
Bab 84
Istana Chayang
"Uh! " Seorang pria yang mengenakan pakaian kerajaan tiba-tiba memegangi jantung nya kesakitan.
"Yang Mulia Murong! " Penjaga bayangan yang melihat kejadian itu segera menghampiri Yang Mulia Murong dan membantunya untuk duduk di kursi nya.
"Apa Yang Mulia Murong baik-baik saja? " Tanya khawatir penjaga bayangan.
Yang Mulia Murong mengangkat tangannya dan melambaikan tangannya untuk menyuruh penjaga bayangan pergi.
"Tapi--" ketika penjaga bayangan ingin mengatakan sesuatu lagi dia tiba-tiba menerima tatapan peringatan dari Yang Mulia Murong.
Dia hanya bisa enggan pergi dari sisi Yang Mulia Murong, " Baiklah, Jika Yang Mulia butuh sesuatu tolong panggil saja saya."
Usai mengatakan penjaga bayangan meninggalkan Yang Mulia Murong sendiri di kantornya.
Melihat penjaga bayangan telah pergi Yang Mulia Murong langsung terjatuh berlutut sambil memegangi jantung yang sakit seperti sedang ditusuk-tusuk jarum.
Dia mencoba untuk mencari tahu alasan rasa sakit di jantungnya dengan menggunakan Indra spritual nya, tapi saat memeriksa dia tidak menemukan apapun yang menyebabkan rasa sakit pada jantungnya.
Rasa sakit di jantungnya datang begitu tiba-tiba dan sekarang juga menghilang tiba-tiba.
Yang Mulia Murong mengerutkan keningnya dan menunduk kepalanya untuk melihat posisi bagian jantung nya setelah ia tidak merasakan sakit lagi.
"Apa yang sebenarnya sedang terjadi? " Kebingungan muncul di wajah tampan nan dingin nya.
Menyadari rasa sakit di jantungnya menghilang dia mencoba berdiri akan tetapi sakit kepala mendadak menyerang yang membuat tubuhnya sempoyongan.
Untungnya dia masih sempat bertopang di meja yang ada disekitar nya sehingga dirinya tidak terjatuh.
Bersamaan dengan rasa sakit di kepalanya sebuah ingatan masa lalu tiba-tiba muncul di benaknya.
Ingatan yang sudah lama sekali yang mana saat itu dirinya menerima ramalan para tertua sewaktu dirinya kecil.
"Tapi kenapa aku tiba-tiba mengingat kenangan ini? Apa mungkin... orang yang ada di dalam ramalan telah muncul! " Mata Yang Mulia Murong terbelalak saat memikirkan itu.
Akan sangat aneh bila tiba-tiba saja dia mengingat kenangan saat dirinya masih kecil ketika ia pertama kali menerima sebuah ramalan dari para tertua yang padahal hal itu sudah lama sekali berlalu.
Sampai-sampai ia sudah lama kali melupakan nya.
__ADS_1
Jika bukan karena sakit kepala yang tiba-tiba mengingatkan akan kenangan itu , dia mungkin tidak akan mengingat kalau dirinya pernah menerima sebuah ramalan.
Tapi--
Sekarang ingatan itu muncul yang artinya orang yang ada di ramalan telah muncul disisi nya.
Atau bisa jadi orang yang didalam ramalan itu telah melakukan sebuah tindakan yang berhubungan dengan nya.
Dia tidak tahu yang benar, namun intuisi mengatakan kalau orang itu segera muncul dihadapan nya.
Sayangnya Yang Mulia Murong tidak tahu siapa orang yang ada di ramalan itu.
Jika tidak..dia mungkinkah sudah mengambil tindakan lebih dulu.
Padahal dia pernah mencari keberadaan orang yang ada ramalan itu,tapi entah karena beruntung atau karena alasan lain dia tidak bisa menemukan orang itu.
Tidak peduli seberapa besar ia mencarinya beberapa tahun lalu dia tetap tidak menemukan apapun.
Seolah-olah orang itu tidak pernah ada.
"Aku sangat penasaran seberapa hebat orang yang ada di dalam ramalan Itu " ucap Yang Mulia Murong tersenyum sinis.
Ketidak senang terlintas di kedua mata dingin nya saat memikirkan isi dari ramalan.
Seakan bila orang yang ada di ramalan benar-benar tidak sekuat Seperti yang telah diramalkan maka ia akan langsung segera membunuhnya.
