
Bab 79
"Uhuuk!" Patriak Qi Feng memuntahkan darah setelah menggunakan kemampuan nya.
Fu Bao yang masih belum sadar dari frame film yang baru ia lihat di mata patriak Qi Feng akhirnya sadar.
Setelah patriak Qi Feng batuk darah,dia segera menanyakan keadaan nya : " Apa kau baik-baik saja?"
Patriak Qi Feng tersenyum lembut dan menggeleng kepalanya dan berkata: " Aku baik-baik saja, sekarang kau seharusnya mengetahui siapa yang lebih penting yang akan kau berikan Pill ini"
'Sebenarnya aku masih belum tahu mana yang harus ku pilih ' pikir Fu Bao.
Fu Bao menundukkan kepalanya tidak tahu harus berkata kalau ia mengatakan kalau patriak Qi Feng yang terpenting sekarang, tapi hatinya gelisah saat memikirkan kejadian yang ada di frame film.
Dia juga tidak tahu apa keputusan nya benar setelah memilih menyelamatkan patriak Qi Feng terlebih dahulu.
Lagi pula ada kemungkinan kemunculan Pill penyelamat Dewa akan muncul kembali lagi di lotre ajaib.
Tapi dia tidak tahu apa Itu benar karena dia punya firasat kalau ini satu-satunya Pill penyelamat Dewa yang akan dikeluarkan dari Lotre ajaib.
Firasat Fu Bao selalu tepat, jadi sekarang ia ragu apa harus memberikan Pill penyelamat Dewa kepada patriak Qi Feng atau pada sosok pria yang akan muncul di masa depan nya.
Andaikan sekarang ia memilih untuk menyelamatkan patriak Qi Feng sekarang.
Apa yang terjadi pada pria itu?
Apakah nasib pria itu akan tetap sama seperti yang ada di penglihatan patriak Qi Feng?
Apa lebih baik aku menyelamatkan patriak Qi Feng dulu? Lagipula aku belum tentu akan mengenalnya.
Siapa tahu kalau Lotre ajaib mengeluarkan pill penyelamatan Dewa lagi.
Tapi bagaimana kalau Pill penyelamat Dewa tidak muncul di masa depan?
Apa itu artinya aku akan melihat kematian pria itu lagi seperti yang ada di penglihatan patriak Qi Feng?
Jika hal itu sampai terjadi bukankah aku akan sangat menyesali nya seumur hidup.
Memikirkan hal itu membuat Fu Bao sangat sakit kepala.
__ADS_1
Fu Bao sungguh-sungguh tidak tahu harus memilih yang mana.
Namun di otak nya dia lebih memilih menyelamatkan patriak Qi Feng dulu, tapi hatinya yang paling dalam lebih memilih ke arah pria itu.
Dia juga tidak yakin akan tetap menyimpan Pill ini untuk pria itu, karena dia tidak tahu apa masa depan akan berubah setelah penglihatan dari patriak Qi Feng.
Mungkin masa depan akan berubah setelah orang yang berkaitan mengetahui nya.
Tapi bagaimana kalau masa depan tetap tidak berubah?
Dan malahan berjalan seperti yang ada di penglihatan patriak Qi Feng.
' Apa yang harus kulakukan sekarang? Ini benar-benar sangat membingungkan..' pikiran Fu Bao sekarang sangat semerawut.
Dia tidak tahu harus memilih yang mana.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya dia di hadapan keraguan yang membuat nya sama sekali tidak bisa memilih dengan benar.
Karena biasanya dia dengan mudah memutuskan apa yang ada di hatinya.
Tapi kali ini hati Fu Bao sendiri pun di penuhi kebingungan serta keraguan maka nya dia tidak bisa memilih dengan benar.
"Apa masa depan akan berubah setelah aku mengetahui nya? " Tanya Fu Bao pada patriak Qi Feng.
Fu Bao: "!!??"
