
Bab 46
"Bisakah kau berbicara lebih normal? " Fu Bao merinding melihat tingkah laku Donghua yang seperti wanita tidak bersalah yang sedang dilecehkan.
Bahkan ketika Fu Bao menyindir tingkah laku nya Donghua terlihat sama sekali tidak peduli, masih dengan senyum tipis diwajahnya Donghua mengingat kembali Fu Bao: " Karena kita sudah terikat kontrak jiwa, bukankah menurut mu ikatan hubungan kita lebih erat ~ "
Donghua mengatakan itu sembari mendekati wajahnya ke wajah Fu Bao.
"Apa yang sedang kau lakukan menjauh lah dari ku! " Fu Bao dengan Dingin mendorong wajah tampan bak Dewa Yunani dengan kasar sampai membuat Donghua terdorong kembali ketempat duduknya.
Donghua tidak marah malahan tertawa senang seakan menggoda Fu Bao menjadi suatu keharusan bagi nya, terlebih lagi saat dia menggodanya.
Wajah Fu Bao pasti memerah seperti apel yang membuat Donghua ingin menggigit.
"Bisakah kau lebih serius! Tolong katakan padaku Kapan aku menandatangi kontrak jiwa dengan mu? " Pada akhirnya Fu Bao ingat kalau dirinya sedang berbicara tentang kontrak jiwa yang dikatakan Donghua padanya barusan.
"Mau kue? " Donghua tersenyum dan menyodorkan sebuah piring yang berisi kue kearah Fu Bao.
Bibir berkedut dan menunduk kepalanya menatap piring kue, Fu Bao sangat bertanya-tanya apa keputusan nya menjadi pria dihadapannya menjadi gurunya adalah keputusan benar?
Lihat saja ini, belum beberapa menit pria didepannya tidak pernah sekalipun menanggapi pertanyaan dengan serius, bahkan sempat-sempatnya dia makan kue dengan santai tanpa memikirkan dirinya yang sakit kepala yang tiba-tiba diberitahukan kalau ia terikat kontrak dengan nya.
Fu Bao: "Tidak."
"Jangan terlalu serius kita bisa membicarakan secara perlahan-lahan ~" ucap Donghua sambil menggigit kue yang ada di tangannya.
Fu Bao mengusap kepalanya yang sakit : " Apa kau tidak ingin memberi tahu ku Kapan aku menandatangi kontrak jiwa dengan mu? "
"Tidak. ini aku akan memberitahu mu , tapi setelah aku menghabiskan kue ini....mau? "
__ADS_1
"Tidak perlu, segera habiskan kue mu" Fu Bao melambaikan tangannya menyuruh lekas menghabiskan kue nya lalu kembali topik serius dengan nya.
Fu Bao tidak ingin melihat tampilan Donghua yang sedang memakan kue jadi dia dengan acuh tak acuh memalingkan wajahnya.
Disisi lain Donghua sama sekali tidak peduli dengan tindakan Fu Bao yang mengacuhkan nya, dia dengan gerakan anggun menghabiskan kue secara perlahan-lahan.
Sebenarnya yang tidak diketahui Fu Bao adalah semua tindakan konyol dilakukan Donghua dibuat untuk menggoda Fu Bao...
Donghua bisa merasa kesenangan aneh di lubuk hatinya ketika melihat wajah Fu Bao memerah marah...
Lagi pula tidak mungkin Donghua raja mayat ingin memakan sesuatu yang manis seperti kue, sejujurnya Donghua tidak ingin memakan kue yang ada di tangannya.
Tapi....
Melihat keluhan terlihat jelas terpampang di wajah Fu Bao, membuat senyum di hati Donghua semakin meningkat.
Pernah kalian bayangkan seorang raja Mayat yang terkenal kejam dan dingin, bahkan memiliki sebutan sebagai Hades sekarang terlihat seperti pria nakal yang hobinya menggoda dan meledek wanita.
"Uhuuk..." Donghua dengan batuk palsu mencoba menarik perhatian Fu Bao.
Sayangnya Fu Bao bahkan tidak sedikitpun menengok ke arah Donghua, dia juga dengan cueknya menutup mata pura-pura tidak dengar.
