The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 27 Mata merah besar mengawasi mereka berdua di atas langit


__ADS_3

Bab 27


Fu Bao tidak ingin mengecewakan orang yang telah rela melindungi nya dia tidak ingin nasib pria itu sama seperti rekan-rekannya di masa lalu.


Fu Bao tiba-tiba memikirkan sesuatu dia segera membuka Lotre ajaib tampilan bar status muncul, tanpa ragu ia menekankan tombol tanda [lotre ajaib]


Sebuah meja putar yang familiar muncul dan benar saja Fu Bao melihat ada satu kesempatan untuk memutar lotre ajaib, ia segera menekankan tombol putar dan meja putar berputar sampai berhenti di sebuah kalimat emas.


[Ding-selamat tuan rumah mendapatkan 'Mata Dewa' ]


[ Ding- Mata Dewa adalah mata yang melihat dibalik kejahatan ]


[Apa tuan rumah ingin menggunakan nya? ]


[Ya] atau [Tidak]


Fu Bao tidak ragu-ragu menekan tombol [Ya] saat ia setelah menekan tombol itu kedua mata Fu Bao mulai terasa sakit seperti terbakar tidak ini seperti tersiram ada asam sulfat.


Fu Bao menggertak kan gigi dia berusaha menahan untuk tidak berteriak, waktu berlalu begitu lama seperti sudah seabad, Fu Bao merasa sakit dimatanya begitu parah bahkan dirinya hampir tidak sanggup untuk berdiri karena sakit yang begitu mengerikan.


'Fu Bao bertahanlah, kamu harus bertahan seseorang telah menunggu pertolongan mu'


Seperti mantra Fu Bao terus mengulangi perkataan dalam pikirannya dan sebuah keajaiban terjadi kedua mata Fu Bao yang sakit perlahan-lahan mulai membaik bahkan rasa sakit nya mulai sedikit melemah.


Fu Bao membuka matanya sepasang mata hitam kini berganti dengan sepasang mata emas yang sangat indah ketika dia melihat sekeliling, Fu Bao melihat pria yang seperti dewa masih bertarung untuk melindunginya.


Walaupun Fu Heng telah dikelilingi oleh ratusan beast demon , dan bahkan setelah dirinya hampir kehabisan energi spiritual ditubuhnya, Fu Heng tidak pernah sekalipun mengendur perisai es disekitar Fu Bao.


" Fu Bao apa kamu melihatnya? tampaknya seseorang telah berusaha melindungi mu lagi, Sama seperti mereka dulu? Aku tidak tahu apa aku masih bisa mempercayai orang lain sekarang yang jelas Aku harus segera menghancurkan tempat menjijikkan ini ini dulu" ucap Fu Bao pada dirinya sendiri sambil menatap jijik pada beast demon yang ternyata hanya gumpalan benda hitam menjijikkan.


Itu benar setelah Fu Bao membuka matanya dia melihat beast demon yang selama ini mereka hadapi ternyata hanya gumpalan hitam yang menjijikkan.


Fu Bao menyingkirkan pandangan dari beast demon dan kembali mefokuskan mencari mata ilusi, saat Fu Bao tidak sengaja mengangkat kepalanya dan menatap langit.

__ADS_1


" Aku tidak menyangka mata ilusi yang kami cari sebenarnya adalah bulan merah di langit"


Ternyata bulan merah darah yang mereka berdua lihat saat berada disini untuk pertama kali ternyata adalah mata ilusi yang selama ini mereka cari, setelah Fu Bao menggunakan Mata Dewa barulah Fu Bao menyadari kalau itu bukanlah bulan merah melainkan mata merah besar yang menatap mereka di langit.



Bahkan mata merah itu sesekali berkedip, walaupun Fu Bao tidak bisa melihat ekspresi pemilik mata merah itu. Fu Bao bisa mengetahui kalau pemilik mata itu pasti sedang tertawa penuh penghinaan terhadap mereka berdua.


Fu Bao merasa mereka seperti bidak catur yang dikendalikan oleh mata merah itu, perasaan ini sangat tidak menyenangkan saat memikirkan selama ini mata merah itu mengawasi semua gerakan mereka berdua.


