
Bab 25
Goak...Gaok...
Fu heng berjalan kedepan mata nya menyepit menatap langit dengan sedikit keraguan diberkata
"gagak?"
Fu bao juga mengangkat kepala dan menatap langit dia bertanya ke Fu Heng
"gagak? aneh sejak tadi kita belum mendengar suara hewan sedikitpun sejak kita masuk kedalam hutan,tapi kenapa tiba-tiba ada suara gagak ?"
"bersiaplah mungkin kita harus bertarung"
Setelah mengatakan itu Fu Heng membuat perisai es besar disekeliling mereka berdua , Fu Bao kagum saat melihat perisai es muncul.
' Ini sangat keren,tidak peduli berapa kali aku melihat keajaiban di dunia ini aku tidak berhenti untuk kagum ' pikir Fu Bao.
Saat perisai es telah di buat ratusan gagak hitam muncul dilangit seperti awan hitam besar,ketika gagak semakin dekat ke arah mereka tangan Fu Bao yang memegang belati mengerat sejujur nya saat melihat ratusan gagak hitam itu mendekat Fu Bao sedikit gugup,tapi segera Fu Bao melepasan kegugupan nya saat tangan besar dingin memegang tangan nya dan menepuk ringan.
Fu Bao mendudukkan kepalanya dan menatap tangan dingin yang memegang nya,Fu Bao mengangkat kepala dan melihat pemilik tangan dingin.
"jangan khawatir kita pasti bisa mengatasi nya , semangat!" Fu Heng terseyum tipis menghibur Fu Bao yang sedang gugup.
Fu Bao menghela nafas dan menjawab dengan terseyum lega "baik!"
Saat semakin dekat kearah mereka ratusan gagak mengeluar bola api turun seperti hujan api,puluhan...ratusan...ribuan...bola api turun dari langit membakar semua hal disekitar mereka.
Desis.... Desis...
__ADS_1
Bola api yang mengenai perisai es mengeluarkan suara Desis air mendidih, Fu Heng mengerutkan kening saat melihat hal itu.
Fu Heng mengambil tindakan melawan ratusan gagak hitam dengan mengeluarkan ratusan panah es dari luar perisai es walau hal ini tidak cukup kuat untuk melawan ratusan gagak hitam itu.
Fu Bao juga menyadari keseriusan itu dia bertanya ke Fu Heng "Tidak bisa terus begini! apa tidak cara lain untuk melawan gagak ini?"
Fu Heng memikirnya dan berkata dengan menggeleng kepala " yang bisa ku lakukan sekarang adalah membuat perisai es sambil menyerang mereka dari luar dengan menggunakan panah es, walaupun ini menghabiskan sedikit energi spritual "
Fu Bao membantah dan berkata " tapi perisai es tidak akan bisa bertahan lama, jika serangan bola api terus-menerus menyerang perisai es bagaimana jika perisai es pecah sebelum kita membunuh semua gagak itu ? bukankah kita akan dalam masalah "
"Tidak ada cara lain hanya ini satu-satunya cara yang bisa ku lakukan,jangan khawatir perisai es yang ku buat tidak akan semudah itu pecah, jadi sebelum itu terjadi aku akan membunuh gagak-gagak ini " setelah mengatakan itu Fu Heng melanjutkan serangan nya.
Fu Bao menggeleng kepala sangat tidak setuju dengan hal ini , Fu Bao sendiri mengetahui kalau Fu Heng memiliki basis Kultivasi ratusan kali lebih tinggi dari nya,tapi tetap saja Fu Bao tidak ingin berdiam diri saat melihat Fu Heng berusaha melindungi nya.
'Aku harus melakukan sesuatu,pikirkan Fu Bao gunakan kecerdasan dan pengetahuan yang selama ini kau perlajari sebagai pembunuh ' Fu Bao memejamkan mata dan berusaha untuk terus memikirkan cara lebih baik untuk menghadapi ratusan gagak dan bola api,sampai ia membuka matanya dan melihat kearah Fu Heng.
Fu Bao tidak tahu bagaimana cara menggambarkan perubahan yang terjadi pada Fu Heng,tapi yang jelas Fu Bao merasa pria didepan nya lebih dingin dari biasa nya. Jika sebelumnya Fu Heng seperti pria yang memiliki wujud seperti dewa maka sekarang Fu Bao merasa Fu Heng telah menjadi dewa sesungguhnya.
Fu Bao tidak yakin tetang hal ini jadi ketika ia melihat lagi lebih jelas dan ketika matanya Melihat panah es yang meleleh karena serangan es, Fu Bao memikirkan sebuah ide aneh yang terlintas dipikirannya , Fu Bao terseyum setelah memikirkan cara untuk mengalahkan gagak hitam.
Fu Bao segera duduk sambil bermeditasi , Fu Bao membentuk segitiga dengan menggunakan kedua tangannya dan menaruh di tepat didepan perut nya.
Fu Bao memejamkan matanya disaat bersamaan itu ,muncul gelembung air besar di sekitar Fu Bao yang sedang bermeditasi.
Gelembung air besar semangkin bertambah satu..lima..sepuluh.. tiga puluh.. disekitar Fu Bao.
Fu Heng menengok ke belakang saat merasakan perubahan aneh dibelakangnya ,pupil mata dingin Fu Heng bergetar karena melihat hal itu.
Tiga puluh gelembung air diciptakan Fu Bao dari udara tipis, Fu Bao tersenyum dan membuka mata dan bertemu dengan mata dingin Fu Heng.
__ADS_1
"Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Fu Heng heran.
Fu Bao tersenyum licik dan berkata " cara untuk mengalahkan gagak-gagak ini dengan mudah"
Fu Heng memiringkan kepalanya saat mendengarkan itu , Fu Heng tidak mengerti bagaimana gelembung-gelembung air itu membantunya untuk mengalahkan gagak hitam jadi Fu Heng bertanya
"Caranya?"
"Buka perisai air biarkan aku menegeluarkan gelembung air ,oh yah jangan lupa buat prisai es yang lain disekitar kita"
Walaupun Fu Heng tidak tahu apa yang sedang direncanakan Fu Bao ia tetap menurut ,sebelum membuka perisai es Fu Heng membuat perisai es lain disekitar mereka ,walaupun perisai es ini jauh lebih kecil dari sebelumnya Fu Bao tidak mengeluh.
Ketika perisai es hilang Fu Bao segera menerbangkan tiga puluh gelembung air yang ia ciptakan barusan ke langit sampai tidak terlihat lagi dimata Fu Bao, Fu Bao tersenyum dan segera menyatukan kedua tangan yang awalnya membentuk segitiga.
BUM!!!
Ketika Fu Bao menyatukan kedua tangannya terdengar ledakan seperti bom di saat bersamaan suara ledakan hujan deras turun dari langit.
"Apa ini perbuatan mu?" tanya Fu Heng saat melihat hujan turun.
"Maksud mu hujan ini? iya aku yang melakukannya bagaimana menurutmu ?" Fu Bao bertanya ke Fu Heng sambil tersenyum saat melihat hujan turun
"Cara nya?"
"Aku membuat gelembung air dari energi spritual dalam tubuh ku,lalu melayangkan nya ke langit dan memecahkan saat gelembung air telah berada diatas langit jadi gelembung air pecah terciptanya hujan buatan baguskan?"
Fu Heng tersenyum " Aku tidak tahu bagaimana kamu bisa memikirkan ide unik seperti ini"
Fu Heng melihat saat hujan turun ratusan gagak hitam kehilangan kekuatan untuk terbang di langit karena sayap mereka basah bahkan kekuatan api mereka melemah.
__ADS_1