
Bab 15
Di dekat dengan desa Hou, terdapat restoran cukup enak dan murah,banyak pengunjung yang berdatangan untuk makan disana.
Disalah satu meja didekat pintu menarik perhatian para pengunjung untuk terus melihat,dan di meja itu sendiri sedang diduduki oleh gadis dan hewan peliharaannya.
Tapi bukan ini yang menarik perhatian para pengunjung untuk terus menatap nya , melainkan penampilan gadis dan dua hewan peliharaan yang menarik perhatian mereka.
Bagaimana tidak Gadis itu mengenakan gaun hitam dengan pola awan yang sangat sederhana,tapi terlihat mewah.gadis itu juga mengenakan topeng berbentuk Phoenix yang cukup unik. Dan paling penting salah satu hewan peliharaan gadis itu terlihat sangat asing dan aneh, karena mereka belum pernah melihat jenis beast spirit seperti ini, sedangkan untuk hewan peliharaan yang lain mereka bisa mengetahui jenis nya.
Setelah melihat beberapa menit para pengunjung tidak tertarik lagi untuk menatap gadis itu dan dua hewan peliharaan nya.
Mereka melanjutkan makanan dan pembicaraan.
"Hei, apa kamu sudah dengar? Si sampah itu belum terlihat selama sebulan lebih,aku dengar si sampah itu memasuki gunung apa Itu benar!?" Terdengar beberapa pemuda yang sedang makan di salah satu meja restoran bergosip.
"Itu benar! Aku melihat dengan mata kepala ku sendiri kalau sampah itu berjalan ke arah pegunungan, dari yang Aku tahu sampah itu mencari tanaman obat yang menumbuhkan akar spritual " ucap salah satu pemuda.
"Astaga!Dia masih tidak mau mengakui dirinya seorang sampah, sudah berapa tahun? Dia seharusnya berumur empat belas tahun ini, kan? Aku ingat,dia saat dalam tes bakat dia satu-satunya orang dinilai tidak memiliki Akar spritual. Apa dia masih tidak mau menyerah?"
" Entahlah mungkin sampah itu berpikir menjadi seperti burung Phoenix bisa terlahir kembali..."
"Hahahaha...burung Phoenix? Kata-kata mu terlalu bagus, itu hanya seekor tikus yang tidak tahu diri.."
" Ngomong-ngomong apa kalian pernah melihat nenek ' sampah' itu? "
"Tidak. Kenapa kamu tiba-tiba bertanya?"
__ADS_1
"Aneh tidak satupun penduduk desa yang pernah melihat nenek sampah itu.."
"Mungkin nenek nya Malu untuk mengenal seorang sampah seperti dia"
" Kamu benar. Aku rasa nenek terlalu malu, bukan beberapa tahun lalu terdengar kabar kalau neneknya kabur.."
"Iya Aku juga dengar kabar itu, dari orang tua ku kalau sampah itu mencari neneknya kemana-mana sambil menangis..."
" Sampah'itu bahkan tidak diinginkan neneknya sendiri."
"Siapa yang menginginkan seseorang yang bahkan tidak memiliki Akar spritual dan berwajah monster seperti dia.. Aku rasa neneknya bahkan tidak tahan lagi untuk meninggalkan sampah itu."
"Hahaha, kata-kata terlalu benar, siapa yang akan menginginkan seseorang sampah seperti dia "
Sekelompok pemuda yang sedang makan di restoran dengan senang hati mereka membicarakan tentang seseorang yang dipanggil sampah oleh mereka.
"Apakah kalian sedang membicarakan sampah yang berasal dari desa Hou?" Gadis yang telah menguping pembicaraan mereka tiba-tiba bertanya.
Baru pada saat itulah kelompok pemuda itu memperhatikan kehadiran seorang gadis muda yang berdiri di samping kelompok mereka. Kapan dia sampai di sana? Kenapa tidak ada satupun dari mereka yang memperhatikannya?
