Matt.


“Oh aku tidak menggunakan semua tenagaku, mungkin sekitar setengah nya.” Jawab Fei


.“Wow, Feirus oni hebat.”Kata Cecil. “Sesuai dugaan ku, soalnya aku merasa


juga ketika melawan Cerberus tidak ada satupun dari kita yang memakai kekuatan


penuh seperti sebelum nya.” Kata Matt menganalisa. “Kalau di pikir2 iya juga,


aku santai2 aja tuh tadi, dan tidak merasa tegang sama sekali, seperti sedang


menari.” Tambah Lori. “Aku pun sama, mengeluarkan magic sebesar itu, aku tidak


pingsan seperti waktu di akademi.” Philia juga berkata sambil melihat kedua


tangan nya. “Aku malah ga merasa apa2, tapi memang, aku melihat semua gerakan


Cerberus tadi itu sangat lambat dan tusukan tombak ku ini jadi dalam sekali.”


Tambah Cecil sambil mengacungkan tombak nya.


“Ronanta sudah tau penyebab nya.” Rona datang mendekati mereka.


“Kita selama sepuluh tahun di sini melakukan rutinitas biasa, seperti latihan, berburu dan lain nya. Alat ini rupanya melipatgandakan gravitasi juga, jadi aktifitas biasa kita dua kali lebih kuat


dari biasanya dan kita lakukan ini selama sepuluh tahun tanpa sadar. Aku yakin


bukan Cuma kita, semua yang tinggal di sini terkena efek nya.” Rona


menjelaskan. “Dan satu hal lagi, Rona baru paham, ternyata alat itu adalah


bagian terpenting dari mesin pesawat kuno Dragonian yaitu inti nya.” Tambah


Rona. Semua yang medengar itu terkejut. “Berarti kita semua lebih kuat dong


dari sebelum nya. “ Tanya Evan kepada Rona. “Betul, semuanya tanpa terkecuali.”


Jawab Rona. “Berarti saat ini kita mempunyai kekuatan yang cukup untuk melawan


reinkarnasi Evil God yang berada di badan Pangeran Edgar ya.” Gumam Fei .


“Betul Feirus, sepertinya kita harus lakukan ini, aku sudah tidak mau lagi


berpaling dari takdir. Bagaimana pendapat kalian ?” Tanya Matt kepada yang lain.


Charlotte dan lainnya pun berbisik satu sama lain. “Aku rasa semua setuju


Matthew san, kami siap membantu.” Kata Charlotte mewakili semua.


“Charlotte san…..” Philia menghampiri Charlotte dan menggenggam tangan nya.


“Kita ber enam sudah pasti akan berjuang, terima kasih kalau kalian semua mau membantu.” Kata


Matt sambil membungkuk.


“Pasti dong kita mau bantu aniki, kita bisa di sini karena aniki, kalau di luar mungkin aku dan teman2 sudah mati.” Kata ** kepada Matt.


“Aku juga membantu sekuat  tenagaku, ilmu pedang ku masih dangkal, tapi selama sepuluh tahun


berlatih rasanya aku sudah siap, bersama Charlotte.” Kata Franz yakin.


“Betul Franz kun, aku pun yakin setelah mendengar ini, aku dan Mabel siap berjuang.” Evan berkata mewakili Mabel juga. “Semuanya…….” Lori menitikkan air mata.


