
Bab 75
KLEK--
Pintu kamar Fu Bao terbuka..
Dan keluarlah Fu Bao bersama Bao Bao ketika mereka keluar mereka melihat banyak beast spirit harimau putih sedang berkumpul di luar kamar mereka.
Di tengah-tengah harimau putih juga terdapat patriak Qi Feng yang seperti sedang berbicara akan sesuatu.
Merasa tatapan Fu Bao patriak Qi Feng yang sedang berbicara berhenti dan tersenyum kearah Fu Bao.
"Nona Fu." Sapa hangat dari patriak Qi Feng sontak saja mengalihkan perhatian para harimau putih yang untuk menatap Fu Bao dan Bao Bao yang sedang berjalan kearah mereka.
Beast spirit harimau putih menatap wajah Fu Bao penuh kekaguman serta kebahagiaan.
Mereka dengan serentak membungkuk setengah tubuh dan memberi hormat pada Fu Bao.
"Nona Fu!"
Fu Bao dan Bao Bao sedikit terkejut dengan pemberian hormat tiba-tiba dari beast sprit harimau putih.
karena tidak tahu harus berbuat apa Fu Bao hanya menganggukkan kepalanya saja sebagai balasan hormat para beast sprit harimau putiih ,tapi apa yang Fu Bao tidak sadari kalau perilaku nya dalam membalas sapaan hormat para beast spirit harimau putih nya membuat hati para harimau putih berdecak kagum karena mereka melihat Fu Bao sangat sopan pada mereka.
Biasanya mereka tidak akan menerima sambutan hangat bila bertemu manusia pada waktu biasa, mereka awal nya hanya memberi hormat atas rasa kagum pada dermawan yang telah menyelamatkan mereka dari infeksi energi iblis,namun setelah mereka melihat sikap Fu Bao yang sopan dan tanpa ada jejak jijik sedikitpun di mata nya bahkan mereka yang bermata mata tajam melihat kalau tidak keserakahan dalam mata Fu Bao sama sekali.
karena pada umumnya manusia akan menatap mereka dengan tatapan serakah seolah-olah mereka benda yang berharga bukan mahkluk hidup. hal ini juga yang membuat mereka sangat tidak menyukai manusia.
Sesungguh nya ini kali pertama mereka di tatap manusia seakan mereka memiliki status setara,perasan di hargai ini membuat mereka sangat nyaman dan juga hangat.
Fu Bao tidak sadar kalau perilaku yang ia anggap sopan ternyata berefek besar,dia kini sedang berbicara dengan patriak Qi Feng tentang asal usul energi iblis yang menginfeksi klan nya.
" maaf nona Fu ini semuanya karena salah ku.." patriak Qi Feng menundukkan kepalanya dengan bersalah.
"???..apa maksud mu? kenapa ini menjadi salah mu? " Fu Bao tidak mengerti kenapa infeksi energi iblis menjadi patriak Qi Feng.
__ADS_1
" Untuk hal ini mari kita berbicara di ruang ku " patriak Qi Feng mengajak Fu Bao untuk pergi ke kantor nya.
Sedangkan Bao Bao di tinggal sendiri bersama klan harimau putih lain yang sudah lama mengelilingi Bao Bao dengan mata penasaran mereka.
Para harimau putih juga bertanya banyak hal pada Bao Bao yang sedang mereka kepung seperti ,
"siapa nama mu?"
"ras apa kau?"
"kenapa warna mata mu mirip dengan manusia?"
"apa kau hewan kontrak nona Fu?"
"apa nona Fu baik pada mu?"
"Seperti apa suasana diluar Alam rahasia ?"
Dan masih banyak lagi pertanyaan yang diajukan para beast sprit harimau putih, Bao Bao dengan sabar menjawab satu persatu pertanyaan yang diajukan para harimau putih.
Bao Bao juga tidak kelihatan kehilangan kesabaran sedikit pun bahkan setelah di recoki banyak pertanyaan yang aneh ditelinga nya.
Suasana di kantor patriak Qi Feng berbanding terbalik dengan suasana ramai yang ada di luar.
Di kantor ini hanya terdengar suara aliran air yang berasal dari teko teh yang sedang di tuang patriak Qi Feng.
Fu Bao sekarang sedang duduk berhadapan dengan patriak Qi Feng yang jarak mereka berdua hanya di pisahkan meja kayu kecil
Dia sekarang sedang menunggu patriak Qi Feng menyelesaikan pembuatan teh nya.
....
Sesudah menuangkan teh ke cangkir kecil Patriak Qi Feng mendorong cangkir teh itu mendekati Fu Bao dan berkata dengan suara lembut:
" Silakan minum teh nya nona Fu.."
__ADS_1
"Terima kasih " Fu Bao hanya memegang cangkir teh yang diserahkan Patriak Qi Feng padanya tanpa meminum nya.
Aroma teh yang semerbak tercium di hidung Fu Bao yang membuat suasana canggung di kantor sedikit menghilang.
Kehangatan yang berasal dari cangkir teh juga membuat tubuh dingin Fu Bao perlahan-perlahan menghangat.
Terlebih lagi Fu Bao merasa pikiran terasa lebih jernih setelah mencium aroma teh yang dituangkan oleh patriak Qi Feng.
Melihat keadaan Fu Bao sudah lebih baik Patriak Qi Feng bernafas lega,dia bisa melihat ketidak nyamanan dalam pikiran Fu Bao setelah keluar kamar.
Dia tidak tahu apa yang sedang dipikirkan Fu Bao Sehingga membuat pikiran menjadi sangat tidak nyaman untungnya dia memiliki teh spritual yang bisa membuat orang meminum menjadi lebih jernih hati serta pikirannya.
Melihat kondisi Fu Bao lebih baik Patriak Qi Feng akhirnya bisa mulai pembicara nya.
"Sebenarnya ada yang ingin ku bicarakan pada nona Fu lebih dulu"
Fu Bao: "Apa itu?"
"Pertama-tama aku ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi atas penyelamatan nona Fu pada klan kami jika saat itu nona Fu tidak ada, kami benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi melihat klan kami sedikit demi sedikit berubah menjadi demon beast" patriak Qi Feng mengatakan itu dengan berdiri dan membungkuk setengah badannya pada Fu Bao.
Terlihat jelas kalau patriak Qi Feng benar-benar berterima kasih atas penyelamatan Fu Bao kalau tidak mana mungkin orang setinggi Kultivasi nya seperti patriak Qi Feng mau membungkuk badan nya untuk gadis yang memiliki basis Kultivasi nya yang lebih rendah daripada dirinya.
Namun jelas gerakan patriak Qi Feng tidak membuat Fu Bao tersanjung karena ia merasa dia tidak melakukan apapun jadi patriak Qi Feng tidak perlu terlalu berterima kasih padanya.
"Patriak Qi tidak perlu berterima kasih karena aku tidak melakukan nya untuk menyelamatkan klan mu,aku melakukan nya semata-mata hanya untuk menyelamatkan Alam rahasia ini dari kehancuran "
"Aku tahu,nona Fu tidak terlihat seperti orang yang usil " ucap patriak Qi Feng masih dengan senyum hangat nya.
Fu Bao: "....."
"Bisakah aku melanjutkan?"
"Um."
"Seperti yang aku katakan diluar tadi kalau penyebab infeksi energi iblis merupakan kesalahan ku "
__ADS_1
Fu Bao: "???"
...----------------...