"Mungkin kau yang ada di penglihatan ku mengetahuinya kalau ia memiliki kesempatan menyelamatkan pria itu, tapi dia malah memilih menyelamatkan ku lebih dulu karena dia berpikir sama seperti yang kau pikirkan sekarang "
Fu Bao: "...?"
"Kau yang sekarang pasti beranggapan kalau pria itu tidak sepenting aku yang sekarang bukan?
Akan tetapi kau tidak tahu kalau nasib manusia itu sangat aneh.
Saat kau yang ada di masa depan berusaha menghindar Pria itu karena menurut mu kematiannya pria itu disebabkan oleh karena ia ingin menyelamatkan mu.
Makanya kau berpikir kalau kau menjauhinya,pria itu akan selamat.
Jadi kau sekarang dan kau yang ada di penglihatan ku dengan sengaja mengasingkan pria itu.
__ADS_1
Sehingga pria itu tidak akan memiliki kasih sayang padamu dengan itu pria itu tidak memiliki alasan untuk menyelamatkan mu.
Namun sepertinya keputusan mu salah, meskipun kau berusaha menghindar nya ada yang namanya benang merah di nasib kalian.
Yang mana benang merah itu mengaitkan jari kalian satu sama lain sehingga tidak peduli seberapa kau menghindari nya kau akan tetap akan berhubungan dengan nya lagi dan lagi.
Sekalipun kau dengan jahatnya menyakiti perasaannya.
Pria itu tetap memilih untuk tetap mencintai dan menyelamatkan mu di saat paling bahaya.
Jadi tidak peduli seberapa kau menghindari atau menyakiti perasaannya dia akan tetap memilih untuk mencintaimu sebagaimana harta nya paling berharga." Ucap patriak Qi Feng sambil tersenyum tipis.
Kedua mata Fu Bao terbelalak terkejut mendengar semua teori patriak Qi Feng karena apa yang dikatakan sungguh benar.
seperti yang dikatakan patriak Qi Feng dia memang terpikirkan untuk menyelamatkan patriak Qi Feng lebih dulu dan untuk pria itu dia akan menunggu Lotre ajaib mengeluarkan pill penyelamatan Dewa lagi kalau tidak ia yang akan membuatnya sendiri.
Jika kedua cara itu masih tidak berhasil maka dia akan berusaha menghindar kemunculan pria itu.
Bahkan Fu Bao terpikirkan untuk tidak berhubungan dekat dengan pria itu bila dia akan bertemu dengannya di masa depan nanti.
Akan tetapi Fu Bao tidak menyangka kalau patriak Qi Feng akan mengetahui rencana masa depan nya.
Seolah-olah patriak Qi Feng telah melihat semua rencananya.
Tapi itu jelas tidak mungkin.
'Atau mungkin patriak Qi Feng melihat nya lagi?' tebak Fu Bao ragu.
Patriak Qi Feng tersenyum lucu melihat keterkejutan Fu Bao.
Tiba-tiba Patriak Qi Feng mengernyitkan dahinya saat merasa sakit menusuk hatinya semakin kuat,dia tahu kalau waktunya hampir tiba.
Merasa waktunya hampir habis patriak Qi Feng sedikit sedih, matanya tanpa sadar melayang ke arah klan harimau putih yang sekarang sedang berlutut menatapnya dengan ekspresi sedih.
Bagaimana mungkin dia tidak sedih meninggalkan junior klan nya sendirian di dunia ini tanpa ada yang bisa melindungi nya.
Dia sangat Khawatir kalau junior klan nya akan di intimidasi oleh orang lain.
Tapi--
__ADS_1
Patriak Qi Feng tidak ingin bersikap egois.
Patriak Qi Feng tetap harus memilih meninggalkan dunia ini karena dia tahu kalau Fu Bao tidak memerlukan sosok Sepertinya untuk melindunginya di masa depan nanti.