The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 118 Aku diusir?


__ADS_3

Bab 118


"Hei! " Fu Bao melambaikan tangannya di depan Feng Teng yang termenung.


Feng Teng yang sedang termenung sadar dan tersenyum saat melihat tangan mungil yang terus melambai-lambai di depan matanya.


"Apa kau sadar? Sekarang bisa kau jelaskan apa tujuan mu mendatangi ku? Tolong jangan katakan lagi kalau mendatangiku karena tertarik padaku! Aku tidak akan mempercayai omong kosong seperti itu "


Feng Teng terkekeh kecil melihat Fu Bao dengan sepasang mata menawan nya:


"Aku tidak berbohong, aku memang tertarik padamu"


Fu Bao memutar matanya kesal setelah mendengar alasan sama lagi dengan nada sedikit ancaman Fu Bao Kembali berkata:


"Jika kau masih tidak ingin mengatakan nya, baiklah aku tidak lagi peduli...tolong segera pergi dari sini! tempat ku bukan tempat penampungan orang gila seperti mu!"


Senyum Feng Teng turun saat melihat ekspresi wajah Fu Bao yang kali ini benar-benar marah, dia tidak lagi bermaksud menggoda Fu Bao.


Dia mulai menjelaskan alasan kedatangan nya dengan wajah serius.


"Pertama-tama mari kita perkenalan dulu, nama ku Feng Teng" Ucap Feng Teng tersenyum tipis sambil mengulurkan tangannya kepada Fu Bao.


Namun sayang Fu Bao sama sekali tidak peduli dengan uluran tangan Feng Teng, dia justru bertanya dengan heran..


"Feng Teng? Bukankah marga mu Murong? "


Feng Teng tertegun sejenak saat mendengar marga Murong dari mulut Fu Bao.


"Ternyata kau tahu siapa aku rupanya? "


"Tentu saja aku tahu, apa menurutmu aku buta dan pikun jelas aku baru bertemu dengan mu beberapa bulan yang lalu jadi bagaimana mungkin aku lupa" Kata Fu Bao sambil menatap Feng Teng aneh.


Tapi Fu Bao tidak tahu justru dialah yang aneh di mata Feng Teng.


Kenapa?


Itu karena Feng Teng sendiri memiliki kemampuan khusus yang merupakan salah satu kemampuan unik Orc Phoenix.


Yang mana kemampuan nya akan membuat orang akan melupakan penampilan secara tidak sadar jadi tidak heran bila tidak ada satupun orang di Benua Qilin dapat mengingat jelas penampilan nya.


Mereka hanya samar-samar ingat kalau rupanya sangat rupawan jadi meskipun banyak gadis di kalangan atas yang jatuh hati padanya.


Pada dasarnya mereka tidak begitu ingat jelas penampilan nya seperti contohnya Bai Linger yang pernah mengatakan pada dunia kalau ia jatuh hati padanya.


Sejujurnya di dalam ingatan Bai Linger sendiri pasti tidak begitu ingat penampilan nya mungkin dia akan samar-samar merasakan kalau rupa sangat tampan dan memiliki Aura kuat.


Itu sebabnya Feng Teng tidak pernah percaya pada omong kosong seperti itu karena dia sendiri tahu tidak ada orang di benua Qilin ini yang dapat melihat penampilan aslinya.


Akan tetapi...

__ADS_1


Feng Teng bertemu satu sosok yang istimewa yaitu Fu Bao.


"Kau benar-benar sangat sepesial" Gumam Feng Teng.


"Apa yang sedang kau gumam kan? " Tanya Fu Bao sambil mengerutkan kening.


"Bukankah apa-apa hanya saja aku tiba-tiba berpikir kalau kau lebih menarik daripada yang ku bayangkan, aku sungguh-sungguh tidak tahu kejutan apa lagi yang akan kau perlihatkan padaku" Kata Feng Teng misterius.


"Dasar tidak waras! " Cibir Fu Bao.


"Oke mari berhenti bercanda, tujuan sebenarnya aku mendatangi mu adalah untuk mencari tahu apa kau benar-benar orang yang dikatakan oleh panutua ku, tapi seperti itu tidak perlu lagi karena aku telah mengetahuinya."


"???" Fu Bao terlihat semakin bingung.


Melihat kebingungan Fu Bao semakin jelas Feng Teng mulai menceritakan kisah dari awal sampai akhir, tapi sebelum itu dia terlebih dahulu memasang ratusan pesona dan penghalang agar tidak ada orang yang menguping pembicaraan mereka berdua.


