
"Apa kau yakin kedua orang tua mu tidak salah mengambil anak? " Tanya tiba-tiba Xiao Nai.
Feng Teng "Hah? "
"Aku selalu berpikir kalau kau lebih terlihat seperti rubah berekor sembilan alih-alih Phoenix sombong dan anggun. "
"💢 Jika mata mu tidak buta, kau pasti telah melihat tubuh asliku belum lama ini " Feng Teng memutar matanya kesal karena lagi-lagi Xiao Nai meragukan ras nya.
"Bisa saja kan kalau kau melakukan tipu daya untuk membuat kami mengira kau seorang Phoenix. " Ujar Xiao Nai tersenyum sinis.
" 💢 Berengsek $*@#. " Segala banyak umpatan di katakan Feng Teng kepada Xiao Nai yang terus menerus meragukan ras nya.
Disisi lain Xiao Nai masih terlihat acuh saat menerima segala macam umpatan Feng Teng:
"Aku kan hanya bertanya, kau tidak perlu terlalu marah begitu "
"Haha.... tidak perlu marah begitu? Kalau begitu aku juga melakukan hal sama." Feng Teng tiba-tiba tersenyum licik.
Xiao Nai melihat senyum licik Feng Teng dengan firasat buruk.
" Ngomong-ngomong Xiao Nai kulit mu terlihat sangat bagus putih dan bersinar layaknya wanita.... hahaha kau tidak mungkin wanita yang sedang menyamar menjadi pria kan? Oh...atau jangan-jangan kau banci yang menyamar hehe.."
"!!!!"
Xiao Nai : " Aku seorang pria asli tanpa ada campuran! Tolong jangan katakan hal yang tidak masuk akal seperti itu! "
"Oh~ ternyata kau pria, tapi kenapa rasanya kau lebih mirip wanita upss! Maaf aku tidak sengaja mengatakan nya lagi hehehe " Feng Teng tertawa puas melihat Xiao Nai kalah dari nya.
Melihat dirinya telah menang dalam pertarungan kata-kata Xiao Nai.
Feng Teng berniat pergi, namun sebelum itu dia tidak lupa mengejek Xiao Nai dengan berkata: " untuk membuktikan kalau kau benar-benar seorang pria kau bisa melepaskan pakaian mu mungkin aku akan mempercayai nya setelah melihat... "
Xiao Nai: "!"
Yuan Yi: "!"
Setelah mengatakan itu Feng Teng pergi dengan wajah kemenangan.
Meninggalkan Xiao Nai yang akan meledak karena amarah.
"Tenang Xiao Nai! " Yuan Yi menarik tangan Xiao Nai yang akan mengejar Feng Teng untuk berkelahi.
__ADS_1
"Tenang? Aku rasa Phoenix palsu itu meminta aku membunuhnya." Cibir Xiao Nai dingin.
"Mari kita tenang sedikit jangan terlalu impulsif " Pungkas Yuan Yi dengan nada lemah.
"Lepas! "
"Tidak, tidak kalau aku melepaskan mu sekarang, kau pasti akan berkelahi dengan Feng Teng lagi kan? Pokoknya kalian berdua tidak boleh berkelahi apa kau tahu berapa banyak kekacauan yang disebabkan perkelahian yang kalian lakukan beberapa hari lalu? jika bukan karena ketangkasan ku mungkin seluruh istana Chayang menjadi hancur lebur karena perkelahian kalian yang tidak mengenal lelah. " Teriak Yuan Yi frustasi.
Xiao Nai menatap Yuan Yi dingin: " Aku tidak akan berkelahi jadi lepaskan. "
"Benarkah itu? " Tanya Yuan Yi yang masih sulit mempercayai nya.
"Hmm."
Melihat ekspresi Xiao Nai yang terlihat sangat serius dan jujur Yuan Yi akhirnya mau melepaskan nya.
"Syukurlah kalau kau akhirnya mau mendengarkan ku-- hei? kemana perginya? " Yuan Yi berbalik dan menemukan sosok Xiao Nai sudah tidak ada lagi di belakangnya.
Sebelum Yuan Yi bisa berpikir kemana perginya Xiao Nai tiba-tiba saja terdengar ledakan besar yang dari arah istana barat.
Bom!!!
Yuan Yi: "!"
