
Bab 22
" Ayo kita pergi"
Mereka berdua berjalan masuk ke lorong saat mereka masuk pintu masuk lorong tertutup dan dalam seketika cahaya diruang menghilang.
Kegelapan membutakan mata Fu Bao dan ia mengeluhkan hal ini kepada pria disampingnya " ini sangat gelap..."
" Bersabarlah sepertinya kita hampir sampai di tujuan" suara dingin pria menenangkan Fu Bao.
"Berapa lama lagi? " Tanya Fu Bao.
"Sebentar lagi"
Dan benar saja mereka sampai di ujung lorong dan disana mereka kembali memulih kan penglihatan mereka.
"Uh, apa kita sudah sampai? " Tanya Fu Bao dengan memejamkan matanya beberapa kali untuk membiasakan cahaya yang tiba-tiba masuk ke matanya.
" Aku rasa begitu. " Ucap Fu Heng sedikit ragu.
Mendengar keraguan pria disampingnya, Fu Bao langsung melihat sekeliling dan menemukan ada kolam air kecil ditengah ruangan.
Fu Bao berjalan ke arah kolam untuk melihat lebih dekat, tapi saat ia ingin mendekat Fu Bao mendapati dirinya tidak bisa maju segera ia melihat kebelakang dan melihat tangannya masih memegang tangan pria dingin yang menatap dengan sedikit senyuman dimatanya.
"Uhuk..uhuk..maaf aku lupa kalau masih memegang tangan mu. " ucap Fu Bao sambil melepaskan tangan dengan malu.
Setelah melepaskan tangan Fu Heng, Fu Bao berlari menuju kolam dengan rona merah di wajah nya.
Fu Heng menundukkan kepala dan melihat tangannya dengan senyum tipis jika orang-orang sekte melihat senyuman Fu Heng mungkin mereka akan serangan jantung bagaimana tidak Fu Heng terkenal dengan wajah dingin seperti gunung es yang sulit dicairkan dan kini gunung es ini meleleh memperlihatkan keindahan yang tersembunyi dibalik lapisan es.
Senyuman tipis di wajah Fu Heng menghilang dan kembali ke wajah dingin nya seakan senyum tidak pernah ada, dia berjalan mendekati Fu Bao yang telah berjongkok didekat kolam.
Fu Heng tiba di belakang Fu Bao dengan suara dingin pria bertanya di dekat telinga Fu Bao " apa yang sedang kamu lihat?"
Fu Bao terkejut seketika ia berbalik, tapi karena dirinya berada tepi kolam hal ini menyebabkan ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh, Fu Heng melihat kalau Fu Bao akan terjatuh dengan refleks ia menggapai tangan Fu Bao, tapi sayangnya Fu Heng juga kehilangan keseimbangan karena tarikan kuat Fu Bao.
Fu Bao maupun Fu Heng terjatuh ke kolam.
Byur--
Air Kolam yang tenang segera bergelombang dengan jatuhnya Fu Bao dan Fu Heng menghancurkan ketenangan kolam.
__ADS_1
Fu Heng yang terjatuh ke kolam memeluk tubuh Fu Bao untuk melindunginya.
Saat mereka terjatuh ke kolam mereka berdua merasakan ada hisapan yang sangat kuat dari dasar kolam.
Fu Heng mencoba membuka matanya dan mengendalikan bobot tubuhnya untuk tidak terhisap ke lubang hitam yang ada di dasar kolam.
Tapi sangat di sayangkan Fu Heng maupun Fu Bao tidak bisa menggunakan sihir mereka didalam air seakan ada yang mengehentikan mereka menggunakan sihir.
Fu Heng dan Fu Bao hanya bisa membiarkan diri mereka terhisap ke dalam lubang hitam.
Saat mereka sadar dan membuka mata, mereka menyadari kalau mereka tidak lagi berada di gua Melainkan disebuah hutan.
" Sakit, ngomong-ngomong dimana ini? Apa kita telah keluar dari ilusi" tanya Fu Bao yang melihat kalau mereka berada di hutan walaupun hutan ini sangat berbeda dengan hutan sebelum mereka masuk.
Fu Heng menggosok dahinya dan membuka mata melihat sekitar " Aku tidak tahu" Jawab Fu Heng sambil berdiri dan menepuk pakaian nya.