Menyadari bahwa Fu Bao benar-benar marah padanya, Donghua sedikit tersadar kalau wajah Fu Bao yang marah sekarang terlihat lebih menggemaskan.
Donghua menopang dagunya dan menatap wajah Fu Bao tanpa berkedip.
Beberapa menit telah berlalu...
Sejak Fu Bao mengacuhkan Donghua, Fu Bao masih dengan posisi sama duduk di kursinya sambil memunggungi Donghua, matanya tertutup seolah-olah dirinya sedang tidur.
__ADS_1
Tapi Donghua tahu kalau Fu Bao sama sekali tidak tidur, Fu Bao hanya tidak ingin peduli padanya lagi makanya dia melakukan itu.
"Uhuuk.. uhuuk.." Donghua terus berpura-pura batuk sambil memperhatikan setiap perubahan diwajah Fu Bao.
Dan benar saja Donghua melihat Fu Bao mengerutkan keningnya dan kelopak matanya mulai bergerak seperti akan terbuka.
Fu Bao membuka matanya dan menatap Donghua dengan wajah Dingin: "......"
Donghua: " Apa murid kesayangan ku masih ingin mendengar tentang bagaimana kau menandatangani kontrak jiwa dengan ku? "
Fu Bao: "……"
Donghua Akhirnya berhenti menggoda Fu Bao, dia berkata: " Apa kau ingat dengan batu ungu yang kau ambil di dalam sungai? "
Fu Bao : "…!?"
Donghua menyesap teh di cangkirnya dan melanjutkan perkataan nya: " Batu ungu itu bukanlah batu biasa, melainkan batu Amethyst yang diubah dari energi kuno yang bisa menyimpan jiwa didalamnya. "
"Jiwa tersimpan di batu Amethyst akan membuat jiwa itu lebih kokoh dan tidak menghilangkan, batu Amethyst ini juga memiliki kegunaan yang lain seperti waktu disini berjalan lebih cepat dari pada diluar, energi spiritual yang melimpah, tanah yang subur dan ruang Portobel yang bisa dibawah kemana-mana cara kerja sama seperti cincin penyimpan dan tas penyimpan, jadi kerja nya tidak jauh beda cuman ruang di batu Amethyst ribuan kali lebih besar dan luas dari cincin penyimpan" Donghua selesai menjelaskan tentang bagaimana Fu Bao sampai bisa menandatangani kontrak jiwa dengan nya, dan dia juga menjelaskan Tentang batu Amethyst yang rupanya adalah ruang Portobel yang telah lama hilang.
Fu Bao akhirnya mau berbicara dengan Donghua lagi : " Apa karena aku meneteskan darah di batu Amethyst jadi kita terikat kontrak jiwa? "
Donghua: " Iya,kau tidak hanya membuat ku terikat kontrak jiwa , tapi juga membangunkan ku dari tidur panjang..."
Fu Bao menatap mata ungu Donghua yang mirip dengan warna Batu Amethyst, warna ungu alami yang indah yang membuat Fu Bao terpesona.
Fu Bao tidak tahu kenapa merasa batu Amethyst tidak hanya memiliki kegunaan yang dikatakan Donghua, tapi dia merasa ada sesuatu yang sengaja Donghua lewatkan.
Fu Bao tidak tahu apa itu, yang jelas Fu Bao harus mengakui kalau dirinya harus terikat dengan orang dihadapan seumur hidup,itu benar kontrak jiwa bukanlah kontrak pada umumnya.
__ADS_1
Kontrak jiwa terbilang sangat sulit dan tabu , kontrak jiwa juga merupakan kontrak terlarang yang digunakan oleh para pembudidaya tidak peduli apa itu alasan karena orang terikat dengan kontrak ini akan saling bergantung seumur hidup.
Jika salah satu diantara mereka mengkhianati satu sama lain maka orang itu akan di bunuh, tidak hanya itu kontrak jiwa membuat orang yang terikat akan saling hidup semati, jika salah satu diantara mereka terluka atau mati maka yang lain juga terimbas.