
Bab 66
Ketika Fu Bao membuka matanya kembali,dia melihat kalau dirinya sudah berada di tempat yang berbeda.
Dia sekarang berada di gurun pasir yang sangat luas.
Saat Fu Bao berdiri diam di atas Padang pasir dia bisa merasakan hawa panas dari pasir yang ia injak.
Bahkan kelembaban di udara juga mulai mengering..
Ada tiga matahari diatas kepalanya yang menambahkan suasana panas di Padang pasir.
Panas, pusing,terbakar serta haus itu mungkin yang di rasakan Fu Bao sekarang.
Saat Fu Bao berniat menggunakan kekuatan spiritual Air nya untuk mendinginkan tubuhnya.
Dia mendengar suara lemah tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Tuan..."
"Bao Bao!?" Fu Bao bergegas menghampiri Bao Bao yang rupanya tertutup pasir.
Fu Bao membantu Bao Bao membersihkan pasir di tubuhnya dan bertanya tentang keadaan nya sekarang.
"Apa kau baik-baik saja?"
Bao Bao menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pasir yang masih menempel di kepalanya.
"Bao Bao baik-baik saja Tuan..."
"Bagaimana bisa kau tiba-tiba keluar dari ruang Amethyst?" Tanya Fu Bao yang heran yang dengan kemunculan tiba-tiba Bao Bao.
"Bao Bao tidak tahu Tuan.... saat Bao Bao Sadar Bao Bao sudah berada di sini..." Bao Bao mengatakan dengan nada bingung sepertinya memang benar kalau Bao Bao tidak mengetahui alasan kenapa dia tiba-tiba muncul di gurun pasir bersama Fu Bao.
"Lupakan karena kau sudah datang ayo kita pergi bersama"
Fu Bao membawa Bao Bao kedalam pelukannya dan berjalan menyusuri gurun pasir yang amat luas.
Yang bahkan dia tidak bisa melihat ujung nya..
"Tuan.."
__ADS_1
Tiba-tiba Bao Bao menarik pakaian Fu Bao untuk menarik perhatian nya.
Fu Bao menundukkan kepalanya dan bertanya kepada Bao Bao " Ada apa Bao Bao?"
"Tuan Bao Bao baru menerima peta tempat kemunculan dari salah satu tujuh benda suci dewa pencipta."
"!!!!?"
"Apa Itu benar Bao Bao?" Langkah kaki Fu Bao berhenti dan menatap Bao Bao dengan wajah serius saat menanyakan pertanyaan itu.
Bao Bao mengangguk pasti: " Itu benar Tuan. Alasan Bao Bao tertidur selama beberapa waktu lalu karena Bao Bao menerima data peta dari Dewa pencipta langsung."
"Apa maksud mu kalau salah satu benda suci dari Dewa pencipta ada disini? " Tanya Fu Bao tidak percaya.
" Ya Tuan."
"Dimana letaknya?"
Bao Bao memejamkan matanya dan ketika dia membuka matanya lagi sebuah layar biru muncul di hadapan nya yang Isi adalah titik peta dari keberadaan benda suci Dewa pencipta.
" Letak benda suci Dewa pencipta ada di seratus kilometer dari tempat Kita berada sekarang Tuan."
"Apa titik emas yang ini menunjukkan pada benda suci?" Fu Bao menunjuk titik emas yang ada di peta Bao Bao.
" Ya Tuan, sedangkan titik hitam di sebelah sini menunjukkan keberadaan kita sekarang.."
"Sepertinya tebakan Guru benar.." Fu Bao bersyukur karena telah mendengar perkataan Donghua tentang kemungkinan dirinya akan tidak bisa lagi berkomunikasi saat dia berada di Alam rahasia.
Yang menyebabkan nya memindahkan banyak barang-barang penting seperti senjata, makanan, pakaian Serta obat-obatan di cincin penyimpan nya, kalau tidak...semua persiapan yang dia lakukan selama beberapa hari yang lalu mungkin akan sia-sia.
Karena dia tidak bisa membuka ruang Amethyst di tubuhnya.
