
Bab 105
Tiga bulan berlalu di dalam ruang Amethyst dan hanya beberapa hari berlalu di dunia luar.
Fu Bao yang sudah memulihkan diri, memutuskan untuk pergi keluar.
Sebelum keluar dari ruang Amethyst Fu Bao terlebih dahulu memberitahu Donghua kalau ia akan keluar.
Donghua yang mendengar nya hanya mengangguk dan memperingatkan Fu Bao :
" Berhati-hati lah saat bertindak nanti akan ada banyak pasang mata dan telinga yang akan mengawasi setiap gerak-gerik kalian"
"Hmm.." Fu Bao mengangguk patuh mendengar peringatan Donghua dan setelah itu dia menghilang dari pandangan Donghua.
(Di luar Ruang Amethyst).....
Fu Bao melihat sekeliling kamar penginapan nya dan untuk memastikan tidak ada orang yang menerobos pesona yang ia sengaja pasang di kamarnya.
Tok, tok, tok
Fu Bao melihat kearah pintu dengan heran, dia heran siapa yang datang menemuinya.
Jadi karena penasaran Fu Bao membuka pintu kamarnya dan melihat siapa yang mengetuk pintu kamar nya.
"Xiao Nai? "
Fu Bao tidak menyangka kalau Xiao Nai lah yang mengetuk pintu kamar nya:
"Ada apa? "
Xiao Nai menatap Fu Bao dengan tatapan menyelidik dan berkata:
"Bai Yi kemarin menghubungi ku, dia mengatakan kalau ia sudah berhasil menyusup kedalam kediaman keluarga Bai"
"Secepat itu? " Tanya Fu Bao tidak percaya dan tak menyangka kalau Bai Yi akan sangat kuat dapat menyusup ke kediaman keluarga Bai hanya kurun waktu beberapa hari.
"Ya, Aku ingin bertanya apa kau memiliki waktu senggang? Bai Yi bilang ingin mendiskusikan sesuatu dengan kita."
"Tentu saja aku memiliki waktu, tapi tolong tunggu sebentar biarkan aku mengganti pakaian ku dulu "
"Um. " Xiao Nai mengangguk kepalanya dan berdiri menunggu di pintu kamar Fu Bao.
Sedangkan Fu Bao kembali menutup pintu kamarnya dan bergegas mengganti pakaian nya menjadi Hanfu putih dan sedikit keunguan.
__ADS_1
Seusai mengganti pakaian nya Fu Bao Kembali membuka pintu kamarnya dan menatap Xiao Nai yang sudah menunggunya di luar: " Ayo pergi."
Fu Bao berjalan lebih dulu menuju tangga penginapan dan sedangkan Xiao Nai berjalan di sampingnya mengikuti tanpa berkomentar.
"Ngomong-ngomong dimana dia menunggu? " Fu Bao mengangkat kepalanya dan bertanya pada Xiao Nai yang ada di samping nya..
Xiao Nai mendekat dan menunduk kepalanya lalu berkata: " Dia mengatakan akan bertemu di kedai teh Lingyun"
"Apa dia mengatakan apa yang ingin dia bicarakan pada kita?"
Xiao Nai menggeleng kepala dan berkata:
" Dia tidak mengatakan apa-apa, dia hanya bilang kalau ia akan menjelaskan semuanya di kedai teh Lingyun nanti."
"Oh."
Fu Bao tidak bertanya lagi dan mulai berjalan bersama Xiao Nai di sampingnya menuju tempat pertemuan nya dengan Bai Yi.
Sesampainya di kedai teh Lingyun, mereka di sambut seorang pelayan dan bertanya:
" Selamat datang di kedai teh Lingyun, Apa ada yang bisa saya bantu? "
" Baiklah Tuan, silakan ikuti saya mari.." Pelayan menunjuk jalan menuju kamar Maple.
Rupanya kedai teh ini bukanlah sembarang kedai teh biasa melainkan tempat berkumpulnya orang-orang yang ingin melakukan pertemuan rahasia.
Kedai teh Lingyun terkenal dengan keamanan dan privasi nya yang ketat ada banyak orang yang berkumpul di sini untuk mendiskusikan sesuatu ataupun yang lain.
Di kedai teh ini juga dibagi dengan berbagai nama kamar dengan kerahasiaan tinggi seperti contohnya kamar yang dikatakan Xiao Nai barusan yaitu Kamar Maple yang sudah termasuk ruang VIP.
