The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 146 Fu Bao bersikap aneh


__ADS_3

" Apa rencana mu selanjutnya? Jika tebakan ku barusan benar, maka artinya Dewa iblis telah berhasil melonggarkan sebagian segel nya dan bila kita tidak mengambil tindakan secepat mungkin, Dewa iblis akan melepaskan seluruh segel nya.


Dan apabila hal ini sampai terjadi, kegelapan yang dibawa Dewa iblis akan menghancurkan seluruh dunia sihir. " Raja Peri.


Fu Bao mendengar hal itu dengan kepala tertunduk dan sebuah senyum sedikit rumit muncul di wajahnya, lalu ia mengangkat kepalanya kembali seraya menatap orang-orang yang ada didalam tenda:


" Tidak perlu cemas, aku sudah memiliki rencana sendiri, yang perlu kalian lakukan sekarang adalah fokus berperang melawan pasukan iblis, sedangkan untuk Dewa iblis biar aku yang mengurus nya."


Feng Teng orang yang pertama menolak usulan Fu Bao : "Tapi Baoer-- "


Akan tetapi sebelum Feng Teng dapat berbicara Fu Bao terlebih dahulu menghentikan nya :


" Aku adalah utusan Dewa sudah jadi tugas ku melawan Dewa iblis dan kalian semua tidak bisa terus menerus melindungi ku, karena sejak aku menerima indentitas ku sebagai utusan Dewa pencipta cepat atau lambat aku akan melawan Dewa iblis.


Melindungi terus menerus tidak akan membuat perang ini membuahkan hasil, jangan khawatir aku telah lama membuat rencana besar untuk menghadapi Dewa iblis. "


Meskipun Fu Bao telah mengatakan kalau ia memiliki cara untuk menghadapi Dewa iblis, tapi tetap saja, ini tidak bisa membuat Donghua dan yang lain untuk bisa berhenti khawatir.


Entah kenapa mereka selalu memiliki firasat sangat buruk setelah Fu Bao mengatakan kalau ia memiliki cara melawan Dewa iblis.


Suasana di tenda utama saat ini jatuh ke titik beku, tidak ada satupun orang yang mau memulai berbicara untuk memecahkan keheningan di tenda ini.


Raja Peri yang merasakan suasana aneh di tenda segera bangkit dari kursinya untuk undur diri :


" Karena tidak ada lagi yang ingin ku bicarakan padamu, kalau begitu aku pamit undur diri dulu....masih ada yang perlu ku kerjakan. "


" Ya, dan terima kasih karena telah menyampaikan informasi penting ini pada kami " Angguk Fu Bao yang tidak lupa untuk berterima kasih atas penemuan Raja Peri.


Raja Peri mengangkat sudut bibirnya dan berkata: " Sudah seharusnya aku melalukan ini, lagi pula kita sekarang berada di perahu yang sama saat ini, bagaimana mungkin aku membiarkan sebuah lubang muncul di kapal kita. "


Setelah mengatakan itu Raja Peri mengangguk lembut kearah Fu Bao dan berbalik pergi meninggalkan tenda utama.


Disisi lain setelah kepergian Raja Peri, suasana di tenda utama belum juga membaik, semua orang yang ada di sana hanya duduk diam tidak bicara.


Fu Bao mengalihkan pandangannya kearah Tim nya sambil menghela nafas, dia berkata:


" Apa yang kalian khawatirkan? "

__ADS_1


"Baoer, tolong katakan pada kami cara apa yang kau temukan untuk mengatasi Dewa iblis? " Tanya Donghua dengan wajah serius.


"kenapa kalian ingin mengetahuinya? Apa kalian khawatir kalau aku menggunakan cara yang membahayakan hidup ku? " Fu Bao mengatakan itu sambil tersenyum lucu, namun apabila ada orang yang lebih seksama memperhatikan tatapan mata Fu Bao saat ini, mereka pasti akan menemukan ada sesuatu yang rumit dari dalam sana.


Namun Donghua dan yang lain sama sekali tidak memperhatikan keanehan itu, mereka justru kembali bertanya pada Fu Bao dengan nada cemas dan sedikit gelisah :


" Baoer, kau tidak berbohong pada kami kan? tentang kau telah menemukan cara untuk mengalahkan Dewa iblis? "


"Aku benar-benar tidak berbohong, aku memang memiliki cara untuk mengatasi Dewa iblis. " Jawab Fu Bao dengan wajah serius.


