The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 64 Yang Mulia Murong


__ADS_3

Bab 64


Setelah keluar dari restoran Fu Bao pergi ke toko tempat menjual makanan kering.


Setelah membeli semua makanan kering dari toko Fu Bao memutuskan untuk kembali dan beristirahat di penginapan.


Sekembalinya ke penginapan Fu Bao Segera kembali ke kamarnya dia Segera berbaring di tempat tidur.


Keesokan harinya...


Fu Bao terbangun dengan keadaan tubuh yang sangat segar.


"Sudah lama sekali aku tidak tidur senyenyak ini..." Fu Bao meregangkan punggung dan melihat matahari sudah hampir tinggi.


Fu Bao turun dari tempat tidur dan pergi mandi sebentar.


Selesai mandi Fu Bao mengenakan gaun hitam polos dengan bordir bunga emas di bawah.


Fu Bao memeriksa kembali Isi cincin penyimpan nya setelah melihat tidak ada yang ketinggalan.


Fu Bao segera pergi keluar dari penginapan dan berjalan menuju alun-alun kota.


Saat Fu Bao sampai di alun-alun kota,dia melihat sudah banyak orang yang menunggu pembukaan Alam rahasia dengan ekspresi antusias di wajah mereka.


Muda ataupun tua semua memiliki satu hal yang sama yaitu kegembiraan yang tidak disembunyikan di wajah mereka.


Disaat bersamaan Fu Bao memperhatikan orang-orang disekitar nya.


Sebuah sosok tinggi tiba-tiba muncul dan berdiri di atas awan tepat di langit.


Perhatian semua orang langsung tertuju pada sosok tinggi itu.


Sosok tinggi itu hanya berdiri di sana memandang orang-orang dibawah nya dengan ekspresi bermartabat.


Pria itu mengenakan pakaian hitam, dengan sutra biru tua tersebar di belakangnya, garis-garis tampan dan tegas, serta jubah berwarna tinta berkibar tertiup angin.


Dengan sosok membelakangi matahari, matanya yang gelap melihat orang-orang dibawah nya , seperti dewa yang berjalan keluar dari cahaya keemasan mentari.


"Tanpa diduga, Yang Mulia Murong yang akan memimpin pembukaan Alam rahasia kali ini."


"Ya, biasanya kan Yang Mulia Murong hanya mengirim utusan nya atau putra mahkota untuk pembukaan Alam rahasia "


"Tampaknya pembukaan Alam rahasia kali ini menjadi sesuatu yang berbeda "


"Tapi ngomong-ngomong Yang Mulia Murong sangat tampan yah.." ucap salah satu pembudidaya wanita dengan wajah memerah.


"Apa Yang Mulia Murong sudah memiliki pasangan Tao?"


" Sepertinya tidak... Soalnya aku belum pernah mendengar ada rumor kalau Yang Mulia Murong dekat dengan pembudidaya wanita.."


" Kenapa? Kenapa Yang Mulia Murong tidak dekat dengan wanita?"


"Mana kutahu... mungkin Yang Mulia Murong hanya ingin fokus untuk berkultivasi untuk menyusul sahabatnya."


"Oh.. yang kau katakan ada benarnya, tapi kalau Yang Mulia Murong pergi siapa yang akan meneruskan tahta? "


"Dasar bodoh! Apa nama putra mahkota itu pajangan? Jelas setelah Yang Mulia Murong pergi putra mahkota Murong Yaan yang akan menggantikan posisi nya."

__ADS_1


"Tapi bukankah putra mahkota tidak memiliki darah keluarga Murong?"


"Shhh! Apa kau tidak tahu hampir semua keluarga Murong dibantai oleh Yang Mulia Murong sendiri.."


"Tidak mungkin! Kenapa Yang Mulia Murong melakukan itu?"


"Tentu saja untuk balas dendam.."


"Balas dendam apa? "


"Aku tidak tahu, yang jelas Yang Mulia Murong sangat membenci nama keluarga Murong.."


"Lalu kenapa putra mahkota yang diadopsi memiliki nama keluarga Murong?"


"Mana kutahu emang aku bisa baca pikiran Yang Mulia Murong?"


Fu Bao yang mendengar semua pembicaraan orang-orang disampingnya hanya terdiam.


Fu Bao menatap rumit pada sosok pria dingin yang berdiri di atas langit yang sepertinya tidak mendengar pembicaraan orang-orang dibawah nya.


Tapi Fu Bao tahu, Kalau Pria itu dapat dengan jelas mendengar semua pembicaraan orang-orang yang ada di bawahnya.


Terlebih lagi basis Kultivasi pria itu sangat tinggi melebihi dirinya, Fu Bao tidak bisa melihat sampai di mana basis Kultivasi pria itu.


Yang jelas perasaan yang sangat kuat di pancarkan pria itu.


Disisi lain tempat menunggu para junior dari keempat keluarga besar...


