
Bab 90
Bai Zhe melihat perhatian orang-orang disekitar kepada anggota keluarga nya.
Bai Zhe tahu kalau ia harus segera menyerahkan hasil yang ia dapatkan dari segerombolan singa api.
Lagipula banyak pasang mata yang mengawasi perbuatan mereka barusan kalau mereka mengelak sekarang bisa-bisa keluarga mereka mendapatkan masalah.
Tim keluarga Bai maju dan mendekati Tim Fu dan menyerahkan sebuah kota berisikan kristal api yang mereka dapatkan dari segerombolan singa api.
Sebelum memberikan kepada Fu Bao Bai Zhe berkata :
"Kuharap kau tidak menyesali nya" Bai Zhe melemparkan kotak ditangan nya kepada Fu Bao.
Lalu dia berbalik bersama keluarga Bai lain, tapi Fu Bao maupun Xiao Nai bisa mendengar pembicaraan Tim keluarga Bai tentang mereka.
"Kakak! Kenapa kakak memberi mereka kristal itu? Jelas kami lebih dulu yang mengambil nya hump!" Bai Linger menatap Bai Zhe dengan ekspresi cemberut.
Bai Zhe hanya tersenyum dan mengusap kepala adik nya dan berkata :
"Jangan khawatir masih belum terlambat bagi kita untuk membalas dendam"
Bai Linger memiringkan kepalanya bingung dan matanya berbinar-binar ketika memikirkan sesuatu.
Dengan mata penuh bintang nya Bai Linger menatap kakaknya " kakak--"
"Sstt! " Bai Zhe menaruh jarinya di bibir nya untuk mengisyaratkan kepada adik nya untuk tidak berbicara lagi.
Bai Linger mengangguk mengerti dengan isyarat kakak nya dan tidak berbicara lagi , tapi didalam hatinya sudah tidak sabar lagi untuk membalas dendam pada Fu Bao.
Seperti yang diketahui Bai Linger memiliki permusuhan terhadap Fu Bao sejak kali bertemu.
Entah kenapa dia merasa Fu Bao akan merebut sesuatu yang penting dari hidup nya...Bai Linger yang sombong selalu merebut sesuatu dari orang lain tidak mungkin memiliki perasaan baik bila sesuatu yang diinginkan direbut oleh orang lain.
Jadi ketika Bai Linger mengetahui rencana kakak nya dia sangat bahagia.
Dia sudah tidak sabar keluar dari Alam rahasia untuk memberi Fu Bao pelajaran.
Disisi Fu Bao sendiri tidak tahu kalau Tim keluarga Bai sedang membuat rencana balas dendam setelah keluar Alam rahasia.
__ADS_1
Bahkan jika dia tahu Fu Bao sama sekali tidak peduli karena baginya selama Tim keluarga Bai tidak menggangu rencana maka dia tidak terlalu berurusan dengan mereka.
Sekarang Fu Bao, Bao dan dan Xiao Nai sedang berencana menjelajahi bagian Alam rahasia lain yang belum mereka masuki.
Lagipula masih ada setengah bulan lagi sebelum penutupan Alam rahasia mereka bertiga tentu saja tidak ingin membuang banyak waktu disini.
Mereka bertiga segera bergegas meninggalkan Padang rumput yang mana arah mereka tuju merupakan arah yang sama dengan Tim keluarga Bai baru saja pergi.
.....
Fu Bao beristirahat di pohon besar sedangkan Xiao Nai sedang membuat makanan dengan ikan yang baru saja ia tangkap di sungai tidak jauh dari tempat mereka beristirahat sekarang.
Disisi lain Bao Bao sedang membuka isi kotak kayu yang diberikan oleh Tim keluarga Bai.
"Wow! Tuan ini kristal api!" Seru gembira Bao Bao membangun Fu Bao yang sedang beristirahat di pohon besar.
Mata Fu Bao terbuka dan melirik ke arah kotak kayu yang dipegang Bao Bao dan melihat didalam kotak itu terdapat kristal merah dengan cahaya sedikit keemasan.
Fu Bao juga merasakan adanya energi spiritual api yang murni di dalamnya.
"Coba berikan padaku.."
Bao Bao bangun dan berjalan ke arah tuan lalu memberikan kotak kayu kepadanya.
"Tuan cepat serap! " Ucap Bao Bao penuh semangat.
