
Bab 115
"Jadi maksud mu kehancuran keluarga Bai ada hubungannya dengan nya? "
"Ya Tuan. "
"Baiklah kau bisa pergi.." Pria yang sedang duduk di kursi dengan malas melambaikan tangannya dan mengusir bawahan nya.
"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan" Setelah mengatakan pria yang mengenakan seragam serba hitam menghilang dalam sekejap mata.
Sepeninggal bawahan nya, pria yang tadi di panggil tuan kini sedang mengetuk-ngetuk jarinya sambil menopang dagunya.
Feng Teng tersenyum menarik : " Aku tidak menyangka kalau gerakan nya akan sangat tajam dan cepat, ini membuat ku semakin tertarik dengan nya. Apa sudah waktunya aku bertemu dengannya? Aku tidak sabar melihat reaksi nya saat melihat ku hehehe..ini pasti akan sangat menarik "
" Si Yin "
Swaaa--
Sosok hitam muncul di hadapan Feng Teng setelah panggilan nya.
"Tuan " Si Yin berlutut dengan satu kaki memberi hormat pada Tuan nya.
"Aku ingin kau menyampaikan sebuah pesan yang isinya....." Feng Teng tersenyum sambil membisikkan kata-kata selanjutnya di telinga bawahan nya Si Yin
Si Yin: "Baik tuan "
Sosok Si Yin menghilang dan menyisakan Feng Teng dengan tangan di belakang punggung seraya menatap langit dari balik jendela.
"Mari kita lihat apakah dia benar-benar orang ku cari atau bukan hanya waktu yang menentukan nya..." Feng Teng tersenyum lembut, namun matanya sama sekali tidak lembut malahan membawa niat membunuh yang berbahaya yang tidak bisa disembunyikan.
Seolah mata itu mengatakan kalau ia akan membunuh orang itu kalau ia tidak sesuai yang diharapkan.
[Perpustakaan di kediaman keluarga Bai]
Didalam perpustakaan terdapat tiga orang yang sedang sibuk membaca banyak buku dan dokumen kuno.
Tiba-tiba saja terdengar suara helahan nafas di dalam perpustakaan dan bersamaan muncul juga suara gadis kecil yang terlihat sangat lelah.
"Yang dikatakan Bai Yi memang benar, tidak ada satupun informasi yang ku butuhkan di sini... Ahh! ini membuat ku pusing!" Fu Bao memejamkan matanya dan bersandar di kursi dengan lelah sambil sesekali memijat pelipisnya.
"Minumlah ini, teh ini mungkin akan membuat mu merasa lebih nyaman.." Xiao Nai menuang secangkir teh dan menyerahkan nya kepada Fu Bao.
Fu Bao tersenyum dan mengucapkan:
" Terima kasih Xiao Nai 😄"
__ADS_1
Xiao Nai tersenyum tipis dan kembali berdiri di belakang Fu Bao seperti pengawal yang menjaga Tuan nya.
Disisi lain Bai Yi yang ada di depan Fu Bao, sedang sibuk membenamkan diri nya di tumpukan dokumen-dokumen kuno yang terletak di atas meja.
"Bai Yi, kau bisa beristirahat sebentar" Kata Fu Bao sedikit khawatir ketika melihat ekspresi lelah Bai Yi saat sedang membaca ratusan dokumen kuno yang menumpuk di meja.
"Tidak Fu Bao, aku masih ingin mencarinya lagi, siapa yang tahu kita meninggalkan satu petunjuk penting disini. " Setelah mengatakan itu Bai Yi kembali membenamkan dirinya di tumpukan dokumen kuno.
"Baiklah lakukan seperti yang kau mau, ngomong-ngomong bagaimana dengan pemakaman ibu dan sisa klan mu? "
Bai Yi yang akan membalikkan kertas dokumen langsung terhenti setelah mendengar pertanyaan Fu Bao, dia mengangkat kepalanya dan tersenyum tipis:
"Pemakaman nya akan diadakan lima hari kemudian "
Ekspresi minum teh Fu Bao langsung kaku setelah mendengar nada suara Bai Yi yang samar-samar ia rasakan ada kesedihan di balik kata-katanya.