Untuk bisa memesan kamar teh di sini diperlukan koneksi dan batu Roh kelas menengah, baru bisa menyewa kamar teh disini.
Pengunjung yang menyewa kamar teh tidak perlu khawatir tentang keamanan dan privasi mereka akan ketahuan karena setiap kamar teh dilindungi oleh senjata ajaib level tinggi yang bisa melindungi orang-orang yang ada didalam kamar teh.
Dengan bantuan arahan pelayan kedai teh Lingyun, Fu Bao dan Xiao Nai akhirnya bisa sampai dengan selamat di Kamar Maple.
Sebelum pelayan membuka pintu Kamar Maple untuk mereka berdua, dia terlebih dahulu mengetuk pintu Kamar Maple secara simbolis.
Dan barulah setelah mengetuk beberapa kali ia membantu Fu Bao dan Xiao Nai membukakan pintu Kamar Maple.
"Silahkan masuk Tuan dan Nona"
__ADS_1
Fu Bao dan Xiao Nai melewati pelayan yang berdiri di samping pintu dan berjalan masuk kedalam kamar Maple.
Ketika pelayan melihat kedua tamu nya masuk kedalam Kamar Maple, dia dengan sopan menutup pintunya kembali tanpa sedikitpun berani mengintip atau menguping apa yang didalam Kamar Maple.
KLEK!
Sesudah pintu kamar Maple tertutup barulah Fu Bao bisa melihat siapa yang sedang duduk di ruangan ini.
Fu Bao melihat ada seorang pria berpenampilan biasa sedang duduk di sana sambil menikmati secangkir teh dengan anggun.
Seakan merasakan tatapan Fu Bao, pria yang berpenampilan biasa itu meletakkan cangkir teh di tangannya dan berdiri menghampiri Fu Bao.
"Lama tidak bertemu Nona Fu." Suara dingin dan sedikit kelembutan muncul dari mulut pria yang berpenampilan biasa yang mana suara itu sangat tidak cocok dengan penampilan biasa orang didepannya.
"Bai Yi? Apa kau benar-benar Bai Yi? " Tanya Fu Bao ragu-ragu.
Pria itu seolah melihat kebingungan di wajah Fu Bao dan itu membuat terkekeh:
" Apa Nona Fu tidak mengenali ku? padahal aku hanya sedikit merubah wajah ku masa Nona Fu lupa.."
"Tidak, hanya penampilan jelas berbeda dengan sebelumnya."
Alasan Fu Bao ragu-ragu dengan indentitas Pria di depannya itu semua karena Aura di sekitar Bai Yi sangat berbeda jauh dari sebelumnya.
Meskipun sebelumnya Bai Yi telah merubah wajahnya di depan Fu Bao beberapa kali, dia masih bisa mengenali sosok Bai Yi dari Aura disekitarnya meski tampilan nya sudah berubah drastis.
Tapi sekarang penampilan Bai Yi tidak hanya berubah menjadi wajah biasa yang lain, tapi juga Aura disekitarnya juga berubah menjadi sangat samar.
Fu Bao hampir tidak mengenali Bai Yi karena Aura disekitarnya benar-benar tidak mirip dengan orang dia kenal.
"Luar biasa bukan? Aku sedikit memanipulasi Aura ku dan merubah menjadi transparan bagaimana pendapat kalian berdua apa aku masih terlihat seperti Bai Yi? " Tanya Bai Yi sambil tersenyum licik.
Belum sempat Fu Bao bisa menjawab, Xiao Nai sudah lebih dahulu berkata kepada Bai Yi:
"Aura dan penampilan mu memang sudah berubah, tapi suara mu masih belum berubah jika kau tidak membuka mulut mu mungkin orang lain tidak akan mengetahui indentitas mu, akan tetapi bila kau membuka mulut mu siapa tahu orang yang dekat dengan mu mungkin akan mengenali mu."
Mendengar perkataan Xiao Nai membuat Bai Yi menghela nafas dan berkata:
"Karena itulah aku memanggil kalian berdua ke sini, Aku ingin meminta bantuan kalian untuk beberapa masalah"
"Apa itu " tanya Fu Bao.
"Mari kita duduk dulu jangan berbicara sambil berdiri." Ucap Bai Yi sambil membantu Fu Bao menarik kursi dan mempersilahkan Fu Bao untuk duduk di sana.
__ADS_1