The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 131 Aku tidak pernah mencari kalian


__ADS_3

"Baoer ~ apa kau mencari ku~ " Feng Teng masuk ke kamar Fu Bao sambil tersenyum menawan.


"Dia tidak mencari mu, dia mencari ku " Kata Xiao Nai percaya diri yang juga ikut berjalan masuk ke kamar Fu Bao.


"?" Fu Bao melihat keduanya dengan bingung dan bertanya dengan heran: " Aku tidak mencari kalian? Darimana kalian mendengar nya? "


"Hah? Bukankah Baoer mencari ku tadi? Aku mendengar Yuan Yi bilang kalau Baoer mencari ku, apa itu tidak benar? " Feng Teng.


"Aku tidak pernah mencari kalian."


Feng Teng: "!"


Xiao Nai: "!"


"Kita ditipu?" Walaupun Xiao Nai mengatakan itu dengan bertanya nada nya sangat positif.


"Sepertinya begitu" Feng Teng geram.


"apa yang kalian lakukan sampai-sampai membuat Yuan Yi berbohong kepada kalian?" Fu Bao sangat mengenal Yuan Yi.


Yuan Yi bukan tipe yang akan berbohong tanpa alasan kecuali mereka melakukan suatu tindakan yang membuat Yuan Yi terpaksa berbohong.


Fu Bao menatap kedua pria didepannya dengan tatapan menyelidik.


"Kami tidak melakukan apapun." Jawab Feng Teng dengan bersalah.


"Benarkah? " Fu Bao tidak yakin.


"Ya." Angguk keduanya dengan pasti.


"Oh? Tapi kenapa aku tadi mendengar suara ledakan? Itu bukan ulah kalian kan? " Tanya Fu Bao dengan nada curiga.


"Hahaha, mana mungkin kami melakukan itu" Feng Teng menghindar tatapan Fu Bao dengan hati bersalah.


Xiao Nai pun sama, dia juga tidak berani menatap Fu Bao secara langsung Karena takut ketahuan bohong.


"Kalau begitu aku akan bertanya pada Yuan Yi langsung."


Feng Teng dan Xiao Nai: "Jangan!"


Fu Bao: "?"

__ADS_1


"Maksud kami jangan-jangan repot-repot biar kami bertanya sendiri pada Yuan Yi tentang hal itu " Jelas Feng Teng sambil tersenyum canggung.


Fu Bao melirik ke arah Xiao Nai:


"Apa ini yang ingin kau maksudkan juga,


Xiao Nai?"


"Ya-ya " angguk Xiao Nai gugup.


"Baiklah karena kalian yang ingin bertanya sendiri pada Yuan Yi aku tidak akan repot-repot "


Keduanya menghela nafas lega secara bersamaan.


"Tapi setelah kalian mengetahui siapa pelakunya cepat beritahu aku.


Aku akan menghukumnya dengan kedua tanganku sendiri " Ucap Fu Bao sambil tersenyum manis kepada mereka berdua.


Namun Feng Teng ataupun Xiao Nai sama sekali merasakan manis senyum Fu Bao justru keduanya merasakan ancaman yang terselubung dari dalam senyum manis itu.


Mereka berdua dengan patuh dan gugup mengangguk kepala secara bersamaan.


"Oke, karena tidak ada lagi yang ingin kalian berdua bicarakan padaku silahkan pergi, aku ingin istirahat." Fu Bao melambaikan tangan kepada keduanya untuk segera pergi dari kamarnya.


Klek--


Sesudah nya mereka keluar dari kamar Fu Bao.


Ekspresi wajah keduanya langsung berubah yang tadi ramah dan lembut berubah menjadi dingin dan angkuh.


Keduanya saling menatap dengan permusuhan yang tidak bisa disembunyikan.


Mendengus!


keduanya lalu berbalik pergi dengan arah berlawanan satu sama lain.


................


Beberapa hari berlalu sejak pertarungan Xiao Nai antara Feng Teng terjadi, kini keduanya terlihat lebih tenang dan tanpa sedikitpun membuat masalah.


Dan hal ini membuat Yuan Yi bernafas lega karena tidak ada lagi dihadapi oleh tumpukan kekacauan dari pelaku yang tidak bertanggung jawab.

