The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 140 Raja kurcaci


__ADS_3

Fu Bao mengangguk-angguk setuju dengan saran yang diberikan Raja Peri:


"Apa ada yang lain? " Fu Bao melihat Raja ras lain.


Raja kurcaci mengangkat tangannya dan berkata: " Ras kami memiliki tinggi badan yang pendek ini mungkin tidak akan banyak membantu di medan perang, namun ras kami sangat ahli dalam membuat senjata dan membangun lorong-lorong rahasia.


Jika kau tidak keberatan, kau bisa menggunakan ras kami untuk membangun lorong-lorong rahasia dan pembuatan senjata untuk para prajurit. "


Fu Bao mendengar pendapat Raja kurcaci sambil mengetuk-ngetuk jarinya di atas meja.


" Aku kurang setuju dengan perkataan mu, soal ras mu yang tidak akan banyak membantu saat di medan perang, menurut ku pontensi ras mu melebihi apa yang baru saja katakan.


Memang tinggi badan ras mu bisa jadi kelemahan fatal saat di medan perang, tapi aku rasa kelemahan itu juga bisa di ubah menjadi kekuatan yang sangat luar biasa bila digunakan dengan sangat baik. "


Raja kurcaci: " Apa maksudnya? "


Fu Bao tersenyum licik dan berkata:


" Kita bisa menggunakan ras mu sebagai senjata tersembunyi, karena bentuk ras mu yang sangat mungil aku rasa itu bisa digunakan untuk menyerang musuh secara rahasia tanpa ketahuan.


Seperti yang baru saja kau jelaskan barusan, kalau ras mu sangat ahli dalam pembuatan senjata dan pembangunan lorong-lorong rahasia.


Kau bisa memerintahkan Ras mu untuk membangun lorong-lorong rahasia di bawah tanah yang berada tepat di bawah pusat medan perang, saat itu juga kau bisa meletakkan bom di setiap dinding lorong.


Pada waktunya tepat, kita bisa meledakkan bom itu dan menjatuhkan musuh ke bawah tanah lalu membunuh di waktu itu juga. "


Raja kurcaci: "?!"


Raja kurcaci dan orang-orang yang hadir terkejut dengan siasat perang yang dikatakan Fu Bao, bahkan Raja Kurcaci sendiri tidak menyangka Ras nya yang menurutnya paling lemah kini berubah menjadi senjata tersembunyi yang paling kuat.


"Aku setuju dengan saran mu! Aku akan segera memerintahkan bawahan ku menyiapkan bom yang kau katakan. " Raja kurcaci mengangguk dengan penuh semangat ke arah Fu Bao.


Bahkan wajah yang lelah dan lemah tadi kini berubah menjadi penuh semangat dan percaya diri.


"Kalau begitu aku menyerahkan tugas pembangunan lorong-lorong rahasia kepada mu. " Ucap Fu Bao tersenyum tipis.


"Yakinlah, aku pasti tidak akan mengecewakan kepercayaan mu. " Angguk Raja Kurcaci sambil menepuk dadanya.


"Lalu selanjutnya siapa? " Fu Bao sekali lagi melihat kearah orang-orang yang hadir.


Donghua yang sedang menikmati teh kini mengangkat tangannya.


" Biar aku selanjutnya."

__ADS_1


Fu Bao yang mendengar suara Donghua langsung mengalihkan perhatian kepada nya.


"Baiklah Donghua, silakan berikan pendapat mu. "


Donghua mengangguk dan meletakkan cangkir teh di tangannya lalu mulai menjelaskan kelebihan serta kelemahan bangsanya.


" Seperti yang kalian tahu ras ku adalah mayat hidup, keuntungan ras ku adalah ia tidak akan mudah terluka dan mati di medan perang.


Kau bisa menggunakan ras ku sebagai perisai dan orang yang pertama yang maju ke medan perang, lagi pula ras ku merupakan mayat hidup yang sudah mati jadi kau tidak perlu khawatir kalau mereka terluka ataupun mati.


