The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 144 Kemenangan pertama


__ADS_3

Donghua memimpin ratusan juta prajurit dibelakangnya menuju inti medan perang.


Saat mereka semakin dekat dengan para iblis, Donghua langsung mencabut pedang dari sarungnya dan mengangkat nya sambil memberikan perintah kepada para prajurit dibelakangnya:


"SERANG! "


Satu kata dari Donghua langsung membuat para prajurit mayat dibelakang bergegas maju menyerang para iblis didepan mereka.


Dengan gerakan sengit dan beringas tanpa sedikitpun rasa takut akan kematian mereka maju menyerang ribuan iblis yang sama kuatnya dengan mereka.


Donghua juga tidak tinggal diam, dia pun ikut serta dalam menyerang dan membunuh para Jenderal iblis yang bertugas memimpin pasukan.


Hujan deras yang mengguyur medan perang dan diiringi petir yang menggelegar membuat suasana di medan perang semakin memanas.


Bahkan darah merah mewarnai tanah medan perang yang membuat nya terlihat seperti lautan darah.


Ratusan juta prajurit mayat terus membantai seluruh prajurit iblis tanpa sedikitpun merasa lelah.


Bahkan ekspresi mereka sangat mati rasa, saat mereka sedang membunuh para iblis.


Donghua juga menggunakan pedang nya serta sihir hitam nya saat bertarung sengit dengan Jendral iblis.


Dengan menggunakan keahlian pedangnya yang sangat kuat, Donghua dapat membunuh ratusan ribu prajurit iblis dalam sekali tebas.


Dia juga menggunakan sihir hitam untuk memanggil ratusan ribu tengkorak dari alam bawah.


Dengan tambahan pasukan tengkorak yang Donghua panggil membuat perang antara iblis dan makhluk abadi menjadi sedikit ringan.


Dua setengah jam berlalu sejak Donghua memimpin pasukan nya menuju medan perang.


Medan perang yang tadinya tanah kosong kini berubah menjadi lautan darah yang mana dipenuhi ratusan ribu mayat iblis.


Aroma amis darah dari pasukan yang terbunuh juga bisa tercium dari jarak ribuan kilometer.


Disisi lain, tembok besar benteng pertahanan wilayah makhluk abadi terdapat satu sosok wanita yang mengenakan zirah perang berdiri diam di sana dan sama sekali tidak mempedulikan dengan hujan yang sudah mengguyur seluruh tubuhnya.


Mata wanita itu selalu tertuju pada medan perang didepannya.

__ADS_1


Tidak ada ekspresi di wajah wanita itu, seolah ada embun dingin yang membekukan emosi sang wanita.


"Dua setengah jam telah berlalu, sudah saat Donghua dan yang lain kembali. " Ujar Feng Teng yang datang menghampiri Fu Bao sambil memegang payung di tangannya agar Fu Bao tidak ke basahan.


"Keluarkan suar hijau, kita perlu mengingatkan Donghua tentang waktu. " Perintah Fu Bao kepada prajurit yang ada dibelakangnya.


"Baik, utusan Dewa. " Jawab prajurit dengan hormat.


Mengikuti perintah Fu Bao, sang prajurit mengeluarkan benda yang mirip pistol di saku ikat pinggang nya.


Lalu tanpa diberi aba-aba lagi ia langsung menembakkan pistol yang ada di tangannya ke langit.


Yang mana pada saat bersamaan langit mendung di atas kepala mereka dalam sekejap berubah menjadi hijau setelah pistol itu ditembakkan.


Di tengah-tengah medan perang.


Donghua yang baru saja selesai memenggal kepala jendral iblis yang ke sembilan kalinya, menghentikan gerakannya dan mengangkat kepalanya untuk menatap langit yang telah berubah menjadi hijau di atas kepalanya.


Tanpa ragu sedikitpun ia segera memberi perintah pada para pasukannya: "MUNDUR! "


Dengan sekali perintah dari Donghua, para pasukan mayat yang sedang bertarung dengan iblis langsung maksimal kekuatan mereka untuk membunuh iblis di depan mereka dalam sekejap dan setelah mereka berhasil membunuh lawan mereka.


