
Bab 67
Ketika Fu Bao dan Bao Bao sedang beristirahat di dekat danau yang ada di oasis.
Mereka tidak menyadari ada pergerakan aneh di sekitar oasis.
Fu Bao yang menutup matanya untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh dengan menyadarkan tubuhnya di batu besar yang berada di tepat dekat danau.
Sambil menikmati udara sejuk yang berasal dari danau biru Fu Bao tertidur pulas seraya memulihkan energi nya.
Tapi apa yang tidak disadari oleh Fu Bao maupun Bao Bao kalau ada ada bahaya yang sedang mendekati mereka.
Sampai sebuah sulur hijau kehitaman perlahan-lahan merayap mendekati Fu Bao.
Saat sulur hijau kehitaman akan mulai menyerang Fu Bao.
Fu Bao Segera membuka matanya dan melompat menjauh dari batu tempat ia bersandar.
Bum!
Batu besar tempat bersandar Fu Bao tadi hancur lebur tak tersisa karena serangan sulur hijau kehitaman.
Suara ledakan batu itu sangat keras sehingga membangunkan Bao Bao yang sedang asyik-asyiknya tertidur.
"Tuan apa yang sedang terjadi?"
Fu Bao tidak menjawab tapi menunjuk menggunakan dagunya ke arah sulur hijau kehitaman yang sekarang sedang mengarah ke arah mereka berdua.
Bao Bao: "!!!!"
"Tuan benda apa itu!?"
"Aku tidak tahu." ucap Fu Bao dingin.
Melihat serangannya gagal sulur hijau kehitaman itu... Segera kembali melancarkan serangannya lagi, kali ini dia menggunakan ratusan sulur nya untuk menyerang Fu Bao dari segala arah.
Fu Bao yang telah menerima pelatihan iblis Donghua tentu saja bisa menghindari Serangan dari sulur hijau dengan mudah, bahkan masih sempat meletakkan Bao Bao ditempat aman yang mungkin tidak bisa di jangkau sulur hijau.
Fu Bao mengeluarkan pedang miliknya di tangannya kanan dan memotong semua sulur hijau kehitaman yang ingin mengikatnya maupun menyerang nya.
Sedangkan di tangan kiri nya ia sedang membentuk pola-pola sihir yang akan dia gunakan nya untuk melawan sulur hijau.
Puluhan mantra sihir Api 🔥 , angin dan tanah melayangkan ke arah sulur hijau kehitaman.
Namun--
Sulur hijau kehitaman ini sangat kuat bahkan setelah dia Membakar nya dengan sihir api , sulur hijau kehitaman masih tetap hidup seakan dirinya kebal dengan api yang pada utamanya musuh bebuyutan dari tumbuhan sejenis nya.
Tidak hanya itu sulur hijau kehitaman seperti bermutasi.
Setiap kali sulur hijau kehitaman yang dipotong Fu Bao dengan pedangnya terjatuh ke tanah, sulur hijau yang baru saja ia potong langsung berubah menjadi sulur hijau yang baru..
__ADS_1
Yang membuat Fu Bao benar-benar sangat kerepotan karena setiap kali dia memotong atau membelah sulur hijau.
Sulur hijau tidak hanya mati melainkan bertambah banyak.
Bahkan kekuatan serangan sulur hijau kehitaman sama sekali tidak bisa diremehkan.
Sulur hijau kehitaman ini seperti memiliki kekuatan spiritual yang tidak ada habisnya.
Setiap kali sulur hijau kehitaman menyerang Fu Bao ia menggunakan kekuatan spiritual yang paling mematikan.
Fu Bao melihat keadaan pertarungan nya antara sulur hijau memiliki peluang kemenangan 50%.
Mata cerdasnya melihat ke sekeliling untuk menemukan peluang kemenangan lebih besar.
Seraya melihat sekeliling Fu Bao juga tidak berhenti menyerang maupun melawan ratusan sulur hijau kehitaman yang ada disekitarnya.
Sangking banyaknya sulur hijau kehitaman disekitar Fu Bao yang membuatnya terlihat seperti ratusan ular hijau yang sedang mengelilingi nya.
Sulur hijau kehitaman yang menyerang Fu Bao begitu hidup seolah-olah mereka bukan tumbuhan melainkan ratusan ular hijau yang beracun.
Walaupun beberapa kali ia terluka karena serangan sulur hijau kehitaman.
Fu Bao sama sekali tidak ingin mengaku kalah malahan adrenalin terasa tertantang untuk melawan sulur hijau.
Tiba-tiba sebuah senyuman licik muncul di wajah Fu Bao saat dirinya tengah bertarung melawan sulur hijau.
Sosok Fu Bao yang melawan sulur hijau segera menghilang dari pandangan sulur hijau.
Bola Qi yang ada di tangan Fu Bao berwarna-warni terlihat sangat cantik, tapi Jangan melihat penampilan yang cantik karena bola Qi itu bukan sekedar bola Qi biasa.