“Jangan menangis aneki.” Weny dan Sasa memeluk Lori. “Jadi, kita harus ke


ibukota membawa harapan ini untuk meningkatkan moral mereka. Pertanyaan nya


bagaimana kita menghubungi ibu kota atau bagaimana kita kesana ? Kita harus bergerak

__ADS_1


cepat sebelum semua nya terlambat. Ada ide ?” Tanya  Ron. “Itu yang jadi masalah, dengan kondisi


normal saja kita butuh tiga minggu baru sampai ke ibukota, tapi dengan kondisi


sekarang mungkin lebih. Kita di sini tidak ada kuda. Kalian naik kuda dan terus


memacu sehingga sampai di kota Azer hanya seminggu dari ibukota.” Gumam Matt


sambil berpikir. “Ronanta ada ide. Kita pernah baca tentang istana terbang dari


legenda milik ras Dragonian kuno. Ronanta mencoba menyalakan pendeteksi pesawat


yang ada di alat itu dan ternyata ada reaksi yang kuat di dekat sini, tepat nya


di bawah makam orang tua kita. Apa mau coba kita selidiki ?” Tanya Rona. “Hmm


coba kita selidiki, ayo sekarang juga kita ke basement.” Ajak Matt. Mereka


semua pun menuju basement di bawah makam orang tua mereka.


“Oh ternyata ada ruangan ini di sini.” Ucap Mabel kagum karena Mabel sangat mennyenangi


arkeologi. “Aku pernah baca, Kalau menurut legenda, di sini bekas Astorian


Empire, eh eh Astoria ?” Mabel yang baru  menyadari asal nama Astoria.


“Benar Mabel san. Aku ceritakan semuanya….” Philia pun mulai menceritakan


semuanya setelah Fei dan lainnya setuju. Dia bercerita kepada semuanya tentang


asal usul mereka, keluarga Astoria dan orang tua mereka. “Tenyata semua legenda


itu benar, aaaah aku benar2 tertarik dan terharu mendengarnya.” Mabel berkata


sambil melompat2 girang, “Tak di sangka, ternyata Philiandra san dan lainnya


adalah anak dari Demon lord pahlawan dari 2000 tahun yang lalu, yang terlempar


ke jaman ini. Sulit di percaya, tapi kalau melihat kekuatan kalian aku tak


heran.” Charlotte berkata kepada Philia. “Hey coba lihat ini, di sini tembok


nya sedikit berbeda.” Cecil berkata kepada yang lainnya. Cecil memang jeli, dia


dari dulu bisa menyadari perbedaan sekecil apapun. “Ada tulisan di sini, coba


aku baca.” Mabel melihat tulisan itu sambil membetulkan kacamatanya. “Control


Room, Flying Castle, Astorian Empire.” Mabel membaca tulisan nya. “Hmm Astorian


empire memang bukan cuma ras manusia tapi semua  ras ada di sini, tak heran kalau teknologi Dragonian pun ada di sini. Bagaimana sinyal nya Ronanta chan ?” Tanya Mabel kepada Rona.


“Reaksinya kuat di sini mabel one chan.” Kata Rona sambil membawa alat nya yang menyala.


“Sebentar, Feirus san, coba km pegang tembok yang berbeda dan  berwana


hitam ini, taruh telapak mu di sini.” Kata Mabel sambil menunjuk tembok yang


lain sendiri dengan warna berbeda dari yang lain. Fei pun menaruh telapak nya.


“Hmm tidak terjadi apa2 ?” Kata Fei . “Sebentar” Mabel pun melihat sekitar nya


dan berkeliling. “Philiandra san, sini, km coba pegang di sini, Feirus kun


tetap di sana.” Kata Mabel. “Tidak terjadi apa2 juga nih.” Kata Philia. “Hmm


seharusnya ada kunci nya nih.” Gumam Mabel sambil berpikir. Kemudian dia melihat


lukisan gambar orang tua Fei dan lainnya. “Aku tau, coba cari semua tembok yang


berbeda warna di ruangan ini, mungkin di belakang rak atau di belakang meja,


dan semuanya berbentuk seperti ini. Semuanya bantu cari, cepat.” Kata Mabel


menyadari sesuatu sambil menunjuk tembok yang di tekan Fei . “Eh ada nih,


sebentar aku geser lemarinya.” Kata Evan sambil menggeser lemari nya.


“Aku juga menemukan satu dekat lukisan kerajaan.” Cahrlotte menunjuk tembok berbeda.