Namun ada satu kelemahan fatal dari ras ku yaitu mereka tidak bisa terkena sinar matahari dan hanya bisa beraktivitas di malam. Yang artinya ras ku hanya bisa digunakan saat di malam hari saja dan tidak akan bisa berpartisipasi pada perang di saat siang hari. "


Semua orang yang hadir terdiam, terutama Fu Bao yang kembali tenggelam dalam pikirannya.


Dia sekarang sedang memikirkan sebuah cara yang bisa ia pakai untuk Ras mayat agar ikut serta dalam perang di siang hari.


' Berpikirlah Fu Bao....ayo berpikir! Gunakan kemampuan yang kau ketahui di bumi untuk bisa digunakan disini! ' Fu Bao memejamkan matanya dan mencoba mengingat hal-hal yang ada di bumi.


Entah itu Film maupun novel-novel fantasi yang sering ia baca di waktu senggang.


Dia mencoba mencari ingatan tentang makhluk gelap yang tidak bisa beraktivitas di bawah matahari dengan mencoba mengingat film serta novel fantasi yang pernah ia baca.


Ting!


"Donghua, apa ras mu hanya takut pada sinar matahari? "


Mendengar pertanyaan Fu Bao, Donghua berpikir sebentar lalu berbicara:


"Tidak, masih ada satu hal yang ditakuti ras ku yaitu cahaya suci. "


"Cahaya suci? "


" Ya, karena cahaya suci merupakan musuh bebuyutan dari kegelapan sedangkan ras ku berasal dari kegelapan, tapi jangan khawatir ras iblis pasti tidak akan bisa menggunakan kekuatan cahaya lagi pula mereka terlahir dari kegelapan yang sama dengan ku jadi sangat mustahil bagi mereka untuk memiliki atau menggunakan kekuatan cahaya.


Jadi kita sama sekali tidak perlu khawatir, kalau mereka akan menyerang bangsa ku dengan kekuatan cahaya.


Yang paling ku khawatir adalah sinar matahari, meskipun ras iblis juga berasal dari kegelapan, akan tetapi mereka sama sekali tidak takut dengan sinar matahari. "


"Untuk itu kau tidak perlu khawatir, aku sudah menemukan caranya. " Kata Fu Bao sambil tersenyum percaya diri.


Donghua: "?"


" Cara? Apa kau menemukan caranya untuk membuat ras ku tampil saat di siang hari? " Tanya Donghua yang masih sulit percaya.

__ADS_1


"Ya "


"Bagaimana caranya? "


Alih-alih menjawab pertanyaan Donghua, Fu Bao justru bertanya hal lain kepada Long Yan di sampingnya.


" Long Yan, jika aku tidak salah ingat kau memiliki kemampuan untuk memanggil hujan kan? "


"Ah? Ya..." Jawab Long Yan bingung.


Fu Bao tersenyum dan terus bertanya :


"Berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk membuat hujan terus turun? "


Long Yan mengerutkan keningnya dan mulai berpikir serius.


"Sekitar tiga jam sampai empat jam kurang, kenapa kau menanyakan hal ini? "


Fu Bao hanya mengangguk senang dan mulai mengatakan rencana yang ada dipikiran nya kepada orang-orang yang hadir.


" Long Yan kau bisa membuat hujan turun selama tiga jam lebih dan pada saat itu juga Donghua bisa membawa bangsanya maju ke medan perang. "


"Tapi...! " Donghua yang tadi ingin menolak pendapat Fu Bao langsung terpikirkan sesuatu dan bertanya kepada Fu Bao dengan tidak percaya:



**Raja kurcaci: Ahli dalam pembuatan senjata dan lorong-lorong rahasia.


kepribadian: Lemah, baik, rendah hati dan sedikit pemarah**.



**Raja Mayat Donghua: Ahli dalam segala bidang sihir maupun seni musik.


Penyuka teh dan ketenangan.


Kepribadian: Dingin, kejam, malas dan suka menggoda Fu Bao.


Satu-satunya senyum dan kebaikan nya hanya diberikan oleh Fu Bao.


Dia adalah orang pertama Fu Bao anggap sebagai guru dan merupakan satu-satunya orang yang bisa diandalkan.


Donghua menganggap Fu Bao sebagai belahan jiwa yang ditakdirkan, karena itu kemanapun Fu Bao pergi dia akan selalu mengikutinya**.

__ADS_1


__ADS_2