Bai Linger menatap sosok pria tampan nan dingin yang berdiri di atas awan dengan tatapan linglung seperti para pembudidaya wanita yang lain.


Mereka bertiga tahu kalau Bai Linger selalu menyukai Yang Mulia Murong, tapi sayangnya Yang Mulia Murong sama sekali tidak peduli dengan hal lain selain Kultivasi.


Kalau tidak mereka bertiga pasti menemukan cara untuk membuat Bai Linger dapat dekat dengan Yang Mulia Murong.


Bai Yi yang berdiri di belakang keempat saudara saudari Bai menatap jijik pada Bai Linger yang tidak bisa melepaskan tatapan serakah nya dari tubuh Yang Mulia Murong.


Bai Yi Segera menundukkan kepalanya menyembunyikan tatapan jijik supaya tidak ingin dilihat saudara saudari Bai.


Saat Bai Yi sedang menunduk kepalanya Matanya tanpa sengaja melihat Fu Bao yang sedang berdiri di antara kerumunan massa.


Walaupun sosok Fu Bao tidak mencolok diantara kerumunan, tapi entah kenapa mata Bai Yi bisa mengenali sosok Fu Bao.


Dan tidak tahu kenapa perasaan jijik yang disebabkan saudara saudari Bai menghilang diganti perasaan bahagia saat melihat sosok Fu Bao.


Jika dia bisa....dia ingin segera berlari menghampiri Fu Bao, tapi sayangnya dia tidak bisa..


Karena sekarang dirinya sedang di awasi kepala keluarga Bai yang terus menerus menatap nya dari atas kursi yang dikhususkan untuk pemimpin keluarga besar.


Bai Yi mengepalkan tangannya mencoba menahan rasa jijik Serta benci didadanya.


Dia mengangkat kepalanya dengan senyum lembut yang biasa dia buat.


Bai Yi menatap orang-orang disekitar dengan wajah lembut serta hangat.


Yang membuat para pembudidaya wanita yang melihat nya langsung terkena panah cupid.


Bahkan ada diantara para pembudidaya wanita yang pingsan karena tidak tahan pada pesona menawan yang dipancarkan Bai Yi.

__ADS_1


Fu Bao tidak tahu apa sedang terjadi disisi Bai Yi.


Dia sekarang sedang melihat Yang Mulia Murong untuk mencoba melihat basis Kultivasi dengan menggunakan [ Mata Dewa]


Yang mulia Murong merasakan sesuatu sedang mematai-matai tubuhnya.


Dia dengan penasaran melihat orang yang sedang mematai-matai nya.



Mata Yang Mulia Murong bertemu dengan mata Fu Bao yang tersembunyi di balik topeng Phoenix nya.


Waktu seolah-olah berhenti saat mata mereka bertemu.


Angin lembut mengusap lembut rambut Fu Bao yang juga melihat kalau matanya tanpa sengaja bertemu dengan mata Yang Mulia Murong yang sedang berdiri di atas langit.


Degh!


"Uh!" Fu Bao memegangi jantung yang tiba-tiba sakit.


Fu Bao merasa jantungnya seperti di genggam kuat oleh tangan yang tak terlihat.


Perasaan ini sangat tidak nyaman sampai membuat Fu Bao meneteskan keringat dingin.


Fu Bao mencoba menahan erangan kesakitan dengan menggigit bibirnya sampai memutih mengeluarkan darah.


Apa yang tidak ketahui Fu Bao di dalam tubuhnya sekarang terdapat rantai-rantai emas yang mengikat jantung nya dengan erat.


Rantai-rantai emas itu memerah seakan dipanaskan seolah-olah akan membakar jantung.



Disisi lain di dalam tubuh Fu Bao....


Ada sebuah penjara yang ditutupi jimat mantra Serta ratusan ribu rantai yang mengikatnya.


Di dalam penjara Itu juga terdapat sosok pria yang kedua tangannya dirantai dikedua sisi ruangan.


Karena kedua tangan pria itu dirantai jadi membuat dadanya terbuka lebar.


Didadanya tepat di posisi kanan terdapat sebuah segel hitam kuno.



Pria di penjara itu juga memancarkan aura gelap yang sangat menakutkan.


"Hehehe... siapa sangka aku akan bertemu dengannya lagi dengan keadaan seperti ini"


Tawa dingin serta suara pria yang tiba-tiba muncul dipenjara gelap membuat suasana menjadi sangat menakutkan.


Tidak ada yang tahu arti kalimat yang diucapkan pria itu.. yang jelas tawa dingin pria itu membuat buluk kuduk orang-orang yang mendengarnya menjadi sangat merinding.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


🌷🌺 Jangan lupa like, komen, vote, favorit, gift, dan follow Ok 🌷🌺


Terima kasih atas dukungan kalian 😄

__ADS_1


__ADS_2