The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 78 Frame film


__ADS_3

Bab 78


Tiga jam berlalu akhirnya Fu Bao selesai menandatangani kontrak dengan seluruh klan harimau putih.


"Patriak!"


"Patriak!"


Teriak dari sekeliling segera membangunkan Fu Bao dari keadaan Kultivasi nya.


Saat Fu Bao membuka matanya dia melihat keadaan Patriak Qi Feng sangat salah.


Tubuh patriak Qi Feng sekarang perlahan-lahan mulai memudar seakan ingin menghilang.


Fu Bao terkejut dengan hal ini jadi dia  segera berlari menghampiri patriak Qi Feng dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi:


"Patriak Qi Feng apa yang terjadi padamu?"


"Bukankah aku sudah mengatakan pada Nona Fu kalau waktu ku hampir habis?" Ucap patriak Qi Feng dengan senyum lembut nya yang khas.


"Tapi--aku tidak mengira kalau akan secepat ini... tunggu sebentar biarkan aku menyembuhkan luka-luka gelap mu" Fu Bao mengendalikan kekuatan spiritual cahayanya untuk menyembuhkan penyakit gelap dari patriak Qi Feng.


Namun itu tidak membuahkan hasil, kondisi patriak Qi Feng masih sama.


Bahkan tanda-tanda akan menghilang semakin jelas dan itu semakin membuat seluruh klan harimau putih beserta Fu Bao khawatir.


Tidak peduli seberapa keras Fu Bao mengeluarkan energi spiritual cahayanya itu tetap berguna.


Kekuatan spiritual cahayanya seakan telah masuk kedalam jurang tak berdasar.


"Ini pasti akan berhasil.." monolog Fu Bao teringat akan lotre ajaib nya.


Dia Segera membuka layar biru dan langsung menekan tombol [Lotre]


Untungnya selama ini Fu Bao tidak sering memutar Lotre ajaib jadi kesempatan untuk memutar hadiahnya lumayan banyak.


Fu Bao dengan tegas menggunakan semua kesempatan yang ada di Lotre ajaib untuk mendapatkan hadiah yang mungkin bisa membantu patriak Qi Feng.


Akan tetapi sepertinya Dewa pencipta tidak ingin menyelamatkan patriak Qi Feng jadi semua yang dikeluarkan dari Lotre ajaib tidak berguna di kondisi sekarang.


Setiap detik dan menit berlalu semenjak Fu Bao memutar Lotre ajaib, tapi tetap tidak ada yang bisa ia gunakan untuk menolong patriak Qi Feng.


Melihat keadaan kondisi tubuh patriak Qi Feng semakin menurun kecemasan di hati Fu Bao semakin meningkat.


Seperti ada ratusan jarum di tenggorokan nya saat ini dia hanya tak berdaya melihat patriak Qi Feng yang perlahan-lahan menghilang dari pandangan nya.


"Ti--tidak! Pasti ada cara lain! Patriak Qi tunggu sebentar! Ak-aku mohon tunggu sebentar lagi! Aku pasti menemukan cara menyelamatkan mu." Fu Bao mengatakan itu sambil menahan isak tangis.


Dia tidak tahu kenapa dirinya begitu sedih melihat kematian patriak Qi Feng datang di depan matanya.


Mungkin karena Patriak Qi Feng menyadarkan dirinya bahwa keberadaan di dunia ini hanyalah semua rancangan atau mungkin karena kelembutan orang lebih tua yang belum pernah Fu Bao rasakan.


Sehingga dia akan sedih bila patriak Qi Feng pergi.

__ADS_1


Fu Bao tidak tahu yang mana yang benar, tapi di lubuk paling dalam dia berharap patriak Qi Feng tidak meninggal.


Makanya Fu Bao dengan putus asa mencari sesuatu yang mungkin bisa menyelamatkan patriak Qi Feng walaupun dia sebenarnya tahu kalau itu tidak mungkin.


[Ding! Selamat Tuan mendapatkan pill penyelamatan level Dewa]


[Pill penyelamat level Dewa yang bisa menyembuhkan semua penyakit termasuk membangkitkan orang dari kematian]


Melihat hal itu Fu Bao langsung mengeluarkan pill itu dari pikirannya.


[Ding!]


Bersamaan bunyi Lotre ajaib, Fu Bao merasa di tangannya ada sebuah Pil berwarna keemasan.


Tanpa ragu sedikitpun ia Segera memberi makan patriak Qi Feng.


Tapi ketika pil itu akan menyentuh bibir patriak Qi Feng.


Patriak Qi Feng malah menggenggam tangan Fu Bao untuk mengehentikan nya dan berkata dengan suara lemah.


"Jangan sia-siakan Pil berharga ini... gunakan pada orang lebih penting untuk mu dimasa depan nanti."


Saat Fu Bao ingin membantah perkataan patriak Qi Feng dan mengatakan kalau dia lah yang lebih penting sekarang.


