The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 23


__ADS_3

Bab 23


Fu Heng memiliki keraguan dihatinya dan bertanya" bisa kamu memberitahu ku judul buku itu ? "


"Hmm, kalau tidak judulnya ' sejarah dunia sihir ' " ucap Fu Bao yang mengingat-ingat lagi judul buku yang pernah baca diruangan milik nenek pemilik asli.


Fu Heng menurunkan matanya, tidak ada yang tahu apa yang sedang ia pikirkan. Dia juga tidak ingin menanyakan hal ini lagi lagi pula setiap orang memiliki rahasia sendiri.


" Mari kita istirahat disini" ucap Fu Bao.


Fu Heng mengangguk setuju dan segera ia membuat pelindung sihir yang mengelilingi mereka.


Fu Bao mengambil ranting pohon dan membakar nya, dia duduk di dekat api unggun yang baru saja ia buat,Fu Bao melihat Fu Heng sedang sibuk memperkuat.


" duduk di sebelah ku " ucap Fu Bao yang melihat Fu Heng sudah selesai.


Fu Heng tidak berbicara dan duduk di samping Fu Bao tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Mereka berdua saling berdiam diri, sampai Fu Heng mengatakan " ayo tidur" setelah mengatakan itu ia berbaring dan memejamkan matanya.


Fu Bao juga berbaring di samping Fu Heng, dia menatap bulan merah yang asing bagi nya.


Ini tiba-tiba mengingatkan akan masa lalu nya.


Flashback


Hutan Amazon Lima tahun yang lalu


" Fu Bao ayo duduk bersama" ucap salah pria.


Fu Bao berjalan ke arah sekelompok pemuda yang sedang mengelilingi api unggun.


" Fu Bao menurut apa yang akan kamu lakukan setelah misi terakhir mu selesai" tanya pria disamping Fu Bao.


"Entahlah aku pikir Pergi kepedesan untuk pensiun"


"Hahaha.. Fu Bao kamu seperti nenek-nenek"


Sekelompok pemuda tertawaa bahagia, Fu Bao hanya tersenyum tipis sambil menyesap kopi instan.


" Lalu bagaimana dengan kalian? " Tanya balik Fu Bao sambil tersenyum dan menatap sekelompok pemuda.


"Hmm, kalau aku ingin keliling dunia"


"Aku ingin cari pacar hahaha..."


"Kalau aku ingin melihat ibu ku..."


" Aku ingin membawa kedua orang tua Pergi ke Inggris karena mereka pengen banget kesana "


"Aku ingin menemani istri ku melahirkan " ucap salah pemuda yang rupanya sudah berumah tangga.


"Cieee~ yang bakal jadi ayah, biarkan aku menjadi pamannya saat bayi itu lahir " ucap pemuda lain sambil merangkul pundak pemuda yang bakal jadi ayah.


Sekelompok lain juga tidak mau ngalah mereka berebut ingin menjadi paman anak itu.


Fu Bao tersenyum dan menggeleng kepala, melihat tingkah teman-temannya.

__ADS_1


"Baik-baik kalian semua akan menjadi paman anak ku nanti,oh kalau begitu Fu Bao akan jadi bibi? Bagaimana menurutmu Fu Bao?" Tanya pemuda yang akan jadi ayah.


Fu tersenyum tipis dan mengangguk kepalanya" Baiklah aku tidak sabar melihat keponakan ku nanti "


"Hahaha...aku juga tidak sabar " ucap pemuda yang menjadi Ayah.


Mereka tertawa bahagia, suasana hutan Amazon yang mencekam digantikan kehangatan karena tawa ceria pemuda.


Melihat tawa itu tidak akan menyangka kalau mereka adalah orang-orang organisasi pembunuh bayaran yang terkenal.


Mereka semua kini sedang bertugas membunuh seseorang ketua organisasi narkoba yang sangat terkenal di dunia.


Keesokan paginya.


Mereka semua bangun dalam keadaan segar dan mereka mulai merapikan peralatan mereka.


"Ayo kita berangkat!"


"Baik!!"


Semua orang kini berjalan menuju tempat target tujuan mereka.


Setelah berjalan berjam-jam mereka akhirnya sampai di tujuan, mereka melihat bangunan tua yang berada di tengah-tengah rawa.


"Akhirnya sampai ,siapa sangka gembong narkoba akan berada di hutan Amazon"


"Tempat ini sangat sulit, jadi bisa dimengerti kenapa para gembong narkoba itu akan memilih markas rahasia disini" ucap Fu Bao yang melihat tempat yang begitu strategis.


"Apa kalian siap!? " Tanya pemuda menjadi ayah yang rupanya pemimpin kelompok ini.


