
" Energi spiritual disini jauh lebih murni dan kuat daripada yang ada di daratan lain jadi meskipun orang-orang dari daratan rendah dan tengah mengetahui nya mereka tetap tidak bisa melakukan apapun.
Karena energi spiritual disekitar mereka sangat tidak mendukung cara kultivasi daratan tinggi jadi itu sebabnya hanya orang-orang dari daratan tinggi saja yang bisa menggunakan cara ini ."
" Makanya aku mengatakan kalau ini sangat baik untuk mu dan Yuan Yi karena kalian bisa langsung mengubah Kultivasi kalian, tanpa perlu berliku-liku lagi. " Lanjut Xiao Nai.
Fu Bao mengangguk setuju dengan perkataan Xiao Nai, memang seperti yang dikatakan Xiao Nai barusan kalau hal ini sangat baik untuk nya maupun Yuan Yi.
Hanya saja Fu Bao tidak bisa membayangkan nasib para kultivator yang telah berhasil menginjak kaki disini.
Mereka pasti berpikir kalau masa depan cerah telah menunggu mereka.
Namun apa menunggu mereka adalah masa depan yang lebih gelap dari yang bisa mereka bayangkan.
Fu Bao bisa membayangkan nasib dari para kultivator Mahayana itu, mereka pasti sangat putus asa dan menyesal.
Jika waktu bisa di putar kembali,mereka pasti lebih suka tidak pernah datang kemari karena paling tidak di daratan mereka setidaknya mereka masih sangat dihormati.
Dan sedangkan disini mereka bukanlah apa-apa selain orang-orang miskin dan tidak berdaya.
Lagi pula untuk bisa naik level lebih cepat tidak hanya diperlukan bakat, tapi juga sumber daya yang melimpah.
Tanpa sumber daya dan kekuatan mereka tidak lebih dari orang-orang biasa yang hanya bisa bermimpi untuk terbang tinggi di langit.
Apalagi disini memiliki persaingan sangat ketat, hanya orang yang paling kuat saja yang bisa mendaki tinggi di sini.
Mendesah...
Fu Bao menghela nafas panjang saat memikirkan itu.
"Ada apa? " Tanya Xiao Nai dan Feng Teng yang melihat Fu Bao tiba-tiba menghela nafas.
Fu Bao tersenyum dan menggeleng kepala lalu berkata: " Bukan apa-apa, Feng Teng bisa kau melanjutkan penjelasan mu tentang tingkatan Kultivasi disini? " Kata Fu Bao yang mencoba mengalihkan pembicaraan.
Feng Teng yang tidak mengetahui kalau Fu Bao sedang mencoba mengalihkan pembicaraan nya, jadi tanpa curiga sedikitpun dia segera melanjutkan penjelasannya:
" Di sini di bagi beberapa tahap Kultivasi:
Peri Fana - Peri Bumi - Peri Langit.
__ADS_1
Shanxiang rendah - tengah - tinggi.
Dewa / Dewi Rendah - tengah - tinggi.
Dan terakhir adalah The Lord.
The Lord merupakan Kultivasi tertinggi disini, namun tidak ada satupun makhluk hidup yang dapat bisa berkultivasi sampai di sana.
Di sepanjang sejarah dunia sihir abadi hanya ada dua orang yang sudah berada di tahap Kultivasi The Lord. "
" Siapa? " Tanya Fu Bao penasaran.
" Dewa Iblis dan Pencipta. " Kata Feng Teng.
Fu Bao : "!"
" Apa tidak ada satupun orang yang bisa sampai di tahap The Lord selain kedua Boss besar itu? " Tanya Fu Bao.
"Setahu ku tidak ada....tapi aku pernah dengar kalau Raja Naga hampir sampai di tahap the lord. "
"Raja Naga? "
" Aku tidak menyangka kalau tingkatan Kultivasi disini jauh lebih sederhana daripada yang ada di daratan rendah. " Ucap Fu Bao setelah mendengar penjelasan tentang tingkatan Kultivasi disini.
Feng Teng yang mendengar perkataan Fu Bao terkekeh kecil dan mengetuk hidung Fu Bao gemas: " Meskipun tingkatan Kultivasi disini terlihat sangat sederhana, tapi sebenarnya untuk bisa naik level disini sangatlah susah dibutuhkan bakatnya yang tinggi untuk bisa naik level dengan cepat. "
"Hah? Apa sangat sulit untuk naik level disini? " Tanya Fu Bao tidak percaya.