Setengah jam berlalu Fu Bao akhir nya bisa mengerti alasan kedatangan Feng Teng.


Ini tidak lebih membantunya melepaskan sebuah kutukan yang tertanam di tubuh Phoenix nya selama ratusan, Feng Teng juga memberi tahukan nya kalau ia adalah orang yang dapat membebaskan kutukan itu.


Sejujurnya saat Fu Bao mendengar cerita Feng Teng, dia telah mengetahui satu hal kalau Feng Teng adalah orang yang ia cari.


Meskipun Fu Bao masih menebak-nebak apa benar Feng Teng adalah orang ia cari, dia masih belum tahu.


Untuk itu Fu Bao harus membantu Feng Teng untuk bisa lepas dari kutukan.


Akan tetapi Fu Bao sedikit ragu apa ia benar-benar orang yang di cari Feng Teng, bagaimana kalau bukan dia orang dicari Feng Teng sebenarnya.


"Apa kau yakin aku orang yang kau cari? Bagaimana kalau kau salah orang? Aku tidak ingin di bunuh karena mengetahui rahasia besar mu" Kata Fu Bao pura-pura takut.


Feng Teng terkekeh kecil saat mendengar pertanyaan Fu Bao:


"Hal tidak akan terjadi jadi kau tidak perlu terlalu khawatir." jawab Feng Teng pasti.


"Bagaimana mungkin kau begitu yakin? " Tanya heran Fu Bao saat melihat keyakinan Feng Teng.


"Karena ini." Feng Teng menunjukkan bagian jantungnya.


Fu Bao: "???"


"Semenjak ratusan tahun bagian sini tidak pernah sekalipun berdetak kencang seperti saat ini, panutua ku pernah berkata bila jantung ku berdetak kencang untuk seseorang maka orang itulah orang yang ku cari selama ini


Jika kau tidak percaya kau bisa merasakannya" Feng Teng mengambil tangan Fu Bao dan meletakkan tepat di bagian jantungnya.


Disisi lain Fu Bao bisa merasakan detak jantung Feng Teng yang sangat kencang.


"Ahem! Baiklah aku mempercayai mu jadi apa yang bisa aku bantu" Fu Bao menarik tangannya dari cengkeraman Feng Teng dan bergerak sedikit menjauh dari sisi nya.


" Apa sekarang mempercayai ku? "

__ADS_1


"Hmm."


"Tapi bukankah barusan kau tidak mempercayai omongan ku? "


"Cukup! Apa kau masih ingin ku bantu?! " Peringat Fu Bao.


"Aku kan hanya bertanya tidak perlu terlalu galak seperti itu" Feng Teng cemberut.


Bibir Fu Bao kejang-kejang saat melihat penampilan cemberut Feng Teng yang sama sekali tidak cocok dengan wajah mendominasi nya.


Dengan tidak berdaya Fu Bao mencoba mengalihkan perhatian Feng Teng dengan bertanya:


"Jadi kapan waktu tepat aku bisa membantu mu?"


"Sekarang juga bisa! " Ucap Feng Teng dengan nada penuh semangat.


"Tidak sekarang."


"Kenapa? "


Jelas sekali Feng Teng tidak mengerti kenapa Fu Bao tidak bisa pergi sekarang.


"Karena aku akan istirahat."


"Hah?"


"Ini sudah tengah malam tolong Tuan Feng, jadi bisa kau segera pergi dari kamar ku." Ucap Fu Bao sambil tersenyum munafik.


"Tapi aku--"


Brak--


Sebelum sempat Feng Teng berbicara dia telah di usir dari kamar Fu Bao dengan kasar.


"Aku di usir?"


"Ahem! Sepertinya begitu Tuan... Apaaa perlu ku dobrak kembali pintunya? " Tanya Si Yin yang tiba-tiba muncul di sisi Feng Teng.


"Lupakan, lagi pula ini sudah malam...ayo kita pergi"


Senyum di wajah Feng Teng masih belum menghilang bahkan setelah ia di usir Fu Bao.


Feng Teng sekarang berada didalam suasana hati yang sangat baik.


Namun Feng Teng tidak tahu kalau bawahan nya Si Yin hampir membunuh nya setelah melihat perilaku aneh Tuan nya.


Si Yin mungkin berpikir kalau Feng Teng telah dirasuki sesuatu atau diganti orang lain.


Karena biasa Feng Teng tidak pernah sekalipun membuat ekspresi seperti itu.

__ADS_1


Ekspresi seolah-olah Feng Teng sedang jatuh cinta.


Ini hampir saja membuat Si Yin melakukan kesalahan.


__ADS_2