Lagipula Yang Mulia Murong orang yang sangat berdarah dingin dan mana mungkin dia mau berdampingan dengan orang asing yang bahkan tidak ia kenal.
Alam rahasia.
"Tuan sekarang kita pergi kemana? "
"Ayo cari tempat beristirahat, aku sedikit lelah " Fu Bao tersenyum lelah pada Bao Bao dan berjalan ke arah barat.
Tak lama setelah mereka berdua meninggalkan Gua lava tiga sosok berjubah hitam muncul di tempat yang kebetulan posisinya berada di tempat baru saja Fu Bao berdiri.
Dan mereka bertiga hanya melihat reruntuhan Gua yang bahkan tidak bisa dilihat lagi bentuknya.
"Seperti kita terlambat Tuan." Ucap salah satu sosok berjubah hitam pada orang yang ada di tengah.
"Apa perlu kita mengejar nya? " Tanya sosok berjubah hitam disisi lain.
__ADS_1
Pria yang dipanggil Tuan itu hanya tersenyum tipis dan berkata dengan suara dingin:
"Tidak perlu,aku ingin lihat bagaimana reaksinya saat semua yang dia lakukan selama ini hanya sia-sia." Pria itu tersenyum dingin dan menghilang seperti kabut dari hadapan kedua pengikut nya.
Melihat kepergian Tuan mereka, mereka segera mengikuti nya tanpa banyak kata.
Kembali di sisi Fu Bao dan Bao Bao yang sekarang sudah menemukan tempat untuk beristirahat sejenak.
Karena kebetulan tempat ini dekat dengan air terjun Fu Bao yang sudah lama tidak mandi menjadi sangat gatal saat melihat Air terjun.
Dan ingin segera bergegas melepaskan pakaiannya agar bisa membersihkan seluruh tubuhnya yang kotor.
Yah walaupun pada nyatanya Fu Bao sama sekali tidak terlihat kotor, tapi mau bagaimana lagi Fu Bao salah satu orang pengidap penyakit OCD yang parah.
Jadi apabila tubuhnya kotor sedikit saja langsung ingin segera membersihkan nya.
Bahkan saat dirinya menjadi seorang pembunuh berantai dia selalu menyempatkan dirinya untuk mandi saat misi selesai.
Tapi karena keadaannya sejak masuk ke Alam rahasia yang aneh dan tidak menemukan kesempatan untuk beristirahat dengan nyaman.
Bahkan kalau ada pun itu hanya sebentar lagi pula bahaya yang ada di Alam rahasia ini tidak bisa remehkan bila dia dan Bao Bao tidak waspada sedikit saja mungkin mereka sudah lama menjadi Mayat.
Tidak hanya mereka terus menerus waspada pada sekitar mereka, mereka berdua juga harus mengejar waktu untuk mendapatkan benda suci.
Sekarang mereka sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan maka mereka tinggal untuk menjelajahi Alam rahasia saja sambil mengumpulkan inti kristal beast spirit yang dibutuhkan Fu Bao untuk melepaskan segel.
Meskipun Fu Bao telah berhasil menyimpan sebagian inti kristal yang dia dapatkan dari pertarungan dari beast spirit aneh di Alam rahasia.
Itu masih belum cukup jadi karena itu mereka berdua memutuskan untuk beristirahat di dekat air terjun selama beberapa hari.
Dan barulah mereka berdua pergi menjelajahi Alam rahasia ini.
"Aku pergi mandi,kau bisa menunggu ku disini dan ini untuk makan malam kita." Fu Bao mengeluarkan mayat ular piton dari cincin penyimpan nya.
"Baik tuan " Bao Bao memeluk mayat ular piton dan mulai mengulitinya untuk dimasak nanti.
Melihat tindakan Bao Bao, Fu Bao memasang pesona di sekeliling Air terjun.
Pesona dilakukan agar tidak ada orang yang menggangu istirahat mereka.
Tapi apa yang Fu Bao tidak sangka adalah bukan orang yang ada di luar pesona yang menggangu melainkan seseorang yang sudah ada di dalam pesona sejak tadi.
__ADS_1
Dan keberadaan orang itu sama sekali tidak terdeteksi oleh Indra Fu Bao.
Yang menunjukkan level orang itu lebih tinggi dari Fu Bao.