
Bab 34
Fu Bao yang gagal untuk sekian kalinya untuk melangkah lebih maju ke depan ,hanya bisa pasrah dan berbalik pergi meninggalkan tempat ini setelah melihat tidak memiliki hasil apapun.
Tapi yang tidak disadari Fu Bao setelah ia Pergi,ada seseorang pria di dalam kabut sedang menatap setiap gerak-gerik Fu Bao dengan tatapan dingin.
Pria yang didalam kabut itu memiliki penampilan yang sangat tampan dan luar biasa, fitur wajahnya yang indah seperti karya surga yang paling sempurna, dan senyum di wajahnya mengungkapkan sedikit kejahatan dan kesuraman, serta jubah ungu tua menambahkan sedikit pesona jahat pada temperamennya.
Donghua tersenyum dingin dengan nada mencibir dia berkata, " Apa dia yang dimaksud ramalan gila itu? "
Donghua melirik dingin kearah tempat Fu Bao pergi, setelah itu ia dengan acuh tak acuh mengibaskan jubah ungunya dan berbalik pergi untuk berjalan lebih dalam kabut.
Fu Bao yang sedang berjalan sambil mencari jalan keluar tiba-tiba merasakan kepanikan yang tak dapat dijelaskan di dalam hatinya, dia mengangkat kakinya dan berjalan lebih cepat, Fu Bao merasa ada yang sedang mengawasi setiap gerak-geriknya dia tidak tahu apa itu baik atau tidak, yang jelas Fu Bao memilih segera untuk mencari jalan keluar dari tempat aneh ini.
Saat Fu Bao berjalan lebih beberapa meter jauh dari tempat kabut barusan,dia melihat sebuah vila kayu ada didepannya.
Dengan rasa penasaran dia berjalan ke arah vila itu.
Tok--
Tok--
Tok--
Fu Bao mengetuk pintu vila, tapi setelah lama mengetuk pintu begitu lama dan tidak membuahkan hasil Fu Bao mencoba mendorong pintu.
Krek--
Pintu vila terbuka, rupanya pintu vila itu tidak terkunci.
Sebelum masuk Fu Bao memasukkan setengah tubuhnya dan melihat kesana-kemari untuk mencari apa ada orang atau tidak.
"Halo!? " Salam ragu-ragu Fu Bao.
"Apa ada orang di sini? "
Melihat tidak ada jawaban Fu Bao berpikir kalau vila ini tidak ada orang dengan rasa penasaran dia memasuki vila dan melihat ke sekeliling ruangan vila.
Didalam terdapat furniture kayu yang sangat bagus, diruang ini juga terdapat meja bulat kayu yang sangat unik, dan beberapa perabot kayu yang menurut Fu Bao sangat familiar.
__ADS_1
Fu Bao mencoba untuk masuk lebih dalam dan mendapati ada tangga yang mengarahkan ke lantai dua, Fu Bao mengangkat kepalanya untuk melihat seperti apa ruangan didalam lantai dua, tapi sayangnya tidak berhasil Fu Bao tidak melihat apapun.
dengan rasa penasaran dia memilih menaiki tangga itu, dan saat dirinya sampai dilantai dua. Fu Bao melihat lorong panjang yang memiliki banyak pintu kamar.
Fu Bao mencoba untuk membuka salah satu pintu kamar yang ada di dekat tangga.
Krek--
Pintu kamar itu terbuka dan Fu Bao melihat ruangan kamar itu dan saat dia masuk ke dalam ruangan Fu Bao melihat kalau ruangan itu ternyata perpustakaan kecil, yang memiliki banyak buku-buku disetiap rak buku diruangan nya.
Luas ruangan ini, setidaknya lima meter persegi atau lebih, tapi bagi Fu Bao perpustakaan kecil ini sangat luas dan memiliki banyak buku-buku bersampul kulit hewan.
Fu Bao mengambil salah buku dari rak dan membuka buku itu.
Alangkah terkejutnya Fu Bao saat membaca buku ini, rupanya buku yang sedang dia baca adalah buku yang menjelaskan tentang Alam iblis begitu rinci. Seakan buku ini di tulis oleh penduduk Alam iblis langsung.
Setelah membaca lebih dalam Fu Bao semakin ngeri karena buku terlalu rinci dan jelas kalau ini disebut buku biasa.
Bahkan ada beberapa konten yang mirip dengan ingatan yang diberikan Dewa pencipta pada dirinya.
"Apa-apaan ini? Jangan bilang aku sedang pergi ke alam iblis? " Ucap ragu-ragu Fu Bao.