Melainkan bom nuklir yang diciptakan Fu Bao dengan menggunakan kekuatan spiritual yang bermacam-macam.
Saat Fu Bao hampir selesai membuat bola Qi nya ratusan sulur hijau kehitaman dibawah akhir nya menyadari keberadaan Fu Bao yang ada di atas langit.
Dengan gerakan cepat serta kejam mereka menyerang Fu Bao yang sedang melayang di atas mereka.
Bersamaan serangan sulur hijau....
Fu Bao juga mulai melemparkan Bola Qi yang ada di tangannya kearah sulur hijau kehitaman berada.
Bum!!!!
Ledakan kekuatan spiritual yang berasal dari bola Qi Fu Bao begitu kuat sampai-sampai menghancurkan daerah di sekitarnya.
Bahkan setelah ledakan itu Fu Bao tetap dengan wajah santai melirik ke bawah.
Seakan bukan dia yang membuat ledakan besar tadi.
Saat asap putih bekas ledakan bola Qi menghilang terlihat sebuah lubang besar yang berada tepat di mana Fu Bao melemparkan bola Qi.
Tidak hanya keadaan daerah ledakan yang hancur bahkan danau biru yang ada di dekatnya juga terkena imbas.
__ADS_1
Entah karena alasan kekuatan ledakan bola Qi Fu Bao yang sebanding bom nuklir atau apa yang membuat danau biru yang ada di oasis langsung surut sampai-sampai bagian paling bawah danau terlihat ke permukaan.
Fu Bao turun ke tanah untuk memeriksa apa masih ada sulur hijau kehitaman yang masih hidup.
Tidak tahu apa karena serangan Fu Bao sangat kuat atau apa..tidak ada satupun dari sulur hijau kehitaman yang masih hidup seperti sebelumnya.
Melihat pertarungan Fu Bao dan sulur hijau akhirnya selesai Bao Bao yang sedang bersembunyi segera memunculkan dirinya dan berlari menghampiri Fu Bao yang berdiri di tengah lubang besar yang ia buat.
"Tuan! Apa Tuan baik-baik saja?" Tanya Bao Bao khawatir.
"Um." Fu Bao menghentakkan kakinya di tanah dan melayang keluar dari lubang besar yang ia buat.
Sesaat kaki Fu Bao akan menyentuh tanah dia menerima pelukan dari Bao Bao yang masih bertanya khawatir: " Apa Tuan terluka?"
"Tidak, Aku hanya terkena sedikit goresan" Fu Bao dengan mudah menggendong Bao Bao di pelukan nya sama sekali tidak memperdulikan luka yang ada ditangannya.
"Baguslah kalau Tuan tidak terluka..Bao Bao tadi benar-benar sangat khawatir tuan terluka (≧▽≦)"
Fu Bao menggeleng kepala nya tidak berdaya melihat ekspresi imut Bao Bao.
Dia sekarang berjalan ke sekeliling arena bekas pertempuran nya.
Melihat kondisi oasis yang sebelumnya sejuk dan dipenuhi pepohonan yang rindang kini menjadi tanah hitam yang tidak terlihat keindahan nya lagi.
Fu Bao juga melihat kalau danau biru di oasis mulai mengering.
Fu Bao tidak terlalu memikirkan nya dia hanya berpikir mungkin karena kekuatan ledakan bola Qi nya yang menyebabkan kekeringan di danau.
Fu Bao hanya merasa sedikit kasihan saat melihat air Danau biru terbuang sia-sia.
Untungnya masih ada sisa air danau yang mungkin bisa di bawa Fu Bao nanti untuk melanjutkan perjalanan.
Yah benar Fu Bao tidak berpikir untuk melanjutkan istirahat nya melainkan dia memilih untuk terus berjalan di gurun.
Lagipula keadaan oasis sekarang tidak memungkinkan mereka untuk beristirahat tenang lagi.
Mungkin saja mereka akan menerima serangan lagi saat enak-enakan beristirahat di sini.
Jadi daripada menunggu disini dengan bahaya yang tak terduga Fu Bao lebih memilih berjalan di gurun pasir yang panas.
Sebenarnya ada alasan lain kenapa Fu Bao tidak memiliki menetap sebentar di oasis ini yaitu dia memiliki perasaan tak enak yang terus mengganggu hatinya.
Tidak ingin menyiksa diri sendiri Fu Bao jadi memilih untuk melanjutkan perjalanan setelah ia mengisi Air danau di botol air nya.
Bao Bao yang ada di pelukan Fu Bao juga mengetahui kalau Tuan nya memilih untuk tidak melanjutkan istirahat mereka,dia sama sekali tidak keberatan dengan keputusan Fu Bao.
Karena sebenarnya Bao Bao sudah cukup istirahat di oasis lagi pula dia mengetahui kalau mereka berdua memiliki misi yang sangat penting yaitu menemukan salah satu benda suci Dewa pencipta.
...----------------...
🌺🌷 jangan lupa like komen vote favorit dan follow 👌🌺🌷
__ADS_1