
Bab 52
Fu Bao keluar dari ruang Amethyst bersama Bao Bao dan muncul kembali di gua tempat mereka menemukan harta Karun.
Keadaan Gua masih sama seperti sebelumnya mereka masuk kedalam ruang Amethyst,tidak ada perubahan besar di gua ini.
"Ayo kita turun gunung " ucap Fu Bao berjalan keluar dari Gua.
"Baik tuan" Bao Bao mengikuti setiap langkah kaki Fu Bao.
Fu Bao dan Bao Bao menuruni gunung Hou dengan kecepatan sedang.
Tapi tiba-tiba Fu Bao menghentikan langkahnya dan berbalik Melihat ke sekeliling hutan.
"Ada apa tuan? "
"Bao Bao apa kau tidak merasa energi spiritual disini sedikit berkurang"
"Hah? " Bao Bao segera merasakan energi spiritual yang ada di gunung Hou dan benar saja energi spiritual disini telah menipis beberapa kali lipat dari sebelumnya.
"Tuan kenapa ini bisa terjadi? "
Sebelum Fu Bao bisa menjawab pertanyaan Bao Bao Suara telepati Donghua terdengar di benak Fu Bao maupun Bao Bao.
[Itu karena kalian berdua telah mengambil semua batu roh yang bertugas menopang energi spiritual yang ada di gunung Huo] ucap Donghua dengan menggunakan telepati.
[Jangan bilang kalau batu Roh yang kami ambil dari Gua harta Karun berfungsi sebagai penambah energi spiritual disini] jawab Fu Bao dengan menggunakan telepati yang sama dengan Donghua.
[Ya.]
Setelah mendengar perkataan Donghua.
Fu Bao dan Bao Bao akhirnya mengerti kenapa energi spiritual disini menipis ternyata semua disebabkan oleh mereka berdua.
Fu Bao tidak ingin mengambil pusing lagi, jadi mereka berdua segera bergegas turun gunung sebelum matahari semakin meninggi.
Fu Bao dan Bao Bao akhirnya sampai di bawah gunung Hou dan mereka melihat suasana ramai dipinggir gunung Hou saat mereka turun dari gunung.
Berbeda dengan suasana suram saat mereka menaiki gunung Hou.
Suasana desa Hou sekarang sangat ramai pengunjung tidak hanya itu banyak sekali pedagang kaki lima yang berhemperan di pinggir gunung Hou.
__ADS_1
Tidak ada satupun rasa takut yang terlihat diwajah orang-orang yang sedang berdagang maupun yang menaiki gunung Hou.
Fu Bao sangat penasaran apa penyebab perubahan besar dari suasana desa Hou yang dulunya begitu takut untuk dekat dengan gunung Hou kini berani untuk mendekati bahkan sampai naik gunung.
Fu Bao mendekati salah toko pedagang kaki lima yang sudah duduk ditanah.
Mata Fu Bao memindai semua barang yang sedang dijual sang pedagang.
Fu Bao Mengambil salah satu jepit rambut berbentuk bunga persik dari dagangan yang ada di tanah dan bertanya kepada sang penjual: " berapa harga nya? "
"Hahaha, nona benar-benar memiliki mata yang tajam jepit rambut ini merupakan harta yang paling berharga yang aku jual.." ucap sang penjual sambil mencoba menyembunyikan senyum licik.
Fu Bao " berapa? "
Penjual mengeluarkan dua jari kearah Fu Bao dan berkata " Dua puluh batu Roh tingkat rendah.hehehe"
Fu Bao "......"
"Apa kau pikir aku bodoh? Jepit rambut ini jelas tidak memiliki energi spiritual dan kau menjualnya seharga dua puluh batu Roh tingkat rendah? Apa kau ingin mati? " Ucap Fu Bao sambil mengeluarkan tekanan periode pelatihan Qi tingkat empat.
Jelas saja apa yang dilakukan Fu Bao membuat sang penjual langsung keringat dingin.
Tingkat basis Kultivasi sang penjual sendiri sangatlah rendah yaitu Periode pelatihan Qi tingkat dua.
Sang penjual menyeka keringat dingin yang bercucuran di dahinya.
