The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 148


__ADS_3

"Fu Heng. "


Fu Heng yang baru saja turun dari tembok tinggi tiba-tiba berhenti saat mendengar seseorang sedang memanggil namanya.


"Feng Teng ada apa? " Fu Heng menatap Feng Teng.


"Bisakah kita berbicara sebentar disana? " Feng Teng menunjukkan area yang cukup sepi.


Melihat kearah yang ditunjuk Feng Teng, Fu Heng mengangguk setuju dan mulai mengikuti nya.


Sesampainya mereka di sana Feng Teng memulai berbicara pada Fu Heng: " Lama tidak bertemu Fu Heng, aku seharusnya menyapa mu beberapa bulan yang lalu. "


"Tidak apa-apa, bagaimana keadaan mu Rong Yan? " Tanya Fu Heng sambil memanggil nama masa lalu Feng Teng saat masih menjadi keluarga Murong.


"Seperti yang kau lihat kabar ku sangat baik. " Feng Teng mengatakan itu dengan senyum tulusnya.


"Sepertinya begitu. " Fu Heng tersenyum tipis.


"Kau sendiri bagaimana? Aku dengar kau mengalami beberapa kecelakaan saat datang ke daratan tinggi? Apa kau baik-baik saja? " Feng Teng jelas ingat kalau Fu Bao pernah menceritakan kisah pertemuan nya dengan Fu Heng saat itu dan dari cerita Fu Bao terdengar kalau keadaan Fu Heng tidak terlalu baik.


Senyum di wajah Fu Heng berubah menjadi pahit dan menggeleng kepalanya:


" Aku sudah lebih baik,jika bukan karena penyelamatan Baoer tepat waktu aku mungkin sudah mengalami kecelakaan."


" Syukurlah kalau kau baik-baik saja, aku benar-benar tidak menyangka kalau sahabat ku akan dipertemukan lagi dengan begitu cepat . " Feng Teng menyadarkan punggungnya pada pohon di belakangnya sambil tersenyum lucu.


"Kau benar, aku selalu berpikir kalau kita tidak akan bertemu lagi. " Fu Heng juga terkekeh kecil saat mendengar perkataan Feng Teng.


Fu Heng dan Feng Teng merupakan sepasang sahabat yang sama-sama memiliki nasib tragis di daratan rendah.


Pertama kali Fu Heng bertemu Feng Teng adalah saat ia sedang melarikan diri dari kejaran para pembunuh yang dikirimkan oleh ayahnya sendiri.


Saat itu Feng Teng kebetulan lewat dan menyelamatkan Fu Heng tepat waktu.


Semenjak itu pula Feng Teng dan Fu Heng mulai berteman sekaligus melakukan rencana balas dendam bersama pada musuh mereka.


Di dunia luar hanya mengetahui kalau Fu Heng lah yang mendapat token Alam rahasia pertama kali, tapi faktanya orang yang pertama menemukan token Alam rahasia bukanlah dia melainkan Feng Teng saat itu.

__ADS_1


Namun kondisi Feng Teng saat itu tidak memungkinkan nya untuk menyebarkan rumor kalau ialah yang menemukan token Alam rahasia.


Lagi pula saat itu tubuh asli Feng Teng masih berada di tangan kepala keluarga Murong, jika rumor tentang dirinya beredar di dunia luar, Pemimpin keluarga Murong pasti akan melakukan segala cara untuk mendapatkan token itu darinya.


Jika hal itu sampai terjadi Feng Teng tidak dapat melakukan apapun karena salah-salah tubuh aslinya bisa jadi taruhannya.


Tidak ingin terjadi sesuatu pada tubuhnya Feng Teng memutuskan untuk memberikan token Alam kepada Fu Heng.


Fu Heng yang menerima Token Alam rahasia dari temannya tidak mengatakan apa-apa karena dia sendiri tahu alasan Feng Teng memberikan token itu padanya.


Setelah pemberian token Alam rahasia kepada Fu Heng, rencana balas dendam mereka berdua akhirnya dimulai.


Mereka berdua dengan gila-gilaannya meningkatkan diri untuk melakukan balas dendam yang sudah lama mereka nantikan.


