
Bab 33
"Oh. Maksud mu cahaya ungu tadi? Aku rasa cahaya itu berasal dari sini " ucap Fu Bao sambil menunjuk batu ungu yang dia dapatkan dari dasar sungai barusan.
Bao Bao menyipitkan matanya dan melihat batu ungu di tangan tuan nya dengan serius.
"Aneh? Bagaimana bisa Bao Bao tidak merasakan sesuatu yang istimewa dari batu ungu itu. "
"Bukankah itu hanya batu biasa yang berwarna ungu? " Ucap Bai Bai bingung dan tidak mengerti kenapa Bao Bao begitu terjerat hanya karena batu biasa.
Bao Bao menggelengkan kepalanya dan mengucapkan, " Bai Bai kamu tidak mengerti, bagaimana bisa hanya sebuah batu biasa bisa mengeluarkan cahaya. Bukankah kamu tidak merasa aneh tentang hal itu? "
"Maksud mu batu ungu bukanlah batu biasa? "
" Itu masih belum pasti yang jelas batu ungu itu memiliki sesuatu yang sangat istimewa. " Ucap Bao Bao.
" Tidak peduli apa batu ungu memiliki sesuatu istimewa atau tidak kita akan mengetahui setelah aku meneteskan darah ku ke batu ungu ini " ucap Fu Bao yang rupanya sudah berenang ke tepian sungai tepat tempat Bao Bao dan Bai Bai berdiri.
Fu Bao menggunakan sihir untuk mengerikan pakaian dalam yang basah dan mengambil brokat bayangan lalu memakainya.
Setelah mengenakan brokat bayangan dan topeng Phoenix Fu Bao mengangkat batu ungu dan membiarkan sinar matahari menyinari batu ungu di tangannya.
Fu Bao mengedipkan matanya setelah tidak melihat hal istimewa yang buat batu ungu ini bercahaya. Dengan rasa ingin tahu dia mengambil belati hitam dan menusuk jari telunjuknya dan meneteskan darahnya ke batu ungu itu.
Dan ketika Fu Bao telah meneteskan darahnya ke batu ungu, batu ungu tidak mengahasilkan reaksi apapun seakan itu hanya batu biasa dengan sedikit ke istimewaan, tapi setelah beberapa saat Fu Bao ingin mengatakan tidak ada yang istimewa dengan batu ungu di tangannya.
Tiba-tiba angin mulai bertiup kencang...
Swaaa--
Daun-daun beterbangan membentuk pusaran angin disekitar Fu Bao, Bao Bao dan Bai Bai, pusaran angin Itu semakin besar hampir membuat Fu Bao berdiri dengan sempoyongan karena tertiup.
Fu Bao mencoba membuka matanya namun angin terlalu kencang sehingga membuat Fu Bao kesulitan membuka matanya.
"Tuan!!!"
"Tuan!!!
Bao Bao dan Bai Bai melihat tuan mereka menghilang begitu saja di depan mata mereka, Bai Bai maupun Bao Bao mencari tuan mereka, tapi hasilnya nihil mereka tidak bisa menemukan satu jejak pun keberadaan tuan mereka.
__ADS_1
"Tuan!!! " Bao Bao dan Bai Bai mencoba berteriak memanggil tuan mereka, tapi ada satupun jawaban atas panggilan mereka berdua.
Disisi lain entah dimana Itu...
Terdapat Fu Bao sedang menatap waspada di sekelilingnya.
"Dimana ini? " Tanya Fu Bao pada dirinya sendiri yang mendapati dirinya tidak lagi berada di hutan , bahkan Fu Bao tidak bisa melihat keberadaan Bao Bao dan Bai Bai.
Tempat Fu Bao berdiri sekarang seperti ruang gelap yang tidak memiliki cahaya sedikitpun untungnya Fu Bao telah naik level sehingga kegelapan bukanlah masalah bagi Fu Bao lagi.
Dia tetap bisa melihat jelas bahkan dalam kegelapan sekalipun, Fu Bao melihat sekeliling dan mendapati tempat ini tidak memiliki apapun bahkan tidak ada satupun tumbuhan atau batu disini.
Fu Bao berjalan menyusuri tempat dia sekarang berada, untuk mencari tahu dimana ini.
Saat Fu Bao mencoba maju lebih dalam dia melihat kabut tebal yang menutupi sebagian tempat didepannya, Fu Bao mencoba untuk melangkah lebih jauh, tapi setelah mencoba beberapa kali ia gagal Untuk melangkah lebih jauh.
Fu Bao mencoba melihat apa yang ada di depannya, tapi sayangnya Fu Bao tidak bisa melihat apapun bahkan dengan penglihatan yang tajam.