"Aku bertanya sekali lagi berapa harga jepit rambut ini? " ucap Fu Bao dengan nada tidak sabar.
"Cukup Du..dua batu Roh tingkat rendah" ucap sang penjual dengan suara gemetar terlebih lagi ketika mengucap angka dua mata Fu Bao langsung bersinar seolah-olah akan membunuhnya bila dia masih mengatakan angka dua puluh.
Fu Bao mengeluarkan empat batu kelas rendah dari cincin penyimpan dan melemparkannya ke arah sang penjual.
Sang penjual langsung terheran-heran saat menerima dua batu Roh lebih ditangannya, sebelumnya sang penjual bertanya Fu Bao lebih dulu berbicara kepada sang penjual " Apa yang sedang terjadi disini? "
"???" Sang penjual tidak mengerti apa maksud dari perkataan Fu Bao, tapi setelah memikirkan sesuatu barulah sang penjual mengerti " Oh... Apa nona ingin bertanya tentang perubahan Desa Hou? "
"Hmm.."
"Itu harus dimulai dari Tiga bulan yang lalu terjadi fenomena misterius di gunung Hou menyebabkan banyak sekali pengunjung yang berdatangan ke Desa Hou dan dari aku dengar orang-orang yang menaiki gunung Hou menemukan banyak sekali Harta Karun " ucap sang penjual penuh gosip.
"Harta Karun apa? "
__ADS_1
"seingat ku orang-orang yang pernah ke sana menemukan banyak sekali tanaman roh langkah di gunung Hou " ucap sang penjual mengingat apa yang pernah ia dengar sebelumnya.
"Lalu apa kalian tidak takut dengan bahaya yang selalu membayangi gunung Hou? " tanya Fu Bao penasaran.
"Hahaha nona pasti orang asing yah?" sang penjual langsung tertawa lepas seakan pertanyaan Fu Bao ajukan sangatlah lucu.
Fu Bao"....."
"Memang benar Gunung Hou sangat berbahaya, tapi semua dulu sekarang Gunung Hou tidak sebahaya sebelumnya mungkin masih banyak kematian terjadi namun itu tidak seperti gunung Hou dimasa lalu pokoknya yang menyebabkan banyak sekali kematian "
Fu Bao terdiam kemudian mengangguk kepala kepada sang penjual lalu ia bangkit dan berjalan pergi meninggalkan sang penjual bersama Bao Bao.
"Menurut tuan kenapa gunung Hou tidak berbahaya lagi? "
"Itu mungkin ada kaitannya dengan demon beast yang menghilang."
"Maksud tuan kalau bahaya yang selalu menghantui gunung Hou disebabkan demon beast? "
"Hmm."
"Oh ya tuan... Apa tuan tidak kembali ke gubuk jerami ? "
"Tidak perlu lagi pula tidak ada lagi barang penting maupun berharga disana.."
"Oke "
Fu Bao dan Bao Bao berjalan meninggalkan Desa Hou dengan menggunakan kereta sihir.
Fu Bao tidak tahu keputusan nya untuk tidak kembali ke gubuk jerami adalah keputusan yang paling beruntung yang pernah ia buat, karena di gubuk jerami Fu Bao sekarang terdapat Tiga sosok pria berjubah hitam yang sedang mencari sesuatu.
"Tuan kami tidak menemukan apapun."
ucap salah satu pria berjubah hitam berlutut setelah kembali dari mencari disekitar gubuk jerami.
Dari tiga pria berjubah hitam terdapat satu sosok yang mencolok.
Pria yang dipanggil tuan hanya diam tidak mengatakan apapun matanya melihat keluar gubuk jerami dengan suara serak dingin dia berkata kepada dua pria jubah hitam yang lain " Dia tidak ada lagi disini"
Usai mengatakan itu pria jubah hitam yang dipanggil ' Tuan ' menghilang meninggalkan dua pria jubah hitam yang lain.
Kedua pria jubah hitam saling menatap lalu mereka berdua melambaikan tangan mereka dan sebuah api hitam muncul dari kedua tangan mereka.
__ADS_1
Dan membakar seluruh gubuk jerami hingga menjadi abu.
Sesudahnya mereka membakar gubuk jerami mereka berdua langsung menghilang seolah-olah keberadaan mereka hanya ilusi.