The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 63 Selesai membuat pill


__ADS_3

Bab 63


Waktu berlalu cepat di ruang Amethyst..


Fu Bao akhirnya menyelesaikan semua pil yang ingin dia buat.


Setelah dia meletakkan botol pil yang terakhir yang ia buat diatas meja.


Mata Fu Bao melirik meja yang ada disampingnya yang sekarang terdapat banyak tumpukan botol pil yang baru ia buat.


Jika bukan karena kekurangan waktu Fu Bao pasti masih tenggelam membuat pil.


Sayangnya waktu Fu Bao hampir habis dia sekarang harus bersiap-siap untuk pergi ke Alam rahasia.


Pill Bigu,Pil kultivasi,True Yuan Pill,Pil Pengumpul Roh ,pill penambah darah,pil penyembuh dan Pill anti racun semuanya selesai dibuat dengan jumlah hampir ratusan pil di setiap botolnya.


Fu Bao tidak tahu kenapa punya firasat kalau perjalanan di Alam rahasia tidak akan menjadi sederhana.


Fu Bao meregangkan punggung dan mengusap keningnya yang sakit akibat penggunaan kekuatan mental yang berlebihan.


Fu Bao mengeluarkan pil penyembuh dari botol dan meminumnya.


Dalam sekejap mata kekuatan spiritualnya yang sudah terkuras habis serta kekuatan mental yang hampir mencapai batas kembali pulih ke sedia kala.


Jelas pil yang dibuat Fu Bao sangat efektif.


Fu Bao keluar dari ruang alchemist saat dirinya telah keluar dari ruang alchemist.


Dia melihat pemandangan hijau yang memenuhi Matanya.


Ratusan tanaman roh dan herbal memenuhi ladang di ruang Amethyst.


Ada juga pohon hitam yang sepertinya itu adalah pohon kayu pembudidaya jiwa yang dikatakan Donghua.



Pohon kayu pembudidaya jiwa tumbuh subur di ruang Amethyst terlihat kalau Donghua merawatnya dengan sangat baik.


"Kau merawatnya dengan baik..." Fu Bao menyentuh tanaman Roh yang tertanam di ladang.


Donghua memejamkan matanya beristirahat di pohon kayu pembudidaya jiwa:


"Sudah selesai membuat pil? "


"Hmm.." Fu Bao mendekati pohon kayu pembudidaya jiwa, Matanya melirik Donghua yang sedang bersandar nyaman di pohon jiwa.


"Kau tampak menikmati pohon kayu pembudidaya jiwa ini "


Donghua tersenyum tipis dan membuka matanya menatap Fu Bao yang berdiri di hadapannya.

__ADS_1


" Pohon kayu pembudidaya jiwa ini sangat berguna untuk ku ,ini membuat 20% jiwa ku hampir pulih"


" Sebesar itu kah manfaat pohon ini " Fu Bao mengangkat kepalanya melihat pohon hitam yang tidak memiliki daun sedikitpun.


"Um. Sudah waktunya pergi yah? "


"Ya"


Donghua berdiri dan menepuk debu di jubah nya dan berkata dengan suara malas nan dingin:


"Berhati-hati lah saat di sana...Aku mungkin tidak bisa membantumu saat ada bahaya yang datang"


Fu Bao: "???"


"Sepertinya aku punya firasat kalau aku mungkin tidak bisa membantu mu saat di Alam rahasia "


"Aku tahu, ngomong-ngomong apa Bao Bao sudah bangun? " ucap Fu Bao.


"Belum tapi aku rasa tidak lama lagi dia akan terbangun."


Fu Bao melihat ke langit ruang Amethyst yang selalu cerah,dia memalingkan wajahnya kembali ke Donghua dan berkata:


"Sudah waktunya aku untuk pergi.."


Donghua mengangguk menyatakan kalau ia mengetahui nya.


Mata Fu Bao menatap Donghua untuk beberapa saat sampai perlahan-lahan tubuhnya menghilang dari pandangan Donghua.