" Jangan bilang kalau kita masih di dalam ilusi? "
"Seperti nya begitu"
Fu Bao melihat sekeliling dan dia mendapati hutan ini sangat aneh, tanah di sini berwarna hitam pepohonan yang gundul tanpa daun hijau, dengan batang pohon yang hitam gosong.
Fu Bao mengangkat kepalanya dan menatap langit malam yang dihiasi bulan berwarna merah darah.
Fu Heng juga menyadari keanehan lingkungan mereka sekarang tanpa menunggu perkataan Fu Bao, tiba-tiba Fu Heng memejamkan matanya dan menajamkan telinganya,
" hati-hati seperti ada yang mendekati kita!" Ucap Fu Heng tiba-tiba.
" Apa!? "
"Bersiaplah mereka telah sampai di depan !" Fu Heng mengeluarkan pedang nya aura biru es mengelilingi pedang dan mengarahkan ke depan.
Fu Bao pun mengeluarkan belati hitam nya saat melihat ratusan ribu ular hitam mendekati mereka.
Mendesis--
Ratusan ribu ular mengepung Fu Bao dan Fu Heng, mereka berdua saling menempel punggung saling menjaga satu sama lain.
Fu Heng mengangkat pedang nya dan menebas ular yang menyerang nya, Fu Bao pun sama ia melompat dengan lincah dan memotong ular yang melompat ke arah nya.
Fu Heng membekukan ular dengan sihirnya dan Fu Bao bertugas menghancurkan ular yang membeku.. mereka berdua bekerja sama dengan sempurna bahkan ketika salah satu diantara mereka diserang ular yang lain Segera melindunginya dengan sigap.
__ADS_1
Fu Bao dan Fu Heng terus membunuh ular hitam yang tidak habis nya tanpa lelah.
Memotong--
Fu Heng membunuh ular hitam yang terakhir dengan pedang nya.
"Aaa, akhirnya selesai juga" seru Fu Bao sambil terjatuh terduduk di tanah karena lelah bahkan nafasnya sangat tidak beraturan menunjukkan bertapa lelah dirinya.
Berbeda dengan Fu Bao yang lelah Fu Heng masih berdiri dan masih sempat membedah mayat ular yang telah mereka bunuh.
"Apa yang sedang kamu lakukan? "
"Mencari inti kristal" ucap Fu Heng.
"Maksud mu inti kristal yang sering muncul di beast spirit, tapi hewan ini tidak terlihat seperti beast spirit " ucap Fu Bao ketika mengingat perbedaan ular hitam.
" Aku tahu tapi hewan ini terlalu nyata untuk menjadi ilusi "
" Apa kamu menemukan nya?"
Fu Heng menggeleng kepala" tidak "
Mendengar itu Fu Bao yang penasaran mendekati Fu Heng dan mengambil mayat ular di tangan Fu Heng.
" Oh ya apa kamu menyadari mata ular ini berwarna merah? " Tanya Fu Bao ketika teringat warna mata ular yang telah menyerang mereka.
" Merah? Dari yang aku tahu beast spirit tidak memiliki mata merah hanya iblis yang memiliki mata merah" ucap ragu Fu Heng setelah mendengar pertanyaan Fu Bao.
"Tunggu sebentar! Kamu tak akan bilang kalau hewan ini berasal dari alam iblis? "
"Itu hanya dugaan saja, Kita belum tahu pasti apa ular ini benar demon beast atau bukan" ucap Fu Heng sambil mengusap tangan dengan menggunakan saputangan yang ia ambil disaku lengannya.
Fu Heng tiba-tiba berbalik menatap Fu Bao,
" Dari mana kamu tahu tentang alam iblis? " Tanya Curiga Fu Heng.
Seperti yang diketahui hanya penduduk daratan tengah yang mengetahui tentang keberadaan Empat alam karena ditempat mereka memiliki peninggalan dari nenek moyang yang menjelaskan tentang keempat alam, sedang untuk penduduk daratan rendah mereka biasanya tidak mengetahui kebenaran ini kecuali mereka telah melambung tinggi dan datang ke daratan tengah.
Fu Bao tidak mengetahui kalau keberadaan tentang empat alam menjadi rahasia umum penduduk daratan tengah, ia masih menjawab enteng
" bukankah ini dijelaskan di buku ? "
__ADS_1
ps: jangan lupa like dan komen sayang (≧▽≦)