Fu Bao tidak terlalu memikirkan nya lagipula semua barang-barang penting nya sekarang berada di cincin penyimpan nya...
Paling-paling dua khawatir tentang keada Donghua di ruang Amethyst..
Fu Bao sekarang sedang menyuntikkan energi spiritual nya kedalam Pedang terbang Sehingga dapat melayang tinggi sesuai keinginannya.
Fu Bao naik Pedang terbang bersama Bao Bao di pelukan nya, tapi saat Fu Bao akan menerbangkan pedang tiba-tiba saja Pedang terbang nya kehilangan energi spiritual yang baru saja ia suntikan.
Yang menyebabkan Fu Bao dan Bao Bao harus terjatuh dari ketinggian tiga meter dan untungnya refleks Fu Bao maupun Bao Bao sangat bagus tidak membuat diri mereka terluka saat terjatuh dari ketinggian tiga meter di atas bumi.
"Tuan ada apa?"
__ADS_1
"Aku tidak tahu tiba-tiba saja energi spiritual yang ada di Pedang terbang menghilang."
Tidak percaya dirinya gagal terbang Fu Bao mencoba nya lagi dan lagi..
Sampai kelima kalinya gagal Fu Bao hanya bisa pasrah menerima nasibnya kalau dia tidak dapat terbang menggunakan pedang terbang.
" Tuan sepertinya ada larangan terbang di Alam rahasia ini.." ucap Bao Bao yang telah melihat kegagalan Tuan dalam terbang menggunakan pedang terbang.
"Seperti begitu... lupakan mari kita berjalan kaki.." Fu Bao meletakkan kembali pedang terbang kedalam cincin penyimpan nya.
Karena Fu Bao tidak dapat terbang di Alam rahasia,dia memutuskan untuk berjalan kaki sambil mencari jalan keluar dari gurun pasir.
Fu Bao dan Bao Bao berjalan berjam-jam namun mereka tidak pernah menemukan satupun tumbuhan maupun hewan di gurun pasir ini.
Jika bukan karena mereka pembudidaya abadi mereka berdua mungkin sudah mati karena kekeringan serta kehausan.
Mata Bao Bao langsung berbinar-binar saat melihat apa yang ada didepannya.
"Tuan lihat! Oasis! Kita menemukan oasis! Ayo tuan kita kesana!!" Bao Bao menarik lengan pakaian Fu Bao dengan tidak sabar.
Karena Bao Bao merasa dirinya akan dimasak bila berdiri lebih lama di gurun pasir yang amat panas.
Tidak ingin menjadi Panda panggang Bao Bao Segera menyeret tuan nya menuju Oasis yang rupanya tidak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.
Sesampainya mereka di Oasis mereka menemukan ada danau biru yang jernih di dalam oasis tersebut, tidak hanya itu terdapat juga pepohonan yang rimbun yang membuat Oasis menjadi sangat teduh Serta sejuk.
Semakin mereka masuk kedalam Oasis semakin sejuk udaranya yang keadaan nya berbanding terbalik dari hawa panas di luar Oasis yang seperti ingin membakar orang-orang yang melintasinya.
"Ah nyaman sekali~~" ucap Bao Bao yang meminum air danau yang jernih yang ternyata air itu sangat manis dan menghilangkan dahaga nya.
Melihat kenikmatan Bao Bao saat meminum air danau membuat Fu Bao sangat penasaran jadi dia melangkah maju mengambil sesuap air dengan tangannya dan meminumnya.
Fu Bao membuka matanya takjub saat meminum air danau karena Air danau tidak hanya menghilangkan rasa haus..
Air danau ini juga menyembuhkan luka-luka bakar di kaki Fu Bao yang disebabkan oleh panas nya pasir di gurun pasir.
Melihat tiga matahari diatas kepalanya mereka, Fu Bao memutuskan untuk bermalam di oasis sebelum melanjutkan perjalanan mereka kembali.
Bao Bao juga setuju dengan keputusan Fu Bao untuk tidak melanjutkan perjalanan mereka di Padang pasir yang sangat panas.
__ADS_1
...****************...
like like, vote vote and gift gift 🌷 oke