The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 152 Kematian Long Yan


__ADS_3

 


"Tidak, Fu Heng! " Fu Bao berseru secara naluriah, saat melihat Fu Heng diserang dari belakang oleh Karayan.


Fu Bao ingin menghentikan gerakan Karayan untuk melukai Fu Heng dan ingin segera berlari keluar dari Formasi iblis untuk menyelamatkan Fu Heng.


Tapi langkahnya harus terhenti oleh Fu Heng yang rupanya telah memperhatikan setiap gerakan Fu Bao dari tadi.


Menyadari tindakan apa yang ingin dilakukan Fu Bao, Fu Heng segera berteriak keras kearah nya sambil menahan lukanya yang baru saja di tusuk Karayan.


"Baoer, jangan keluar! "


Gerakan Fu Bao yang ingin keluar terhenti dan menatap Fu Heng di luar formasi yang sedang menopang lukanya sambil terus menerus melawan gerakan pembunuh Karayan.


Bahkan setelah nyawa nya dalam bahaya Fu Heng tidak lupa untuk selalu memperhatikan gerakan Fu Bao agar tidak keluar dari formasi iblis.


Disisi lain Long Yan yang sedang bertarung melawan Dewa iblis juga memperhatikan gerakan Fu Bao yang akan keluar dari formasi iblis lagi.


Menyadari hal itu, Long Yan melakukan hal sama seperti yang dilakukan Fu Heng tadi yaitu menghentikan Fu Bao untuk keluar dari Formasi iblis.


Karena mereka berdua tahu, apa yang sebenarnya diinginkan Dewa iblis adalah membiarkan Fu Bao untuk melangkah keluar dari formasi iblis dengan kaki nya sendiri.


Dengan itu maka semua apa yang dilakukan Fu Bao tadi akan sia-sia dan bahkan lebih buruknya nyawa Fu Bao akan dalam bahaya.


Bagaimana mungkin Fu Heng dan Long Yan membiarkan kekasih mereka untuk berada situasi bahaya.


"Jangan keluar, Baoer! Kami tidak apa-apa, lanjutkan saja penghancuran Formasi iblis! jangan biarkan usaha mu sebelumnya menjadi sia-sia! "


Fu Bao yang mendengar teriakkan Fu Heng dan Long Yan hanya bisa kembali duduk di tengah formasi lagi sambil berusaha keras lebih cepat untuk menghancurkan formasi.


Agar bisa cepat-cepat membantu Fu Heng dan Long Yan di luar formasi.


Fu Bao dengan gila-gilanya menuang setengah kekuatan spiritual kedalam formasi iblis.


Retakan mulai muncul di formasi iblis yang awalnya kokoh, bahkan gerakannya untuk menghisap kekuatan hidup makhluk hidup mulai melambat karena retakan itu.


Mata Canghe yang ada di atas langit menyipit saat melihat formasi nya mulai menunjukkan tanda-tanda kehancuran.

__ADS_1


Niat membunuh kian memuncak di kedua mata merah darah nya dan gerakannya dalam menyerang Long Yan semakin bengis dan tak terkendali.


Pertarungan di medan perang semakin memanas sejak kemunculan Dewa iblis dan Karayan.


Di ribuan mil jauhnya, Feng Teng dan pemimpin ras lain sekarang sedang bergerak cepat ke titik lokasi Fu Bao setelah melihat kemunculan tiba-tiba Dewa iblis tadi.


Mereka semua ingin cepat menghampiri Fu Bao dan yang lain, untuk membantu melawan Dewa iblis dan Karayan.


kembali sisi Fu Bao dan yang lain lagi...


Fu Bao membuka matanya lagi dengan senyum bahagia setelah lama berhasil menghancurkan sepenuh nya formasi iblis yang di buat Canghe susah payah.


Akan tetapi matanya membeku, saat melihat apa yang ada di depannya.


Dia melihat dengan kedua matanya sendiri bagaimana tubuh kokoh Long Yan jatuh dari langit akibat serangan kejam Canghe.


BRUK!!


Darah merah segar mengalir dari tubuh Long Yan yang jatuh dari langit.


Warna merah itu menstimulasi Fu Bao yang akhirnya tersadar: " Long Yan!! "


"Tidak... tidak.... kumohon tidak! Long Yan...Ayan tolong jangan tinggalkan aku....ku mohon....ku mohon... Aaaaaa! " Fu Bao memeluk mayat Long Yan histeris saat menemukan kekasih nya tidak lagi bernyawa.


