The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 38


__ADS_3

Bab 38


Tidak heran , energi spiritual disini begitu kuat ternyata penyebabnya batu Roh ini.


"Apa kalian sudah mengetahui nya " Fu Bao berbalik menatap kearah Bai Bai dan Bao Bao.


Bao Bao dan Bai Bai mengangguk dan berkata " kami sudah mengira ada batu roh disini itu sebabnya energi spiritual disini begitu kuat"


"Hahaha, Kapan kalian menjadi begitu pintar?"


"Hum! Kami selalu pintar tuan." Bao Bao langsung memalingkan wajahnya dengan tidak suka.


Fu Bao tertawa tidak berdaya dan mengangkat kedua tangan seperti menyerah" oke..oke, kalian memang selalu pintar "


"Apa yang akan kita lakukan dengan batu roh ini? " Tanya Bai Bai.


"Tentu saja membawanya "


"Tapi tuan, Apa tuan lupa kita tidak memiliki tas penyimpanan maupun cincin penyimpan " ingat Bai Bai kepada Fu Bao.


Fu Bao menepuk dahinya dan mengingat kalau dirinya tidak memiliki alat sihir yang bisa menyimpan batu Roh.


"Lalu apa yang harus kita lakukan, tidak mungkin kan kita meninggalkan semua batu Roh disini?"


"Hmm....biar Bao Bao pikirkan.." Bao Bao melihat ke sekeliling gua sampai matanya berhenti di titik tertentu.


Tiba-tiba, matanya menyala. Bao Bao segera berjalan ke Titik itu, dan mengambil cincin perak sederhana dari titik itu.


Fu Bao mengikuti Bao Bao dan bertanya apa yang sedang dipegang Bao Bao " Apa itu ? "


"Tuan Kita sangat beruntung!! Ini adalah cincin penyimpan!!" Seru Bao Bao penuh semangat.


Fu Bao terkejut dan mengambil cincin dari Bao Bao dia bertanya dengan tidak percaya " apa ini benar-benar cincin penyimpan Bao Bao?"


"Itu memang cincin penyimpan tuan,di mana kamu temukan Bao Bao? " Bai Bai melihat cincin penyimpan di tangan tuan nya lalu bertanya kepada Bao Bao.


"Disini." Ucap Bao Bao sambil menunjuk ke bawah.


Fu Bao tersenyum senang" seperti nya Bao Bao Benar bintang keberuntungan ku."


Bao Bao tersipu lalu segera mengalihkan topik pembicaraan ke arah cincin penyimpan lagi.


"Tuan cepat kenali cincin penyimpan lalu kita bisa menyimpan batu-batu roh ini"


"Ah Bao Bao jangan lupa mutiara malam yang ada gua ini " ujar Bai Bai mengingatkan Bao Bao.


Bao Bao mengangguk" Itu benar, tuan Jangan lupakan mutiara malam. Kita mungkin bisa menjualnya lagi dengan banyak batu Roh "

__ADS_1


Fu Bao menggeleng kepala tidak berdaya saat melihat penampilan serakah Bai Bai dan Bao Bao. " Baiklah,aku pasti akan menyimpan nya."


Fu Bao mengigit jari telunjuknya dan meneteskan darahnya ke cincin penyimpan.


Cincin penyimpan mengisap darah yang diteteskan Fu Bao lalu cincin penyimpan itu bersinar.


Fu Bao memakai cincin penyimpan di jarinya dan menggunakan cahaya ilahi untuk menjelajahi cincin.


Fu Bao bisa melihat isi cincin penyimpan yang ada di jarinya "wow didalam sini sangat luas." Fu Bao menunjuk cincin penyimpan di jarinya.


"Benarkah,lalu tuan apa kamu bisa memperkirakan berapa luas cincin penyimpan itu." Tanya Bao Bao.


"Hmm, mungkin sekitar seratus meter kubik."


Bao Bao mengerutkan keningnya " cincin penyimpan rupanya sangat kecil."


"Iya,aku kira ada sekitar lima ratus meter kubik ternyata hanya seratus " lanjut Bai Bai tidak senang.


"Ayolah, masih syukur kita memiliki nya, kalau tidak kita mungkin tidak bisa menyimpan batu-batu roh yang ada di gua ini" hibur Fu Bao.


" Yang dikatakan tuan ada benarnya, tunggu apalagi tuan cepat simpan semua ini,oh dan jangan lupa mutiara malam nya." Seru semangat Bao Bao lagi.


