The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 43


__ADS_3

Bab 43


Ketika Fu Bao memegang tangan Bao Bao dan Bai Bai, mereka berdua merasa ada hisapan aneh yang menyedot tubuh mereka.


Setelah perasaan itu menghilang, mereka berdua membuka mata dan melihat kalau mereka sudah tidak lagi di gua.


Melainkan tempat aneh yang pernah dijelaskan Fu Bao pada mereka sebelumnya.


"Tuan, apa ini tempat yang tuan katakan? " Bao Bao bertanya kepada Fu Bao.


Fu Bao mengangguk: " Iya ini tempat yang aku katakan pada kalian."


Bai Bai : " Wow! Tuan energi spiritual disini sangat kuat! Bahkan lebih kuat dari Gua harta Karun!"


Mata Bai Bai berkedip gembira ketika merasa energi spiritual murni dan kuat menjalar masuk kedalam tubuhnya.


"Kalian sudah sampai,apa ini hewan peliharaan yang kau katakan murid ku? " Donghua muncul tiba-tiba dihadapan mereka bertiga dan menatap Bao Bao dan Bai Bai dengan wajah penasaran.


" Mereka rekan ku! Bukan hewan peliharaan! " Seru tidak senang Fu Bao saat mendengar Donghua menyebut Bai Bai dan Bao Bao sebagai hewan peliharaan.


Karena bagi Fu Bao, Bai Bai dan Bao Bao bukan hanya rekan melainkan keluarga yang dicintai nya.


Jadi tentu saja dia tidak senang mendengar perkataan Donghua.


"Hahaha" Donghua seperti nya tidak terlalu peduli dengan perkataan Fu Bao,dia malahan tertawa senang seakan menggoda Fu Bao merupakan kebiasaan yang sangat menyenangkan dalam hidup nya yang membosankan.


Donghua berhenti tertawa dan menatap Bai Bai dan Bao Bao dengan wajah tampak ekspresi dengan suara serak nan dingin, Donghua berkata pada mereka berdua:


" Kalian bisa tinggal disini karena murid kecilku meminta izin, jadi kalian harus sadar diri dengan posisi kalian. "


"Kami tahu, dan kami tidak akan membuat masalah untuk mu jadi tolong perlakuan tuan kami dengan baik? " Ucap Bao Bao dengan Ekspresi serius.

__ADS_1


Donghua tersenyum tipis dan mengangguk" Aku akan melakukan nya."


Bao Bao dan Bai Bai saling menatap dan tersenyum manis sepertinya mereka sangat senang dengan janji yang dikatakan Donghua.


Disisi lain Fu Bao merasa bingung dengan situasi sekarang,dia tidak mengerti kenapa Donghua yang selalu tersenyum bahkan meledek nya menjadi serius memperingatkan Bao Bao dan Bai Bai.


Dan sedangkan Bao Bao dan Bai Bai yang biasa nya terlihat konyol dan bodoh didepannya, sekarang terlihat tiba-tiba menjadi sangat pintar mereka berdua seolah-olah tahu maksud dari perkataan misterius Donghua bahkan keduanya membuat perjanjian yang membuat Donghua harus menjaganya.


Mata ungu Donghua berbalik menatap kearah Fu Bao dengan senyum tipis kembali muncul di wajah nya yang tampan. "Kau ikut dengan ku!"


"Aku?" Fu Bao menunjuk dirinya sendiri.


"Iya,ada yang ingin aku bicarakan dengan mu." Ucap Donghua yang sudah ada didepan Fu Bao.


Fu Bao mengangkat kepalanya dan menatap bingung: " Apa itu? "


"Yang jelas sesuatu yang sangat penting, dan kalian berdua bisa berkeliling di sekitar sini " Donghua menatap dingin kearah Bao Bao dan Bai Bai dan mengijinkan mereka berdua untuk berkeliling di sekitar tempat nya.


Melihat mereka berdua ditinggalkan begitu saja disini, membuat mereka menghela nafas tak berdaya.


Sejujurnya ketika Bao Bao berbicara Donghua tentang Fu Bao tadi, dia merasa tekanan kuat di dadanya.


Tekanan kuat itu tidak seperti Bao Bao berhadapan dengan Dewa pencipta melainkan tekanan yang membuat Bao Bao menjadi sangat kesakitan.


"Ada apa Bao Bao? " Bai Bai melihat Bao Bao sudah lama tidak berbicara, dan Itu membuat Bai Bai merasa kebingungan biasanya Bao Bao akan banyak berbicara banyak hal.


Tapi sekarang Bao Bao terlihat lebih pendiam.


Bao Bao menggeleng kepala dan berkata: " Tidak apa-apa, hanya saja aku merasa perasaan familiar pada pria itu."


"Hah? Apa itu artinya kalian berdua pernah saling bertemu? "

__ADS_1


"Aku tidak tahu, tapi aku jelas sekali merasa perasaan sama sekali tidak asing " Bao Bao menggelengkan kepalanya, karena dia sendiri tidak tahu dari mana asal perasaan familiar Itu berasal.


Bao Bao mencoba mengingat kembali, namun dia tidak mengingat apapun dan Itu membuat Bao Bao merasa kesal.


Bai Bai hanya menepuk pundak Bao Bao dan berkata: " lupakan saja Bao Bao,kau nanti juga akan mengingatkan nya kembali lagipula Kita akan sering bertemu dengannya. "


"Yang kau katakan ada benarnya,aku pasti mengingat Dimana aku pernah merasakan perasaan familiar itu " ucap Bao Bao yang semangat nya telah pulih kembali.


Disisi lain Fu Bao dan Donghua berada di sebuah tempat yang mirip lapangan pelatihan.


Donghua menuntut Fu Bao ke meja yang tidak jauh dari lapangan pelatihan.


"Silakan duduk " Donghua mendorong kursi dan mempersilahkan Fu Bao untuk duduk di kursi yang sudah ia dorong.


Fu Bao menatap aneh kearah kursi yang telah didorong oleh Donghua.


Dengan ragu-ragu Fu Bao pada akhirnya duduk di kursi itu.


"Apa hal yang kau inginkan berbicara pada ku ? " tanya Fu Bao yang telah duduk.


Donghua tersenyum dan duduk di kursi yang ada di hadapan Fu Bao.


Sama sekali mengabaikan pertanyaan yang diajukan oleh Fu Bao melainkan, dia dengan acuh tak acuh melambaikan tangannya dan seperangkat alat teh berserta teh muncul di meja.


Dengan gerakan penuh keagungan Donghua membuat teh dan menuangkan nya ke masing-masing cangkir teh.


Kemudian dia menyerahkan secangkir teh yang telah ia buat kepada Fu Bao: " hal ini seharusnya aku bicarakan kemarin, tapi kau langsung pergi sebelum aku berbicara ~ " ucap Donghua sambil tersenyum tipis.


Pipi Fu Bao langsung memerah setelah mengingat kejadian memalukan kemarin.


"Uhuuk... ngomong-ngomong apa yang ingin kau bicarakan pada ku? "

__ADS_1


Senyum yang ada di wajah Donghua menghilang dengan wajah serius dia berkata: " ini tentang segel yang ada di tubuh mu. "


__ADS_2