" Bai Yi jangan membuat dirimu terlalu lelah, aku pergi dulu masih ada yang perlu ku lakukan " Fu Bao menepuk pundak Bai Yi dan pergi bersama Xiao Nai.
Bai Yi menundukkan kepalanya dan kembali membenamkan dirinya di tumpukan dokumen kuno, namun apabila ada orang yang bisa melihat lebih dekat keadaan Bai Yi sekarang.
Mereka pasti akan melihat kekuatan tangan Bai Yi yang memegang dokumen terkepal erat seolah sedang berusaha menahan diri.
Disisi Fu Bao dan Xiao Nai...
"Bai Yi pasti sangat sedih"
"Jangan khawatir Bai Yi bukanlah orang lemah dia tidak akan membiarkan dirinya tenggelam karena kesedihan terlalu lama. Cepat atau lambat semangat nya pasti akan kembali lagi. " Tenang Xiao Nai.
"Aku tahu, hanya saja aku merasa sangat kasihan pada Bai Yi.
Keluarga yang telah lama-lama ia nanti kan ternyata tidak bisa diselamatkan sampai akhir. " Fu Bao menatap langit cerah dengan wajah sedih.
"Bai Yi pasti sudah lama mengirakan nya" Ucap Xiao Nai.
Fu Bao menghela nafas untuk sekian kalinya dan mengacak-acak rambutnya frustasi:
"Aku hanya tidak mengira kalau tindakan patriak Bai akan segila itu,melakukan eksperimen hidup pada sisa klan keluarga Bai Yi untuk kejayaan keluarga nya merupakan tindakan yang sangat kejam"
"Manusia itu serakah dan kejam pada sesamanya jadi hal ini bukanlah kejadian yang jarang terjadi di dunia ini "
Fu Bao berhenti berjalan dan menatap Xiao Nai dengan tatapan bertanya-tanya :
"Apa maksud nya? apa kau sering melihat kejadian seperti ini? "
"Ya dan tidak"
__ADS_1
Fu Bao: " ?! "
Xiao Nai tersenyum dan berkata: " Memang aku pernah melihat kejadian serupa yang seperti dilakukan oleh patriak Bai, namun hal ini tidak begitu sering terjadi, lagi pula kita sekarang berada zaman kegelapan yang mana banyak pasang mata yang membenci kegelapan sedang menatap."
"Aku masih tidak begitu mengerti maksud dari perkataan mu"
"Suatu hari nanti kau akan mengerti perkataan ku " Xiao Nai tersenyum dan mengusap kepala Fu Bao dengan lembut.
Fu Bao: " ??? "
"Ayo kita pergi " Xiao Nai tersenyum cerah sambil mengulurkan tangannya kepada Fu Bao.
Disisi lain meskipun Fu Bao masih belum mengerti arti dari kata-kata Xiao Nai, dia tetap menerima uluran tangan Xiao Nai dengan wajah tersenyum.
......................
Di sebuah tempat yang mana kegelapan yang merajalela dan pertumpahan darah menjadi hal lumrah di sini menjadi pertunjukan yang sering di lihat orang-orang yang berkunjung kemari.
Di istana iblis..
Sosok pria berjubah hitam panjang sedang duduk di kursi tahta kerajaan dengan nyaman seraya menopang keningnya dan menatap kearah bawahan yang berkostum hitam yang sedang berlutut kearahnya.
"Bagaimana? " Tanya pria yang sedang duduk di atas tahta.
Satu sosok berserba hitam maju dan berlutut dan menjawab pertanyaan Tuan nya :
"Tuan aku sudah membereskan nya" Jawab nya dengan penuh hormat.
Pria di atas tahta terkekeh kecil:
" Kerja bagus. "
"Terima kasih Tuan ku.."
"Baiklah pergilah" Pria yang ada di atas tahta melambaikan tangannya mengusir bawahan yang baru saja melapor.
"Lalu bagaimana perintah yang ku berikan padamu " Tanya lagi kepada bawahan nya yang lain.
"Sudah dilaksanakan Tuan kita hanya menunggu waktu yang tepat" Jawab salah satu dari sosok berkostum hitam.
"Hmm, kalian semua juga bisa pergi"
"Baik tuan."
" Aku harap rencana ini berjalan lancar" Monolog sosok pria yang ada di atas tahta.
__ADS_1