Sekelompok anak muda itu memandangi gadis kecil yang tiba-tiba berdiri di samping mereka . Ketika mereka menilai gadis ini, mereka mendapati bahwa gadis ini sedang mengenakan topeng yang berbentuk Phoenix ,mereka tidak melihat jelas wajah gadis , dan pakaian yang dikenakan gadis ini jelas sekali terlihat sangat mahal dan mewah.
Dari cara pakaian nya gadis ini seperti dari keluarga bangsawan yang sedang keluar untuk bermain, gadis ini tampak baru berumur empat belas atau tiga belas tahun dan mereka tidak bisa melihat level Kultivasi gadis ini ,tapi mereka merasa kalau gadis itu memiliki senjata ajaib yang menyembunyikan Kultivasi.
. "Itu benar, " Jawab salah satu dari pemuda itu tanpa sadar. Sekelompok pemuda itu memperhatikan gadis yang tiba-tiba muncul di samping mereka.
Mereka juga melihat dari penampilan gadis ini terlihat seperti dari keluarga bangsawan, mereka tidak bodoh. Mereka bisa melihat dari gaun yang dipakai gadis ini jelas sekali telah dimantrai mantera pelindung.
__ADS_1
Dan mereka sangat jelas tentang pakaian telah dimantrai mantera pelindung pastilah mahal , dan rata-rata orang biasa tidak sanggup membelinya. Hanya bangsawan dan keluarga kerajaan yang sanggup membelinya.
" Aku dengar tidak satupun dari kalian pernah melihat neneknya apa itu benar? " Gadis bertanya lagi.
Walaupun mereka tidak mengerti kenapa gadis ini tiba-tiba bertanya tentang hal itu, tetap saja salah satu pemuda itu masih menjawab pertanyaan gadis " bukan hanya kami bahkan tidak ada satupun penduduk desa Hou yang pernah melihat penampilan nenek sampah itu "
"Tidak satupun?" Tanya gadis itu lagi dan wajahnya terlihat bingung.
Sekelompok pemuda itu mengangguk kepalanya dan mereka berkata dengan serius " kami bahkan tidak tahu kalau sampah itu memiliki seorang nenek, kami baru mengetahuinya saat sampah itu mencari kemana-mana neneknya Beberapa tahun lalu"
"Itu benar. kepala desa saja tidak tahu kalau sampah itu memiliki nenek"
" Hahaha, Aku rasa neneknya tidak mau menemui orang karena malu punya cucu sampah seperti dia "
Sekelompok anak muda itu tertawa ketika mereka membicarakannya dan mereka bahkan dengan secara terbuka mengejek orang yang mereka panggil sampah, tanpa mempedulikan kalau perkataan mereka sekarang akan membuat mereka sangat menyesal seumur hidup mereka.
Gadis itu hanya tersenyum tipis dan menurunkan kelopak mata nya tidak ada satupun para pemuda itu menyadari kalau gadis disamping mereka menatap mereka dengan niat membunuh yang tersembunyi di mata nya.
Itu benar, gadis itu adalah Fu Bao yang sedang makan bersama Bao Bao dan Bai Bai di restoran, dia tidak sengaja mendengar percakapan para pemuda itu, dan Fu Bao sendiri merasa percakapan para pemuda sedikit aneh jadi dengan rasa penasaran ia berjalan dan bertanya kepada mereka.
Tapi Fu Bao tidak menyangka akan menemukan informasi sangat penting dari mulut sekelompok pemuda itu.
Fu Bao berbalik meninggalkan sekelompok pemuda itu tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Sekelompok pemuda itu juga memperhatikan gadis tadi telah berbalik pergi, para pemuda itu tidak mengatakan apapun mereka hanya berpikir kalau gadis itu bertanya tentang sampah karena penasaran,mereka melanjutkan makan dan pembicaraan.
Tidak ada satupun dari sekelompok pemuda itu akan berpikir kalau orang yang telah mereka hina sekarang akan berdiri diatas ketinggian yang tidak akan pernah mereka capai seumur hidup.
__ADS_1