"Uhuuk!!!" Donghua menutup mulutnya dengan tangan kanan nya darah hitam merembes dari sela-sela jarinya.


Donghua melepas tangannya dari mulutnya dan melihat tangannya sudah di basahi dengan darah hitam.


Dengan mata acuh tak acuh Donghua menggunakan sihir pembersih untuk membersihkan darah hitam yang ada di tangannya.


Donghua melirik pohon kayu pembudidaya jiwa di belakang dengan senyum sarkasme:


"Pohon ini berkerja dengan sangat baik,aku bisa merasakan ledakan kekuatan yang sudah lama kurasakan"


Donghua mengangkat kedua tangannya dan mengepalkan nya.


Donghua juga memejamkan matanya untuk merasakan aliran kekuatan yang sedang berjalan di setiap sel-sel tubuh nya.


✤................................................... ............... .............................................. ................ .✤


Fu Bao merapikan pakaian nya dan menyimpan nya di cincin penyimpan.


Fu Bao juga memeriksa kembali Isi penyimpan nya, namun dahi Fu Bao langsung mengkerut saat melihat ada kekurangan di cincin penyimpan nya.


"Hah! Aku lupa membeli persediaan makanan kering.."

__ADS_1


Kepala Fu Bao langsung pusing saat mengetahui ada kekurangan dalam persiapan nya untuk waktu keberangkatan ke Alam rahasia adalah besok kalau tidak Fu Bao harus terpaksa menelan pil Bigu.


Walaupun Fu Bao seorang pembudidaya abadi walaupun dirinya bisa tidak makan selama beberapa tahun hanya dengan menelan satu pil Bigu.


Fu Bao tetap tidak bisa meninggalkan kebiasaan manusia nya yaitu makan-makanan lezat.


Fu Bao mengemasi semua barang nya dan keluar dari kamar nya untuk membeli makanan kering untuk dimakan saat di Alam rahasia nanti.


Saat Fu Bao melangkah keluar dari penginapan dia melihat banyak orang-orang yang berlalu lalang.


Jalan yang sibuk membuat Fu Bao menyadari bertapa megah ibu kota kerajaan Dongyue.


Fu Bao mampir ke restoran yang cukup terkenal di kerajaan Dongyue.


"Halo Nona ada yang bisa saya bantu" sapa hangat pelayan restoran.


" Aku membeli semua menu yang ada disini."


"!!!, Semuanya nona? " Tanya pelayan tidak percaya.


"Hmm." Fu Bao mengangguk kepalanya.


"Oke mohon tunggu sebentar Nona " pelayan kembali ke dapur untuk menyiapkan semua pesanan Fu Bao.


Fu Bao menunggu selama setengah jam baru pesanan selesai dimasak.


Tapi--


Fu Bao melihat pelayan tidak membawa pesanan nya melainkan kotak giok putih yang panjang yang pelayan bawa.


Fu Bao: "???"


Melihat kebingungan Fu Bao pelayan dengan baik hati menjelaskan kotak giok apa yang sedang dia pegang:


" Ini kotak giok hangat yang dibuat khusus untuk menghangat dan mengawetkan makanan "


"Baiklah terima kasih, berapa harganya?" Tanya Fu Bao sambil mengambil kotak giok putih yang diserahkan pelayan padanya.


"Total semuanya 2.000 batu kelas rendah nona"


"Um." Fu Bao mengeluarkan dua batu Roh kelas menengah dan memberikan kepada pelayan.


Yang mana dua batu Roh kelas menengah Sama dengan dua ribu batu Roh kelas rendah.


Pelayan mengambil dua batu Roh kelas menengah dari Fu Bao dengan senyum nya yang semakin tulus dan hangat.


"Terima kasih silakan mampir lagi"


Fu Bao mengangguk dan berbalik meninggalkan restoran setelah menyimpan kotak giok putih di cincin penyimpan nya.

__ADS_1


...----------------...


🌺🌷 jangan lupa like, komen, vote, favorit,gift dan follow 👌🌺🌷


__ADS_2