Setelah melihat itu pemuda yang memimpin kelompok segera memberi sinyal untuk maju kedepan.


Mereka semua segera maju ke depan, mereka berenang menyeberangi rawa hitam dan mereka tidak merasa bau atau kesulitan untuk melewati rawa Tersebut.


Saat mereka sampai di bangunan tua mereka segera membagi kelompok menjadi dua untuk bertugas.


Setelah kelompok dibagi mereka berpisah kearah berlawanan.


Fu Bao berada di kelompok yang pimpin oleh kapten langsung.


Setelah mereka masuk ke dalam ruangan, mereka menembak orang yang bertugas menjaga.


BUM!!


ledakan keras yang memekakkan telinga Terdengar di telinga mereka.


Mereka semua segera menoleh ke arah ledakan " itu...itu bukankah ledakan tadi berasal dari kelompok lain?" Tanya khawatir salah pemuda di kelompok mereka.


Fu Bao juga merasa kalau ledakan tadi berasal dari kelompok lain," kapten apa yang harus kita lakukan sekarang sepertinya terjadi sesuatu dikelompok lain?"


Setelah ragu-ragu sebentar kapten segera memberi perintah untuk menemukan kelompok lain.


Mereka berlari menuju ke ruangan utama tempat kelompok lain yang dituju.


Saat mereka masuk ke sana, mereka melihat seluruh kelompok tewas dengan mengenas kan.


" Ying!? Hati-hati! " Teriak terkejut salah satu pemuda yang melihat peluru menembus kepala pemuda yang dipanggil Ying.

__ADS_1


Melihat rekan mereka tewas didepan mata sekelompok memerah, tangan mereka yang memegang pistol mengerat menahan amarah serta sedih.


"Bunuh mereka semua!! Balas dendam untuk rekan kita!!! " Perintah kapten yang mulai menembak orang-orang organisasi narkoba yang telah mengelilingi mereka.


Mereka dengan putus asa menembak dan membunuh musuh mereka.


Sayang walaupun mereka sangat kuat, mereka tidak akan membayangkan kalau ratusan peluru melayang mengarahkan ke mereka.


Melihat itu kapten tertawa sedih , Air mata mengalir dan memikirkan anaknya yang akan lahir kedunia.


Dia mengambil keputusan tanpa ragu dan menatap bawahan Serta rekan yang berjuang dengan putus asa.


" Fu Bao? Maukah kamu melindungi istri dan anak ku? " Tanya kapten tiba-tiba.


"Ah? Apa maksudnya mu? "


Rekan-rekan yang lain seperti mengerti maksud kapten mereka, mereka semua berkata.


" Fu Bao bantu lindungi ibu dan ayah ku "


"Ibuku juga..."


"Fu Bao carilah pacar!"


"Fu Bao wujudkan impian ku kelilingi dunia "


Fu Bao membisu diam dia akhirnya mengerti apa maksud kapten nya tiba-tiba, air mata menetes tidak terbendung.


Dengan suara gemetar ia berbicara" baiklah~ ak...aku akan melakukan nya..."


Setelah mendengar perkataan Fu Bao sekelompok pemuda itu Segera saling menatap dan tersenyum lega.


Kapten segera membuat membuka mulutnya tanpa suara ' pergilah '


Fu Bao menatap untuk terakhir kalinya, segera ia memejamkan matanya dan berbalik meninggalkan ruangan ,beberapa kali orang-orang organisasi narkoba ingin menghentikannya, tapi semuanya gagal karena Fu Bao dilindungi oleh rekannya.


Saat Fu Bao sampai di depan pintu ia berbalik tiba-tiba,dia menatap rekan yang tersenyum lembut kearah nya Sambil membuat gerakan rahasia.


Yang mengatakan [ selamat tinggal]


Fu Bao tersenyum lembut dan berbalik pergi meninggalkan sekelompok pemuda dibelakangnya.


Disaat bersamaan saat Fu Bao telah sampai disisi lain rawa ledakan keras terdengar di telinga nya.


BUM!!!


Fu Bao menatap kosong ke arah bangunan yang berisi teman-temannya, dia tidak percaya kalau teman dan kaptennya akan mengorbankan diri mereka untuk menyelamatkan nya.


"Hahahaha....Huwaaa~" Fu Bao tertawa dan menangis ia berlutut menghadap ke arah bangunan.


Air matanya mengalir putus asa, hatinya sakit saat membayangkan seluruh rekannya meninggal.


Cetar!


Suara petir menyambar di langit-langit yang menambahkan suasana sedih nya, hujan deras membasahi pipi Fu Bao yang telah kehilangan jiwanya.


Flashback end

__ADS_1


__ADS_2