
Bab 21
Fu Bao mengangguk kepala, dan berjalan ke sisi lain, dia menggunakan cahaya ilahi seperti yang tertulis dalam buku latihan Chaotic Jue, Fu Bao memejamkan mata dan saat memejamkan mata ia melihat kalau dirinya bisa melihat gua tanpa membuka mata, berbeda saat kamu membuka mata ketika Fu Bao memejamkan mata ia bisa melihat kondisi gua ini lebih jelas seakan mata nya seperti memiliki sinar X-ray.
Fu Bao melihat ratusan urat nadi berwarna hitam menjalar di dinding gua seperti mahkluk hidup.
*Merinding!*
Hal ini mengingatkan Fu Bao tentang cerita Krisna yang masuk ke gua yang sebenarnya mulut ular besar.
Fu Bao tidak tahu setelah ia memikirkan hal itu, sekeliling gua telah dikelilingi ratusan ribu ulang hitam.
Fu Bao maupun Fu Heng tidak menyadari keberadaan ratusan ribu ular disekitar mereka, mereka bahkan tidak bisa merasakan adanya energi spiritual dari ular tersebut.
Fu Bao merinding intuisi nya mengatakan kalau akan ada bahaya yang mendekati mereka, intuisi Fu Bao sangat kuat beberapa kali ia selamat dari bencana karena intuisi nya yang tajam.
"Hei,apa menurut mu tempat terlalu sepi? " Tanya Fu Bao tiba-tiba.
"Sepi? " Awalnya Fu Heng tidak begitu mengerti kenapa Fu Bao mengatakan itu, tapi setelah ia perhatikan tidak ada satupun suara di gua ini, yang terdengar hanyalah suara mereka berdua.
Fu Heng menyadari ada yang salah, tidak peduli seberapa dalam ilusi mereka terjebak tidak mungkin menghilangkan suara disekitar mereka.
" seperti ada yang tidak beres " ucap Fu Heng Sambil mengeluarkan pedang biru es dari cincin penyimpan nya.
__ADS_1
Fu Bao yang melihat gerakan Fu Heng segera mengikuti nya dan mengeluarkan belati hitam dari saku ikat pinggang.
Fu Heng menundukkan kepalanya dan menatap belati hitam yang ada ditangannya gadis disampingnya dengan ekspresi kosong.
"Apa yang kita lakukan?" Tanya Fu Bao.
Fu Heng berjalan beberapa langkah kedepan dan segera mengayuhkan pedang nya disaat bersamaan cahaya biru es mengelilingi pedang itu.
Ledakan--
Gua berguncang hebat karena dampak serangan Fu Heng, debu-debu berterbangan menghalangi penglihatan Fu Bao.
Fu Bao mengangkat lengannya untuk menghalangi bebatuan kecil yang ikut beterbangan.
"Batuk..batuk..hei bisa kamu lain kali beri aku aba-aba sebelum melakukan nya? " Ucap Fu Bao sambil terbatuk-batuk karena tersedak debu-debu yang berterbangan.
' Gadis benar-benar rapuh,Aku tidak tahu bagaimana dia bertahan hidup sampai sekarang dengan tubuh yang lemah seperti itu ' pikir Fu Heng yang cukup mengkhawatirkan.
Fu Bao melambaikan tangannya dan mengatakan " tidak apa-apa ngomong-ngomong apa sedang kamu lakukan tadi? Apa kamu menemukan mata ilusi? "
Fu Heng menggelengkan kepala " Aku memang menemukan sesuatu, tapi sayangnya itu bukanlah mata ilusi yang kita cari"
"Apa yang kamu temukan? "
__ADS_1
" Ada jalan lain di gua ini " ucap Fu Heng sambil berjalan ke tempat yang baru saja ia hancur.
Dan ketika Fu Bao mengikuti Fu Heng ia melihat sebuah lorong muncul di dinding gua tempat dihancurkan Fu Heng.
"Lorong rahasia? Bukan kita sedang dalam ilusi bagaimana bisa ada jalan lain? " Tanya bingung Fu Bao.
"Walaupun kita dalam ilusi tempat terlalu nyata untuk disebut ilusi biasa, aku menduga tempat ini tidak sesederhana yang kita lihat ketika aku memikirkan ini keanehan muncul di dinding gua yang ada didepan ku "
"Jadi itu sebabnya kamu menghancurkan dinding ini?"
Fu Heng mengangguk kepala membenarkan perkataan Fu Bao.
" Lalu apa kita akan masuk ke sana? " Tunjuk Fu Bao lorong gelap.
"Hmm, sebelum kita masuk sebaiknya kamu memegang tanganku "
"Ah? Kenapa?"
" Kita masih di dalam ilusi mungkin saja saat kita masuk ke lorong ini kita akan terjebak ilusi lain, dan untuk mencegah kesalahan yang tidak diinginkan kamu harus memegang tanganku ini juga mencegah kita untuk berpisah "
Fu Bao ragu sesaat setelah memikirkan nya , Fu Bao memutuskan untuk mempercayai perkataan pria didepannya.
Fu Bao mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan pria didepannya, tangan pria sangat dingin dan besar sangat berbeda dengan tangannya mungil dan hangat.
__ADS_1
Fu Heng juga menyadari perbedaan itu, dia sedikit mengerutkan keningnya saat menatap tangan gadis di tangannya.
'Terlalu kurus..' pikir Fu Heng.