
Bab 104
Mata Fu Bao berbinar binar saat memikirkan benda suci yang ia dapatkan di Alam rahasia.
" Mungkin kalau aku menemukan pemilik benda suci ini akan ada cara mengatasi bom waktu ini.."
Tidak tahu kenapa Fu Bao punya firasat kalau bom waktu ini dapat diatasi bila ia menemukan pemilik benda suci.
Fu Bao menghela nafas panjang saat berpikir kalau ia harus mencari pemilik sebenarnya benda suci ini dilautan manusia membuat nya pusing : " Apa tidak ada cara mudah untuk menemukan pemilik benda suci ini? "
Fu Bao berhenti berpikir, ia membuka matanya dan turun dari ranjang kayu dan berjalan keluar kamar Donghua.
Langkahnya tidak berhenti setelah keluar kamar Donghua malahan dia langsung pergi keluar vila untuk mencari Donghua.
" Donghua! "
Donghua yang sedang membaca kitab suci sambil bersandar di pohon Kayu pembudidaya jiwa.
Mendengar panggilan dari murid kecilnya Donghua segera mengangkat kepalanya dan tersenyum tipis dan bertanya dengan suara lembut:
" Sudah lebih baik? "
"Um." Fu Bao mengangguk kepalanya dan duduk di samping Donghua sambil tersenyum manis: " Terima kasih guru karena telah menyelamatkan ku.."
Mendengar Fu Bao memanggil nya Guru Donghua langsung tersenyum bahagia: " Itu bukalah masalah, Apa ada sesuatu yang tidak nyaman ditubuh mu? "
Fu Bao menggeleng kepala nya dan berkata:
" Tidak ada, yang tidak nyaman."
" ngomong-ngomong apa yang akan kau rencanakan selanjutnya? " tanya Donghua.
"Mungkin aku akan melakukan sesuatu yang besar? " ucap Fu Bao sambil tersenyum misterius.
" Oh? bisakah murid kecilku memberitahu guru apa rencana besar itu?"
"Tidak bisa, aku sudah bersumpah dengan jiwa ku untuk tidak mengatakan rencana ini kepada siapapun."
Senyum di wajah Donghua menghilang dan bertanya kepada Fu Bao dengan nada dingin:
" Apa kau melakukan sumpah ajaib? "
__ADS_1
Fu Bao mengangguk dan menatap Donghua dengan mata polos dan sama sekali tidak merasakan kemarahan Donghua : "Ya "
"Apa kau tidak tahu, kalau kau menggunakan sumpah ajaib secara sembarang akan ada serangan balik besar bila melanggar nya ? " Tanya Donghua marah.
"Aku tahu ko.."
"Lalu kenapa kau tetap melakukannya ? Kau jelas sudah tahu kalau sumpah ajaib itu sangat berbahaya." ucap Donghua dengan nada geram.
Bukan nya takut Fu Bao justru tersenyum manis: " jangan khawatir Guru, Aku jelas telah memperhitungkan konsekuensi dari sumpah ajaib ini dan lagi pun aku harus melakukan sumpah ajaib ini untuk mendapatkan kepercayaan nya."
"Hah? kepercayaan? untuk apa kau membutuhkan kepercayaan orang lain? "
"Karena kepercayaan nya sangat penting agar misi ku bisa berjalan lancar."
Donghua menghela nafas dan mengusap keningnya dan berkata kepada Fu Bao dengan tak berdaya: " Murid kecilku yang manis bisakah kau menjelaskan secara rinci tanpa dipotong-potong "
Donghua mengatakan sambil tersenyum palsu dan mencoba menahan ketidaksabaran dihatinya.
Fu Bao mengangkat kedua bahunya dan berkata: " Jelas Guru sendiri yang menanyakan setengah-setengah jadi karena itu aku juga menjelaskan nya secara setengah-setengah juga "
Fu Bao mengatakan itu sambil tersenyum polos dan berpura pura tidak bersalah seakan memang dirinya lah yang tidak bersalah.
Dia sama sekali tidak peduli kalau Fu Bao menyalahkan nya dan kembali menanyakan kepada Fu Bao tentang hubungannya dengan kelancaran misi dan kepercayaan orang itu secara rinci.
" Oke Guru yang salah , jadi bisakah sekarang murid kecilku menjelaskan secara rinci tentang hubungan misi dan orang yang ingin kau dapatkan kepercayaan nya."