"Sangat sulit jika bukan karena garis keturunan ku yang tinggi aku mungkin tidak dapat berkultivasi sampai di Dewa tertinggi. " Jelas Feng Teng.
"Lalu bagaimana dengan Xiao Nai? Apa Xiao Nai juga mengalami kesulitan untuk naik level disini? " Tanya Fu Bao kepada Xiao Nai.
Xiao Nai mengangguk mengiyakan dan berkata: " Ya, jika saja aku tidak menerima warisan saat itu aku mungkin tidak akan naik level secepat ini. "
"Warisan? Warisan apa? " Tanya Fu Bao dengan mata berbinar binar saat mendengar kata warisan.
Xiao Nai tersenyum memanjakan dan dengan lembut menjelaskan kepada Fu Bao. :
" Itu warisan dari Dewa kematian, saat itu aku tidak sengaja menemukan kuil Dewa kematian dibalik reruntuhan kuno. "
__ADS_1
Fu Bao menghela nafas atas keberuntungan Xiao Nai.
"Oke berhenti bicara, sudah saatnya kita pergi mencari tempat istirahat, hari sebentar lagi akan gelap akan sangat berbahaya kalau kita masih berada disini terus. " Ucap Yuan Yi yang sekali lagi memutuskan pembicaraan Fu Bao dan yang lain.
"Baiklah ayo kita cari tempat beristirahat di sekitar sini " Kata Feng Teng sambil memimpin ketiganya untuk mencari tempat yang cocok untuk beristirahat sejenak.
Untungnya tidak jauh dari tempat mereka barusan terdapat gua besar yang sangat cocok untuk mereka rehat sejenak.
"Tempat ini sangat bagus, mari kita beristirahat di sini semalam, baru besok kita pergi ke kota" Saran Feng saat melihat gua didepannya.
Fu Bao dan yang lain mengangguk setuju dan tidak ada satupun dari mereka menolak saran Feng Teng.
Malam pun tiba, api unggun yang besar menjadi satu-satunya penerangan mereka.
Fu Bao dan yang lain mengelilingi api unggun sambil bercakap-cakap.
"Ngomong-ngomong bagaimana dengan bawahan mu ? Apa kau sudah mengirim mereka terlebih dahulu kemari?" Tanya Fu Bao yang teringat pada bawahan Feng Teng yang ada di istana Chayang.
" Jangan khawatir aku sudah mengirim mereka ke sini, beberapa hari sebelum keberangkatan kita. " Feng Teng.
Mendengar hal itu Fu Bao hanya mengangguk-angguk,lalu ia bertanya lagi:
" Lalu apa rencana kalian saat ini? "
"Kami akan mengikuti mu" Ucap ketiganya secara bersamaan.
"Hah? Tapi kenapa? Bukankah kalian memiliki pekerjaan yang harus kalian lakukan? Terutama Xiao Nai dan Feng Teng, bukankah kalian berdua masih memiliki banyak urusan yang perlu di bereskan? "
Feng Teng dan Xiao Nai terdiam, seperti yang dikatakan Fu Bao mereka memang masih memiliki perkejaan yang perlu mereka lakukan saat ini.
Feng Teng harus kembali ke klan nya untuk mewarisi tahta Raja Phoenix dan Xiao Nai harus kembali ke organisasi silver moon untuk membereskan bawahan yang telah mengkhianati nya.
Namun tidak ada satupun dari keduanya yang mau berpisah dengan Fu Bao.
Mereka berdua benar-benar tidak bisa meninggalkan Fu Bao sendiri disini, mereka sangat khawatir akan ada bahaya mengancam nyawa Fu Bao.
Terlebih lagi di daratan tinggi merupakan tempat paling dekat dengan wilayah Klan iblis.
Seperti yang mereka berdua ketahui,
__ADS_1
Fu Bao merupakan ancaman paling besar bagi Klan iblis , jika indentitas Fu Bao sebagai Utusan Dewa pencipta diketahui oleh klan iblis maka nyawanya akan dalam bahaya.