“Oii di sini ada satu juga.” ** menemukan di sisi lain ruangan itu. “Oh ada nih,


satu lagi, berwarna merah persis di sebrang yang di tekan Feirus san.” Frans


menunjuk tembok yang berbeda warna nya. “Oh sudah ketemu enam ya, bagus, tunggu


sebentar.” Kata Mabel sambil mengamati lukisan dan melihat tembok nya.


“Matthew ni san, kesini, ke tempat Philiandra san sini. Dan berdiri di sini menggantikan


Philiandra san. Menhadap tembok berwarna kuning ini.” Kata Mabel. Matt pun


bergantian dengan Philia. “Di sini ?” Katanya. “Iya, diam dulu di situ. Feirus


kun, km ke tempat Franz kun di sana dan berdiri di depan tembok nya yang


berwarna merah. Philiandra san, km ke tempat ** di sisi yang sama dengan


Matthew ni san, dekat dengan Feirus kun, tembok berwarna putih. Lorianne ne


san, km ke tempat Evan persis di sebrang Matthew ni san, tembok berwarna Biru,  Cecilia chan, km ke tempat Charlotte tembok berwana hijau  persis di sebrang Philiandra san dan Ronanta chan, km ke sebelah tulisan itu dan menghadap tembok berwarna hitam itu persis di sebrang Feirus kun dan di sebelah pintu. Ayo semuanya bergerak ke posisi masing2.” Kata Mabel.  Mereka ber enam pun segera menuju ke titik yang di tunjuk Mabel. “Sudah, sekarang keluarkan senjata legendaris kalian dan tempelkan batu permata senjata kalian


di tembok serentak. “ Kata Mabel lagi. Mereka pun melakukan apa yang di katakan


Mabel, ketika mereka menempelkan batu permata senjata mereka, tembok itu

__ADS_1


pun menyala dan terdengar mekanisme yang berjalan. Pintu di sebelah Rona pun


terbuka. “Nah teori ku benar hehe.” Kata Mabel puas. “Kok km bisa tau Mabel chan ?” Tanya Lori heran.


“Aku hanya mlihat senjata di lukisan itu yang mirip dengan senjata kalian dan ketika menemukan tembok yang berwana sama dengan batu permata di senjata itu, mungkin senjata itu kuncinya. Ternyata benar, senjata


kalian memiliki elemen yang bisa menggerakkan panel2 di tembok itu.” Katanya Puas.


“Hebat Mabel san, tidak percuma jadi ketua kelas.” Charlotte memuji Mabel. “Hohoho.” Mabel tertawa puas. “Baiklah, kita coba masuk. Di dalam gelap sekali, coba philia gunakan sihirmu.” Kata Fei yang melongok ke dalam ruangan itu. “Baik, Light ball.” Philia melemparkan Light Ball nya kedalam. Ruangan pun


menjadi terang. “Astaga, ini ruangan yang menakjubkan.” Semuanya bergumam dan


terbengong2. Di depan mereka terdapat sebuat layar besar dan di bawah nya ada


konsol seperti yang ada di dalam pesawat. Di depan konsol itu ada enam tempat


duduk menhadap Layar. “Aku coba kesana…” Rona pun berlari ke arah konsol dan


mengutak atik nya. “Ronata akan pasang alat ini di sini.” Dia memasang alat itu


di atas konsol yang sepertinya memang di sediakan untuk alat itu karena alas


nya cocok dan alat itu langsung masuk dan menyalakan konsol. Ruangan itu pun


menjadi terang dan terdengar suara seperti mesin yang siap menyala. “Semuanya


berpegangan, kita tidak tau apa yang terjadi.” Kata Matt sigap.


Mereka pun memegang apa yang kuat di sekitarnya.