Fu Bao tersenyum tidak berdaya dan mengikuti perintah Bao Bao.


Dia melambaikan tangannya dalam sekejap semua batu roh,slip giok dan beberapa alat sihir menghilang.


Tidak sampai disitu Fu Bao juga berjalan ke luar untuk mendapatkan mutiara malam yang menghiasi setiap dinding gua.


Fu Bao melambaikan tangannya untuk menyimpan mutiara malam yang ada di dinding gua dalam sekejap Gua yang tadinya terang kini menjadi gelap dan untungnya penglihatan Fu Bao dalam kegelapan sangat baik jadi tidak kesulitan saat berjalan di gua yang gelap .


Fu Bao terus memasukkan semua yang berharga yang ada di gua.


Fu Bao baru bisa berhenti setelah melihat ruang cincin penyimpan nya telah mengecil dan tidak ada lagi yang bisa dia masukan.


"Ah, lelah nya. Aku tidak menyangka melakukan hal ini menghabiskan kekuatan mental ku" Fu Bao mengusap keringat yang keluar dari dahinya.


Bahkan tubuhnya mulai gemetar ketika dia merasa sakit kepala setelah mengonsumsi kekuatan mental.


"Tuan minum." Bao Bao menyerahkan botol air minum ke Fu Bao.


Fu Bao mengambil dan tersenyum "terima kasih Bao Bao."


Glek--


Glek--


Glek--

__ADS_1


Fu Bao meminum semua air yang ada di botol minum nya. Barulah ia merasa baikan tubuh nya juga tidak gemetaran lagi.


" Tuan mari kita beristirahat di sini." Saran Bai Bai yang melihat hari telah memasuki malam.


"Eh? Ternyata sudah malam." Fu Bao melihat ke luar dan mendapati diluar sudah gelap.


"Aku akan berburu tuan duduk di sini saja."


Fu Bao mengedipkan mata dan bertanya " apa itu baik-baik saja? "


"Tentu saja. Tuan beristirahat lah disini Bai Bai akan membawakan tuan makanan nanti." Bai Bai menatap wajah tuan nya setelah melihat Fu Bao sangat patuh barulah ia pergi meninggalkan gua.


Sebelum meninggalkan gua Bai Bai sempat berbicara kepada Bao Bao" Bao Bao jaga tuan dengan baik."


"Yakinlah Bao Bao pasti menjaga tuan dengan baik, bawalah banyak makanan tuan belum makan apapun semenjak keluar dari ilusi "


"Aku tahu. Kalau aku begitu pergi dulu "


Bao Bao mengangguk sebagai tanggapan.


Bai Bai berlari ke luar Gua dan memasuki hutan yang gelap dengan kecepatan penuh.


Bao Bao melihat bayangan Bai Bai telah menghilang dari pandangan nya , dia lalu pergi menuju tuan nya yang sedang beristirahat.


Bao Bao tidak menggangu istirahat tuan nya dia dengan penuh perhatian menyalakan api untuk menghangatkan gua dingin serta menyinari gua yang gelap.


Disisi lain.....


Donghua yang menopang kepalanya dan menatap wajah gadis di tampilkan cermin air.



"Seperti gadis kecil ini sangat beruntung. " Donghua tersenyum tipis setelah melihat Fu Bao menemukan gua harta Karun.


Fu Bao yang beristirahat membuka mata, matanya melihat ke sekeliling.


"Aneh. jelas aku merasa ada orang yang memperhatikan ku" gumam Fu Bao.


"Ada apa tuan? " Bao Bao melihat tuan nya telah membuka mata dan bertanya dengan perhatian.


Fu Bao menggeleng kepala, dan berkata " bukan apa-apa, hanya saja aku merasa ada seseorang yang memperhatikan ku barusan."


"Ah? tapi hanya ada Kita berdua disini. Dan Bao Bao juga tidak merasakan adanya orang lain disekitar sini."


"hahaha, mungkin hanya perasaan ku saja."


'Tapi intuisi ku jelas tidak salah, jelas sekali aku merasa ada yang memperhatikan ku barusan. Lupakan aku tidak ingin memberi tahu Bao Bao tentang hal ini mungkin saja kali ini intuisi ku salah.' pikir Fu Bao.

__ADS_1


Walaupun Fu Bao masih berpikir kalau intuisi nya salah, tapi dalam lubuk hatinya dia menaikkan kewaspadaan nya.


__ADS_2