Wajah Fu Bao yang bercanda mulai berubah serius dan mulai sedikit demi sedikit menceritakan semua tentang penerimaan misi barunya dari sistem Wahyu dan hubungan Bai Yi dengan kelancaran Misi nya.
Fu Bao juga menjelaskan semua dugaan nya kepada Donghua.
" Jika seperti yang kau katakan maka jelas keluarga Bai ada hubungannya dengan iblis yang kau cari " Ungkap Donghua setelah mendengar penjelasan Fu Bao.
Fu Bao juga mengangguk setuju: " Aku juga berpikir seperti itu, namun tinggi keberhasilan nya misi ini tergantung pada Bai Yi jika dia berhasil menerobos ke dalam ruang rahasia maka misi ini akan dikatakan berhasil."
"Kenapa tidak kau saja yang menyusup ke sana? Meskipun ini terdengar berbahaya, tapi aku rasa itu tidak cukup berbahaya untuk mu."
"Aku juga ingin begitu, tapi sayangnya Bai Yi mengatakan kepada ku hanya dirinya seorang yang bisa masuk kedalam ruang rahasia tanpa diketahui patriak keluarga Bai " Ucap Fu Bao juga tidak berdaya.
"Apa ada alasan kenapa hanya dia yang bisa masuk kesana?"
"Hmm... Aku rasa itu semua ada hubungannya dengan kemampuan spesial miliknya."
__ADS_1
" Jadi begitu " Donghua mengangguk-angguk sambil berpikir tentang berapa persen keberhasilan misi sistem Wahyu.
"Seberapa tinggi kemampuan orang itu sekarang? " Tanya Donghua lagi.
"Dia sendiri sudah berada di tahap pendirian yayasan, tapi kurasa kekuatan nya melebihi itu. "
Donghua tiba-tiba berdiri dan mengeluarkan sesuatu dari udara kosong dan memberikan kepada Fu Bao: " Berikan ini padanya, ini bisa menjadi alat penyelamat jiwa yang sangat penting untuk keberhasilan misi kalian."
"Apa ini? " Fu Bao mengambil cincin giok hitam yang diberikan Donghua.
"Ini senjata ajaib yang bisa menangkis semua serangan di atas Tahap Mahayana."
" Ini sangat kuat...." Decak kagum Fu Bao setelah mendengar kekuatan cincin giok hitam ditangannya.
Melihat tatapan iri Fu Bao, Donghua langsung tersenyum dan mengusap kepala Fu Bao dengan lucu : " Jangan iri, cincin ini memang terdengar kuat, tapi sebenarnya kekuatan nya sangat lemah meskipun cincin ini dapat menangkis semua serangan di atas Tahap Mahayana itu bukan berarti tidak akan ada efek samping nya."
Fu Bao: "!!!"
"Apa cincin ini ada efek samping nya? "
"Tentu saja ada, lagi pula di dunia ini ada namanya sebab dan akibat seperti yang aku katakan tadi meski cincin terdengar kuat sebenarnya memiliki efek samping yang sangat besar yang menyebabkan orang yang menggunakan akan kehilangan setengah kekuatan spiritual nya saat cincin ini digunakan.."
" Jadi berapa banyak serangan yang bisa di tangkis cincin ini? " Tanya Fu Bao penasaran.
" Itu semua tergantung seberapa banyak kekuatan spiritual yang dia miliki."
Mendengar ini Fu Bao hanya terdiam dan akhirnya tidak bertanya lagi.
Dia memasukan cincin giok hitam kedalam cincin penyimpan nya dan berkata kepada Donghua.
"Oh ya! Guru bolehkah aku meletakkan Klan harimau putih di ruang Amethyst? "
"Lakukan sesukamu lagi pula ruang ini tidak hanya milik ku , tapi juga milik mu jadi kau tidak perlu minta izin untuk menggunakan ruang ini " ucap Donghua.
"Ok kalau begitu aku akan pergi untuk melepaskan Klan harimau putih dulu."
"Um, pergilah " Donghua melambaikan tangannya tidak peduli dengan apa yang dilakukan Fu Bao pada ruang nya.
Dan kembali fokus pada kitab suci ditangannya.
Disisi lain Fu Bao yang melihat ketidak kepedulian Gurunya hanya bisa menggeleng kepala nya tidak berdaya dan mulai berlari ke bukit kecil yang ada di ruang Amethyst.
__ADS_1