Untungnya kerja keras mereka membuahkan hasil, rencana balas dendam mereka berjalan lancar dan mereka berdua akhirnya bisa bernafas lega.


...----------------...


" Sudah lama sekali hal itu terjadi...." Feng Teng menatap langit dengan nostalgia.


" Kau sudah banyak berubah yah..." Fu Heng jelas ingat kalau aura dan kepribadian Feng Teng tidak seperti ini.


Aura dan kepribadian Feng Teng yang Fu Heng kenal di masa lalu sangat suram dan kejam.


Tidak seperti sekarang yang mana sangat lembut dan hangat, walaupun Fu Heng masih bisa merasakan kegelapan dari balik kehangatan yang dipancarkan Feng Teng.


"Kau juga sama, kau bukan gunung es lagi yang tidak berbicara sampai tiga kata. " Canda Feng Teng.


Fu Heng hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Feng Teng soal dirinya yang telah banyak berubah.


"Ini semua berkat Baoer, semenjak aku bersama nya...Rasanya hidupku yang kupikir sangat suram perlahan-lahan berubah menjadi dipenuhi kehangatan yang belum pernah kurasakan. "Fu Heng mengungkapkan isi hatinya tentang Fu Bao dengan penuh kasih sayang.


Feng Teng mengangguk-angguk setuju dengan perkataan Fu Heng.


" Ya, jika bukan karena kemunculan Baoer, mungkin hidupku sudah lama berakhir saat itu atau bahkan aku sudah berubah menjadi Demon beast yang menjijikkan. "


Keduanya terdiam dan sama-sama tersenyum lembut saat memikirkan pertemuan mereka saat bertemu Fu Bao pertama kali.

__ADS_1


...............


Di sebuah penjara gelap dan lembab terdapat dua orang pria sedang dirantai disana.


Seluruh tubuh keduanya dipenuhi luka-luka yang mengerikan yang bahkan bila orang lain melihatnya akan bergidik ngeri saat melihat luka-luka itu.


Keduanya tampak sangat diam tak berdaya, tapi apabila ada orang yang memperhatikan kedua mata mereka lebih dalam, mereka pasti akan menemukan ketenangan serta ketidakpedulian seolah bukan mereka yang sedang di tahan dan terluka.


Yah itu benar, keduanya adalah Donghua dan Xiao Nai yang dikabarkan menghilang dari tanah tak bertuhan.


Kini Keduanya sedang di tahan disel bawah tanah di wilayah iblis.


Semua ini bermula saat Donghua sedang pergi ke tanah tak bertuhan dan menemukan kalau segel Dewa iblis sudah lama terlepas.


Melihat hal itu Donghua segera mengeluarkan alat komunikasi nya untuk memperingati Fu Bao dan yang lain.


Namun nasib berkata lain, Donghua yang belum selesai memperingati Fu Bao dan yang lain sudah ditangkap oleh Dewa iblis dan dikirim ke penjara bawah tanah mereka.


Bahkan Xiao Nai yang mencari keberadaan nya juga ditangkap oleh tangan kanan Dewa iblis.


Setelah Donghua dan Xiao Nai dipenjara di penjara iblis, keduanya terus menerus disiksa oleh Dewa iblis seolah sedang melampiaskan amarahnya.


Namun tidak peduli seberapa kejam Dewa iblis, dia tidak pernah sekalipun mencoba membunuh mereka.


Mereka berdua tidak tahu alasan apa yang membuat Dewa iblis yang terkenal kejam melepaskan nyawa mereka.


Disisi lain tenda utama iblis, terdapat dua orang yang satu duduk dengan malas di kursi dan yang satu sedang berlutut di hadapan pria sedang berlutut.


" Bagaimana rencananya? " Tanya pria yang sedang duduk di kursi.


" Semua berjalan sesuai rencana. " Jawab pria yang sedang berlutut.


"Bagus, aku benar-benar tidak sabar menantikan hari esok..oh ya, jangan lupa membawa kedua tikus itu nanti.. aku ingin memberikan mereka sebagai hadiah untuknya.."


"Baik Tuan. "


"Pergilah...."

__ADS_1


__ADS_2