Fu Bao mengepalkan tangannya dan berusaha menenangkan diri sekarang yang harus dia lakukan adalah menemukan cara untuk menghancurkan mata ilusi.


' Tapi bagaimana cara nya ? aku tidak bisa terbang ke sana? ' pikir Fu Bao.


Fu Bao menemukan ide dia segera mengeluarkan gulungan kuno yang merupakan gulungan teleportasi yang pernah diberikan oleh lotre ajaib padanya.


Srek, Srek..


Dalam sekejap Fu Bao menghilang dan muncul kembali di hadapan mata merah besar di langit.


Mata merah berkedip terkejut akan tindakan Fu Bao, tidak menunggu mata merah itu merespon Fu Bao menusuk mata merah dengan belati hitam di tangannya untuk lebih kuat Fu Bao bahkan menambahkan seluruh kekuatan spiritual yang ada di dalam tubuh ke dalam belati hitam.


Belati hitam yang telah menerima baptisan energi spiritual chaos dari Fu Bao bersinar dengan cahaya hitam yang menyelimuti belati hitam.


Jleb!


Belati hitam menusuk ke dalam mata merah besar, retakan mulai muncul di langit setelah Fu Bao menusuk mata merah.


Prang!


Dan langit yang retak sangat mirip dengan cermin pecah.


Fu Bao yang melihat hal itu segera menusuk lebih dalam sebuah teriak menusuk telinga saat Fu Bao mencabut belati hitam dari mata merah itu.

__ADS_1


Prang!


Prang!


Prang!


Tepat setelah teriak itu mata merah besar, Suara retak muncul dari mata merah besar di langit bahkan setelah itu pecahan yang berasal dari mata merah berhamburan seperti debu.


Fu Bao tersenyum lega " akhirnya selesai dan kali tidak ada lagi orang yang harus berkorban untuk ku"


Setelah berkata seperti itu Fu Bao pingsan tubuh nya melayang jatuh dari langit.


Fu Heng melihat beast demon yang hadapi tiba-tiba menghilang dia heran dengan fenomena aneh itu , tapi saat mendengar teriakkan Fu Heng menyadari ada yang tidak beres segera ia mencari keberadaan Fu Bao.


Tapi saat melihat kebelakang Fu Bao telah menghilang, Fu Heng mengangkat kepalanya saat mendengar teriakkan untuk kedua kali dan kali ini ia melihat gadis yang telah ia cari sedang terjatuh dari langit.


Fu Heng segera menangkap Fu Bao yang terjatuh ekspresi Fu Heng yang menangkap Fu Bao sangatlah buruk bahkan ada sedikit keputusan asaan di wajah nya, tapi setelah Fu Heng memeriksa denyut nadi Fu Bao ia baru bisa tersenyum lega.


Setelah mendapati Fu Bao hanya kehabisan energi spiritual.


Fu Heng juga memeriksa tubuh gadis yang ada dalam pelukan nya melihat apa ada luka lain, tapi mata Fu Heng terhenti saat melihat kristal merah ditangan Fu Bao.


Fu Heng mencoba mengambil kristal merah, tapi saat tangannya menyentuh kristal merah aliran listrik merah menyetrum tangan yang ingin mengambil kristal merah.


Fu Heng segera menarik tangan nya kembali, dan ketika Fu Heng melihat tangannya dia mendapati tangan kanan mulai menghitam gosong.


Fu Heng mengerutkan keningnya saat melihat tangannya menghitam, dia tidak terlalu peduli tentang kenapa tangannya menghitam hanya karena menyentuh kristal merah milik Fu Bao, Fu Heng berpikir kristal merah telah mengenali pemilik itu sebabnya ia mendapat serangan balik dari kristal merah.


Fu Heng tidak berpikir lebih banyak ia segera menggendong Fu Bao seperti Putri setelah mendapati ilusi di tempat yang mana mereka pijak mulai runtuh.


Lubang hitam muncul tepat dibawah tempat berdirinya Fu Heng, sebelum sempat Fu Heng merespons ia telah terjatuh ke dalam lubang hitam yang tiba-tiba muncul di bawah kakinya.


Fu Heng jatuh segera melindungi Fu Bao dalam pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2