" Kalau begitu jelaskan dulu apa rencana mu, biar kami juga bisa membantu mu juga. "


"Aku tidak bisa. " Fu Bao menundukkan kepalanya ketika mengatakan itu.


"Kenapa tidak bisa? "


" Pokoknya tidak bisa, sudah dulu bicaranya hari ini, masih ada yang perlu ku kerjakan, kita akan membicarakannya lain hari lagi. " Fu Bao berbalik meninggalkan tenda.


Tindakan Fu Bao sangat cepat sampai-sampai membuat Donghua dan yang tidak bisa menghentikan Kepergian nya.


"Aku punya firasat buruk tentang hal ini, aku harap ini hanya perasaanku saja. " Ungkap isi hati Long Yan.


" Aku akan mengawasi nya, jangan sampai dia melalukan sesuatu yang membahayakan hidup nya. " Ujar Xiao Nai yang sudah bangkit dari kursinya dan bersiap keluar untuk mengawasi setiap gerak-gerik Fu Bao.


"Aku akan ikut bersamamu. " Kata Fu Heng yang rupanya sudah mengikuti langkah kaki Xiao Nai.


Xiao Nai yang melihat gerakan Fu Heng hanya mengangguk dan berjalan keluar tenda bersama nya.


Sepeninggalnya Xiao Nai dan Fu Heng dari tenda, Donghua tiba-tiba memerintahkan Yuan Yi disamping nya.


"Yuan Yi, jika aku tidak salah ingat kau memiliki kemampuan khusus untuk berbicara pada tumbuhan, bantu aku mematai-matai aktivitas Fu Bao dan beri tahu aku bila kau menemukan keganjilan. "


"Baik. " Yuan Yi mengangguk dan sama sekali tidak menolak perintah Donghua.


Setelah mendengar persetujuan Yuan Yi, Donghua kembali memerintahkan Long Yan dan Feng Teng untuk melindungi Fu Bao setiap saat.


Sedangkan dirinya akan pergi ke wilayah tanah tak bertuhan, untuk melihat kondisi segel Dewa iblis.

__ADS_1


Karena jarak wilayah tanah tak bertuhan tidak begitu jauh dari sini, Donghua hanya memerlukan waktu tiga hari untuk sampai ke sana.


Jadi selama dirinya tidak ada, dia ingin Feng Teng dan yang lain mengawasi dan melindungi Fu Bao.


Sama seperti Long Yan, Donghua juga memiliki firasat buruk tentang rencana yang akan dilakukan Fu Bao.


Dia tidak tahu rencana apa yang sedang Fu Bao buat, tapi tidak peduli apapun rencana itu dia tetap harus menghentikan nya.


Intuisi memberi tahu nya kalau ia tidak menghentikan Fu Bao, maka ia akan menyesali nya.


Bahkan bila perlu dia akan memanggil jiwa Dewa pencipta untuk membantunya dalam menghentikan Fu Bao.


Donghua, Feng Teng, Long Yan, Xiao Nai, Fu Heng dan Yuan Yi, tidak tahu kalau semua yang mereka lakukan sekarang akan sia-sia.


Tidak peduli seberapa keras mereka mencoba menghentikan Fu Bao, itu tidak akan berhasil.


Di tenda Fu Bao.


Fu Bao sedang duduk di meja teh nya, seraya menatap botol obat di tangannya dengan tatapan kosong.


Di samping tangannya juga terdapat belati hitam dan batu misterius.


Fu Bao melihat kearah belati hitam dan batu misterius dengan tatapan rumit serta ragu-ragu.


Setelah lama ragu-ragu Fu Bao akhirnya meletakkan botol di tangannya dan mulai mengambil belati hitam lalu memasangkan nya dengan batu misterius.


Semburan cahaya biru melintas dari kedua benda yang sudah ia satukan.


Cahaya biru begitu menyilaukan, sampai-sampai membuat Fu Bao harus menutup matanya.


Untungnya, Fu Bao memiliki kebiasaan menaruh pesona level tinggi di sekeliling tenda nya.


Jadi tidak ada satupun orang yang melihat keanehan ini.


Bahkan Xiao Nai dan Fu Heng tidak menyadari ada keanehan dari tenda Fu Bao.


Namun keduanya akan jatuh dalam keputusasaan dan penyesalan yang sangat dalam, karena tidak menghentikan gerakan Fu Bao saat ini.

__ADS_1


__ADS_2