Jadi dalam kurun waktu lima menit hampir seluruh pasukan Donghua sudah melangkah mundur dari medan perang.


Dan untuk sisanya yang terluka, akan Donghua langsung teleportasikan ke benteng pertahanan mereka.


Donghua melakukan hal itu dengan sangat cepat, membuat iblis lain tidak bisa beraksi sama sekali.


Dan saat para iblis sadar mereka sudah menemukan kalau Donghua dan pasukan mayat telah kembali ke benteng mereka.


Melihat ini, para iblis yang tidak mau menyerah langsung berusaha untuk mengejar Donghua dan yang lain.


Akan tetapi ketika para iblis akan mengejar Donghua dan langkah mereka langsung terhenti saat ratusan ribu panah cahaya menembaki kepala serta jantung mereka.


Kedatangan hujan anak panah ini begitu tiba-tiba sampai-sampai membuat para iblis tidak bisa menghindar apalagi melawan.


Jadi dalam waktu kurang dari setengah jam, ratusan ribu pasukan iblis telah terbunuh habis oleh para peri yang sedang terbang jauh di atas langit dengan bantuan klan burung.

__ADS_1


Rupanya setelah Fu Bao memerintah prajurit dibelakangnya untuk menembak suar hijau, dia juga memerintahkan Feng Teng disampingnya untuk memulai gelombang pasukan yang kedua.


Jadi saat Donghua dan pasukan melangkah mundur untuk kembali ke benteng pertahanan mereka.


Gelombang kedua pasukan yang di pimpin Feng Teng dan Raja Peri memulai melakukan serangan dengan terbang di langit-langit medan perang sambil mengarahkan panah mereka ke arah pasukan iblis di bawah mereka.


Mereka melakukan itu untuk menghentikan langkah iblis untuk mengejar Donghua dan pasukan nya.


Dan sekaligus membunuh para iblis yang masih belum menyadari keberadaan mereka.


Jadi serangan Feng Teng dan Raja Peri tidak hanya membuat para iblis berhenti mengejar Donghua, tapi juga membuat para iblis terbunuh, tanpa sedikitpun bisa melakukan perlawanan.


Di bawah kepemimpinan Feng Teng dan Raja peri, mereka berhasil memusnahkan seluruh pasukan iblis dibawah mereka, tanpa bisa melakukan serangan balik.


Alasan kenapa para iblis tidak bisa melawan balik dari serangan yang dilakukan Feng Teng dan Raja peri.


Itu semua karena jarak pasukan Feng Teng dan Raja Peri sangat jauh dari target serangan yang bisa mereka serang, yang menyebabkan pasukan iblis sangat kesulitan untuk menyerang balik.


Pertarungan gelombang kedua pasukan yang dipimpin Feng Teng dan Raja Peri hanya berlangsung selama setengah jam.


Karena dalam kurun waktu setengah jam, hampir seluruh pasukan iblis telah dibantai habis oleh pasukan Feng Teng dan Raja Peri.


Sorakan kegembiraan terdengar dari dalam benteng pertahanan makhluk abadi, saat pasukan Feng Teng dan Raja Peri kembali dengan membawa kabar kemenangan.


Prajurit dengan berbagai ras saling memeluk prajurit lain untuk mengekspresikan kegembiraan karena telah berhasil memenangkan peperangan.


Feng Teng yang telah kembali segera bergegas kembali menghampiri Fu Bao.


"Baoer, aku berhasil ~ " Senyum kegembiraan di wajah Feng Teng tidak bisa disembunyikan.


Fu Bao tersenyum dan memeluk Feng Teng sambil mengucapkan selamat atas kemenangan nya.


Donghua yang kebetulan baru saja kembali setelah menerima perawatan melihat adegan ini.


Rasa cemburu dan sedih langsung terasa dihatinya, saat melihat Fu Bao sedang berpelukan dengan pria lain.


Donghua tersenyum pahit dan menunduk kepalanya sedih, dia sendiri sangat tahu sejak kemunculan beberapa pria kuat di samping Fu Bao.

__ADS_1


Fu Bao sudah ditakdirkan untuk tidak bisa menjadi milik nya seorang, namun tidak peduli seberapa banyak kecemburuan serta kesedihan di hatinya karena hal ini.


__ADS_2