__ADS_1


Yuan Yi sendiri tahu semua ketenangan ini didapatkan dari Fu Bao yang rupanya sudah mengetahui semua kekacauan yang telah dilakukan Feng Teng dan Xiao Nai selama dia koma.


Karena itu pula Fu Bao sengaja membuat keduanya berpikir kalau dirinya tidak tahu apa-apa tentang ledakan yang mereka lakukan.


Dengan meminta keduanya mencari pelaku penyebab ledakan itu dan rupanya tindakan Fu Bao terbilang ampuh soalnya semenjak ia meminta keduanya mencari tahu siapa pelakunya.


Feng Teng dan Xiao Nai tidak lagi membuat masalah untuk Yuan Yi maupun orang-orang istana.


Kini Feng Teng, Xiao Nai dan Yuan Yi sedang sibuk melakukan banyak persiapan untuk pergi dari daratan rendah.


Yuan Yi bertugas membuat obat-obatan dari bahan-bahan yang telah disiapkan Feng Teng padanya dan sesekali Fu Bao akan membantunya.


Disisi lain Xiao Nai bertugas memproses senjata ajaib berbagai level, dia juga memiliki tugas berat yaitu melatih banyak bawahan Feng Teng dengan berbagai teknik pembunuh level tinggi.


Pelatihan ini dilakukan karena Feng Teng khawatir bawahan nya akan terlalu lemah setelah sampai di sana, karena tidak ingin melihat bawahan nya dipandang lemah orang-orang sana Feng Teng yang telah mengetahui indentitas Xiao Nai meminta bantuan nya untuk melatih bawahannya.


Meskipun proses minta bantuan itu sangat sulit dan rumit pada akhirnya Xiao Nai tetap mau menerima nya itu semua karena Feng Teng menggunakan Fu Bao sebagai alasan agar ia dengan enggan menerima nya.


Jika bukan karena Fu Bao, Xiao Nai mungkin tidak akan mau melatih bawahan dari burung palsu ini.


Sedangkan Feng Teng juga tinggal diam selama beberapa hari ini , dia melalukan rapat besar-besaran di Sidang kerajaan.


Untuk membahas pengangkatan Putra Mahkota Murong Yaan sebagai raja kerajaan Dongyue.


Selama rapat berlangsung banyak menteri dan kepala keluarga tiga besar yang dibuat bingung kenapa tiba-tiba saja Raja mereka membahas pengangkatan Putra Mahkota Murong Yaan sebagai raja.


Lagipula bukanlah rahasia lagi kalau gelar putra mahkota yang di miliki Murong Yaan sekarang hanya dianggap hiasan oleh orang-orang berpangkat tinggi di kerajaan Dongyue.


Lantaran usia Yang Mulia Murong sangat muda,tapi memiliki level Kultivasi yang sangat tinggi membuat Para menteri dan tiga kepala keluarga besar tidak bisa mengerti kenapa tiba-tiba saja Raja mereka mengundurkan diri dari tahta.


"Apa mungkin seperti yang dikatakan rumor belakangan ini kalau Yang Mulia Murong akan pergi ke pengasingan karena ingin menemani sang ratu yang bertubuh lemah?" Tebak Salah satu menteri muda kepada menteri tua disampingnya setelah rapat kerajaan usai.


"Mungkin, aku tidak tahu juga" Kata menteri tua.


"Itu pasti nyata, soalnya Yang Mulia Murong terlihat sangat serius kali ini tidak seperti sedang bercanda dengan kita. " Ungkap Menteri muda setelah memikirkan wajah serius Feng Teng saat di atas tahta.


Menteri tua juga mengingat wajah Raja nya saat di atas tahta beberapa hari ini :


" Sepertinya begitu"


"Tapi aku sedikit ragu apa Putra Mahkota Murong Yaan dapat menanggung beban berat dari tahta yang akan ia terima." Desah menteri muda setelah memikirkan karakter Putra Mahkota Murong Yaan yang lepas kendali.

__ADS_1


"Berhenti berbicara, ada banyak pasang mata dan telinga disini berhati-hati dalam berucap mu " Peringat sang menteri tua kepada menteri muda disampingnya.


"Ups! " Menteri muda segera menutup mulutnya sambil melihat sekelilingnya dengan waspada takut ada orang lain yang mendengar perkataannya barusan.


__ADS_2