Tanpa melihat pun Yuan Yi bisa mengetahui siapa pelaku penyebab ledakan besar itu.
Siapa lagi kalau bukan Xiao Nai dan Feng Teng yang sedang berkelahi.
Dengan wajah frustasi dan hati lelah Yuan Yi pergi kearah lokasi ledakan itu berada untuk membereskan kekacauan yang disebabkan oleh kedua pelaku yang tidak bertanggung jawab.
Sesampainya di lokasi kejadian Yuan Yi melihat bangunan istana dan taman yang telah hancur menjadi abu.
Bahkan dia juga melihat ada api besar yang sedang membakar sebagian istana lainnya.
Melihat hal ini Yuan Yi melambaikan tangannya untuk memanggil para pelayan serta kasim yang ada di sana untuk mendekati nya.
Dengan nada santai dan bosan Yuan Yi bertanya: " Berapa banyak bangunan yang kali ini mereka hancurkan? "
Kasim : "Ti..tiga..."
"Tiga bangunan?"
__ADS_1
Kasim : "Bu..bukan Tuan."
"lalu tiga puluh? "
Kasim: "Tidak Tuan Yuan, Yang Mulia Murong dan Tuan Xiao telah menghancurkan setidaknya tiga ratusan bangunan termasuk patung-patung yang ada di taman."
Bibir Yuan Yi langsung kejang-kejang saat mendengar hal itu sambil mengusap kepalanya yang sakit, dia kembali bertanya dengan tidak percaya: " Apa kau yakin mereka telah menghancurkan tiga ratus bangunan serta fasilitas di taman dalam waktu setengah jam? "
"Ya tuan Yuan, kami telah menghitung nya berulangkali kami yakin dengan hal ini.
Justru sebaliknya kami berpikir akan ada lebih banyak barang-barang serta istana yang rusak bila kedua Tuan besar terus bertarung seperti ini. " Ungkap sang Kasim dengan takut.
"Aku tahu, jangan khawatir aku tidak akan membiarkan mereka menghancurkan lebih banyak lagi " Yuan Yi menepuk pundak kasim dengan perhatian.
Tanpa ragu sedikitpun Yuan Yi segera berjalan menuju pusat pertarungan sedang terjadi sambil berteriak kepada kedua orang yang sedang bertarung sengit.
" KALIAN BERDUA BERHENTI! FU BAO BARU SAJA MENCARI KALIAN JADI BERHENTILAH BERKELAHI!!!"
Gerakan Feng Teng maupun Xiao Nai terhenti saat mendengar teriakkan Yuan Yi.
Mereka berdua saling menatap dengan tatapan bermusuhan lalu memalingkan wajah mereka dengan jijik.
Mereka berdua langsung menghampiri Yuan Yi lalu bertanya bersamaan: "Dimana Baoer sekarang? "
Kedua mata mereka bertemu setelah mendengar pertanyaan sama yang diucapkan musuh mereka.
"Fu Bao mengatakan kalau ia akan menunggu kalian di kamarnya." Kata Yuan Yi menunjuk lokasi kamar Fu Bao tanpa ekspresi.
Setelah mendapat kabar lokasi Fu Bao berada,Keduanya langsung pergi begitu saja meninggalkan Yuan Yi dengan setumpuk kekacauan yang mereka berdua sebabkan.
Melihat kedua Boss besar akhirnya pergi, membuat seluruh orang-orang di sana langsung bernafas lega.
Yuan Yi segera memberikan masing-masing tugas kepada para pelayan dan kasim untuk mengurus kekacauan di depannya.
Melihat tindakan Yuan Yi dan orang-orang disekitar terlihat sangat lihai dan akrab dengan tindakan membereskan kekacauan yang disebabkan Feng Teng dan Xiao Nai.
Tampaknya ini bukan pertama dan terakhir Feng Teng dan Xiao Nai menyebabkan kekacauan ini.
Buktinya dalam kurun waktu beberapa jam istana barat yang hancur serta taman yang tidak lagi terlihat bentuk kini kembali seperti sediakala berkat upaya para pelayan serta kasim.
Jika bukan karena tanda api di tanah mungkin orang lain yang melihat nya tidak akan percaya kalau tempat ini habis dilanda kehancuran akibat kedua Boss besar yang tidak bertanggung jawab.
__ADS_1