Mata Patriak Qi Feng langsung berubah menjadi kekuningan dan memperlihatkan pada sebuah frame film.


Yang mana frame film itu menayangkan sebuah adegan yang belum pernah dialami Fu Bao dimasa lalu maupun dimasa sekarang.


Frame film 🎞️


Aroma amis darah tercium di hidung Fu Bao.


Fu Bao dengan melihat sekeliling nya dengan heran,dia tahu kalau dirinya sekarang berada di frame film patriak Qi Feng.


Tapi tetap saja merasakan perasaan sangat tidak nyaman saat melihat darah serta mayat dimana-mana.



Fu Bao tidak tahu dimana dia sekarang jadi ia berjalan menyusuri setiap jalan yang dipenuhi banyak mayat berserakan di tanah.


Jika bukan karena ketahanan Fu Bao,dia pasti sudah muntah melihat pemandangan mengeringkan yang ada di depan matanya sekarang.


Semakin dekat dengan pusat medan perang semakin jelas suara pertempuran terdengar.


Sebelum Fu Bao bisa melihat apa yang ada didepannya, tiba-tiba sebuah hisapan menarik jiwanya dan masuk kedalam tubuhnya seorang wanita yang sedang menangis pilu yang mana di pelukannya terdapat seorang pria yang terlihat terluka parah.


Tanpa diketahui Fu Bao jiwanya perlahan mulai bergabung dengan jiwa sang wanita.


Ketika Fu Bao sadar dia merasa pipinya basah, tidak hanya itu hatinya juga terasa sangat sakit.


Bibirnya tanpa sadar berbicara pada pria yang ada di pelukannya.


" Bertahanlah aku menyelamatkan mu.."

__ADS_1


"Uhuuk! Berhentilah menangis Xiao Baoer...aku baik-baik saja "


"Bagaimana mungkin kau baik-baik saja! Kenapa? Kenapa kau sangat bodoh! Kenapa kau dengan bodoh percaya dengan perkataan iblis itu!!" Tangis Fu Bao pecah tanpa bisa ia kendalikan.


Air matanya tidak bisa berhenti mengalir saat melihat Pria di pelukannya perlahan-lahan kehilangan darah nya.


" Tapi--jika aku tidak melakukan nya...maka Xiao Baoer yang akan terluka.. uhuuk!.. uhuuk! " Pria itu dengan lembut mengusap air mata kekasihnya.


"Aku tidak apa-apa...kau juga mengetahui hal itu bukan? Tapi--kenapa kau masih melakukan tindakan bodoh seperti itu?"


Pria itu hanya menatap Fu Bao dengan mata sangat memanjakan.


Dia mengangkat tubuhnya yang sudah sangat lemah dan dengan lembut ia mengecup bibir kekasihnya untuk terakhir kalinya.


Tes--


Tes--


Tes--


Air mata Fu Bao menetes di wajah pria itu..


Saat Fu Bao akan membalas ciuman Pria itu, tubuh pria itu tiba-tiba terjatuh.


Kedua matanya terbelalak terkejut melihat pria yang ada di pelukannya sekarang memejamkan mata seolah sedang tidur.


Namun Fu Bao tahu kalau pria yang ada di pelukannya tidak tidur, Tapi dia dengan keras kepala percaya pria itu masih hidup.


Jadi dengan tangan gemetar dia menyentuh hidung pria itu saat Fu Bao merasa tidak ada lagi nafas yang berhembus di hidung nya,dia masih tetap tidak percaya jadi memeriksa denyut nadi dan jantung pria itu.


Tapi apa daya sang pria telah benar-benar tertidur untuk selamanya.


Mengetahui hal ini Fu Bao masih belum bisa mempercayai nya meskipun hasilnya sudah ada di depan matanya.


Dia masih tetap tidak percaya kalau kekasih yang selalu memanggil dengan lembut, mencium nya dan sering memanggil dirinya bayi kecil tiba-tiba meninggalkan nya seperti ini.


"Aaaaaa! Woooooo... Yan Gege tolong bangun....Baoer sangat takut sekarang... woooooo... bagaimana kau bisa meninggalkan ku sendiri seperti ini... bukan kau berjanji untuk menemani ku sampai akhir? Aaaaaa!"


Fu Bao memeluk erat tubuh pria yang dipanggil Yan Gege.


Tangis kesedihan serta putus asa terdengar di medan perang, rasanya dunia Fu Bao hancur lebur saat melihat orang disayangi meninggalkan nya.


Langit merah darah membayangi Medan perang yang dipenuhi kesedihan serta perpisahan dari orang-orang mereka sayangi.



Ketika Fu Bao masih tenggelam dalam kesedihan atas meninggal salah satu kekasihnya.


Langit di atas nya mulai retak dan retakan semakin menyebar.


Prang!


Langit dan bumi hancur layaknya cermin pecah..

__ADS_1


Akhir frame film 🎞️


__ADS_2