"Aneh bahkan dengan Indra penglihatan ku yang telah meningkat, Aku masih tidak bisa melihat apapun yang ada di depan " ucap Fu Bao frustasi.
Nging!!!!
"Sial!!! Suara apa ini sebenarnya? " Suara mengutuk Fu Bao yang tak tahan dengan Suara dengingan yang muncul dekat ditelinga nya.
Setelah lebih satu jam suara dengingan itu akhirnya berhenti, Fu Bao bahkan hampir mati rasa karena mendengar suara sangat menyakitkan telinga nya.
Darah merah kehitaman mengalir dari telinga Fu Bao dan itu sama sekali tidak disadari nya.
Tes--
Tes--
Tes--
Fu Bao baru merasakan nya setelah ia merasa basah di bahunya.
Fu Bao meraba bagian bahunya dan dia menarik tangan nya setelah merasa basah dan lengket di tangan nya, saat Fu Bao membawa tangan kedepan matanya. Dia melihat tangannya di warnai merah kehitaman.
Fu Bao mengerutkan keningnya ia mencoba meraba telinga dan benar saja kedua telinganya berdarah.
__ADS_1
Fu Bao terkejut dan tidak mengerti kenapa telinga nya berdarah, tapi setelah ia memikirkan lagi Fu Bao bisa menebak mungkin ada kaitannya dengan suara dengingan barusan.
Aneh nya Fu Bao tidak merasakan sakit ditelinga nya atau ketidak nyamanan lain ditubuhnya, setelah suara dengingan itu menghilang bahkan Fu Bao merasa tubuhnya dua kali lipat lebih sehat dari sebelumnya.
Yang tidak sadari Fu Bao tanda lahir hitam di wajah nya yang hampir menutupi sebagian wajahnya telah memudarkan sedikit , jika orang tidak melihat lebih dekat tanda lahir hitam itu,tidak akan ada yang akan menyadari perubahan tanda lahir hitam itu.
Dan Fu Bao juga tidak menyadari kristal merah yang ada di sakunya pakainya mulai muncul retakan yang hampir menjalar di seluruh kristal merah tersebut, bahkan ada tanda-tanda kristal merah Itu akan hancur bila disentuh.
...****************...
...Disisi lain Alam iblis...
"Arggggghh!!!!" Raungan kesakitan Serta teriakan dari beberapa orang terdengar dari istana Hitam yang sangat mewah.
"Illusion demon telah mati." Suara serak berbicara dengan tenang.
Disebuah kursi takhta didalam ruangan terdapat seorang Pria berjubah hitam dengan pola kuno yang misterius di jubah hitam tersebut.
Pria itu sedang duduk di kursi takhta nya sambil menopang dagunya dengan tangan kanan,mata merah pria menatap bosan pada orang-orang yang berlutut di bawah takhtanya.
" Singkirkan Itu. " Suara dingin pria itu yang memerintah orang dibawah untuk menyingkirkan mayat illusion demon yang terbaring di bawahnya.
Mayat ilusion demon sangatlah tragis terutama di bagian matanya terdapat lubang hitam kosong yang tidak memiliki bola mata.
Orang-orang di bawah takhta yang mendengar perintah pria itu segera melaksanakan perintah nya dan menyeretnya mayat ilusion demon seperti sampah seakan-akan ilusion demon bukanlah salah satu empat belas jenderal iblis yang merupakan bawahan setia Dewa iblis.
Tuk-tuk---
Pria yang duduk di atas kursi takhta mengetuk jarinya di pegangan kursi takhta nya.
"Biarkan orang-orang di bawah untuk lebih waspada. Jangan sampai hal ini terjadi lagi, pergilah"
Setelah mengucapkan perintah nya pria itu mengusir orang-orang di bawahnya.
Setelah orang-orang dibawah pergi,pria itu tersenyum dingin "sepertinya dia telah menemukan lagi mainan yang ku siapkan,ini akan menjadi semakin menarik Aku tidak sabar untuk muncul di hadapannya sekarang"
Pria ini tersenyum tipis dengan sedikit obsesi di kedalaman matanya.
Pria yang sedang duduk di kursi takhta mengeluarkan aura hitam yang sangat kental dan mengerikan yang membuat orang-orang yang mencoba dekat dengan nya merasa tekanan seperti batu besar yang ada dipunggung yang membuat orang-orang mencoba mendekati nya bisa merasakan beban yang sangat besar menekan punggung mereka yang membuat siapa saja yang menghadapi Pria di atas takhta ingin berlutut.
__ADS_1