"Apa ini tidak akan berbahaya? Seperti kemurnian api disini melebihi 50% " ucap Fu Bao setelah melihat isi kristal api dengan Indra spritual nya.
Xiao Nai mendekati Fu Bao dan mengambil kristal api dari tangan nya setelah memeriksa tidak ada energi spiritual yang berbahaya didalamnya jadi ia mengembalikan kristal api kepada Fu Bao dan berkata :
"Jangan khawatir itu hal baik kau bisa menyerap energi di dalam dengan nyaman"
"Apa benar ini hal baik? " Tanya Fu Bao masih dengan ekspresi tidak percaya.
Sudut bibir Xiao Nai terangkat dan berkata kepada Fu Bao nada suara pesona dingin dan dewasa " percayalah padaku...aku akan melindungi mu apabila sesuatu yang buruk terjadi padamu"
Fu Bao menundukkan kepalanya ragu dan akhirnya dia memutuskan untuk menyerap nya.
"Aku akan menyerap nya "
__ADS_1
Xiao Nai mengangguk dan berkata: "berkultivasi lah dengan nyaman...aku disini menjaga mu "
"Terima kasih "
Xiao Nai hanya menggeleng kepala untuk mengisyaratkan kalau itu bukanlah masalah besar.
Lagipula sudah kewajiban nya melindungi Fu Bao dari setiap bahaya yang menghantuinya.
Fu Bao menarik nafas dalam-dalam dan mulai masuk kedalam keadaan Kultivasi sambil ditangan nya menggenggam kristal api ditangan nya.
Dia dengan perlahan-lahan menyerap bintik-bintik merah di dalam kristal api hingga tidak ada lagi yang tersisa di dalamnya.
Disaat bersamaan Fu Bao berhasil menyerap energi api di kristal api.
Kristal merah di tangannya mulai berubah menjadi kusam dan semerah sebelumnya dan orang lain yang melihat nya bisa mengetahui kalau energi spritual api yang ada di dalam nya perlahan-lahan mulai menghilang.
Dan hilangnya energi spiritual api di kristal api juga menyebabkan kristal itu berubah menjadi hancur lebur seakan kehilangan kekuatan penopang.
Disini Xiao Nai dan Bao Bao tidak menganggu Kultivasi Fu Bao malahan mereka berdua juga ikut berkultivasi bersama Fu Bao.
Tapi mungkin sesekali Xiao Nai akan terbangun dari masa Kultivasi nya untuk melihat keadaan Fu Bao dan apabila dia menemukan keadaan Fu Bao tidak beres.
Dia akan segera menghampiri nya dan hal ini terjadi beberapa kali sehingga Xiao Nai akhirnya menyerah untuk berkultivasi lagi karena dirinya benar-benar tidak bisa fokus sekarang.
Semua pikiran nya sekarang tertuju pada sosok Fu Bao dia takut sedikit kelalaian nya akan melukai Fu Bao.
Karena Xiao Nai tidak bisa berfokus Kultivasi kini dia hanya bisa menatap Fu Bao dengan mata dingin namun memiliki kasih sayang yang tersembunyi di dalamnya.
Dalam hidup Xiao Nai tidak terpikirkan satu kali pun kalau ia akan rela bertekuk lutut untuk seseorang.
Karena baginya tidak ada satupun di dunia yang bisa membuat bertekuk lutut.
Namun kemunculan tiba-tiba Fu Bao membawa banyak perubahan dalam hidupnya yang terkadang membuat nya sangat tidak terbiasa.
Awalnya dia hanya ingin mengucapkan terima kasih atas penyelamatan Fu Bao, tapi apa yang tidak dia duga ia memiliki keterikatan dalam hatinya saat melihat Fu Bao.
Xiao Nai memiliki perasaan sangat aneh saat pertama kali melihat Fu Bao di air terjun.
Melihat seorang gadis dengan topeng Phoenix sedang menikmati rendaman dari air terjun dengan sangat nyaman
__ADS_1
Tidak tahu kenapa Xiao Nai yang melihat memiliki perasaan rileks saat melihat nya sampai-sampai dia melakukan sebuah tindakan yang tidak pernah dia lakukan seumur hidupnya.
Yaitu meminta bantuan pada seorang gadis kecil yang umurnya mungkin tidak setengah dari umurnya.