Jangan salahkan Fu Bao karena mengira dirinya berada di Alam iblis soalnya buku yang dibaca Fu Bao sekarang, seperti buku ensiklopedi penduduk Alam iblis.
Fu Bao menutup buku ditangan nya, Fu Bao menghela nafas panjang dan menutup matanya dia menyadarkan tubuhnya dirak.
Fu Bao tidak pernah membayangkan kalau dirinya selangkah lebih maju untuk mendekati hal-hal yang berkaitan tentang Dewa iblis.
Walaupun Fu Bao mengetahui nasib nya yaitu mengalahkan Dewa iblis, tapi Fu Bao tidak menyangka kalau dia akan secepat ini.
Fu Bao tidak hanya menyadari kalau ada kekuatan misterius yang sangat besar yang mencoba menarik nya lebih dekat dengan Dewa iblis setelah membaca buku ini.
Dia juga menyadari kalau dirinya seperti semut bila menghadapi bawahan Dewa iblis.
" Aku ingin menjadi lebih kuat"
Mata Fu Bao kini bersinar ketegasan,dia ingin segera mencari jalan untuk lebih kuat dari sekarang,ah tidak dia ingin kekuatan yang sangat kuat yang bahkan sanggup untuk melawan bawahan Dewa iblis dan Dewa iblis itu sendiri.
Fu Bao mengepalkan tangannya, " Aku harus berlatih lebih kuat, tapi aku membutuhkan seorang guru..."
__ADS_1
Semangat Fu Bao langsung melemah setelah mengingat dirinya bukan lagi seorang pembunuh bayaran no 1 di dunia melainkan gadis Desa yang tidak memiliki pengetahuan apapun tentang dunia sekarang.
"Aaaa!! bagaimana ini? " Fu Bao berteriak frustasi sambil mengacak-acak rambut hitam panjang nya menjadi sarang burung.
Donghua tersenyum tipis melihat tingkah konyol Fu Bao melalui cermin air.
"Aku tidak akan menyangka kalau gadis kecil ini begitu lucu "
Donghua duduk di kursi batu sambil menyesap teh yang ada di meja batu didepannya.
Donghua menyadarkan tubuhnya di kursi dan matanya yang acuh tak acuh menatap Fu Bao melalui cermin air.
"Mari kita lihat apa gadis ini benar-benar orang yang didalam ramalan gila itu"
Fu Bao tidak tahu setiap gerak-geriknya telah diawasi oleh pemilik tempat ini.
Fu Bao yang frustasi masih memikirkan bagaimana cara menjadi lebih kuat tanpa seorang guru.
"Apa aku harus benar-benar mencari Guru yah? " Ucap Fu Bao setelah menemukan kalau ia tidak memiliki cara lain,mau bagaimana lagi pengetahuan Fu Bao tentang dunia sekarang sangat minim dan hanya berasal dari ingatan Dewa pencipta dan buku-buku yang dia baca.
Fu Bao tidak hanya membutuhkan pengetahuan tentang dunia, dia juga membutuhkan orang yang melatih untuk bertempur dengan menggunakan sihir.
Dan sebenarnya Fu Bao tidak memiliki kepercayaan Untuk mempekerjakan seorang guru untuk melatihnya.
Dan tidak mungkin Fu Bao untuk mempercayai orang yang akan mengajari nya nanti.
Itu mungkin menarik kecurigaan orang lain terutama Fu Bao memiliki banyak rahasia yang tersembunyi di dalam tubuhnya mungkin saja Guru yang akan mengajari nya akan mengetahui rahasia nya dan akan membahayakan nyawa nya.
Fu Bao tidak berani berjudi tentang hal ini, dia tidak memiliki keberanian untuk mempercayai orang lain apalagi setelah mengalami pengkhianat oleh orang kepercayaan nya.
Sebenarnya Fu Bao terlihat ceria dan tanpa beban dipermukaan, tapi didalam lubuk hati yang paling dalam Fu Bao sangat suram, sedih bahkan sakit hati.
Tidak peduli siapapun yang mengalami pengkhianatan oleh orang kepercayaan nya pasti sangat sedih bahkan hatinya merasa seperti ditusuk-tusuk oleh ribuan jarum.
Fu Bao sengaja menyembunyikan semua perasaan sedih nya, dia tidak ingin orang lain melihat nya begitu lemah dan rapuh.
Apa lagi Fu Bao memiliki beban besarnya dipundak nya.
Kelemahannya akan membuat musuh memiliki cara untuk membunuhnya.
__ADS_1
ps : Donghua Ml 1 merupakan Raja mayat yang juga salah satu reinkarnasi Dewa kegelapan.