
*ps sayang judul nya diganti dari gadis nirwana menjadi' The rebirth of a female assassin ' smg Klian tidak kebrtn(≧▽≦)
bab 6
Fu Bao berjalan ke luar gubuk ,dia membuka pintu dan terlihat rimbun pohon yang memenuhi jalan, Fu Bao tidak menyangka kalau gubuk ini benar-benar sangat terpencil.
Dalam ingatan Fu Bao pemilik asli di adopsi oleh nenek nya , dan nenek juga seorang alchemist itu sebabnya banyak sekali buku-buku yang berkaitan dengan ramuan di gubuk.
Tapi ketika pemilik asli dinyatakan sampah tanpa akar spritual saat tes, neneknya menghilang begitu saja,tidak ada yang tahu kemana nenek pemilik asli pergi, banyak penduduk desa Hou yang mengatakan kalau neneknya membuangnya karena dia seorang sampah tanpa akar spritual bahkan pemilik asli mempercayai nya .
Walaupun begitu pemilik asli tidak membeci neneknya karena ia sudah sangat bersyukur karena neneknya sudah mau merawat nya sampai saat ini.
Jadi dalam keinginan pemilik asli tidak satupun yang berkaitan dengan neneknya.
***
'ada yang aneh!'
Fu Bao melihat sekeliling gubuk jerami ketika ia sudah berada diluar ,gubuk jerami jelas sudah sangat rusak dan hampir rubuh, tapi yang anehnya dalam ingatan pemilik asli gubuk selalu seperti ini bahkan sejak ia kecil.
Tidak sekalipun adanya serangan dari binatang roh dari pegunungan, jelas sekali gubuk ini terletak sangat dekat dengan pegunungan.
Dan yang anehnya rumah penduduk desa Hou yang letaknya puluhan meter dari pegunungan tetap diserang oleh bintang roh yang ada di pegunungan.
"Tuan ada apa?" Tanya Bao Bao.
"Tidak ada.."
Fu Bao melihat sekilas gubuk itu setelah itu ia memalingkan wajahnya dan berjalan menuju hutan di pegunungan.
__ADS_1
Bao Bao tidak mengerti kenapa tuan seperti sedang memikirkan sesuatu yang rumit tapi tidak menjelaskan nya,
'mungkin tuan berpikir menu apa untuk makan malam, bukankah tuan berjanji untuk mencari makanan untuknya ' pikir Bao Bao sambil menjilati bibirnya yang tidak sabar untuk menunggu makan malam dan berlari membuntuti tuan nya yang sudah jauh didepannya.
"Tuan kita akan pergi ke gunung?"
"Hmm" jawab Fu Bao
"Tapi tuan dengan kekuatanmu sekarang akan sangat sulit bila kita bertemu binatang roh...." Bao Bao menarik lengan tuanya dengan nada cemas.
"Kenapa kita tidak berlatih dulu!? sampai tuan sedikit lebih kuat setidaknya..." Lanjut Bao Bao.
Fu Bao tersenyum tipis dengan nada suara misterius dia berkata" Aku memiliki caranya, jadi jangan khawatir.."
"Ah?"
Bao Bao bingung dengan perkataan tuanya, tapi walau begitu Bao Bao Hanya bisa mengikuti tuanya sambil berharap tidak ada bintang roh yang kuat yang akan menyerang mereka nanti.
Desir--
Sebuah panah api tiba-tiba menyerang nya, Fu Bao dengan gerakan gesit dan lincah Segera menghindari serangan panah angin.
"Tuan!" Bao Bao teriak terkejut.
"Bao Bao menyingkir lah dan berlindung di pohon besar dibelakang ku..." Suara dingin Fu Bao memerintahkan Bao Bao.
Bao Bao tidak tahu apa yang sedang tuan nya rencana kan,tapi Bao Bao bisa melihat kepercayaan diri tuan nya tanpa menunggu lebih lama Bao Bao segera berlari ke arah pohon yang ditunjuk tuanya.
Dan bersembunyi di balik pohon itu,dengan tubuh kecilnya tersembunyi sepenuhnya di balik pohon. kepala Bao Bao terlihat mencuat dari balik pohon.
__ADS_1
Mata Bao Bao menatap rasa penasaran ke arah tuan nya.
Fu Bao melirik Bao Bao yang telah bersembunyi, dan matanya kembali ke arah panah api yang menyerangnya tadi.
Dengan senyum sarkasme, dan dengan tangan dipunggung, dia berkata.
"Seekor tikus yang bahkan tidak berani memperlihatkan wujudnya berani menyerang ku " sinis Fu Bao.
Desir--
Tiga panah api menyerang kembali kali ini target nya adalah kepala Fu Bao.
Fu Bao masih terlihat sangat santai dia memiringkan kepalanya, dan tiga panah angin berhasil ia lewatkan.
Ledakan--
Ledakan terdengar di telinga dan mata Fu Bao berkilat dingin saat panah api itu membakar sebagian besar pohon dibelakangnya dan terlihat Bao Bao yang mundur beberapa kebelakang seperti sangat ketakutan.
Rupanya panah api tadi membakar pohon tempat persembunyian Bao Bao jika pohon itu tidak cukup kuat atau level panah angin lebih tinggi, mungkin saja pohon itu akan hancur dan tiga panah api tadi pasti mengenai Bao Bao.
"Masih belum keluar! Baiklah kalau kamu tidak ingin keluar aku yang akan menarik mu keluar" suara tidak sabar Fu Bao sambil menarik belati yang ada di pinggangnya.
Dan berlari menuju ke arah panah api itu berhasal, kecepatan Fu Bao sangat cepat dalam Hitungan detik dia sudah berada didepan orang yang menyerangnya.
Tebasan--
Fu Bao menebas leher orang itu ,Fu Bao tiba-tiba tersenyum tipis saat melihat orang itu menghindari serangan nya dan melangkah mundur untuk menghindari serangan belati nya.
"Ternyata itu kamu!? Tidak sia-sia aku mencari mu....kamu benar-benar sangat-sangat menarik." Ucap Fu Bao sambil tersenyum licik.
__ADS_1
****