Keheningan sesaat terjadi di medan perang karena teriakan Fu Bao.


Fu Heng yang sedang bertarung dengan Karayan langsung terhenti saat mendengar teriakkan Fu Bao.


Karayan yang melihat gangguan Fu Heng segera mengambil kesempatan itu untuk menyerang nya, namun gerakan mematikan terhenti karena tertahan oleh pesona yang tiba-tiba muncul di sekeliling Fu Heng.


Sebelum Karayan bisa memahami apa yang sedang terjadi, sayap putih besar muncul di pandangan nya.


Karayan mengangkat kepalanya dan menatap malaikat putih di atas langit dengan tatapan terkejut.


"Karayan, akulah orang yang akan kau lawan sekarang. " Lu Yi mengepakkan sayap putihnya ke arah Karayan dan mulai melakukan serang pembunuh.


Fu Heng di samping yang melihat kemunculan mendadak Lu Yi segera mengambil kesempatan itu pergi ke sisi Fu Bao.

__ADS_1


"Baoer! " Fu Heng yang berlari ke sisi Fu Bao menyadari ada sesuatu yang aneh dengan kondisi kekasihnya.


Tapi setelah mata nya melihat tubuh Long Yan yang sedang berbaring tak bernyawa di pangkuan Fu Bao, dia langsung menyadari apa yang aneh.


"Ini...." Fu Heng tidak mempercayai Pria kuat dan mendominasi yang baru saja ia temui kini berbaring tak bernyawa di pelukan kekasihnya.


Fu Bao sama sekali tidak memperhatikan kemunculan Fu Heng di sampingnya, dia sekarang sedang memeluk mayat Long Yan dengan tatapan kosong seolah jiwanya telah menghilang dari tubuhnya.


Tapi mulutnya terus menerus menggumam kan sesuatu kepada Long Yan yang tidak lagi bisa bangun :


" Kau berjanji untuk melindungi ku seumur hidupmu kan? Tapi kenapa? Kenapa kau melanggar janji mu sendiri dengan meninggalkan aku seperti ini!


Kenapa? kenapa!? Kenapa kau pergi begitu saja meninggalkan ku! Aku seharusnya tidak membiarkan mu terlibat dengan ku sejak awal...." Fu Bao memeluk erat tubuh Long Yan dengan penuh kesedihan karena kehilangan salah satu kekasihnya.


Feng Teng dan pemimpin ras lain yang baru saja sampai, melihat pemandangan tragis ini dengan perasaan sedih.


Feng Teng ingin melangkah maju untuk menghibur Fu Bao, tapi saat melihat sosok Change di atas langit ia mengurungkan niatnya untuk pergi sisi Fu Bao dan justru berbalik arah terbang ke langit untuk melawan Dewa iblis.


Menyadari tindakan Feng Teng, semua pemimpin ras lain segera mengikuti langkahnya untuk menyerang Dewa iblis meskipun mereka tahu hasilnya nihil.


Karena kemunculan Lu Yi dan Pasukan besar Feng Teng situasi di medan perang menjadi terbalik yang tadinya iblis yang berada di posisi dominan kini berubah menjadi posisi pasif.


Saat petarung di langit dan di darat semakin sengit.


Tatapan Fu Bao yang sedang memeluk tubuh Long Yan perlahan-lahan berubah menjadi penuh tekad dan keputusan.


Dengan mata yang dipenuhi air matanya ia menatap orang-orang di sekelilingnya yang sedang melindungi dirinya dari semua serangan iblis tanpa sedikitpun rasa takut di wajah mereka.


' Aku tidak akan bisa merubah apapun. ' Inilah yang Fu Bao sadari saat melihat bagaimana Long Yan terbunuh didepan matanya.


Fu Bao Kembali menunduk kepalanya dan menatap wajah Long Yan dengan senyum sedih dan pahit.


Ia menunduk kepalanya untuk mencium bibir Long Yan dengan sangat lembut.


Bersamaan saat bibirnya saling bertemu, sebuah Pill keemasan keluar dari mulut Fu Bao dan meluncur masuk kedalam tenggorokan Long Yan.


"Seperti ramalan patriak Qi Feng benar. " Fu Bao terkekeh sedih " Aku memang membutuhkan Pill ini. "

__ADS_1


Fu Bao sangat bersyukur karena tidak memberikan Pill ini untuk Patriak Qi Feng, dia tidak bisa membayangkan bagaimana nasibnya bila Pill penyelamat Dewa ini tidak.


Mungkin dia akan kehilangan Long Yan untuk selama nya.


__ADS_2