The Outcast : Heroes Of Beginning

The Outcast : Heroes Of Beginning
Epilog The legend of Heroes of the Beginning


__ADS_3

Lubang hitam pun tertutup dan tidak  akan pernah terbuka lagi selamanya. Suasana bukit kembali menjadi hening menyisakan batu menhir yang mereka tulisi.


“Di sinilah tempat  kami  memulai segalanya,Tempat inilah awal perjalanan kami dan di Tempat  ini juga lah kami mengakhiri perjalanan kami. Batu ini adalah tanda kepergian kami. Kami wariskan dunia ini kepada seluruh penghuni nya dan anak2 kami, pesan kami jagalah dunia ini agar tetap damai dan sejahtera. Selamat tinggal. Salam sayang dari kami untuk penerus dunia ini,  Matthew von Astoria (Daisuke), Lorianne von Astoria (Shinju), Feirus von Astoria (Yuuya), Philiandra von Astoria (Keiko), Cecilia von Astoria (Chizuru), Ronanta von Astoria (Sayako).”


Begitulah isi pesan yang mereka tuliskan.  Seratus lima puluh tahun kemudian,  sebuah ekspedisi akeologi menemukan batu menhir  berisi tulisan mereka yang sudah di penuhi  lumut. Penemuan ini menghebohkan dunia yang membuktikan kalau legenda tentang enam demon lord adalah sejarah yang benar2  terjadi dan tidak di buat2, untuk mengenang mereka, batu itu  dijadikan monumen tanda kepergian mereka  dan reruntuhan rumah ibu mereka pun di anggap sebagai  awal mula sejarah tentang mereka. Rumah ibu mereka kemudian di pugar dan sekarang menjadi museum bagi seluruh dunia.  Kisah kepahlawanan  mereka tersebar ke seluruh dunia dan di ceritakan dari generasi ke generasi dan bukan lagi di anggap sebagai legenda. Nama ke enam demon lord tetap abadi selamanya dan di kenang sepanjang masa. Di ibukota Pantheon bekas Astoria Empire di dirikan patung besar ke enam demon lord berdiri berdampingan dengan gagah memegang senjata masing2  dengan wajah melihat ke langit, patung itu diletakkan di tengah alun2 ibukota dan senjata relic mereka di simpan di istana tepat di bawah foto mereka ketika mereka mengambil foto bersama sewaktu di istana. Senjata2 itu di buatkan replica dan di taruh di depan batu monument dengan kotak kaca. Kemudian, setelah beberapa tahun, konferensi bangsa2  yang tergabung dalam AUF menentukan dan menetapkan nama planet ini adalah Planet  Astoria yang di ambil dari nama keluarga ke enam penyelamat dunia. Dunia yang mereka wariskan pun terus berkembang dan menjadi sebuah peradaban maju. Kehidupan di planet Astoria sudah mirip seperti kehidupan di Bumi, ras2 yang ada hidup berdampingan dengan harmonis, tidak ada

__ADS_1


peperangan. Seperti yang di pesankan oleh para Demon Lords. Nama mereka kemudian di kenang sebagai Heroes of Beginning.


650 tahun kemudian sejak kepergian Heroes of Beginning, di sebuah kota besar tempat bukit monument kepergian Demon Lords berada, seorang anak sma laki2 berdiri di depan monument itu tepat di kotak kaca yang berisi replica senjata Fei.  Dia terus memandangi monument itu sambil tersenyum. Kemudian datang satu lagi anak sma perempuan yang terlihat kalem dengan seragam berbeda, berdiri di depan monument itu tepat di kotak kaca berisi senjata Philia yang berada di sebelah kanan anak laki2 tadi dan di sebelah kotak kaca senjata Fei.  Melihat  ada yang datang, anak laki2 itu bertanya “Kamu menyukai monument ini ?” Kata nya. “Iya, entah kenapa rasanya jadi bernostalgia.” Kata anak perempuan itu menjawab. “Hmm sama…” Kata anak laki2 itu. Mereka pun terdiam sambil memandang batu menhir besar itu. “Apa kalian bisa baca tulisan kuno itu ?”  Kata seorang anak laki2 berbadan besar yang baru tiba dan berdiri di depan kotak kaca senjata Matt, seragam sekolah nya berbeda dengan  kedua anak sma yang sudah ada di situ. “Aku tidak mengerti…tapi aku suka memandangi nya.” Kata anak perempuan itu. “Kalau menurut teks di buku ini, di batu ini tertulis nama2 ke enam Heroes of Beginning yang mereka tulis sebelum pergi juga pesan terakhir mereka.” Kata seorang anak perempuan berkacamata dan terlihat jenius yang baru datang sambil menunjukkan halaman buku yang dia bawa, seragam nya pun berbeda dengan yang lain, dia langsung berdiri di antara anak perempuan yang kalem itu dan anak laki2 yang berbadan besar persis di depan kotak kaca senjata Rona. Semua pun menengok ke arah anak perempuan berkacamata itu. “Oh begitu ya.” Kata anak laki2 berbadan besar itu. Kemudian datang dua orang anak perempuan dengan seragam berbeda satu sama lain dari arah berlawanan. “Wah ramai…..” Kata seorang anak perempuan dengan penampilan seperti  yangkee yang baru datang  dan sampai terlebih dulu, dia langsung berdiri di sebelah anak laki2 yang berbadan besar persis di depan kotak kaca senjata


Lori. “Ah akhirnya sampai juga, aku sudah sangat ingin ke sini. Yey.” Kata anak perempuan kedua yang bergaya santai dan baru datang sambil meregangkan badan nya, dia berdiri di sebelah kiri anak laki2 yang pertama datang tepat di depan kotak kaca senjata Cecil. Karena merasa heran melihat seragam mereka semua

__ADS_1


itu. Mereka ber enam pun berdiri memandang batu besar itu, seragam sekolah mereka semua berbeda dan menandakan mereka datang dari tempat yang berbeda, persamaan nya adalah semuanya berasal dari ras manusia, setelah lama berdiri di depan monument, mereka pun saling melihat satu sama lain sambil tersenyum dan tanpa ke enam nya sadari air mata mereka mengalir dengan sendirinya.  “Loh…kenapa ini….aku menangis ? dan perasaan apa ini ?” Pikir mereka kaget sambil tersenyum dan heran karena air mata mereka keluar dengan sendirinya. Kemudian datang pasangan suami istri, datang menuju monument. Pasangan suami istri itu berteriak sambil melambai ke arah semua anak sma  yang berdiri di depan monument dan ke enam anak sma yang berasal dari sekolah berlainan itu pun menoleh, mengusap


air mata mereka, kemudian berbalik karena di panggil. “Papa..Mama (ke empat anak perempuan)..Ayah.. ibu (ke dua anak laki2)…….” Semuanya menjawab panggilan pasangan suami istri paruh baya itu dengan  serentak. “Eh…kok kalian juga jawab ?” Mereka saling bertanya satu sama lain dengan serempak. Kemudian mereka kebingungan karena masing2 dari mereka merasa baru saling bertemu hari itu. “Kok rasanya terasa


akrab dengan mereka ya, padahal baru hari ini ketemu….” Pikir mereka semua dalam hati, kemudian  mereka pun tersadar mereka belum mengetahui nama masing2.  “Oh ya perkenalkan, nama aku……” Kata Semuanya serempak sambil tersenyum. Dan awal kisah baru pun di mulai........

__ADS_1


-Fin-


__ADS_2