Kemudian Layar pun menyala dan terlihat pemandangan seperti kalau memandang di atas bukit tempat makam orang tua mereka. “Ronanta coba nyalakan mesin nya ya.” Kata Rona sambil memutar alat


itu. Kemudian alat itu pun masuk ke dalam konsol setelah di putar oleh Rona dan


terdengar suara gemuruh yang sangat kencang di susul getaran yang mengguncang


bumi dengan keras seperti sedang terjadi gempa besar.


Kemudian cahaya matahari pun mulai masuk ke ruangan itu.


Di layar nampak pemandangan  semakin naik ke atas. “Oh kita terbang…..” Kata Fei kepada yang lain.


Mereka pun keluar balkon ruangan itu dan melihat sebuah kota kuno yang masih


utuh di depan mereka. Cecil yang bisa terbang, langsung menggendong Philia


untuk melihat dari luar. Ternyata mereka berada di dalam istana yang terbang,


beserta kota nya. Lebarnya sekitar dua kilometer terbentang dan berbentuk


lingkaran dengan istana di tengah nya. Cecil dan Philia pun melihat kebawah dan


melihat makam orang tua mereka sekarang ada di pinggir jurang dan bukit di


depannya semua terangkat terbang. Ternyata selama ini, istana itu terkubur di


dalam tanah dan basement itu adalah ruang baca keluarga kerajaan. Mereka juga baru


tau kalau konsol dan kursi itu merupakan singgasana dan mereka berada di dalamnya.


Semua yang di dalam pun tercenganng sambil berkeliling menyelidiki dalam istana.


Cecil dan Philia pun mendarat di kota dan pergi ke arah pelabuhan, di sana mereka mendapatkan alat seperti motor yang bisa terbang dan kereta yang di tarik nya. Jumlah nya ratusan.


Philia mengambil salah satu motor itu dan mencoba menyalakan nya, kemudian dia mencoba mengemudikan nya dan terbang ke singgasana di dampingi Cecil.


“Sungguh luar biasa, aku benar2 kagum sama teknologi kuno. Ini alat terbang yang di gerakkan oleh mesin berbahan bakar mana. Aku cukup mengisi mana nya dan langsung bisa terbang.” Kata Philia


mengabarkan kepada yang lain. “Wah, aku mau coba dong…” Kata Mabel.


“Aku juga dong.” Charlotte menambahkan. Kemudian Philia membonceng Mabel dan Charlotte


turun ke kota. Mereka mengamati semua bangunan di kota yang seperti sebuah


komplek atau distrik dan mempunyai satu alun2 di depan istana. “Kota ini tidak


sebesar kota biasanya, tapi semua nya ada, kita masih bisa memakai bangunan


nya.” Kata Mabel. “Benar, kita bisa memanfaat kan nya untuk tinggal, benar2


seperti dongeng.” Tambah Charlotte. Fei dan lainnya pun turunke kota di jemput


oleh Philia dan Cecil. “Aku tak percaya ini, beruntung sekali aku masih hidup


untuk menyaksikan keajaiban ini.” Ron berkata kepada Marianne. “Benar Ron, aku


merasa bersyukur sekali, seandainya Jude bisa menyaksikan ini.” Kata Marianne


sedih. Mereka pun berjalan terus menelusuri kota. ** dan Hagel keluar lewat


pintu istana bersama Matt dan Lori. “Istana ini sangat luas aniki, bisa untuk


buat pasukan.” Kata **. “Aku setuju, kita bisa membangun pasukan di sini.” Kata


Matt. “Aku mau menyusul Weny dan Sasa yang masih berkeliling di dalam istana,


mereka mau melihat dapur dan kamar katanya.” Kata Lori kepada Matt. “Iya, hati2


kita tetap harus waspada.” Pesan Matt kepada Lori. Lori pun segera masuk lagi


ke istana dan mencari Weny dan Sasa. Rona tetap berada di ruang singgasana


untuk mempelajari konsol dan mencoba berbagai fitur. Semua pun berpencar


mengelilingi kota dan menyelidiki isi kota tersebut.

__ADS_1


__ADS_2